Musim ini sakura bermekaran dengan indah…
Seorang perempuan terlihat sedang berdiri berjam jam sambil menatap pohon sakura dibawahnya.karena dia sedang berada di
atap sekolah.Parasnya yang lembut menambah kecantikan sang gadis. Perempuan itu menatap tepat di bawahnya yang terletak pohon sakura yang sedang bermekaran.
Tapi, walaupun perempuan itu disuguhi pemandangan bunga sakura yang indah, raut wajahnya terlihat sedih ketika memandang kelopak sakura yang mulai berjatuhan itu. Ekspresinya menggambarkan kesedihan, kepedihan, dan rasa putus asa akan sesuatu yang mungkin tak akan ada satu orang pun yang mengerti.
Nama gadis itu adalah Sakura. Walaupun sudah 10 tahun Sakura di vonis kangker dia masih bisa menahannya tapi sekarang tidak bisa dia tahan, dokter memvonis bahwa Sakura positif terkena kanker hati akut dan sudah masuk stadium akhir. Dan dia hanya menunggu sisa-sisa hidupnya sebelum ajal menjemput.sakura putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya. Tapi, berapa kali pun ia melakukan percobaan bunuh diri. Usaha yang ia lakukan selalu gagal oleh beberapa hal yang selalu menghalanginya.Bahkan lebih tepatnya saat dia mencoba bunuh diri dia tidak bisa menahan rasa sakit itu
Suatu hari dokter menyarankan untuk menjalani operasi, tapi kemungkinan untuk berhasil sangatlah sedikit dan taruhannya adalah nyawa Sakura sendiri. Sakura sangat sedih dan merasa ia takkan bisa sembuh juga tidak akan bisa bersekolah seperti dahulu.
Dia marah kepada tuhan, Kenapa engkau memberikanku cobaan yang sangat berat? Aku tak ingin meninggalkan ibuku sendirian. dia berteriak di atap sekolah "Kenapa engkau begitu tega memberikanku penyakit yang sangat mengerikan ini, tuhan. Jika engkau mencabut nyawaku, lalu ibuku bagaimana? Aku tak mau melihat ibuku terus menangis karena kepergianku"
Teriaknya membuat semua orang memperhatikannya.Sekarang Ageha duduk di atas sana seperti seseorang yang ingin bunuh diri dengan cara lompat dari atap itu tapi semua orang tak peduli karena mereka sudah terbiasa dengan kelakuannya
Sakura menatap Pohon itu sembari merenungkan nasibnya kelak dan berusaha untuk menentukan pilihan, dioperasi atau tidak.
Dari kejauhan, terlihat seorang pemuda berdiri memperhatikan seorang perempuan sedang duduk dengan raut wajah sedih melalui kelopak sakura yang berjatuhan
Dia memperhatikan perempuan itu sangat lama.
Perempuan itu sedang duduk dengan raut wajah sedih melalui kelopak sakura yang berjatuhan. Ia memandang perempuan itu dengan penuh tanya. Sedang apa gadis itu? Batinnya.
"Dia siapa?" Tanya Yuga kepada teman yang ada di sampingnya
"Sakura...tenang! Dia tidak bunuh diri kok.sekolah saja sudah terbiasa dengan kelakuannya!
Ia mendekati perempuan tersebut, semakin mendekat raut wajah pria itu berubah menjadi terpesona. Ia tidak terpesona dengan paras perempuan tersebut, melainkan pandangan sedih akan gadis tersebut. Ia merasa ditarik oleh mata sayu itu. Mata yang berwarna pink kehitaman yang tajam tersebut. Perlahan ia berjalan mendekati perempuan itu, ketika ia mulai berada di dekatnya...
terlihat mata gadis itu yang sayu dan menahan tangisnya,Yuga terkejut melihatnya dan memegang pundaknya"ada apa?"
Sakura menghempaskan tangan Yuga dari pundaknya dan berjalan menghindar "apa kamu ingin meledekku juga seperti mereka?"
ucap singkat Sakura dan pergi berlari
saat berlari semua orang menatapnya dan banyak yang mengosipinya tapi Sakura hanya diam.
seseorang melemparkan makanan kearahnya "Yo!bukankah ini nona Sakura yang mereka bicarakan?kamu terkenal Sa'ku'ra!" semua orang tertawa dan memandang jijik ke arahnya.tanpa Sakura tau Yuga ada disana melihat semua itu
'plak!'
sakura sudah malas dengan hinaan dan bullyan hingga tangannya menampar pipi orang itu hingga berdarah
"hey!!kamu kenapa menamparku!?" teriaknya kesal
tapi Sakura hanya menjawab singkat "jika kamu bisa melakukan itu padaku aku juga bisa"
hari hari tlah berlalu.yuga sudah melihat kelakuan Sakura yang seperti itu sehingga dia tau apa penyebab yang membuat Sakura menjadi orang yang...
di atap sekolah Yuga mendekati Sakura sambil memberikan plaster luka "Jangan melukai dirimu sendiri" ucap Yuga sambil tersenyum
Pipi Sakura memerah dan agak kesal dengan senyuman itu "kenapa kau ingin berteman denganku?" tanya gadis itu dengan mata sayu nya
"pohon sakura memerlukan seseorang untuk menyiramnya sampai pohon itu tumbuh indah"
pupil mata sakura membesar "kamu bodoh!" Sakura tersenyum tipis sambil pergi dengan membawa plester yang diberikan Yuga,Dia menggambar pohon sakura Di plaster tersebut
keesokan harinya Sakura termenung di Atap sekolah seperti biasa sambil memandang pohon sakura dibawahnya tiba tiba Yuga muncul didepannya sambil menyapa Sakura
Sakura terkejut.seluruh wajahnya memerah dan mengalihkan pandangannya pada plester yang bergambar pohon sakura.saat berjalan menuju kelasnya Sakura melihat Yuga dan beberapa siswa wanita memberikan coklat padanya,Sakura memegang jantungnya dan tangannya bergetar hebat dan pupil matanya mengecil
'perasaan apa ini?' Sakura berlari sekuat tenaga dan tertabrak oleh Seorang wanita,Wanita itu adalah ibunya "Sakura... bagaimana?apa kamu ingin operasi?" ucap wanita itu dengan lembut.terpintas perkataan Yuga di kepalanya dan membuat Sakura mengangguk
setiap malam Sakura memikirkan Yuga sambil bertanya tanya 'perasaan apa tadi?' setelah mengulang memori itu. Sakura berlari ke mejanya dan menulis sebuah surat
sampai hari itu datang,Sakura memohon kepada dokter untuk mengabulkan permintaan kecilnya "Izinkan aku mengirim Surat ini padanya!" Dokter yang melihat Tekad Sakura mengangguk
Sakura mencari Dimana Yuga tapi tidak ketemu hingga dia sampai di pohon sakura "Sakura ada apa kau disini?"
Sakura- "kamu sedang apa?"
Yuga tertawa dan Tersenyum "aku menanam pohon sakura yang terinspirasi dari sakura!aneh bukan!?"
Sakura tersenyum sampai membuat Yuga kaget melihat pemandangan itu.Sakura menjadi gugup memberikan surat itu "Yuga berjanjilah untuk merawat itu!" tiba tiba air mata mengalir ke pipi Sakura,Air matanya semakin deras hingga membuat Yuga memeluknya "eh? ada apa Sakura?"
Sakura memeluknya sambil menangis melampiaskan semuanya.mungkin Sakura tau bahwa kematiannya akan segera datang
Sakura Tersenyum sambil memberikan Surat itu "Selamat tinggal Yuga!" ucapnya dengan senyuman manis,Namun Yuga tidak bodoh.dia merasa Sakura akan pergi untuk slama lamanya "kenapa Sakura?jangan ucapkan seolah olah kita akan berpisah"
Sakura-"baiklah jika aku masih di atap sekolah kita akan bertemu di sini! bacalah surat itu jika aku tidak muncul di atap sekolah"
angin berhembus kencang dan membuat bunga sakura berjatuhan menghiasi pemandangan itu "Aku mencintaimu Yuga!"
Yuga tersenyum "aku mencintaimu juga!"
Yuga terus mencari keberadaan Gadis Sakura yang misterius itu Tapi akhir akhir ini Yuga tidak bisa melihatnya di atap sekolah sampai dia teringat perkataan Sakura
Yuga membaca Surat itu,Air matanya jatuh dengan deras dan semakin deras