TIK TIK TIK
Suara hujan malam itu menambah kesunyian, jalan itu begitu sepi, hanya beberapa kendaraan yang lewat. Fadil berteduh di halte sambil menunggu bus malam yang biasa ia tumpangi untuk pulang.
Di bawah lampu jalan Fadil melihat ada seorang gadis muda menggunakan payung merah. Gadis itu berjalan menuju ke arahnya, lalu duduk di samping Fadil.
Hening...
Itu yang Fadil rasakan. Sebagai seorang laki-laki ia mencoba berkenalan dengan gadis tersebut.
“Hemm... Hai siapa namamu?” tanya Fadil ramah.
“Rani, kalau kamu?”
"Namaku Fadil."
“Kamu kerja di daerah sini juga?”
“Iya, Aku kerja di O’land.”
"Oh ternyata dia bekerja di toko kue tak jauh dari kantorku." gumam Fadil dalam hati
Mereka berbincang-bincang cukup lama hingga bus Fadil pun akhirnya datang.
“Aku duluan ya.” Fadil berpamitan pada Rani sambil tersenyum. Rani tidak ikut naik. Mereka tidak satu bus, karena rumah mereka tidak searah.
Pukul 22.45
“Kenapa malam ini hujan lagi sih?” keluh Fadil menyeka tas selempangnya yang basah.
TAP... TAP... TAP...
Suara seseorang berjalan ke arah Fadil. Dilihatnya gadis itu lagi, memegang payung merahnya, gadis itu tersenyum.
“Kamu tiap hari pulang malam ya?” tanya Fadil membuka percakapan
“Aku selalu disini kalau hujan turun,” gadis itu menatap lurus ke depan.
“Kenapa?” Fadil mulai heran.
Tapi gadis itu hanya diam dan terus memandang jalan yang sunyi.
“Hemm... kamu apa nggak takut malam-malam sendirian di jalanan sepi? kenapa nggak nyuruh jemput orang tua mu? Kamu itu perempuan, nanti kalau ada apa-apa bagaimana?”
“Aku selalu sendirian selalu kesepian dan tidak ada yang peduli denganku," ucap gadis itu sambil tertunduk.
“Ma.. maaf ya... Kalau kamu kesepian aku akan menghiburmu dan menemanimu, Rani.”
“Benarkah Fadil? Janji?”
“Janji, Aku akan selalu menemanimu."
“Selamanya?”
“Selamanya Rani...”
Bus malam Fadil sudah datang, dan segera ia naik untuk bergegas pulang.
Tak terasa sudah 3 malam ini ia dan Rani bertemu di halte itu di bawah derasnya hujan. Mereka sudah mulai akrab. Bagi Fadil sosok Rani ternyata gadis yang asik. Dan ia betah bicara berlama-lama dengan Rani.
22.45
“Alhamdulilah malam ini langit cerah, banyak Bintang,” ucap Fadil. Ia duduk di halte menunggu kedatangan Rani. Jalan yang biasanya sepi, kini sudah banyak kendaraan yang masih lalu lalang.
Sudah 10 menit ia disana. Tapi gadis itu tidak juga muncul.
“Apa jangan-jangan dia sudah pulang duluan,” pikir Fadil
Sudah beberapa malam langit tampak cerah. Dan beberapa malam juga Fadil masih setia menunggu Rani di halte bus tempat mereka biasa bertemu. Namun gadis itu tidak lagi pernah datang. Gadis itu seperti hilang ditelan bumi. Fadil merasa kehilangan.
Tiba-tiba Fadil teringat sesuatu "Aku selalu disini saat hujan turun" ucapan Rani terus terngiang-ngiang di telinga laki-laki itu.
12.15
Saat itu jam makan siang, Fadil sengaja memilih makan siang di toko kue O’land tempat Rani bekerja, ketimbang makan di kantin kantornya. Ia ingin bertemu dengan Rani dan bertanya kemana saja gadis itu.
TRIING!
Suara bel pintu toko berbunyi ketika Fadil memasukinya. Segera ia duduk dan seorang pelayan cantik menghampirinya. Ia memesan sepotong choco cake dan segelas cafe latte.
Tak lama pelayan tadi datang membawa pesanan Fadil.
“Maaf mbak. Saya mau tanya sesuatu” ucap Fadil
“Iya silahkan”
“Rani kerja shift apa ya?”
“Rani?” pelayan itu mengerutkan dahinya
“Iya Rani. Apa ada pegawai bernama Rani disini?”
Pelayan itu lalu duduk di kursi menghadap Fadil. Ia menunduk.
"Iya ada... Tapi..." pelayan itu nampak gusar
"Jam berapa dia mulai kerja?" tanya Fadil antusias
“Sebelumnya saya minta maaf mas... Anu.. Sebenarnya Rani sudah lama meninggal...” air mata menetes di pipi pelayan itu. Fadil kaget dan tak percaya.
“Rani dulu sangat menyukai hujan, mungkin sekarang tidak lagi. Waktu itu, satu bulan yang lalu, saat sedang turun hujan deras dia pulang dari toko larut malam. Dia berniat naik bus, aku sudah memperingatkannya agar tidak pulang sendirian. Tapi ia bersikeras pulang sendirian. Rani saat itu dihadang oleh preman, lalu ia dirampok, diperkosa dan dibunuh. Mayatnya ditutupi payung merah kesayangannya.” Pelayan itu menangis terisak di hadapan Fadil. Seketika badan Fadil terasa lemas dan kakinya bergetar hebat. Ingin rasanya ia menangis sejadi-jadinya.
Malam harinya Fadil seperti biasa menunggu bus sendiri, malam ini tidak hujan tetapi juga tak begitu terang. Gerimis pun datang, entah kenapa saat itu bulu kuduk Fadil meremang, ia merinding.
TAP... TAP... TAP...
Suara langkah kaki itu membuat jantung Fadil berdetak kencang. Seseorang sedang mendekat kepadanya. Fadil tak berani menoleh menatap orang itu. Tiba-tiba suara langkah kaki itu menghilang. Ia pun mencoba melihat-lihat keadaan sekitar, matanya lalu tertuju pada seorang gadis membawa payung merah berdiri di bawah lampu jalan yang redup, di seberang jalan. Mukanya putih pucat, ujung matanya mengeluarkan darah, bibirnya biru, rambutnya yang panjang sangat kotor, dan dress selututnya berlumuran darah. Dia berjalan pelan ke arah Fadil dengan darah yang terus mengalir ke kakinya. Fadil ketakutan ia berjalan mundur. Gadis itu tertawa nyaring. Siapa pun yang mendengarnya pasti akan bergidik ngeri.
“Masihkah kamu mau menemaniku Fadil? HAHAHAHA”
“Mana Janjimu Fadil? Mana? HAHAHAHA”
Fadil ambruk tak sadarkan diri di halte bus itu.
“Fadil! Fadil bangun!” Fadil perlahan membuka matanya. Banyak orang berdiri di sekitarnya. Rupanya ia sekarang ada di rumah sakit.
“Kenapa aku ada disini?” tanya Fadil kebingungan.
“Semalam kamu pingsan di halte. Aku membawamu pulang, dan kamu pingsan cukup lama lalu aku membawamu ke rumah sakit ini,” jelas Ghani teman sekantor Fadil yang kebetulan merupakan warga di daerah tempatnya bekerja.
“Thanks ya." ucap Fadil
Setelah sembuh total, Fadil kembali beraktivitas seperti biasanya dan sekarang semua karyawan dipulangkan Sebelum jam 22.00. Teror gadis berpayung merah itu terus berlanjut sampai sekarang.
Tamat
.
.
.
Selesai membaca tolong tinggalkan jejakmu ya😊
Jika kamu suka, jadikan cerita ini favoritmu. Like, dan komen.
Baca juga novel karya ku ya
🌼 Kirana Tetaplah Disisiku
🌼 Cinta Sepotong Donat
🌼 Rasa Cinta
🌼 Kumpulan Cerita Horror
Dukungan kalian sangat berarti bagi ku.
Jangan lupa follow instagram ku @itsme_assyh untuk mendapat informasi update tentang novel ini.
Kalau kalian inbox atau DM insyaallah aku akan balas kalau nggak sibuk ya, hehehe
Terima Kasih*** 😘❤