Xavier Jonathan Aldebran seorang pemuda yang memiliki paras yang sangat rupawan bak dewa yunani. Xavier memiliki tatapan mata yang setajam elang, mata yang sebiru laut, alis pedang yang tajam dan tebal, rahang yang kokoh, hidung mancung bak perosotan, bibir pink alami dan rambut yang berwarna blonde.
Xavier memiliki perawakan yang tinggi, kekar dan berotot. Namun ototnya tak sampai se kekar binaragawan. Tapi porsi ototnya sangat pas di tubuhnya itu.
Xavier adalah seorang CEO muda di perusahaan. Ia mewarisi perusahaan itu dari papanya. Banyak sekali wanita di luar sana yang mengejar dirinya. Bagaimana tidak sudah ganteng, kaya, penyayang, dan baik. Tetapi sayang Xavier sudah menetapkan hatinya ke seorang gadis yang amat sangat ia cintai.
⊱⋅ ─────♥︎❁♥︎───── ⋅⊰
Di sebuah rumah mewah tepatnya di salah satu kamar dari rumah tersebut. Nampak seorang pemuda yang sedang galau memikirkan sesuatu. Pemuda itu tak lain adalah Xavier.
Saat ini Xavier tengah bimbang harus memberi kado apa di saat hari valentine nanti ke kekasih yang sangat ia cintai itu.
Xavier memiliki seorang kekasih yang bernama Clarissa Aleta Queensha. Kekasih Xavier juga tak kalah rupawan. Clarissa memiliki rambut bergelombang yang berwarna hitam, mata yang sehijau emerald, tatapan mata yang meneduhkan, pipi yang sedikit chubby, hidung bak perosotan, bibir mungil dan pink alami, kulit seputih susu dan sehalus sutra.
"Hmm enaknya aku kasih hadiah apa ya ke shasa?" Gumam Xavier.
"Gimana kalau kalung aja ya?" Gumam Xavier.
"Ya udah deh kalung kayaknya bagus tuh." Putus Xavier yang sudah final itu.
Setelah itu Xavier pun pergi mandi. Hari ini ia berniat untuk membelikan hadiah untuk kekasih tercintanya.
"Hah segernya. Emang mandi itu paling enak." Kata Xavier yang sudah selesai mandi.
Saat ini Xavier mengenakan hoodie hitam polos di padukan dengan celana ripped jeans bewarna hitam dan sepatu belanciaga yang warna nya juga hitam.
Sungguh penampilan Xavier saat ini terlihat seperti seorang remaja sekolahan. Padahal umur aslinya adalah mencapai 23 tahun.
Xavier segera pergi ke toko perhiasaan menggunakan mobil lamborghini adventador kesayangan nya yang ia beri nama Zarken. Mobil kesayangan nya itu berwarna hitam legam yang memberi kesan misterius dan cool.
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 11 pagi. Xavier pun sudah tiba di mall langganannya, karena di mall langganannya itu ada toko perhiasaan yang sangat terkenal.
Xavier juga berniat sekalian makan siang di mall itu, karena sebentar lagi adalah jam makan siang.
Setelah memarkirkan mobilnya di parkiran VIP. Xavier pun segera masuk ke dalam mall. Saat masuk ke dalam mall Xavier menjadi pusat perhatian orang-orang.
Bagaimana tidak wajah nya yang sangat rupawan bak dewa yunani, tinggi badannya yang mencapai 185 cm dan pakaian nya yang serba hitam itu menambah kesan misterius padanya.
Tak heran banyak wanita yang mengejarnya. Saat ini saja contohnya banyak wanita yang memfoto dirinya, ada yang secara rahasia dan ada juga yang terang-terangan.
Para pria yang ada di mall itu saja sampai iri dengan Xavier. Ibarat kata Xavier itu adalah sebuah bintang yang sangat bersinar di antara bintang-bintang yang lain.
Banyak orang yang membicarakan atau sekedar meliriknya tetapi Xavier tak memperdulikan itu semua. Ia sudah biasa menjadi pusat perhatian orang. Ia hanya menganggap itu semua sebagai angin yang lewat.
Akhirnya setelah menaiki lift dan berjalan kaki Xavier tiba di toko perhiasaan yang ia tuju.
"Selamat siang tuan ada yang bisa saya bantu?" Kata seorang pegawai disana saat Xavier masuk ke toko perhiasaan itu.
"Ehmm mbak ada model kalung perempuan yang terbaru gk?" Tanya Xavier.
"Oh ada tuan mari ikut saya." Kata pegawai itu sambil menuntun Xavier.
"Nah untuk selengkapnya tuan bisa menanyakan hal itu ke nona Celine pegawai senior yang ada di sini. Ya sudah saya pamit dulu tuan." Kata pegawai itu lalu pergi ke pintu masuk dan berjaga di sana lagi.
"Mbak ada model kalung terbaru untuk perempuan gk?" Tanya Xavier.
"Oh tuan mau memberikan kalung itu ke pasangan tuan ya saat hari valentine besok." Kata Celine.
"Iya mbak." Jawab Xavier.
"Ini saya tunjukan model terbaru nya tuan. Kami saat ini hanya memilki 10 model terbaru. Ini semua special valentine edition. Silahkan di lihat barang kali ada yang cocok." Kata Celine.
Kemudian Xavier pun melihat ke arah kalung-kalung itu. Tapi tak ada satu pun yang sesuai dengan seleranya.
"Ada yang lain gk mbak? Gk ada yang cocok soalnya." Tanya Xavier.
"Oh sebenarnya ada satu lagi tuan. Tapi kalung itu special limited valentine edition dan hanya ada 5 di seluruh Negara Z ini. Salah satunya ada di outlet kami yang berada di Kota Y ini. Tapi kalau tuan mau kalung itu saya haru panggil manager saya dulu di belakang. Gimana tuan anda berminat?" Tanya Celine.
"Hmm ya sudah mana kalungnya saya mau lihat dulu." Jawab Xavier.
"Oke kalau begitu saya panggilkan manager saya terlebih dahulu. Permisi tuan." Kata Celine.
Setelah menunggu selama 5 menit akhirnya pegawai yang bernama Celine tadi keluar bersama sang manager.
"Permisi tuan apakah betul tuan ingin membeli kalung special limited valentine edition itu?" Tanya sang manager.
"Iya." Jawab Xavier.
"Kalau begini ini kalung silahkan dilihat." Kata sang manager sambil mengeluarkan satu kotak perhiasan berwarna merah yang lumayan besar.
Bandul kalung itu sendiri berbentuk hati yang terbuat dari ruby. Dan di atas hati itu ada bentuk mahkota yang terbuat dari emas putih dan di selimuti oleh berlian. Rantai kalungnya sendiri terbuat dari emas putih.
Xavier yang melihat kalung itu merasa puas. Karena kalung itu sesuai dengan seleranya.
"Oke saya ambil ini. Berapa harganya?" Tanya Xavier.
"Untuk harga sendiri itu dibandrol 1,5 miliar tuan." Kata manager itu.
Xavier yang mendengar itu tanpa basa-basi langsung mengeluarkan black card nya. Manager dan pegawai yang melihat itu sedikit terkejut. Karena penampilan sederhana Xavier tetapi ia memiliki black card. Tapi sesungguhnya manager itu mengetahui bahwa setiap barang yang melekat di tubuh Xavier adalah barang branded.
Xavier pun langsung menyelesaikan segala prosedur pembeliannya. Seperti surat kepemilikan dan lain-lain. Setelah selesai ia melihat ke arah jam tangan rolex miliknya, saat ini waktu sudah menunjukan pukul 11:30. Xavier pun memutuskan untuk makam siang.
Xavier makan siang du salah satu restoran yang sangat terkenal karena kemewahan dan kelezatan masakan nya. Pukul 12 siang pas Xavier meninggalkan area mall itu.
Saat ini Xavier sedang menuju ke arah hutan tempat favoritnya untuk menenangkan diri, karena ia saat ini sadang gugup memikirkan akan kah pacarnya menyukai hadiah pemberiannya.
Setelah berkendara kurang lebih 1 jam Xavier tiba di tujuannya. Xavier pun langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam hutan. Di dalam hutan Xavier menemukan tumbuhan mawar liar yang sangat cantik.
Tapi ada yang janggal masalahnya mawar itu tumbuh di luar kuburan yang berada di hutan itu. Kuburan yang ada di situ tidak banyak tapi jika di lihat kuburan itu sudah berusia ratusan tahun.
Xavier berniat untuk memberikan mawar itu kepada sang kekasih. Mawar itu sendiri memiliki waran merah maroon dan terlihat sangat segar. Xavier pun memetik bunga itu, tapi sebelum itu tiba-tiba muncul seorang kakek-kakek yang mengagetkan nya.
"Nak jangan pernah kau petik mawar itu." Peringat kakek misterius itu.
"Ah! Maaf kakek siapa ya? Kok saya tidak boleh memetik mawar itu?" Tanya Xavier.
"Kakek hanya memperingatkan mu jangan sekali-kali memetik mawar itu apalagi memberikannya ke orang yang kamu cintai. Mawar itu mawar terkutuk. Terserah entah kamu percaya atau tidak. Intinya kakek sudah mengingatkan mu." Kata kakek itu sambil menatap tajam Xavier.
"Halah kek zaman sekarang mana ada tahayul macam itu." Kata Xavier yang tak percaya.
"Ya sudah lah semua keputusan berada di tangan mu." Kata kakek itu lalu tiba-tiba menghilang secara misterius.
Xavier pun kaget karena kakek itu tiba-tiba menghilang. Tetapi ia tidak memperdulikan nya. Xavier pun mencabut sekitar 12 tangkai bunga mawar dan setelah itu ia pun pulang ke mansion nya.
Namun yang tak ia sadari kakek itu tiba-tiba muncul lagi di tempat Xavier memetik bunga.
"Hah, dasar anak muda sudah ku peringati masih saja bandel. Entah sudah berapa nyawa yang akan melayang." Kata kakek itu sambil melihat punggung Xavier yang kian menjauh.
Saat sudah tiba di mansion nya Xavier segera menelfon pujaan hatinya. Di telefon ia mengatakan bahwa pacarnya harus berdandan secantik mungkin lalu ia akan membawanya ke suatu tempat. Xavier juga mengatakan bahwa ia akan menjemput shasa pukul 5 sore.
Xavier berniat membuat makan malam yang romantis di pantai. Tapi sebelum itu ia berniat menyaksikan sunset terlebih dahulu.
⊱⋅ ─────♥︎❁♥︎───── ⋅⊰
Tak terasa hari sudah berganti. Xavier sudah tak sabar memberikan kejutan untuk pacarnya. Kemarin ia juga sudah menelfon orang kepercayaan untuk menghias pantainya se cantik dan se romantis mungkin. Xavier juga sampai menyewa satu pantai itu karena ia tak ingin ada orang lain.
Saat ini waktu sudah menunjukan pukul 4:30 sore. Xavier sudah siap. Ia memakai kemeja putih polos dengan 2 kancing atas yang terbuka dan dipadukan dengan celana jeans berwarna hitam. Dengan sepatu belanciaga warna hitam kesayangannya itu.
Xavier tak ingin memakai pakaian yang terlalu formal, jadi ia hanya mengenakan pakaian itu.
Xavier pun segera menjemput Clarissa di rumahnya.
Ting nong...
"Oh nak Xavier ya sebentar Clarissa nya masih di atas. Kamu tunggu aja di ruang tamu." Kata mamanya clarissa.
"Oke tante." Kata Xavier.
Sekitar 5 sudah Xavier menunggu. Dan tak lama kemudian munculah seorang perempuan yang bak dewi yunani. Ia memakai dress warna merah selutut dengan gaya rambut yang keriting dan tergerai bebas. Serta membawa clutch bag kecil yang berwarna emas. Perempuan itu juga memakai high heels yang berwarna emas.
Xavier yang melihatnya pun sampai terpanah. Ia bahkan lupa caranya untuk bernafas. Mulut Xavier pun sampai sedikit terbuka.
"Astaga mengapa Clarissa hari ini sangat cantik?" Batin Xavier.
"Xavier kamu kenapa bengong aja?." Panggil Clarissa bingung.
"Eh gk pa-pa kok. Eh btw kamu hari ini cantik banget." Kata Xavier dan itu membuat pipi Clarissa bersemu merah.
"Makasih." Kata Clarissa malu-malu.
"Oh ya sebelum itu aku mau nutup mata kamu pakai kain ini." Kata Xavier.
"Eh ngapain ditutup?" Tanya Clarissa.
"Ya biar surprise lah shasa." Jawab Xavier.
Xavier pun menutup mata Clarissa menggunakan kain yang ia bawa. Xavier pun pamit kepada kedua orang tua Clarissa. Setelah itu ia pun menuntun Clarissa ke mobil nya.
Skip pantai
Setelah melalui perjalanan yang lumayan jauh Xavier dan Clarissa sudah tiba di pantai. Xavier dan Clarissa saat ini sedang menikmati sunset yang indah.
Tiba saat nya Xavier dan Clarissa makan malam. Mereka pun makan di bawah indah nya bintang dan suara deburan ombak. Banyak sekali lampu yang berjejer di tempat mereka makan. Dan ada juga rangkaian bunya yang berbentuk hati dan di tengahnya ada tulisan I Love You Shasa.
Sungguh suasana yang sangat romantis bukan? Perempuan mana yang tak ingin di perlakukan seperti ini oleh pasangan nya. Pasti semua perempuan menginginkan nya.
Tibalah saat yang ditunggu-tunggu oleh Xavier. Akhirnya Xavier memberikan buket bunga yang ia susun dari mawar yang kemarin ia dapatkan dari hutan. Di dalam buket bunga mawar itu juga terdapat kotak kalut yang sengaja ia taruh disitu.
"Sha coba kamu lihat yang ada di dalam buket bunga itu." Kata Xavier.
Clarissa pun menemukan sebuah kotak perhiasan. kemudian ia pun membuka kotak itu.
"Wah cantik banget Xav kalungnya. Makasih ya." Kata Clarissa senang dan takjub dengan keindahan kalung itu. Setelah itu Clarissa pun memeluk Xavier saking bahagianya.
"Sini aku pakai-in." Kata Xavier.
Clarissa pun langsung menghadap ke belakang dan menyingkirkan rambutnya agar Xavier bisa memakaikan kalung tersebut.
"Nah udah gimana kamu suka gk?" Tanya Xavier.
"Makasih Xavier hari ini, hari paling indah buat aku." Kata Clarissa.
Setelah itu Xavier pun mengantar pulang Clarissa. Dan ia pun pulang ke mansion nya sendiri.
⊱⋅ ─────♥︎❁♥︎───── ⋅⊰
Keesokan hari nya di mansion Xavier. Saat ia baru bangun tidur Xavier langsung mendapatkan sebuah panggilan telefon dari mamanya Clarissa.
Kringg... Kringg...
"Halo tante ada apa ya?" Tanya Xavier.
"Hikss Clarissa Xav." Kata mama Clarissa sambil menangis.
"Clarissa kenapa tante?" Tanya Xavier cemas.
"Hikss clarissa hikss clarissa meninggal." Kata mama Clarissa.
"APA MENINGGAL?!" Teriak Xavier tak percaya. Bukannya semalam ia baru saja makan malam dengannya.
"Iya Xav hikss. Tante juga tau tapi yang jelas Clarissa bunuh diri hikss dia loncat dari balkon kamarnya." Kata mama Clarissa.
Sejak menerima kabar kematian Clarissa, Xavier jadi seperti mayat hidup. Ia sudah tak memiliki semangat untuk hidup lagi. Cahaya hidup yang selema ini menemaninya telah tiada.
Xavier juga menjadi depresi ia kadang menangis sendiri dan juga tertawa sendiri. Ia menyalahkan dirinya. Andai saja ia tak mengambil bunga itu seperti pesan kakek itu. Andai saja waktu bisa di putar lagi. Andai saja...
Akhirnya setalah kepergian Clarissa selama 3 bula lamanya Xavier menjadi gila. Ia sudah tidak kuat dengan rasa bersalah yang menerpa hatinya. Ia selalu di bayang-bayangi oleh kematian Clarissa. Kemudian Xavier pun memutuskan untuk bunuh diri. Ia menusuk perutnya sendiri berkali-kali menggunakan pisau dapur.
Saat meninggal kondisi tubuhnya sungguh sangat memprihatinkan. Tubuhnya yang dulu berotot dan berisi kini hanya nampak seperti tulang yang di balut oleh kulit. Sungguh pemuda yang malang.
~ 🅣︎🅗︎🅔︎ 🅔︎🅝︎🅓︎ ~