Hay.. Namaku Raisya Auristella. Aku Seorang Siswi SMA. Dari Dulu Hidupku Selalu Dipenuhi Penderitaan. Aku Hidup Di Antara Orang Orang Yg Membenciku. Ibuku Tidak Pernah Menyayangiku, Ayahku Yg Selalu Terhasut Oleh Ibuku, Dan Kakak Perempuanku Yg Sangat Tidak Menyukaiku. Ntah Kenapa Semuanya Seperti Ini. Tetapi, Aku Mempunyai Seorang Sahabat. Dia Selalu Ada Untukku Di Saat Aku Menghadapi Permasalahan Ini. Apapun Keluh Kesahku, Dia Selalu Mendengarkannya. Namanya Adalah Nathan Sanjaya. Aku Dan Dia Telah Bersahabat Sejak SMP. Tetapi Aku Memiliki Perasaan Lebih Ke Dia. Tapi Aku Tidak Tahu, Apakah Perasaannya Sama Sepertiku. Ini Ceritaku..
Pagi Ini, Disekolah, Seperti Biasa Aku Bersamanya Sedang Duduk Bersantai Di Kantin. Lalu Kemudian Nathan Membuka Pembicaraan.
"La? Nanti Sibuk Gak?" Tanya Nya Yg Langsung Membuatku Menoleh Ke Arahnya. Aku Tidak Terkejut Dengan Pertanyaannya Karena Nathan Memang Sering Mengajakku Berjalan Jalan Ntah Ke Taman Ataupun Ke Cafe.
"Nggak Kok.. Aku Gak Sibuk.." Jawabku Sambil Meminum Jus Yg Ku Pesan Di Kantin Sekolah
"Oke. Nanti Sore Jalan Yuk.." Ajak Nathan Kepadaku
"Ya Oke Boleh.."
Setelah Pembicaraan Singkat Itu, Aku Dan Dia Pun Memutuskan Untuk Pergi Ke Kelas. Pembelajaran Pun Berjalan Normal Seperti Biasa Dan Tanpa Hambatan Apapun. Hingga..
Jam Menunjukkan Pkl.12.30, Semua Murid Pulang Kerumah Masing Masing Setelah Guru Berucap "Baiklah Anak Anak, Mari Kita Sudahi Kelas Hari Ini..". Begitupun Denganku, Aku Juga Pulang Kerumahku.
Tetapi, Sesampai Dirumah.. Orang Lain Mungkin Akan Beristirahat Setelah Setengah Hari Belajar Di Sekolah. Tapi Tidak Denganku. Aku Langsung Disuruh Ibuku Untuk Membereskan Pekerjaan Rumah.
"Udah Pulang Kamu!?" Tanya Ibuku Padaku
"Iya Bu.." Jawabku
"Yaudah.. Cepetan Kamu Masak! Lalu Nyuci Sama Nyapu..!" Suruh Ibuku Padaku Yg Baru Saja Pulang Dari Sekolah. Aku Pun Hanya Bisa Meng'Iyakannya Karena Itu Sudah Kebiasaanku Setiap Hari, Walaupun Kadang Kurang Ikhlas Hahaha..
Setelah Ganti Baju, Aku Langsung Pergi Ke Dapur Untuk Memasak Makan Siang Aku, Ibuku, Dan Kakakku Yg Baru Saja Pulang Dari Kampusnya. Sedangkan Ayahku? Dia Sedang Bekerja Di Kantor, Dan Sorenya Baru Pulang.
"Raisya! Udah Belum Masaknya!!? Lama Bangett!!" Ucap Kakak Perempuanku, Yaitu Diandra Anastasya.
"Iya Kak.. Ini Udah.." Jawabku Sambil Menghidangkan Masakan Di Meja Makan.
Kemudian Ibuku Dan Kakakku Datang Dan Duduk Di Meja Makan. Dan Saat Aku Ingin Duduk, Mereka Menghentikanku. Mereka Menyuruhku Mengerjakan Pekerjaan Rumah Dulu. Aku Sempat Menolak, Tetapi Ibuku Menggertakku Dan Aku Terpaksa Melakukannya.
Hingga Hampir Sore, Aku Teringat Janjiku Dengan Nathan. Dan Aku Cepat Cepat Mengerjakan Semuanya. Lalu Pergi Ke Meja Makan.
Setelah Semua Itu, Aku Pergi Kekamar Untuk Mandi, Lalu Mengganti Pakaian. Aku Memakai Sebuah Dress Ringan Selutut Berwarna Putih Bersih. Lalu Tiba Tiba Hpku Berdering Dan Terpampang Nama Yg Aku Tunggu Dari Tadi. Ya.. Nathan Menelpon Ku Lalu Aku Menggangkatnya.
"Hallo La? Aku Di Depan Rumahmu.." Ucap Nathan Di Telpon. Aku Pun Langsung Melihat Ke Jendela, Dan Benar Saja, Nathan Melihatku Dan Melambaikan Tangan Kearah Ku
"Baiklah.. Aku Turun Sekarang.." Ucapku Sambil Berlari Turun. Untung Saja Ibu Dan Kakakku Tidak Ada Dirumah.. Kalau Tidak Pasti Mereka Tidak Akan Mengizinkanku.
"Hai.." Ucapku Menyapa Nathan
"Hai Juga.. Udah Siap?" Tanya Nathan Padaku
"Udah.. Kita Mau Kemana?" Ucapku Sedikit Penasaran
"Ke Tempat Special.." Ucap Nathan Sambil Memperlihatkan Senyumnya.
Laki Laki Yg Tampan, Tinggi, Dengan Muka Yg Selalu Terlihat Jutek Itu Tersenyum Manis Kepadaku Sambil Mengulurkan Tangannya. Aku Merasa Heran, Karena Sangat Jarang Nathan Berperilaku Seperti Ini.. Aku Yg Menyukainya Sangatlah Senang Mendapat Perlakuan Manis Darinya. Dan Aku Menerima Uluran Tangannya.
Lalu Kita Pergi Ke Suatu Tempat.. Tak Lama, Akhirnya Kita Sampai Ditempat Yg Dituju. Aku Merasa Terpukau Melihat Keindahan Tempat Itu.
Jembatan Mewah Nan Indah.. Dengan Lampu Lampu Bersinar Di Tepi, Dan Disertai Indahnya Bayangan Matahari Tenggelam Di Pantulan Air Danau Yg Bergelora Saat Dihujani Titik Titikan Hujan Gerimis. Sungguh.. Sore Itu Menjadi Sore Paling Indah Di Hidupku. Aku Tidak Tahu Maksud Nathan Membawaku, Gadis Biasa Yg Dipenuhi Kekurangan Ke Tempat Seindah Ini. Rasanya Aku Tidak Pantas..
Daritadi Aku Hanya Sibuk Mengagumi Keindahan Tempat Itu, Tanpa Aku Sadari, Nathan Yg Berdiri Disebelahku Dia Terus Menatapku Dengan Tatapan Yg Sulit Diartikan. Dia Seperti Ingin Mengatakan Sesuatu, Tetapi Dimatanya Seperti Ada Rasa Takut.. Aku Tidak Mengerti
Kemudian Aku Menoleh Kearahnya. Dia Masih Tetap Diam Menatapku Tidak Bergeming. Aku Berusaha Memanggilnya.
"Nathan..?" Panggilku, Tetapi Nathan Masih Tetap Menatapku
"Nathan..? Kamu Kenapa?" Tanyaku Sambil Menepuk Nepuk Pundaknya. Lalu Dia Menjawab.
"Aku..?" Tanyanya Kepadaku
"Iya.. Kamu Kenapa?" Jelasku
"Aku Cinta Sama Kamu Stella.." Ucapnya Kemudian Berlutut Didepanku
"A..apa?" Tanyaku, Rasa Bahagia Sudah Terpampang Jelas Di Mataku, Tapi Pikiranku Berkata Untuk Jangan Dulu Merasa Terlalu Bahagia, Karena Di Dunia Ini Masih Ada Kata 'Cuma Bercanda' Yg Bisa Saja Diucapkan Oleh Siapa Saja..
"K-Kamu Jangan Bercanda.. Ini Nggak Lucu!" Ucapku Sambil Mengalihkan Pandanganku
"Raisya Auristella.. Aku Nggak Bercanda. Aku Cinta Sama Kamu.." Ucapnya Sambil Berdiri Dan Memegang Kedua Tanganku.
"B-Beneran?" Tanyaku Memastikan
"Ya.. Aku Cinta Sama Kamu. Kamu Mau Nggak Jadi Pacar Aku?" Tanya Nathan Padaku
Aku Tidak Dapat Berkata Apa Apa.. Aku Berpikir, Aku Hanya Gadis Biasa Yg Tidak Punya Keunggulan Apapun, Dan Tiba Tiba Saja.. Laki Laki Yg Menurutku Sempurna, Berkata Kalau Dia Mencintaiku? Apakah Ini Nyata? Atau Aku Cuma Berkhayal Saja?
"La..? Kamu Mau Nggak..?" Tanya Nathan
"N-Nathan..? Maaf.. Aku Merasa Nggak Pantas Buat Kamu.." Jawabku
"La.. Kenapa.. Kenapa Kamu Bisa Berpikir Kayak Gitu..?" Tanya Nya Padaku
"Kamu Itu Terlalu Sempurna.. Dan Aku? Aku Cuma Cewek Biasa Yg Gaada-- .." Belum Sempat Aku Menyelesaikan Jawabanku, Nathan Langsung Memotongnya.
"Raisya.. Kamu Jangan Berpikir Seperti Itu. Kamu Sempurna.. Sempurna Di Mataku.. Justru Aku Yg Nggak Sempurna Buat Kamu..!" Ucap Nathan Sambil Memegang Wajahku
"Nathan.."
"Sya.. Aku Mohon.. Kamu Mau Ya Jadi Pacar Aku.." Ucap Nathan Lagi Padaku
"Hiks Hikks.. I-Iya.. Aku Mau.." Ucapku Sambil Menangis. Kemudian, Nathan Yg Mendengar Jawabanku Sontak Langsung Memelukku.