14 Febuari 2021, 18.30 wib
Buughh
Ellen terjatuh tepat depan pintu pagar kost 'Nuansa Biru', tempat dia tinggal selama merantau di kota ini. Dengan segera gadis itu berdiri sebelum penghuni kost melihat dirinya terjatuh. Gedung kost di hadapannya berbentuk huruf U. Di tengah lekukan U ada kolam ikan dan taman yang dibuat oleh orangtua, Bram. Pria yang membuat hatinya tertambat.
Aroma manis coklat dan harum mawar begitu menggelitiki indra penciuman Ellen. Siapa yang telah membawa coklat dan mawar pada malam ini? Menyenangkan sekali memiliki pasangan di hari Valentine sedangkan dia tidak memiliki siapapun. Bram bahkan masih mengabaikan Ellen. Rasa tidak senang menyelimuti hati Ellen.
Sebagian kecil penghuni kost adalah rekan kerja Ellen. Letaknya memang berdekatan dengan kantor tempat Ellen bekerja
Bola mata coklat hazelnut milik Ellen membesar melihat Dian sedang duduk di depan kamar. Senyum menyeringai terpasang di wajah Ellen. Dia berjalan menuju tempat Dian yang asyik membaca buku di kursi depan kamarnya.
Ellen pernah menangkap basah Dian bersama Andri, pimpinan Ellen bekerja. Saat itu Dian dan Andri sedang makan berdua di cafe seafood sudut kota. Andri sempat memegang tangan Dian tapi ditepis gadis cantik berambut panjang itu. Ellen mengambil momen itu dengan cepat dan menunjukkan pada Dian keesokan harinya.
Gadis bermata lentik itu mengiba. Mengatakan kemarin momen terakhir pertemuan dengan Andri. Dian memang mantan Andri sebelum pria itu dijodohkan oleh keluarganya dengan seorang anak pengusaha kaya. Andri masih mencintai Dian tetapi gadis itu menolak Andri terang-terangan.
Ellen tersenyum geli jika ingat ekspresi ketakutan Dian. Mata lentik Dian mengerjap menahan tangis ketika akhirnya Ellen menghapus foto Dian dan Andri, I phone terbaru Dian sudah menjadi milik Ellen sebagai syarat 'pertukaran' rahasia ini. Andri pun terpaksa memberikan posisi manager akunting kepada Ellen untuk membungkam rahasia ini bocor ke tangan keluarga Istri Andri.
Dian menyadari kehadiran Ellen. Hidungnya mengempis dan kerutan di kening begitu kentara. Gadis itu segera bergegas masuk kekamar.
"๐๐ถ๐ฉ, ๐ฌ๐ข๐ถ ๐ฎ๐ข๐ด๐ช๐ฉ ๐ต๐ข๐ฌ๐ถ๐ต ๐ซ๐ถ๐จ๐ข."
Ellen melewati kamar Dian yang telah tertutup. Kamar Ellen sendiri ada di lantai atas, dia harus memutar taman karena tangga berada di sisi lain gedung. Ellen menghentikan langkah melihat Bik Ning sedang memberi makan ikan tampaknya dia menyadari kehadiran Ellen, tetapi berpura-pura sibuk dengan makanan ikan.
Wanita yang bekerja sebagai tukang cuci dan bersih-bersih di kost keluarga Bram ini pernah bermasalah dengannya. Saat itu Ellen kehilangan kemeja kantor kesayangannya. Bik Ning yang merasa setelah menyetrika langsung memberikan pada Ellen. Tidak terima ketika dituduh menghilangkan kemeja tersebut.
Ellen tak perduli dia meminta ganti rugi. Teman-teman di kost lalu mengumpulkan saweran untuk membantu Bik Ning. Sejak kejadian itu Bik Ning tidak mau lagi menyetrika pakaian Ellen dan gadis itu pun tak meminta maaf, ketika ternyata kemeja tersebut terselip di lemari pakaiannya. Rupanya Ellen meletakkan sembrono dalam lemari.
Di tangga Ellen berpapasan dengan Tiara, mahasiswi cantik yang menawan. Huhh, aku tak pernah menyukai gadis ini. Semua orang memuji kecantikan Tiara. Dia pandai berpura-pura polos seakan gadis lugu tak berdosa. Tidak ada yang tahu jika dia adalah sugar baby. Ellen mengetahuinya rahasia itu secara kebetulan.
Dia bertemu Tiara dan sugar daddynya. Seorang pengusaha kelas atas yang Ellen kenal. Saat itu kantor Ellen sedang mengadakan acara gathering kantor di resort yang sama dengan tempat Tiara menginap.
Ellen mengancam Tiara memberitahukan hal ini ke semua orang, lalu menjadikan Tiara 'ATM' untuk Ellen supaya rahasia Tiara tetap aman.
Tiara mempercepat langkahnya di tangga. Ellen tertawa cekikikan.
๐๐ถ๐ค๐ถ ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ญ๐ช ๐ด๐ฆ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ต๐ช๐ฏ๐บ๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ด๐ถ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ฆ๐ณ๐ต๐ฆ๐ฎ๐ถ ๐ฅ๐ฆ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ k๐ถ, nanti ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ k๐ถ ๐ฎ๐ช๐ฏ๐ต๐ข ๐ฅ๐ช๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ฎ๐ฃ๐ฆ๐ญ๐ช ๐ต๐ข๐ด ๐ต๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ข๐ณ๐ถ.
Aroma coklat manis bercampur harum mawar semakin kuat. Membuat Ellen merasakan sekujur tubuhnya terasa menegang, uuhh.
Dia sudah sampai di lantai atas. Tampak sepi sepertinya penghuni kost atas berada di dalam kamar semua. Kamar Ellen berada di ujung lantai atas.Ellen melewati kamar Indri.
Gadis hitam manis yang feminim. Bram menyukai Indri. Ellen jelas tidak terima karena Bram tidak pernah menggubris Ellen. Diam-diam Ellen menunjukkan foto Bram bersama seorang gadis sedang berpelukan di pantai bali.
Ellen tertawa dalam hati mengingat keterkejutan di wajah Indri. Gadis itu mempercayai foto editan tersebut. Dia percaya cerita Ellen kalo Bram playboy yang suka mempermainkan wanita. Konyol bagi Ellen di jaman sekarang ada orang yang begitu mudah dikelabui, tapi Indri membuktikan ada orang yang mempercayai berita dengan mudah sekalipun itu adalah hoax.
Ellen telah tiba di depan kamarnya tapi dia terperangah. Pintu kamarnya sudah tidak ada. Ruangannya kosong melompong. Siapa yang telah memindahkan peralatannya.
Ellen memasuki kamarnya. Berkali-kali dia memastikan ini adalah kamarnya. Kamar paling ujung tetapi mengapa kosong melompong.
Ellen berlari ke kamar Indri mengetuk dengan tak sabar. Ketukan berubah menjadi gedoran ketika pintu masih tertutup.
Akhirnya pintu kamar terbuka, Indri tampak lebih gemuk dibandingkan terakhir mereka bertemu. Gadis itu tampak melongo lalu dengan cepat menutup pintu kamar sebelum Ellen sempat
๐๐ช๐ข๐ญ, ๐ข๐ฑ๐ข๐ฌ๐ข๐ฉ ๐ฅ๐ช๐ข ๐ต๐ฆ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ต๐ข๐ฉ๐ถ ๐ข๐ฑ๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ฌ๐ถ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฃ๐ถ๐ข๐ต?
Ellen tak mau menghabiskan waktu dengan Indri. Dia segera turun tangga dengan amat cepat, menuju kamar Bik Ning.
Ellen menggedor pintu kamar Bik Ning sekuat tenaga tetapi tidak dibuka.
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ญ๐ข๐จ๐ช ๐ด๐ช ๐ต๐ถ๐ข ๐ช๐ฏ๐ช.
Dengan langkah dipenuhi emosi. Ellen menuju kamar Dian. Dia menendang pintu tetapi kamar itupun tertutup rapat. Begitu pula dengan kamar Tiara.
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ด๐ฆ๐ฎ๐ถ๐ข?
Kemarahan mulai menyelimuti Ellen. Dia harus menanyakan kepada Bram atau orangtuanya. Rumah Bram berada di sebelah gedung kost. Baru saja Ellen hendak menuju rumah Bram. Dia melihat laki-laki tampan itu setengah berlari menuju ke arah dia.
Bram melewati Ellen dan segera menuju kamar Bik Ning.
๐๐ข๐ฌ๐ช-๐ญ๐ข๐ฌ๐ช ๐ช๐ต๐ถ. Ellen menggeram penuh amarah.
Bik Ning keluar dari kamar, tidak lama kemudian penghuni kost keluar dari kamar masing-masing. Tidak terlalu banyak sepertinya sebagian merayakan hari Valentin. Wajah-wajah baru yang belum pernah dilihat Ellen tampak kebingungan.
"Siapapun yang membawa mawar dan coklat segera buang dari gedung ini. Bawa segera ke tempat sampah di luar gedung. Bik Ning, ๐ตolong bakar sekarang!"
Seorang gadis yang tidak dikenal Ellen keluar tergopoh-gopoh dari kamar membawa sebuket mawar dan coklat.
Aroma begitu menggoda membuat tubuh Ellen menegang. Sedetik kemudian dia merasa kekuatan di tubuhnya.
19.00 Wib
Ellen melihat jam dinding yang terpasang di sebelah tangga tiba-tiba dia merasa pusing. Ellen memegang kepalanya lalu bayangan itu hadir.
Dia berada di depan kamarnya. Sebuket mawar cantik dan hampers coklat begitu menggoda tergeletak di lantai depan pintu kamar. Ellen membuka hampers coklat tersebut lalu memakannya tiba-tiba dia sempoyongan bersender di pagar pembatas lantai atas.
Tidak lama kemudian ada bayangan seseorang mendorong dirinya sehingga dia terjatuh dari lantai atas.
๐๐ช๐ฅ๐ข๐ข๐ข๐ข๐ฌ๐ฌ
Ellen menjerit keras. Dia memandang penuh emosi ke arah semua orang. Tersadar kejadian dua tahun lalu.
Dia bisa melihat betapa pucat wajah penghuni kost yang langsung merapat satu sama lain. Mereka mendengar suara Ellen tapi tidak mengetahui darimana suara itu berasal.
"Dari tadi Aku merasakan kehadirannya." Tiara berbisik ke arah Dian yang hanya bisa mengangguk di ikuti Indri.
Ellen menatap liar kearah Tiara, Dian, Indri, Bram dan penghuni lainnya. Di antara mereka siapakah yang telah meracuninya walaupun semua tidak bisa melihat Ellen tetapi kehadirannya dapat dirasakan.
๐๐ฆ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ข ๐๐ช๐ฌ ๐๐ช๐ฏ๐จ? Mata Ellen memerah ketika dia melihat wanita tua itu menyalakan korek dan membakar hampers di tong sampah. Melelehkan coklat dan melayukan mawar cantik dengan segera.
Tubuh Ellen melemas seketika.
๐๐ข๐ฏ๐ต๐ถ ๐ฌ๐ฆ๐ค๐ช๐ญ ๐ฌ๐ข๐ถ ๐จ๐ข๐จ๐ข๐ญ ๐ญ๐ข๐จ๐ช. Ellen mendengar suara mengejek. Dia mendongak menatap makhluk di hadapannya. Bermata satu berwarna merah.
"Siapa kau?" Ada kengerian di mata Ellen menatap makhluk dihadapannya.
"Ah kau belum mengingatmu. Baiklah akan kuberi tahu?" Makhluk itu membulatkan mata satu-satunya. Besar berurat merah.
"Dua tahun lalu kau menjadi arwah penasaran karena kemarahan. Kau menghantui gedung kost dan membuat penghuni ketakutan. Keluarga Bram segera mengambil tindakan dengan mengadakan pengusiran hantu. Kau tidak bisa kembali setelah itu dan ingatan akan kejadian itu pun menghilang."
"Kenapa bisa?"
"Karena pengusiran itu melemahkan kekuatan mu. Ternyata benar dugaan mereka kau bisa kembali lagi jika ada yang membawa mawar dan coklat ke dalam gedung kost. Kau begitu modern datang karena aroma mawar dan coklat." Suara kali ini terdengar begitu jauh lalu sebuah bayangan putih seperti asap menghampiri Ellen.
"Tapi siapa pembunuh ku?" Ellen mengepalkan tangannya. CCTV bisa melihat siapa pengirim mawar dan coklat beracun itu bahkan bisa melihat siapa yang mendorongku."
"Kau tahu dunia manusia penuh tipu muslihat, apa yang kau lakukan di masa lalu berhubungan dengan sakit hati banyak orang. Kau tahu keluarga Bram juga keluarga kaya raya. Sudah jelas mereka tidak mau ada kejadian yang akan mempengaruhi salah satu usahanya. Menyembunyikan insiden itu sebagai kecelakaan lebih menguntungkan."
Ellen memejamkan matanya. Kemarahan menguasai dirinya tapi dia merasa lemas untuk melawan.
Keluarganya berasal dari keluarga sangat sederhana bisa dikatakan miskin. Keluarga Ellen pasti pasrah untuk semua yang terjadi.
Dulu Ellen bisa kuliah karena menjadi simpanan seseorang persis yang dilakukan Tiara, tapi orang tersebut meninggalkan Ellen. Ternyata dia bersama Tiara.
Ellen tahu Tiara tidak tahu perihal hubungan Ellen dengan sugar daddynya, namun itulah salah satu hal yang membuat dia membenci Tiara.
Ellen terobsesi menjadi kaya dan melakukan segala hal untuk mencapainya. Seharusnya dia cukup puas dan berhenti saat berhasil menjadi manager, tetapi kedudukan yang didapatkan dengan memaksa Andri memang cukup sulit dipertahankan. Andri melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan Ellen.
Ellen membuka matanya.
"Kalian tahu kapan Aku mempunyai kekuatan untuk mencari tahu siapa pembunuhku. Memberi mereka pelajaran tanpa harus menunggu hari Valentin aroma coklat serta mawar."
"100 tahun pada umur dunia mungkin." Si mata satu menjawab.
"Itu terlalu lama." Ellen mengeram hanya segelintir manusia yang bisa melewati angka tersebut.
"Sudahlah kau berlumur dosa di masa hidup. Semua yang terjadi adalah kesalahan dan dosamu. Semua pertanyaan yang ada di kepalamu membuat arwahmu semakin tidak tenang tapi terserahlah".
Tawa bayangan putih dan mata satu menggema mememakkan telinga.
Ellen berdiri dari luar pagar dengan kemarahan tak tersalurkan.
_End