#Kisah Nyata
Awalnya Aku Membenci Seorang Lelaki Genit Yang Playboy....Ia Bernama Ardenni, Aku Awalnya Tak Suka Dengan nya tapi malah akhirnya aku suka padanya tapi...semua tak berjalan dengan baik
Aku Rina Wulansari, awalnya aku ikut perlombaan menulis cerpen di museum bersama beberapa teman temanku aku sangat senang bisa ikut menulis cerpen dan aku berharap aku bisa menjadi pemenangnya...
tapi sayang teman lelaki yakni Angga sakit dan tak bisa ikut lomba akhirnya Ardenni yang menggantikannya...aku agak jengkel karena Ardenni ikut lomba
Tepat Saat Aku Di Sekolah Ada pengumuman acara lomba menulis cerpen di museum, Wali Kelasku Berkata, "Anak anak besok lusa kalian akan ikut lomba menulis cerpen di museum hanya 6 orang saja yang boleh ikut."
"Horeeeeeee........!!!" sorak 5 murid yang terpilih termasuk aku
Bel Istirahat Pun Berbunyi...Aku Keluar Kelas Dan Duduk Di Perpustakaan, aku sudah tak sabar akan ikut lomba ke museum tiba tiba lelaki yang nyebelin itu datang menghampiri ku sejenak
"Hai Rina..." ucap Ardenni melambaikan tangannya ke hadapanku
aku hanya diam dan memasang wajah dingin, setelah dia melihat ku dengan wajah dingin ia pergi masuk ke perpustakaan aku berusaha berteman baik dengannya
karena benci tidak akan membuat mu bahagia...karena itu aku berusaha berteman baik dengan semua orang.
aku masuk ke dalam perpustakaan dan duduk lalu menulis sebuah cerpen dan Ardenni menemaniku di sampingku
"Boleh Gak Aku Duduk Disini?" tanya dia
aku mengangguk dan dia membantuku untuk menulis cerpen dan aku sempat bercanda dengannya...dia pintar sekali melawak ia berhasil membuatku tertawa dan tersenyum manis
"Eh,,Rina aku punya teka teki yang bagus," ucap dia
"Teka Teki Apa itu?" tanya aku
"Sapi sapi apa yang sangat jelek dan tidak disukai oleh semua orang dan sapi ini sangat bau namun berguna jua..." ucapnya
"Hah? teka teki macam apa itu? tak masuk akal," protes ku
"Ayo Dijawab Bisa Gak???" pinta ardeni
aku tersenyum senyum mendengar teka teki anehnya aku hanya terus menebak nebak sampai 50x tapi tak kunjung benar dan terus kalau akhirnya aku menyerah karena sudah lelah menjawab pertanyaan tak masuk akal itu
"Aku menyerah..." jawabku dengan nada lemah
"Jawabannya Adalah......"
"Apa jawabannya??" tanya salah satu teman lain
dari tadi suasana di perpustakaan hening mendengar teka teki ardeni sekarang mereka menanti nantikan jawabannya
"Jawabannya adalah....Kotoran Sapiiii!!!!" Ucap Ardeni Sambil Senyum senyum
kemudian suasananya yang hening tadi sekarang menjadi ribut penuh tawa akibat lawak ardeni termasuk aku juga tertawa terbahak bahak lalu aku melanjutkan menulis cerpen
"Daahh Ardenni aku mau ke kantin ya," ucap ku sembari melambaikan tangan ke Ardenni dan Ardenni Hanya mengangguk
***Esok Lusa*** ..........____
Aku Bangun Di Pagi hari dengan mata masih tertutup dan lengket aku bangun tepat pada jam 5.32 pagi aku bergegas menuju kamar mandi dan bersiap siap dengan sedikit sarapan kecil
"Nek,Kek Rina Berangkat dulu ya," izin aku
"Iya hati hati ya," jawab nenekku
aku tinggal bersama nenek dan kakekku sementara kedua ortu ku bekerja jauh dari desaku...ortu ku bekerja di ibu kota
Aku pun berangkat naik sepeda gayung.... sesampainya disekolah....
Aku segera turun dan menakutkan sepedaku lalu masuk halaman sekolah aku sudah melihat teman temanku berkumpul
Mita Salah Satu Temanku Memanggilku
"Rinaaa...ayo sini...kita harus cepat," teriak Mitha
Aku Berlari Dan Berbaris lalu sang pak kepala sekolah memberi pengumuman
"Anak anak, hari ini kalian akan lomba menulis cerpen di museum mulai hari ini dan mulai sekarang!" ucap pak kepala sekolah
_Ya ampun....pak kepala kok ngomongnya gak jelas gitu yah? bolak balik?_ batin ku
"Ya pak kami tahu sekarang kami ikut lomba kalo kami gak ikut lomba terus ngapain ke sekolah hari Minggu kayak gini!?" protes Cinta
"Iya dan hari ini anak anak sudah menyiapkan alat tulis dan berdandan rapi yang bersih dan cantik cantik ganteng?" tanya pak kepala
semua murid, "Haduhh...ya ampun pak kepala sekolah kami sudah menyiapkan semua alat alat tulis nyaaaa...." serempak kami
"Baiklah hari ini anak anak naik angkot ya.." ucap pak kepala
"Lah, lah kemaren katanya naik bus kok sekarang malah naik angkot sih pak?" protes Oca
"Udah naik angkot aja kalo gitu gausah ikut!" tegas pak kepala sekolah
_Ihh bilang aja gak punya duit_ batin ku
Kami Pun Naik Angkot Dan Sampai Di Tujuan Dengan Selamat
Aku Melihat Banyak Siswa siswi dari sekolah di desaku ikut lomba hanya beberapa SMP yang ikut Dan kami masuk ke dalam museum
Wali Kelas kami yakni buk Veri memberikan beberapa buah karpet kecil untuk kami duduki dan bermuat 2 orang, aku duduk di bagian karpet tengah dan menaruh alat tulis di atas meja kecil
Aku Melihat Teman temanku protes karena harus duduk dengan Ardenni
"ehhh Deni jangan duduk disini ya sana..sama si Oca," ucap cinta mengusir Ardenni
"Ehhh...jangan jangan kamu gak boleh duduk disini ya," usir lagi Oca
"terus aku duduk sama siapa? Oca udah sama Rama,Cinta udah sama Novi..." keluh Ardenni
aku pun kasihan melihat Ardenni tak punya tempat duduk akhirnya aku mempersilahkan ia duduk di sampingku
"Yaudah duduk disini di sampingku..." ucap aku
"makasih Rina....😊" ucap dia sambil senyum.
Aku hanya diam dan menunggu acara lomba dimulai...beberapa saat dan menit kemudian waktu acara tiba, kepala pemimpin acara mengumumkan...
"Kepada Seluruh Mahasiswa Yang Ikut Lomba Harap Menyiapkan Alat Tulis Dan bisa menulis mulai sekarang dan waktu nya 18 menit..." ungkap kepala pemimpin
"ya ampun pak kepala sama pak pemimpin acara sama aja ya bicara gak nyambung juga agak bolak balik," gumam Ardenni
aku mendengar gumaman Ardenni lalu aku mulai menulis sebuah cerpen tentang kisah hidupku di sekolah dan pelajaran yang bisa ku petik...5 menit kemudian*** aku selesai membuat cerpen aku menunggu 5 menit lagi
"Rina...kamu itu hobinya apa sih?" tanya Ardenni
"Hobi aku itu... Olahraga Renang Sama Memasak," Jawab Aku Pelan
"Wah Lihat! ada balon di atas terbang!" ucap Ardenni sambil menunjuk ke atas langit
aku pun melihatnya dan terkagum melihat balon yang banyak terbang tinggi di langit..
"Waawww... indah sekali!!" kagumku
Beberapa Menit Kemudian Kertas Tulisan ku diambil dan kami diperbolehkan istirahat dan langsung pulang naik angkot gratis
"Ardenni kamu mau ke museum gak?" ajak aku
"Ayo aku suka lihat lihat di museum..." jawab Ardenni
kami pun masuk dan sangat terkagum kagum melihat patung, sejarah dan foto di museum itu mataku tertuju pada sebuah cerita sejarah zaman dulu(Kuno)...
"Wahh...jadi ini ya sejarah zaman dulu, aku bersyukur karena tinggal di Indonesia di tanah air yang beragam suku adat,agama dan bangsa nya..." Kagum Ku Sembari Membaca sejarah itu
Tak Lama Kemudian Waktu Istirahat Habis Saat Keluar Dari Museum Aku Sempat Meminta No Hp Ardenni
"Den boleh aku minta no hp mu? kan siapa tahu kalo misalnya kamu sakit aku bisa kasitahu info atau apa gitu..." pinta aku
"Ohh boleh ini...cek ada disini udah ada kok" ucap Ardenni menyerahkan ponselnya
aku pun mencatatnya dan lalu kami naik angkot dan pulang...
Sesampainya Di rumah Aku Rebahan Dan Tiba Tiba Di Chat Oleh Ardenni
Isi Chat:
A: Hai Rina, hari ini cuaca panas ya
R:Iya Deni hari ini cuaca nya panas
A:Mulai sekarang kita jadi teman ya
R: Iya, kamu mau bercerita gak tentang pengalaman kamu traveling atau kemana gitu...
A: iya tapi nanti ya dahhh
Off chat..*
aku merebahkan diriku dan mulai merenung mengingat kejadian masa lalu yang terjadi dan juga kini aku mulai dekat dengan lelaki yang tidak kusukai tapi kami hanya berteman dan aku tak mau membenci orang hanya karena itu..karena benci hanya merugikan diriku sendiri__
**Aku Menulis Diary....**
*Hari ini aku mulai belajar agar tidak mudah berprasangka buruk karena orang yang terlihat tidak baik belum tentu didalamnya tidak baik..begitu pula dengan salah temanku Deni si lelaki player yang genit pada cewek cantik, Membenci Bukanlah Suatu Hal Yang Kebetulan Tapi Aku membencinya tanpa ada alasan yang benar, aku takut jika aku menyakiti perasaan orang lain maka aku tak mau menyakitinya...*
Setelah Selesai Menulis aku Merobek bagian kiri dan menaruh lembaran kertas itu di laci kemudian pergi...menuju toko ayam goreng
Sesampainya Di sana Aku Membeli Ayam Goreng Bagian Dada 2
"Permisi Buk, Saya Mau Beli Ayam Gorengnya Bagian Dada 2 ya buk."
"Baik tunggu sebentar ya," ucap dia
Kemudian Saat Akan Aku Pergi Aku Sempat Menatap Salah Satu Wajah Yang Tak Asing Di depanku kami berjarak 7m aku menatapnya lalu menyadari bahwa orang itu adalah Ardenni...aku segera memalingkan muka pura pura tidak tahu sementara dia malah diam diam melirikku sekaligus senyam senyum melihatku aku pun malu dan pipiku agak kemerahan..
Aku Segera Pulang Dan Aku cukup capek karena harus mengayuh sepeda berjarak 1km dari toko ayam..Tiba saatnya saat aku membuka hp ku dan berbaring di tempat tidur aku mendapat pesan di Wa ku, aku pun membukanya dan membaca bahkan mataku terbelalak melihat isi pesan itu yang pengirimnya adalah.....
**Ardenni: Rina Aku Suka Sama Kamu, I Love You.....**
Aku Segera Mematikan Ponselku, Dan Rasanya Detak Jantung Seperti Sedang Marathon Aku menutup mataku di ranjang dan lagi lagi hp ku berdering, aku mengeceknya lagi dan mendapati sebuah pesan dari pengirim yang sama...
*Good Night Selamat Malam Rina Cantik*
Aku Lalu Membanting Hp ku bersamaan dengan suara petir di luar, sehingga aku jantungan aku pun sadar untungnya hp ku tidak pecah
"Ya ampun!! dasar petir kamu mengagetkanku!! lah tapi sejak kapan hujan? rasanya tak mendung tadi ahh sudahlah lupakan," Marahku dan langsung tidur pulas mengingat ingat kejadian tadi siang
keesokan.... adalah hari Senin aku bangun pagi lalu bersiap siap seperti biasa sampainya di sekolah jam 6 pagi tiba tiba..
Aku Sudah Melihat Ardenni Datang Duluan ke sekolah aku agak bingung karena ini adalah hari pertama nya ia datang awal sekali...biasanya dia selalu datang kesiangan, saat menuju kelas aku sudah melihat ruangan ku bersih seketika dan melihat ia menyapu di kebun
"Sejak Kapan Dia Rajin Begini?? dia tak pernah kulihat datang pagi pagi kayak begini dia biasanya selalu siang datang..hmm entahlah," gumamku dan mengabaikannya
Lagi lagi mataku tertuju pada lelaki genit itu karena ia berpenampilan rapi dan menarik, sikapnya pun berubah 180° Kemudian siang tiba aku berbicara pada Edi salah satu teman ku dan bertanya, "Edi, Denni itu kenapa sih? kok tumben banget dia rajin kek begini?biasanya kan gak pernah."
"Aku Gak tahu juga kenapa dia bisa begitu mungkin menarik perhatian cewek cewek kalik," balas Edi
"Kemaren dia bilang kalo dia suka sama aku Edi tapi aku gak suka sama dia, udah lelaki genit, Playboy aku gak suka itu bukan lelaki idamanku.." Jelas aku
"Mungkin dia caper sama kamu biar kamu suka sama dia..." jawab Edi.
Aku Mengernyitkan dahi dan berbalik menuju perpus lagi lagi aku bertemu sosok menyebalkan dan dia menembakku di seluruh hadapan teman temanku..untungnya tidak ada guru di sana
"Hai Rina Cantik,Silahkan Duduk" ucapnya tersenyum
aku hanya jual mahal karena aku tak suka dengan nya....dan tepat saat ia mengepel lantai saat ia mau berlari ke bangku dia menabrak ember dan brukkj......jatuhlah dia dilantai
justru ia ditertawai oleh semua orang aku yang tak tega segera menolong nya dan alhasil ia tak papa hanya baju basah..
"Rina Aku Suka Sama I Love Youuuu.....Ini untukmu sayang..." Jelas Denni sambil memberikan bunga .
aku segera memukul tangan nya terus kupukul
"aku gak suka sama kamu! kamu lelaki genit!" marah aku
"Ya ya teruskan...aku mendapat pukulan cinta dari Rina, muah" Ucap dia mempermalukanku
"Ihh....ogah!" aku pergi dan kesal atas perbuatannya aku tak yakin dia suka padaku aku pun meminta pertolongan Edi untuk membantuku
"Ediiiiii......sini kamuuuu" panggil ku
"Iyaa....ada apa Rani?" tanya Edi
"aku mau minta tolong tadi Arden nembak aku, aku gak yakin dengan pernyataan nya karena a dia kan Playboy dan suka jail juga nakal sama cewe lain jadi aku mau buktiin apa dia cemburu atau enggak."
"Baiklah, aku mau menolongmu tapi gimana?"
Aku Berbisik bisik dengannya dan melaksanakan rencana di kelas dan berhasil dengan lancar ...aku melihat Denni cemberut dan marah terus seperti orang cemburu
"Oh Ya Edi Lihat Ini Bagus Kan Gambarnya?"
"Iya Rina bagus!" jawab Edi sedang berakting
Ardenni yang terus menatap ku melirikku kini dia terlihat marah seperti banteng mengamuk..melihat cewek yang ia sukai berduaan sama sahabatnya...padahal aku sama Edi gak ada hubungan apa apa
Kemudian...Setelah Kejadian Itu Terjadi, Ardenni Masih Saja Nempel Padaku Seperti Cicak Di Dinding...Aku Selalu Iseng dengannya dan selalu mengerjainya dikala ada waktu luang
Dan Saat Istirahat Kemanapun Aku Pergi Dia Terus Mengikuti Seperti Anak Kecil Minta Boneka..Aku Menyadari Bahwa Dia Keras Kepala Sudah Kuperingatkan jangan Deket Deket tapi masih saja.
"Denni jangan Deket Deket sama aku, aku gak suka sama kamu..." mohon ku
"Aku Suka Sama Kamu Jadi Terserah Aku lah..." ucap lelaki genit itu
Aku Jengkel+Jijik Mendengar, Melihat Bahkan Bicara dengannya membuatku tak nyaman, aku jadi benci padanya...
Salah satu temanku berkata, "Rina Cinta Nya Dia Sama Kamu Bertepuk Sebelah Tangan...Kasian juga si dia tapi dianya yang gak mau ngerti," ucap temanku
Setiap Hari Aku Diperlakukan Dengan Hal Yang Sama Dan Rayuan Gombal Yang Terus Membuatku Semakin Benci Padanya...Setiap Malam Aku Menulis Diary Untuk Menenangkan Pikiran ku
Ardenni suka padaku karena baginya aku itu cantik,ramah dan baik tetapi aku tak suka dengannya apalagi aku masih muda SMP dan. belom mau pacaran, tapi dia memaksaku dan membuatku benci aku pun iseng padanya dan membuat dia cemburu dan dia benar benar sayang padaku...aku menerima perasaannya tapi dia mengangguku dan membuatku tidak nyaman dan merasa canggung di dekatnya
Aku Menulis....***"_
**Bulan Ini Adalah Bulan Dimana Ia Suka Padaku, Aku Berusaha Untuk Menjauhinya Tapi dia selalu mendekatiku dengan berbagai cara dan alasan yang sama tapi aku gak yakin dia akan setia karena ia player...Aku selalu sebal,jengkel dan jijik dengan nya apalagi di Wa dia selalu berhasil membuatku geregetan, tersenyum, tertawa,jengkel dan marah.
Aku tidak tahu harus berbuat apa tapi semakin lama aku tertarik padanya tapi semakin lama dia pun mulai menjauh**
Selesai Menulis Aku Membuat Cerpen Tentang Memoriku Di Sekolah Bersama Teman Kisah Kasih Di Sekolah...Bahkan Saat Membucin, Membenci Dan Berteman Kutulis Di sana.
"Maafkan aku Denni aku gak menyukai mu tapi semakin lama semakin aku tertarik dengan mu dan mempunyai rasa dihatiku kuharap rasa itu takkan tumbuh..." Gumamku Di Meja Belajar ku
Tepat Saat Itu...Pintu Kamar Di Buka
"Rinaaa......" panggil suara yang familiar
aku segera keluar menuju pintu rumahku dan melihat sosok lelaki Player itu lagi ..membosankan ..dia kesini ingin berkunjung ke rumahku hah..sungguh menyebalkan disaat kamu didekati orang yang tidak kamu sukai apalagi orangnya genit+manja+player+bawel...
***3bulan*****************kemudian****************
_________________________________
Setelah Lama Kejadian Itu terulang aku mulai terbiasa dan aku lagi lagi mempunyai rasa di hati ku dan itu tumbuh tapi dia Ardenni kita lelah mengejarku dan memilih Menyerah..dia tidak pernah lagi genit, justru kini ia semakin membenciku.
Ia Membenciku Karena Aku Terus Membuat Ia Cemburu, Tapi Bukannya Kalo Dia Cemburu malah tambah sayang? tapi ini malah tambah benci keadaan berputar balik kepadaku aku merasakan bagaimana rasa sukanya padaku...dan bagaimana rasa benciku terhadapnya kini terasa jua padanya.
Aku Sadar...Bahwa Rasa Sukar,Duka,Benci,pahit nan manis Itu Akan Terasa Jua........
Aku Sadar Rasa Sukar dan Duka Itu Rasanya Seakan Manis Dan pahit.
Ardenni semakin menjauhiku dan mendekati cewek lain..
"Hai Denni," sapaku.
Denni hanya diam dan tersenyum tipis lalu pergi, aku sedih karena tak dihargai sama seperti waktu aku tak menghargai nya.
Di Kelas______**_*
"Anak Anak Ibu guru sudah membuat grup dan ini no wa ibu dan nanti ibu masukin ke grup kelas 7B," usul buk guru
Semua Murid," Baik Buk Guru."
Aku Rasanya Tak Siap Harus Menghadapi Ardenni Yang Sudah Kubenci+Kusukai, tapi mau gimana lagi?
Tepat Saat Di Grup...Aku Mengeceknya Aku Juga Ikut Berdiskusi sama temen temen tapi aku sempat bertengkar sama Ardenni sehingga membuat Grup Ribut karena dimulai dari ardenni.
Ardenni menyukai Nita dan malah terang terangan sama Nita di grup
A: Nita I Love You...aku sayang sama kamu..
N: Ihh Denni jangan Deket sama aku, aku gak suka sama kamu!
A:😌😘😘Muah Muah
N:🤢🤢😤😤
Kemudian Aku Menengahi
R: Sudah Jangan Ribut Ini grup untuk belajar bukan bercinta 😑
A:(Stiker) Bacot kamu, Kamu Jelek!!!
R: Oh yaudah kamu yang gak bisa di Kasi Tahu!
A: (Stiker) Diam Kao..!!
R: Ok Baik!
Aku Bertengkar Dengan Ardenni
A:(Stiker) Banyak Omong Dasar Bacot..Hiu Jelek Kamu....
R: Iya aku emang jelek...dan kamu lebih baik 😤
A: Kamu gak usah ikut campur dasar bacot Rina..Kamu B4C0T
R: JAGA KETIKAN KAMU!! JANGA PERNAH KAMU MEMBULLY! MENGEJEK! APALAGI MENGHINA! DAN MEMFITNAH ORANG LAIN!!😤😤😤
A:Huuu Jelekkkk😆🐵🐵
Aku Pun Ribut Dan Membuat Kekacauan Aku sungguh kesal karena aku dari tadi di pancing olehnya untuk membuatku marah dan kesal
disaat itu juga di kamar aku teringat akan ibu kandungku...aku rinduku banget sama ibu...aku menangis di kamarku dengan suara kecil
"Ibuku....Haaaaa Ibuuuu🤧🤧😭😭Aku Kangen Ibukk.." Tangisku
Dan Ardenni Terus Mengejekku Dengan Stiker Sampai aku diem dan aku melapor pada buk guru dan buk guru hanya menasehati...
sementara aku menangis....
**Aku Menyesal Dan Kesal Atas Perbuatan ku terhadap ardeni, Aku Sedih+Sakit Hati Karena Aku Tak Dihargai Perasaanya, Tak Diperlukan Olehnya..Aku kini tahu bagaimana rasanya disaat kamu merasa tidak dihargai, merasa tidak dipedulikan oleh orang yang kamu cintai
Aku Baru tahu rasanya Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Dan Aku Percaya Karma Itu Ada Aku Sedih Dan menyesal telah menyakiti perasaan Ardenni yang kini aku sukai tapi dia yang tak menyukai**
Aku Terus Menangis Memanggil Nama Ibuku beserta mengingat perbuatanku terhadap Denni juga perbuatannya terhadap ku..
"Hiks...hiks..haaaaa Ibuuuu, Denni Aku Sakit Hati Karena kamu melukai aku kenapa kamu mengejekku!! kenapa kamu memancingku...haaaaa..huhu...ibuku," tangis ku merindukan ibu kandungku
Dulu Ibu Kandungku Bercerai Pada ayahku saat Aku berusia 2 tahun dan setelah usiaku 6 tahun barulah aku mempunyai Mama baru dan ialah ibu tiri ku, kini kedua orang tuaku bekerja di ibu kota jauh dari desa, Mamaku bekerja di Hotel dan dia Meng Kontrak Rumah di sana
biasanya kalo mereka libur barulah pulkam(pulangkampung).
Aku Masih Terus Menangis Sampai Mataku Bengkak Dan Air mataku habis...
Rasa Sakit Hatiku Sangat Dalam Karena Di Ejek Habis Habisan Oleh Deni, hatiku hancur dan aku tersiksa oleh tusukannya
Terutama Di Sekolah Aku Menyembunyikan Perasaanku Yang Kupendam Waktu Itu
Aku Menulis Sepucuk Surat Dirumahku
Hujan Deras Turun Dengan Lebat
_Aku Minta Maaf Jika Aku Berbuat Salah Tapi Kamu Tidak Menghargai Perasaanku, Bisakah Kamu Tidak Jahat padaku? Aku Sakit Hati Denni! Aku sakit hati! karena kamu menyakiti perasaanku_
aku melemparkan surat itu ke Ardenni dan beberapa menit ia melemparkan sebuah kertas ke diriku ia membalas suratku.....
**Kamu Yang Duluan Gak Hargain Aku, Aku Dah Tulus Sayang Sama Kamu Tapi Kamu Malah Deket deket sama Edi! kamu harus ngerasain gimana rasa sakit yang aku rasain waktu kamu gak cinta sama aku!**
Air Mataku Sempat Menetes...Aku Pun Bermusuhan Dengan Ardenni Kami Canggung Jika Kami Dekat satu sama lain
Saat Waktu Pulang tiba, tiba tiba ban sepedaku kempes dan akhirnya aku menunggu kakekku menjemputju aku sudah memberitahu kakekku tadi kalo ban sepeda ku kempes...awalnya aku ingin jalan tapi aku gak berani sendirian lalu Nita menemaniku sambil menunggu kakekku menjemputku.
"Rina, Aku Nemani Kamu ya."
"Makasih Ya Nita udah mau nemenin aku."
"Iya Sama sama oh ya kamu kan tadi minjam buku di perpus gimana kita baca itu?" ajak Nita
"Boleh Ini Bukunya..Kita baca sama sama ya," Jawab aku
Beberapa Menit Kemudian Nenek Nita Datang
"Nita, Kok Masih Disini!?" tanya neneknya
"Iya gini Nemani Rina disini soalnya belum di jemput sama kakeknya," jawab Nitha
Nenek Nita Seperti Terlihat Marah dan Dia Yang Mengantar kan ku pulang.
"Yaudah Nita Pulang Dulu Biar Nenek yang anter!" tegas neneknya
"Ya makasih ya buk," jawabku ramah
"Panggil aja nenek ya."
Nenek Nita Adalah seorang guru tapi dia tidak mengajar disini tapi disekolah lain
Keesokannya......
Saat Di Kelas Aku Melihat Nita Sedang Galau Dan Kemudian Dia Mencoret Papan Absen Dengan Stipo(Penghapus Tinta Pulpen), Sedangkan Aku Membaca Buku Bersama Beberapa Temanku Yakni Aolia,Astuti, Dan Widia.
Kemudian Aolia Memberitahuku
"Eh Rina! Nita nya nyoret nyoret papan absen! nanti gurunya marah gimana dong? yuk bantuin aku ngehapusin Stipo nya!" ucap Aolia
"Udahlah Biarin Aolia! Kan Nita nya yang nyoret...aku juga gak tahu kenapa dia nyoret papan?" jawabku kemudian Aolia dan aku bersama teman lain melapor lalu saat kelas tiba tiba Kekacauan Besar Terjadi
Nita Menangis, Sintia Nangis, Asih Menangis Karena Suatu Perdebatan Hebat...Bahkan Aku Tidak Ikut Campur Malah Nama Nama Aku Di Sebut sebut
"Rina Kamu Itu kenapa sih!!? aku udah baik sama kamu tapi apa!!!??? kamu jahat tahu!!!" Teriak Nita
Aku hanya diam membeku seperti Es aku gak tahu harus membela yang mana...tapi aku lebih memilih bersama Sintia
"Emang Apa Salahku Nita? Kamu Juga Kenapa Kamu Nyoret Papan Absen?" tanya aku
Dan Kekacauan Hebat Terjadi Sementara Aku Berusaha Tegar...
"Aku gak mau bermusuhan aku cuman membela yang benar, aku bukan pilihan kasih aku gak milih siapa siapa tapi emang apa salahku?" jawab aku lagi dan Nita pergi bersama asih sementara aku dengan Sintia,Aolia,Astuti Dan Widia.
"Nita Itu Kenapa Sih? Buatlah Nyalahin Kamu kan dia yang salah duluan iya kan Astuti? Widia?" Ucap Aolia dan Astuti&Widia mengangguk
Aku Hanya Diam Rasanya Sedih Saat Aku Harus Kehilangan Seorang Sahabat,Seorang Teman Apalagi Seseorang Yang Kita Sayangi.
Aku Pun Menulis Sebuah Diary Di Buku Diary Ku...
*Dikala Dimana Saat Kita Menghancurkan Perasaan Orang Lain Maka Suatu Saat Kita Juga Akan Merasakan Bagaimana Rasanya Disaat Hati Kita Hancur lebur karena orang lain, Aku Sangat Sakit Hatiku Disaat Orang Yang Aku Sukai Tidak Menghargaiku Tidak Memperdulikan ku disaat itulah hati kita runtuh kepercayaan diri kita hancur akibat orang di sekitar kita termasuk lingkungan...*
Aku Menutup Buku Diary Ku Aku Mengingat Semua Memori Di Sekolahku Dengan Si Dia...Sampai Kapanpun Itu Adalah Memori Yang Terindah Masa Disekolah Dan Memori Terpahit Di Sekolah...
Aku Sedih Dan Menyesal Dengan Apa Yang Ku Perbuat Tapi Kesalahan Sudah Terlanjur
Seperti Inilah Rasanya.....
"Aku Minta Maaf Jika Aku Salah Aku Akan Memperbaiki Diriku Sebisa Ku, Aku Berusaha Untuk Belajar Menghargai Dan Mandiri."
~Selesai~
********________