Karisma Andini, gadis cantik bermata coklat terang itu menatap bangunan didepannya. 10 tahun pergi ternyata tak membuat bangunan didepannya itu berubah. hanya saja, hari ini bangunan itu sedang dihias dengan cantik dan megah.
bangunan itu adalah mansion keluarga Al-farizi.
dan hari ini adalah hari pertunangan cucu ketiga Serka Al-farizi, Reza Andrie Al-farizi.
dengan langkah pelan Risma memasuki mansion itu. para bodyguard dan maid yang berlalu lalang tercengang dengan kedatangan Risma. dalam hati mereka, kenapa nona Risma kembali setelah meninggalkan tuan muda Reza disaat seperti ini?
"mama Mira." panggil Risma pada wanita paruh baya yang berdiri tak jauh darinya. Almira Sanjaya atau yang dikenal sebagai nyonya Al-farizi, dia adalah ibu Reza. wanita itu berbalik dan terkejut. "Risma, kamu kembali." ucap nyonya Mira terkejut. Risma tersenyum lalu menghambur ke pelukan Mira.
"Risma," suara seorang pria menginterupsi pelukan Risma. Risma melepaskan pelukan nya lalu berbalik. pria itu, orang yang sangat ia sayangi melebihi siapapun, Reza Andrie Al-farizi. Risma langsung menghambur ke pelukan Reza. Reza terdiam, tak merespon pelukan Risma.
semua tamu berbisik. baru beberapa menit yang lalu Reza bertunangan dengan Arshilla Queenzy Dominik, tapi sekarang Reza dipeluk oleh wanita lain. tak sedikit orang yang mencibir Risma.
setelah tersadar dari keterkejutannya, Reza segera menarik Risma pergi. Reza membawa gadis itu menuju ruang perpustakaan.
"kenapa kamu kembali Risma?" tanya Reza dengan nada tak suka membuat Risma sadar, bahwa dirinya memang tak diharapkan. "kakak sendiri yang bilang akan menungguku. kenapa sekarang kakak malah bertunangan tanpa sepengetahuan ku?" tanya Risma dengan nada sedikit meninggi.
"demi Allah Ris, 10 tahun kakak menunggu kamu. tapi kamu nggak pernah ada kabar. kakak juga butuh orang yang bisa menguatkan kakak Ris." jawab Reza sambil mengusap wajahnya kasar. Risma terkekeh. dia merasa bodoh karna berharap Reza masih mengharapkannya.
"jadi, posisiku dihati kakak udah terganti ya. ok, aku nggak masalah. tapi tolong, jangan halangi aku untuk mengembalikan posisiku dihati kakak." ucap Risma lalu pergi. "RIS, RISMA! JANGAN NEKAT! BERHENTI RISMA!" teriak Reza berusaha menghentikan Risma. namun ia kalah cepat, Risma sudah pergi.
*****
pagi ini Risma sudah berada di kantor S'Earth Corporation, perusahaan milik Reza. ia ingin menemui Reza. ia tak main-main dengan ucapannya kemarin. tak lama kemudian, Reza tiba di kantor. ia terkejut dengan kedatangan Risma.
"ngapain kamu disini Ris?" tanya Reza. Risma bergelayut manja di lengan Reza. "mau nemenin kakak kerja sambil belajar nanganin perusahaan." jawab Risma dengan senyum manisnya. para karyawan yang kebetulan lewat mencibir Risma.
"dasar cewek nggak tahu malu. pak Reza kan udah tunangan, masih aja digodain."
"cantik sih. tapi sayang, pelakor."
"kalo bu Shilla tahu, pasti tu cewek bakal abis."
"cantik cantik tapi berhati busuk."
begitulah kira-kira cibiran para karyawan. Reza segera melepas tangan Risma di lengannya. "mending kamu pergi sekarang Ris. daripada kamu jadi bahan omongan karyawan." ucap Reza lalu meninggalkan Risma.
Risma terdiam mematung lalu pergi dengan air mata yang mengalir di pipinya. "apa salah kalo aku kembali? aku hanya ingin bahagia." lirih Risma.
*****
satu minggu sudah Risma selalu datang ke kantor Reza. para karyawan banyak yang membenci Risma. tapi anehnya, Reza tak pernah mengusir secara kasar atau menghalangi Risma untuk datang. hanya pengusiran secara halus.
hal itu membuat salah satu karyawan nekat memberi tahu Shilla mengenai Risma. Shilla yang mendengar laporan itu marah. ia mencari tahu tentang Risma dan alangkah terkejutnya dia ternyata Risma adalah gadis yang sangat disayangi oleh keluarga Al-farizi khususnya Reza.
baru-baru ini Reza juga salalu menemui Risma. pantas saja belakangan ini Reza selalu menghindar saat di ajak bertemu.
Shilla pun memutuskan untuk datang ke kantor. ia ingin memberi pelajaran pada Risma. Shilla tidak datang sendiri. ia bersama dua kakak tirinya yang merupakan sahabat Reza, Samudra Eric Candradinata dan Samuel Eza Candradinata.
sesampainya dikantor, mereka disuguhi pemandangan yang membuat darah mereka mendidih. di sana, di lobi kantor S'Earth Corporation, Reza dan Risma sedang berpelukan. bahkan keduanya menitikkan air mata.
dengan cepat Shilla menarik Risma, sedangkan Samudra dan Samuel menarik Reza. Shilla menampar Risma.
plak
"BERANI-BERANINYA LO MELUK TUNANGAN GUE, DASAR J*LANG." teriak Shilla. "SHILLA!" bentak Reza membuat Shilla menoleh. ia tak percaya bahwa Reza membentaknya.
bugh
bugh
Samudra dan Samuel memukul Reza. mereka tak terima jika adik mereka dibentak. walau hanya adik tiri, si kembar itu sangan menyayangi Shilla. "berani lo bentak adik gue? demi j*lang itu." sentak Samudra. "udah kak, ini urusan aku sama j*lang ini. kakak nggak perlu mukul kak Reza. biar aku kasih cewek ini pelajaran." ucap Shilla dingin.
plak
Shilla menampar pipi kiri Risma. "ini balasan karna lo berusaha ngerebut kak Reza dari gue."
"SHILLA BERHENTI." teriak Reza
plak
kini gantian menampar pipi kanan. "ini karna lo ngebuat kak Reza ngehindarin gue."
"SHILLA!!" teriak Reza lagi sambil berusaha memberontak.
plak
bugh
bugh
bugh
Shilla memukuli Risma dengan brutal. bagaimanapun Shilla itu pandai bela diri. Risma tersungkur namun ia masih tersenyum. Reza berhasil melepaakan diri dari Samudra dan Samuel. ia berlari menghampiri Risma. ia mengangkat kepala Risma ke pangkuannya.
"sudah selesai kak. aku sudah membuktikannya. dia akan lebih baik daripada aku dalam menjaga kakak. sekarang aku tenang dan bahagia melepas kakak." ucap Risma lirih membuat air mata Reza menetes. "jangan tinggalin kakak lagi Ris. kakak sayang banget sama kamu." ucapan Reza membuat semua orang terkejut. kenapa Reza bertunangan dengan Shilla kalau ia masih menyayangi Risma?
Samudra dan Samuel yang mendengar itu semakin marah. Samudra sudah maju untuk memukul Reza tapi teriakan seseorang menginterupsi nya.
"APA YANG TERJADI PADA CUCUKU!!" teriak seorang pria lanjut usia. Dia adalah Serka Al-farizi, kakek dari Reza. "APA YANG KAMU LAKUKAN PADA RISMA, REZA?" teriak pria dibelakang Serka, Bayu Candra Al-farizi. dia adalah cucu kedua Serka sekaligus
KAKAK KANDUNG RISMA.
Bayu langsung mendorong Reza dan mengambil alih Risma. dia membawa Risma pergi bersama Serka. seorang pria maju dan menampar Reza. dia adalah cucu pertama Serka sekaligus kakak kandung Reza, Alvian Mahendra Al-farizi.
"KAMI MEMINTA KAMU UNTUK MENJAGA RISMA, BUKAN MEMBUATNYA TERLUKA REZA" teriak Alvian. Alvian lalu menatap Shilla. "dan kamu, KAMU TAK TAHU APAPUN TENTANG KELAURGA AL-FARIZI. JADI JANGAN BERTINDAK SEENAKNYA." sambung Alvian.
"KAK IAN." Teriak Reza, Samudra, dan Samuel bersamaan.
"AKU TAHU AKU SALAH KARNA NGGAK BISA MELINDUNGI SATU-SATUNYA ANAK PEREMPUAN DI KELUARGA AL-FARIZI! TAPI JANGAN BENTAK SHILLA! DIA NGGAK TAHU APA-APA!" Reza gantian membentak kakaknya.
"KAMU!!" Teriak Alvian menunjuk Reza. Alvian lalu diam dan menurunkan tangannya sambil mengatur nafasnya.
"kalau sampai terjadi apa-apa sama Risma, kakak nggak akan maafin kamu." peringat Alvian lalu pergi. Reza terduduk di lantai. ia masih menyalahkan dirinya atas apa yang terjadi pada Risma.
"Reza," Shilla menepuk bahu Reza. namun Reza tak bergeming. akhirnya dibantu si kembar, Shilla membawa Reza menuju ruangan tunangannya itu.
sesampainya di ruangan, Reza mendekap Shilla. Reza menagis dipelukan Shilla. si kembar pergi karna mereka ingin memberi waktu pada Reza dan Shilla untuk berbicara.
"aku gagal Shil, aku gagal menjadi kakak yang baik." ucap Reza disela tangisannya. hal itu membuat Shilla merasa bersalah. andaikan ia mencari tahu siapa Risma dengan teliti, Risma tak akan jadi seperti tadi dan Reza tak akan merasa bersalah.
tapi ya, penyesalan selalu datang di akhir.
Reza melepas pelukannya. "dia bukan orang ketiga Shil, dia adikku. dia, dia hanya meminta waktuku. waktuku seminggu untuk bersamanya. tapi, tapi...." ucapan Reza terpotong karna Shila segera memelukanya.
"tenang ya, Risma pasti baik-baik aja." Shilla berusaha menghibur Reza. mereka duduk di kursi sofa. dan lama kelamaan Reza tertidur.
*****
beberapa hari kemudian
hari ini Risma akan kembali ke rumah kakeknya di negara X. meski belum sepenuhnya sembuh, Risma ingin segera pergi dari sini. tapi sebelum pergi, ia meminta untuk bertemu dengan Shilla. dengan berat hati akhirnya Serka, Bayu, dan Alvian memenuhi keinginan Risma.
pagi ini di halaman belakang mansion Al-farizi, Risma dan Shilla duduk bersebelahan.
"aku minta maaf kak, karna nggak ngasih tahu kakak yang sebenarnya." ucapan Risma membuat Shilla menatap Risma. "kakak yang harusnya minta maaf Ris. kakak dibutakan oleh cemburu sehingga kakak bertindak seperti itu." timpal Shilla membuat Risma terkekeh.
"justru karna itulah aku percaya bahwa kakak adalah wanita terbaik untuk kak Reza. kakak siap melawan siapapun yang mengganggu hubungan kalian." ucap Risma lalu berdiri.
"aku bukanlah orang ketiga. aku hanya ingin mencari wanita terbaik untuk kakakku. aku tidak bisa melepaskan kakakku untuk wanita sembarangan. aku rela melakukan apapun asalkan kakakku selalu bahagia." tambah gadis berusia 20 tahun itu lalu beranjak pergi. ia berhenti sebentar lalu menoleh pada Shilla yang masih duduk di sana.
"kita akan bertemu lagi kak. tapi nanti, status kakak ketika status kakak sudah resmi menjadi kakak iparku." ucap Risma sambil tersenyum yang dibalas senyuman oleh Shilla. Risma lalu pergi menuju Serka yang sudah menunggunya.
'aku bukan orang ketiga. aku hanya ingin orang disekitarku benar-benar bahagia. tapi mungkin, caraku berbeda dengan orang lain.'
-Kharisma Andini Al-farizi-