Seorang gadis cantik bertubuh mungil bernama Ae-Cha sedang berjalan menelusuri trotoar. Malam ini ia ingin menemui seseorang yang dua hari lalu mengirimkan sebuah kotak kayu kecil berisi selembar kertas dengan tulisan "Temui aku di taman kota, tanggal 14 februari pukul 8 malam!"
Tulisan tersebut membuat Ae-Cha sangat penasaran, 'siapa sebenarnya orang yang mengirim pesan tersebut?' Batinnya.
Karena ini bukan kali pertamanya mendapat kotak berisi pesan seperti ini. Sejak awal tahun kemarin, Ae-Cha sering mendapat kotak berisi pesan misteri yang tidak pernah ia hiraukan.
Namun lama kelamaan karean rasa penasarannya yang tinggi, ia pun ingin tau siapa yang selalu mengusik hidupnya dengan cara mengiriminya kotak berisi pesan untuk mengajaknya bertemu. Ae-Cha pun akhirnya pergi ke taman kota.
Setelah hampir lima belas menit ia berjalan, akhirnya ia sampai di taman kota. Ia menghentikan langkahnya diseberang jalan taman kota. Ia menghela nafasnya dalam-dalam mengusir rasa gugupnya karena ingin menemui seseorang yang sama sekali ia tidak tau bagaimana rupanya dan bentuk tubuhnya.
'WUSHH!'
'TINN TIIIINNN!'
"Aaaahk!" Pekik Ae-cha terkejut saat tiba-tiba tubuhnya terasa melayang di udara beberapa detik kemudian kakinya kembali menapak di tanah.
Ia memejamkan matanya rapat-rapat sesaat kemudian ia membuka matanya perlahan.
"Nona..apa kau baik-baik saja?"
"Oh syukurlah dia baik-baik saja!"
"Nona..lain kali kalau ingin menyeberang berhati-hatilah!"
Beberapa orang mengerubuninya, ternyata baru saja ia hampir celaka karena tertabrak mobil saat ingin menyeberang jalan menuju taman kota. Ia kemudian menoleh kesana kemari seperti mencari seseorang yang tiba-tiba datang menyelamatkannya lalu orang itu menghilang begitu saja dari pandangannya.
"Nona, apa kau sedang mencari sesuatu?"
"Ah..ti-tidak, maaf ya membuat kalian panik!" Ae-Cha tergagap menjawab pertanyaan dari salah seorang yang masih mengerumuninya.
Kemudian orang-orang tersebut membubarkan diri dan melanjutkan aktifitas malamnya masing-masing. Dari balik pohon yang cukup besar, sepasang mata memperhatikan Ae-Cha lalu menghela nafasnya lega. "Hampir saja! Dia benar-benar sangat ceroboh dan tidak hati-hati!" Gumamnya kemudian segera pergi.
Ae-Cha melanjutkan langkahnya menuju taman kota yang terlihat cukup ramai dengan pasangan kekasih. Ia yang datang seorang diri, dalam hati merasa iri kepada mereka yang terlihat begitu romantis kepada pasangannya. Ae-Cha menghela nafasnya. "Andai saja aku punya pacar!" Gumamnya lirih sambil melangkah mengamati sekeliling taman kota.
"Dimana orang itu ya? Dia memintaku untuk menemuinya jam 7 disini dan ini sudah jam 8 lebih 25 menit. Hufff!" Lanjutnya sambil menghembuskan nafasnya melalui mulut.
Ae-Cha duduk disebuah bangku dan mantanya terus menyapu sekeliling taman berharap seseorang yang sedang ia tunggu akan segera menghampirinya, namun ternyata setelah hampir dua jam ia menunggu, dan taman sudah mulai sepi, orang itu belum juga muncul.
"Dasar! Ternyata aku telah dibohongi! Tapi siapa yang berani mengerjaiku? Awas saja kalau sampai aku tau siapa yang telah mengerjaiku, aku akan membuatnya menyesal!!" Gerutu Ae-Cha sambil berdiri kemudian melangkah pergi.
Saat ia baru melangkah tiga kali, ia tidak sengaja menginjak sekuntum bunga mawar merah dan disitu ada sebuah amplop kecil. Karena rasa penasarannya yang tinggi, Ae-Cha berjongkok mengambil sekuntum bunga mawar merah tersebut beserta amplop kecilnya.
"Siapa yang meletakkan bunga dan amplop ini disini ya?" Gumamnya bertanya pada angin disekitar seraya bangkit berdiri dan mengamati sekeliling tapi taman sudah sepi tidak ada satu orang pun yang tinggal.
Ae-Cha membuka amplop kecil itu dan ia melihat ada kertas kecil bertuliskan sesuatu didalamnya. Ia mengambil dan membacanya.
'Terimakasih sudah datang, kembalilah ke bangku yang tadi kau duduki!' [JH]
"JH? Apa ini inisal nama orang yang telah mengirimiku kotak pesan?" Ae-Cha langsung menengok kesana kemari mencari orang itu.
Dengan cepat ia kembali ke bangku yang ia duduki tadi dan benar saja ia melihat ada sebuah kotak kayu sama persis seperti saat ia menemukannya didepan pintu rumahnya. Ae-Cha segera mengambil dan membuka kotak misterius tersebut dan ia melihat ada kertas kecil lagi didalamnya.
'Lihatkan kesamping kananmu!'
Setelah membaca tulisan tersebut sontak Ae-Cha langsung menoleh ke kanan dan ia melihat punggung seorang laki-laki dengan memakai jaket hitam dan topi hitam berjalan semakin jauh. Ae-Cha berlari mengejarnya.
"Hey, tunggu!!" Ae-Cha terus berlari dan tiba-tiba ia berada disebuah tempat yang sangat gelap dan sepi.
"Dimana ini?" Ae-Cha melihat sekeliling merasa takut dan merinding.
'WUSHHH WUSHHH'
"Aaaaa!!" Ae-Cha berteriak sambil membungkuk dan menutupi wajahnya karena tiba-tiba merasakan seperti ada sesuatu yang mengitari dirinya.
"Siapa kamu??" Teriak Ae-Cha dengan ketakutan.
"Hahaha..gadis yang cantik! Pantas saja anakku tidak ingin memberitauku!"
Terdengan suara yang menggema dengan keras ditelinga Ae-Cha.
"Hah?? Si-siapa kamu?? Apa maksudmu??" Ae-Cha masih berteriak sambil matanya menyapu sekeliling mencari sosok yang telah bicara dengannya namun ia tidak melihat siapapun disana.
'BUGH!'
"Jangan berani menyentuhnya pak tua!!"
JH langsung memberi tendangan keras ke laki-laki tua itu hingga terpental saat laki-laki tua itu mendekati Ae-Cha dan ingin meraihnya.
Ae-Cha semakin ketakutan saat mendengar ada suara lain dan suara perkelahian di dekatnya. Namun karena sangat gelap, ia tidak bisa melihatnya. Ae-Cha merogoh tasnya dan mengambil ponselnya. Ia menyalakan lampu senter dari ponselnya dan mengarahkannya ke suara perkelahian.
"Hah?? Astaga!!" Pekik Ae-Cha merasa sangat terkejut karena melihat seorang laki-laki yang tadi ia kejar sedang berkelahi dengan seorang laki-laki paruh baya berjubah hitam dengan wajah yang menyeramkan dengan menampakkan gigi taringnya.
'WUSHHH..WUSHHH!'
"Aaaah!!" Ae-Cha berteriak saat merasakan tubuhnya melayang ke udara.
"Pegangan yang kuat!!" Tegas laki-laki yang tadi dikejarnya ternyata sedang menggendongnya dan entah ingin membawanya kemana. Seketika Ae-Cha memeluk leher dan mendekap erat dengan memejamkan matanya. Tubuhnya gemetar karena sangat ketakutan.
'WUSHHH..!
"Mau kemana kau??"
'Sssrrrrtttt BRUGH!'
"Aaaaahk!" Ae-Cha berteriak saat tiba-tiba tubuhnya terpelanting dan terseret kebawah. Ia merasakan seluruh tubuhnya sakit dan perih lalu ia tidak sadarkan diri.
"Sialan!!" Pekik laki-laki itu dengan amarah yang memuncak sambil menoleh menatap laki-laki tua dengan sorot mata yang telah berubah menjadi merah.
'WUSSSH' BHUG..BHUGH..BHUG! BRUKKK!'
Laki-laki itu menyerang laki-laki tua yang ingin menyakiti Ae-Cha dengan membabi buta.
"Berhenti untuk mengusikku dan mencampuri urusanku!!" Bentak laki-laki itu kepada laki-laki tua yang telah dihajarnya dengan amarah yang membara.
"Hahaha..beginilah sikapmu kepada ayahmu?" Tanya laki-laki tua itu dengan tertawa sambil menahan rasa sakit di dadanya akibat serangan JH.
"Ayah?? Aku tidak sudi memilik ayah yang telah melenyapkan orang tuaku juga wanita yang ku cintai!!" Jawab JH dengan amarah yang membara.
Laki-laki tua itu adalah ayah tirinya yang telah melenyapkan ayah kandungnya demi menguasai Kerajaan Nightfall yang telah dibangun oleh ayah kandungnya dan setelah melenyapkan ayah kandungnya, laki-laki tua itu berhasil membuat ibunya takluk kepadanya dan menikah dengannya hingga Kerajaan Nightfall jatuh ke tangannya kemudian ia melenyapkan ibunya. Laki-laki tua itu juga selalu mengusik JH dan telah melenyapkan kekasih JH karena ia takut kalau JH menikah, Kerajaan Nightfall yang telah dikuasainya akan jatuh ke tangan JH. Dan ia tidak akan membiarkan itu terjadi, jadi ia akan melenyapkan wanita yang dekat dengan JH.
Itu alasan kenapa JH secara diam-diam selalu menjaga Ae-Cha, karena ia telah jatuh cinta kepada gadis bertubuh mungil yang sangat cantik dan menggemaskan yang selalu ceria dengan senyuman manisnya yang selalu terpancar di wajahnya. Melihatnya tersenyum ceria membuat JH bisa ikut tersenyum.
"Hahaha..itu karena aku terpaksa melakukannya!" Jawab laki-laki tua itu dengan tertawa.
"Kali ini aku yang akan melenyapkanmu sialan!!" Ucap JH dengan mengepalkan tangannya dan menatap tajam dengan sorot matanya yang merah. Ia harus bisa melenyapkan laki-laki tua ini sebelum pukul 12 malam. Kalau tidak, ia tidak ia akan kehilangan kekuatannya dan itu akan membuat Ae-Cha dalam bahaya.
Laki-laki tua itu terus tertawa keras membuat JH langsung menyerangnya kembali. JH harus bisa mengambil mahkota di kepalanya dan menghancurkannya, karena itu satu-satunya nyawa dari laki-laki tua tersebut. Laki-laki tua itu akan hancur lebur kalau mahkota di kepalanya dihancurkan.
Setelah pertarungan hebat akhirnya JH berhasil mengambil mahkota dari kepala laki-laki tua itu.
"Oh tidak!! Kembalikan mahkota itu!!" Teriak laki-laki tua itu dengan sangat panik dan ketakutan.
"Kembalikan? Itu mustahil! Aku akan memusnahkan mahkota ini bersamamu!!" Ucap JH dengan menggerakkan giginya kemudian ia mengeluarkan seluruh kekuatannya dan muncul sinar biru yang sangat terang dari tubuhnya.
"TIDAK!! JANGAN LAKUKAN ITU!!" Teriak laki-laki tua itu sambil berlari mendekati JH.
'Cccrrrttt' Praakkk!'
Kemudian muncul kilatan listrik dari tangan JH. Seketika mahkota itu hancur dan langsung lenyap. Laki-laki tua itu pun ikut hancur dan lenyap bersamaan dengan mahkotanya.
JH memejamkan matanya, menghela nafasnya dalam-dalam mengatur nafasnya yang memburu. "Akhirnya Kerajaanku akan kembali seperti semula!" Gumam JH kemudian ia menoleh kearah Ae-Cha yang tergeletak tak sadarkan diri.
JH segera berlari dan menggendongnya. Ia membawanya ke sebuah tempat yang sangat indah dan membaringkan Ae-Cha ditengah-tengah kelopak bunga mawar merah yang berbentuk hati. JH melihat luka ditubuh Ae-Cha dan ia segera mengobatinya.
Waktu telah menunjukkan pukul 23.40. Ae-Cha membuka matanya dan ia sudah tidak merasakan sakit juga perih lagi ditubuhnya bahkan luka-lukanya telah menghilang. Ia bangkit dan duduk merasa sangat terkejut melihat tempatnya saat ini.
"Benar-benar sangat indah! Apa aku sedang ada di surga?" Gumamnya menatap takjub sekelilingnya.
Namun seketika ia tersadar dan kembali terkejut saat mengingat kejadian beberapa menit yang lalu. "Oh astaga!! Apa aku benar-benar sudah mati dan sekarang ini aku berada di surga??" Ae-Cha sangat panik dan takut. Yang benar saja ia harus mati diusianya yang masih sangat muda bahkan ia belum pernah merasakan memiliki seorang kekasih.
"Kau sudah bangun?"
"Hah??" Ae-Cha terperanjat kaget tiba-tiba seorang laki-laki dengan memakai celana jeans hitam dan jaket hitamnya yang membuatnya penasaran kini menampakan dirinya.
"Ka-kau?? Jadi..kau..kau yang selama ini memngirimiku kotak pesan..dan..kau yang sering menyelamatkanku??" Pekik Ae-Cha tergagap karena sangat terkejut dan tidak percaya melihat laki-laki dihadapannya ini sangatlah tampan. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul dalam hatinya. Jantungnya berdegup dengan sangat kencang. Mungkinkah ia jatuh cinta pada pandangan pertama?
JH tidak menjawabnya. Ia hanya terus menatap lekat Ae-Cha kemudian ia meraih tangannya menariknya untuk mendekat ke tubuhnya. Ae-Cha pun terdiam namun jantungnya berdegup dengan sangat cepat.
Kalau ini mimpi, aku mohon jangan bangunkan aku Tuhan!
Batin Ae-Cha dengan terus menatap JH yang sangat dekat dihadapannya.
JH memberikan sebuah coklat dan sekuntum mawar merah yang diikat menjadi satu dengan pita berwarna merah muda.
"Happy Valentine!" Ucap JH dengan memberikan sebuah coklat dan sekuntum mawar merah kepada Ae-Cha.
Ae-Cha hanya terdiam, ia masih tidak percaya dengan semua ini. Ia masih mengira kalau dirinya sedang bermimpi sangat indah namun ia tersadar kalau ini bukanlah mimpi saat bibirnya tiba-tiba terasa dingin dan lembut. Ia memejamkan matanya dan menikmati saat JH menciumnya. Bahkan Ae-Cha memeluk leher JH dan membalas ciumannya.
Hari Valentine yang merupakan hari kasih sayang yang selalu menjadi harapan dari Ae-Cha, ia selalu berdoa berharap bisa mendapatkan seorang kekasih yang sangat tampan yang benar-benar mencintainya dan melindunginya. Mungkin malam ini dihari Valentine ini, doa Ae-Cha telah terjawab. Ia mendapat hadiah yang luar biasa yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidupnya.
~TAMAT~
Terimakasih banyak sudah membaca karyaku ini! Jangan lupa likenya ya! 🙏🏻😍❤