"Bunny, aku bosan"
"Mangkannya gak usah ikut" Senja menghembuskan nafasnya pelan lalu dengan gaya bosannya ia membolak balikkan buku saja.
Lelaki didepan Senja adalah pacarnya sekaligus tunangannya namun sifatnya sebelas dua belas dengan kutub selatan, membuat Senja kadang khilaf dengan lelaki lain tetapi cowok didepannya dapat memaklumi sifat Senja. Itu yang membuat Senja semakin tak tega dan berusaha sebisa mungkin mempererat hubungannya.
Fajar, panggilan si cuek bin dingin yang kini menjabat sebagai pacar sekaligus tunangan Senja, lelaki itu susah sekali tuk ditebak pemikiran maupun perasaannya bahkan Senja yang notabanenya kekasih Fajar pun tak bisa padahal mereka berdua telah menjalin hubungan tiga tahun lamanya.
"Bunny!" Panggil Senja namun tak digurbis sekali pun dengan Fajar, cowok itu sudah terhanyut dalam dunia bukunya.
"Ihh Fafa nyebelin!" Sentak Senja hampir menangis karena didiamkan satu jam lamanya, gadis itu berdiri lalu pergi dari sana, meninggalkan Fajar yang tak beranjak barang sesenti pun dari tempat duduknya.
Fafa jahat! Batin Senja melengkungkan bibirnya kebawah, gadis itu melangkah menuju kelasnya dengan langkah lesu.
Senja memang tipe gadis chilind dan manja itu lah mengapa gadis itu hampir menangis jika dibentak ataupun didiamkan seperti tadi.
"Bebep Senja~!" Sambut Kejora riang, ia salah satu sahabat terbaik yang Senja miliki.
Bukannya menjawab sapaan Kejora tadi Senja malah belari memeluk erat tubuh Kejora, membuat semua berfokus ke dua gadis tersebut.
Kejora mengode teman-temannya tuk tak memperdulikkan mereka berdua, membuat semua murid yang tadinya fokus ke Senja kini melakukan aktivitasnya masing-masing "Hiks Fafa jahatin Senja lagi Ara"
"Sst, Fajar kan emang gitu orangnya! Jadi wajar aja tuh manusia es sifatnya kek batu" Kejora melepaskan pelukannya lalu mengusap pelan air mata Senja.
"T t t tapi kan-"
"Hey jangan nangis okay? Entar kita mampir deh di toko es krim terdekat!"
Kejora tersenyum senang mendengarkannya namun sedetik kemudian dia menunduk lalu meremas kuat ujung bajunya hingga kusut, Kejora mengerutkan alisnya bingung.
"Ada apa lagi? Dijahatin sama Abang Angkasa iya? Entar Ara pukul deh palanya!"
"Bukan, Ara-" Senja sengaja mengantungkan ucapannya, membuat Kejora mendengarkannya serius "Senja curiga kalau Fafa gak cinta Senja"
Uhuk!
Ucapannya itu mampu membuat Kejora tersedak salivanya sendiri.
"Fajar cuman repot aja kok, gara-gara disuruh kepala sekolah bikin proposal dengan waktu singkat mybe? Jadi gak sengaja kacangin Senja"
"Itu Senja udah maklum Ara tapi entah mengapa semakin kesini hubungan kita tuh semakin hambar! Bahkan Senja sendiri gak ngerasa punya pacar?" Sedih Senja "Tunangan aja gini apalagi kalau udah nikah" gerutuh Senja, membuat Kejora prihatin melihatnya.
"Hey! Senja kan punya Ara, don't cry okey?"
"Hum"
Lalu setelah pembincangan sekilas tadi datang lah sosok guru cantik dengan senyuman khasnya sembari menyapa anak-anak muridnya dan dibalas sapaan hangat dari semua, guru itu adalah guru favorit SMA Garuda karena mengajar dengan sabar walaupun banyak yang menghinanya dengan sebutan sok-sokan polos dan lain sebagainya.
Sepanjang penjelasan guru tersebut Senja menghela nafasnya gusar, fokusnya kali ini terbagi dua membuat Kejora yang tadinya tak sengaja melirik sahabat chilindnya itu pun mengigit bibir bawahnya bingung.
"Senja mau nggak ke apart Ara?"
Mata Senja berbinar-binar menatap Kejora lalu mengangguk dengan cepat, sudah lama dirinya tak menginap bersama sahabatnya itu.
Kejora tersenyum "Baiklah! Jam empat harus langsung stay okey?" Senja mengangguk semangat.
*****
Senjaaa
Fafaaaaa!
Anterin Senja, boleh?
Senja mau ke rumah Ara 👉👈
My Bunny Fafa
G, lgi d prpus
Senjaaa
Please😢
My Bunny Fafa
Brngkt sndri lh, mndri
Senjaaa
Fafa jahat!
(Read)
Senja melempar kesal handphone mahalnya lalu perlahan air matanya jatuh membasahi pipi chubbynya.
Selalu saja seperti ini! Pacarnya itu selalu saja membuatnya menangis! Apa dia harus putus saja nanti?
Senja dengan gerakan cepat menghapus seluruh air matanya lalu bersiap menuju Apartemen sahabatnya tersebut setelah selesai berpamitan dengan keluarganya tentu saja, Angkasa si Abang yang sangat posesif dengan Adiknya itu menanyakan keberadaan Fajar lalu dijawab Senja dia sedang sibuk langsung saja Angkasa berdiri dari tempat duduknya bersiap melayangkan tinjunya ke Fajar tapi dengan sigap Senja tersenyum menenangkan Abangnya itu bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Keluarga Senja menatap prihatin dengan putrinya itu juga dengan Angkasa yang sudah merencanakan sesuatu untuk membunuh Fajar namun urung karena mendengar permohonan dari Adik kecilnya, dia hanya mengganguk pasrah sembari mengusap pelan surai hitam kecoklatan Adiknya.
"Ara~ Senja datang!" Kejora membuka pintu sembari melihat sekitar, benar dugaannya bahwa Senja akan berangkat sendirian.
"Masuk sini! Eh btw muka kamu kenapa? Nangis lagi gara-gara Fajar?" Senja mengangguk lesu.
Kejora menghembuskan nafasnya pelan lalu menyiapkan satu puding coklat dengan ditemani dua susu vanila.
"Aku rasa Fajar udah gak sayang lagi sama kamu?" Lirih Kejora menatap risau sahabatnya.
Tes.
Satu bulir air mata mengalir sempurna dari kelopak mata gadis chilind itu.
"Ya" Kejora menatap tak percaya Senja "Ara bisa tolong Senja nggak?"
"Sure"
"Tolong telepon Fafa bilangin kalau Ara cinta Fafa, Senja mau liat reaksi Fafa"
"Tapi-"
"Ara please" Senja memelaskan wajahnya, membuat Kejora hanya dapat mengiyakan saja.
Senja mengambil handphonenya lalu menekan kontak bertuliskan 'Fajar punya Senja'
Dering pertama tak diangkat, begitu juga dering kedua hanya ada suara tut tut tut saja.
"Gak diangkat tuh?"
"Terus telepon Ara" Kejora menghela nafas lelah lalu mulai menelepon kembali, berhasil! Telepon terangkat.
"Halo?"
"Ya halo! Gue Kejora temen Senja"
"Oh" Senja mengode agar Kejora langsung menyatahkan cintanya.
"Jadi gini, g g gu gue cinta sama lo"
Hening.
"Gue juga" hati Senja teriris mendengarkannya, perlahan air mata senja turun dengan derasnya.
Mengusap kasar air matanya, Senja mengode Kejora untuk lanjut.
"Juga?"
"Gue juga gak cinta sama lo, gue punya Senja walaupun gue tau Senja pasti kecewa berat sama gue" Senja terkejut mendengarkannya.
"Tapi gue lihat akhir-akhir ini lo cuekin Senja"
"Itu gara-gara gue gak bisa ngungkapin perasaan gue, gue terlalu bodoh ngebiarin gadis imut seperti Senja" hati Senja menghangat mendengarkannya, ia tersenyum bahagia.
"Lo bohongkan? Waktu diperpus tadi kenapa lo buat dia nangis?"
"Dia nangis? Waktu diperpus tadi gue pengen kasih hadiah ke dia sebagai perminta maafan gue karena selalu cuek ke dia tapi dia keburu pergi, gue pengen kejar tapi dia udah keburu masuk kelas"
"Lo benar-benar bodoh"
"Ya, gue tau"
"Lo juga bikin dia nangis sekarang, gara-gara lo gak jemput dia!"
"Gue sengaja gak jemput dia karena gue mau ngerencanain sesuatu buat dia, nanti gue jemput dia sekaligus minta maaf ke dia atas semua sifat gue! Gue janji gak akan gini lagi"
"Gue tau lo yang terbaik buat dia"
Tut tut tut.
"Ara" panggil Senja dengan tangisannya, kali ini tangisan bahagia. Kejora yang peka pun langsung memeluk sahabatnya itu.
"Lelaki bodoh itu hanya gak tau ngungkapin perasaannya ke kamu, Senja"
"Hiks Senja yang bodoh! Jelas-jelas Fafa tuh setia orangnya tapi malah Senja sia-sia in hiks"
"Nggak, Senja gak gitu kok! Sekarang kenapa masih nangis hum? Bukannya nanti bakalan ngedate sama Fajar? Usap dong air matanya! Masa mau ngedate mukanya buluk gitu"
"Huwaaaa Senja sayang Ara tapi lebih sayang Fafa huwaaa"