Valentine Day, iya nama itu terdengar tidak asing lagi bagi semua orang, apalagi bagi pasangan yang sedang di mabuk Cinta. Sebagian besar dari pasangan mereka akan memberinya hadiah, entah itu berupa Coklat, Bunga atau Boneka.
Siang itu Teman sekampusnya Alya bernama Agnes, dia mengadakan acara party besar-besaran di rumahnya. Yang kebetulan Agnes ini adalah anak dari pemilik perusahaan yang terbesar dan terkenal di kota itu, Semua anak di Kampus di undangnya, termasuk Alya.
MALAM VALENTINE TIBA...
Di malam itu Alya pergi bersama kekasihnya Rangga, mereka pergi menggunakan mobil Rangga. Selang beberapa menit kemudian, mereka berdua pun tiba di depan rumah Agnes. Namun sebelum mereka turun, Rangga memberikan Hadiahnya dulu pada Alya.
"Happy Valentine sayang." Ucapnya sambil menyodorkan sebuah kotak kado kecil kepada Alya.
Alya pun terlihat senang saat itu, Dan dia segera menerima hadiah itu lalu membukanya. Dan ternyata isinya adalah Kalung Liontin berbentuk Love yang terbagi menjadi Dua, Yang di mana Kalung itu Rangga pasangkan ke Leher Alya dan yang satunya di Pakai Rangga.
"Sayang terima kasih iya.Aku senang hadiahnya." Ujar Alya saat itu.
"Iya sayang." Jawab Rangga sambil mengecup kening Alya dan berlanjut ke ciuman bibir.
Tok..Tok..
Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu mobil Rangga, Dan mereka pun menghentikan Aktivitas ciumannya itu. Lalu Rangga membuka sedikit kaca mobilnya.
"Maaf Mas. acara sudah mau di mulai tolong untuk segera masuk Mas dan Mbaknya." Ucap Orang itu.
"Iya Pak terima kasih kami akan segera masuk." Jawab Rangga ramah.
Rangga pun mengajak Alya untuk masuk ke dalam dan di anggukannya oleh Alya. Mereka berdua berjalan bergandengan, dan perlahan masuk ke dalam rumah itu. Terlihat di sana semua orang datang bersama pasangannya masing-masing. Serta gemerlapnya dekorasi mewah di ruangan itu, semakin menambah kesan romantis di malam Valentine itu. Begitu juga Alya, dia sangat menikmati suasana pesta malam itu, apalagi dekorasi ruangannya Identik dengan Valentine, Karena Alya sangat menyukai hari Valentine.
Tak berapa lama, sang pemilik pesta itu membuka acara pada malam itu, Acara tersebut di mulai dengan sambutan pembuka dan di lanjut dengan acara pesta dansa bersama pasangan. Semua para tamu undangan di sana sangat bahagia menikmati pestanya, Begitupun Alya dan Rangga mereka menikmati pesta dansa itu.
Di tengah-tengah Asyiknya pesta itu, Datanglah beberapa pelayan membawakan coklat Valentine dan minuman untuk kami semua. Terlihat di atas podium ada Agnes sambil berkata.
"Teman-teman silahkan kalian nikmati Coklatnya, itu adalah Coklat khusus produksi perusahaan kami, Semoga saya dan keluarga bisa "MEMBELI" kalian." Tutur Agnes menyiratkan kata misterius yaitu kata "MEMBELI."
Sementara orang-orang di sana tak menyadari ucapan mistis itu. Malam itu semua orang larut dalam kesenangannya masing-masing bersama pasangan. Alya melihat diantara mereka semua ada yang berciuman, ada yang berjoged sambil menggrepek-grepek tubuh pasangannya dan banyak lagi. Alya dan Rangga hanya terduduk saja di meja tamu seusai mereka dansa. Awalnya suasana masih terlihat normal-normal saja, Tapi entah kenapa Alya sebagai anak Indigo, dia tiba-tiba merasakan hawa yang tidak enak di Ballroom itu, Alya merasakan hawa negatif yang sangat kuat di tempat itu. Dia pun mulai merasakan tak nyaman. Dan di saat itu pula Ada Agnes dan Papinya yang sedang di tagih tumbal pesugihannya oleh Sosok gaib yang memberinya kekayaan selama ini.
Di ruang rahasia itu, Makhluk gaibnya terus menagih janji mereka yang akan memberinya tumbal untuknya dan anak buahnya yang lain.
"Grrrrr.... Agnes, Suwito. Mana tumbal itu, saya sudah kelaparan dan anak buah saya sudah kehausan darah manusia. Ayo cepat berikan tumbal itu!" Gertak si makhluk ghaib itu.
Agnes dan Suwito sang Papi, di buatnya gugup , badannya gemetar. keringat dingin bercucuran di pelipisnya.
"I..Iya Tu..Tuan saya akan memberikan tumbal itu, tumbal itu sudah ada di bawah tuan." Jawab Pak Suwito gemetar.
Seketika para mahluk Ghaib itu langsung pergi menuju Ballroom. Begitu juga Agnes dia di suruh sang Papi untuk mengecek keadaan Orang di Ballroom itu. Dan Agnes pun segera pergi mengecek keadaan di Ballroom.
Di saat itu juga Alya yang tengah merasakan hawa ghaib. tiba-tiba...
"Aaarrrgggghhh!"
Suara teriakan dari seseorang di sana, dan tak lama teriakan itu merambat ke mana-mana. Semua orang di sana berteriak kesakitan setelah memakan Coklat Valentine itu. Dan Seketika Ballroom itu menjadi gelap, Dan suasana menjadi gaduh karena teriakan orang-orang di sana.
Di saat yang bersamaan, Alya melihat ada banyak sekali Sosok Makhluk Ghaib di ruangan itu, yang sedang menghisap darah dan ada yang menghirup asap putih yang keluar dari mulut orang-orang itu, yang menurut perkiraan Alya itu nyawa mereka.
Rangga yang hanya manusia biasa, dia hanya melihat Orang-orang di sana mati mendadak dan ada banyak darah yang berceceran yang keluar dari mulut orang-orang itu. Intinya suasana di sana seketika menjadi mencekam. Rangga pun ketakutan dan panik.
"Sayang ada apa ini, kenapa semua orang di sini pada mati?" Tanya Rangga.
Tapi Alya di sana masih terdiam dan terus memperhatikan keadaan di sana. Sementara dari lantai Atas ada Agnes dan papinya yang terlihat senang dengan kejadian ini.
"Akhirnya Kita bisa memberi tumbal banyak pada makhluk itu Pi, dan sekarang kita bisa kaya lagi Pi." Ucap Agnes senang.
"Iya sayang, Kita akan tetap kaya asalkan mahluk itu kita kasih tumbal." Ujar Pak Suwito saat itu.
Agnes dan Papinya tertawa senang saat itu,
mereka tak peduli bagaimana nasib keluarga dari Orang-orang yang di tumbalkannya. yang terpenting mereka tetap bisa kaya. Di saat itu pula Alya memperhatikan Agnes dan Papinya yang berada di atas sana sedang tersenyum bahagia. Alya menyadarinya, Bahwa ini adalah penumbalan nyawa. Alya pun segera menarik Rangga untuk pergi dari sana, Karena dia tahu, Orang yang tersisa saat ini tinggallah dirinya dan Rangga.
Rangga yang masih terlihat ketakutan dan panik hanya menurut pada Alya saat itu. Karena dia tahu Alya anak indigo, dan pikirnya Alya menariknya pergi pasti ada sesuatu terjadi yang tak dapat di lihat olehnya.
"Sayang sebenarnya apa yang sedang terjadi? kenapa orang-orang di sana mendadak mati dan ada pertumpahan darah di ruangan itu?" Tanya Rangga pada Alya yang saat itu sedang bersembunyi.
"Ada pesugihan di tempat ini sayang, dan mereka semua adalah Tumbalnya." Jawab Ayu pelan.
"Apa!" Sahut Rangga kaget.
"Lalu apa yang harus kita lakukan Sayang?" Tanya Rangga lagi.
"Kita harus pergi dari tempat ini secepat mungkin, sebelum mahluk-makhluk yang ada di sini menyadari kehadiran kita." Jawab Alya terlihat serius.
Alya dan Rangga pun perlahan berjalan meninggalkan tempat persembunyiannya. Di saat itu pula, Sosok ghaib itu mulai bermunculan. Alya yang melihat semua itu terkejut, karena perwujudan dari Sosok itu sangat menyeramkan dan jumlah mereka sangat banyak. Saat itu juga Alya membaca Doa di atas telapak tangannya dan kemudian mengusapkannya di mata Rangga. Karena dia merasa akan kewalahan melawan makhluk itu jika hanya dirinya saja yang melihat mereka, makanya Alya membuka mata batin Rangga.
Deg..!!!
Rangga langsung terkejut saat dia membuka kembali matanya, Dia melihat ada banyak sosok yang mengerikan di sana, Rangga berkata pada Alya.
"Sayang apa mereka itu makhluk Astral?" Tanya Rangga yang masih terkejut.
"Iya sayang, aku sudah membuka mata batinmu. Sekarang kamu bantu aku melawan mereka iya, agar kita bisa keluar dari tempat ini." Tutur Alya saat itu.
"Iya sayang kita akan berjuang bersama, sekarang apa yang harus aku lakukan?" Tanya Rangga lagi.
"Kamu baca Do'a yang kamu bisa dan Aku akan melawan mereka. Karena hanya dengan Do'a yang bisa membantu." Ucap Alya.
Singkat cerita pertarungan Alya dengan makhluk gaib itu berlangsung sengit. Saat itu pula Alya dan Rangga di hadang oleh Pak Suwito dan Agnes, yang rupanya mereka menyaksikan pertarungan Sengit itu.
" Alya mau kemana kamu!" Panggil Agnes dari belakang.
Alya dan Rangga pun berbalik badan ke arah Agnes, dan di belakang Agnes sudah ada Pak Suwito yang bersiap menembak mereka untuk di jadikan Tumbal pesugihannya. Alya dan Rangga pun berlari dari sana, Kini mereka di kejar oleh Agnes, Pak Suwito dan Makhluk Ghaib yang menginginkan Nyawa Alya dan Rangga. Alya kewalahan menghadapi Para Makhluk Ghaib itu, dan Rangga masih melawan Agnes dan Pak Suwito. Hingga akhirnya mereka berdua sudah berada di titik darah penghabisannya, Alya dan Rangga pun bersama-sama melawan mereka. Rangga dan Alya berlari ke lantai paling atas Rumah itu dan Agnes mengejarnya. Rangga masih melawan Pak Suwito dia berusaha merebut senjata pelurunya. dan Tiba-tiba...
Duarrr ... !!!
Si pelatuk senjata itu tak sengaja tertekan dan menembak Agnes, Pak Suwito pun mencoba menembak Alya Namun Rangga mendorongnya hingga Jatuh ke bawah.
Hingga Akhirnya Agnes dan Pak Suwito mati dan menjadi Tumbal para makhluk Ghaib itu. Si Raja Makhluk Ghaib itu, menawarkan harta kekayaan pada Alya dan Rangga, Karena di anggap sudah memberikan Tumbal berharganya mereka, Namun di tolaknya oleh Alya dan Rangga. Kemudian para Makhluk Astral itu pun menghilang entah kemana. Alya dan Rangga pun pergi meninggalkan tempat itu dan Cerita pun selesai.