Tokoh utama pada cerita kali ini adalah Galih
Saat ini usia nya adalah 24 tahun , orang nya yang sangat biasa saja . Tidak tampan , tidak tinggi super cuek namun dia baik kok .
Galih sangat tertutup orang nya , dia biasa memendam apa pun yang dia rasa .
Di balik semua sifat yang dia miliki , sekarang Galih sedang patah hati
Satu tahun yang lalu , dia baru saja di putusin oleh pacar nya .
Wanita yang baru saja menghancurkan semua rencana nya bernama Nayla
Tempat terjadinya pemutusan yang lumayan bikin galih gagal jantung adalah di kamar galih
Saat itu galih yang sedang bermain game lalu tiba-tiba ada notifikasi WhatsApp dari Nayla .
Galih tak menghiraukan kan nya , dia terus fokus bermain game hingga selesai . Dan setelah itu dia langsung membuka sebuah pesan WhatsApp dari Nayla
Isi WhatsApp nya sangat sederhana "Seperti nya kita sampai sini aja deh"
Dengan polos Galih menjawab "Hah? Selesai gimana maksud nya?"
" Aku mau kita akhiri kisah cinta ini galih , aku udah mati rasa "
" Mati rasa gimana maksud kamu? " Tanya galih
" Dua Minggu lalu saat kita telponan dan saat itu juga aku udah merasa kita itu selesai , aku sudah tak cinta lagi sama kamu " Nayla menjelaskan semuanya dengan kata-kata yang sangat baku , seperti mengutip nya dari sebuah puisi karya penyair terkenal
" Oh,, ya sudah kalau itu mau kamu " dengan santai nya galih menjawab
Aneh nya jika patah hati biasa di gambar kan dengan rasa sakit , yang galih rasakan saat itu malah sebaliknya nya , Hampa
Tapi Lima jam setelah kejadian itu , badai memori tentang kenangan galih dengan Nayla mulai menyerang nya
Galih menangis dengan air mata yang sangat deras , Galih menghantamkan guling ke arah dinding berkali-kali
Galih benar-benar merasakan sakit hati yang begitu hebat
Mereka berdua telah menjalin hubungan 3 tahun lebih dan berpisah hanya perihal mati rasa?
Sulit di percaya , namun apa daya jika sudah tak ada lagi cinta , apa lagi yang ingin di perjuang kan?
Dua bulan setelah kejadian pahit itu Galih mencoba melanjutkan aktivitas seperti biasa
Galih mulai mencoba menerima kenyataan dengan memasukan barang pemberian Nayla kedalam kardus lalu memindahkan nya ke gudang yang ada di kosan itu
Satu hal yang membuat dia susah move on dari Nayla adalah saat melihat kembali gitar kesayangan nya
Minggu pertama ketika mereka masih pacaran Galih menyanyikan nya sebuah lagu dari payung teduh yang berjudul " Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan "
"Aku suka lagu ini . Pas aja gitu buat kamu"kata galih
"Lagunya enak , tapi yang nyanyi suara nya fals " jawab Nayla sambil tertawa
"Tapi ini bukan suara aku yang sebenarnya nay , ini adalah suara hati" Galih menjawab nya dengan sedikit tertawa
"ih apaan sih, Norak tau" ucap Nayla
Moment-moment kecil seperti itu yang membuat galih begitu sulit melupakan nya
Hingga di keesokan hari nya dia membawa gitar yang ada di kamar nya lalu memberikan gitar itu ke anak nya pak Maman ( ketua RT di daerah itu )
Berharap , dengan tiada nya gitar itu ingatan tentang Nayla pun ikut hilang " fikir galih saat itu "
*****
Tiga bulan sudah galih sendiri
Rasa bosan kini mulai menghampiri nya
Mau nongkrong tapi tak ada teman
Di kamar setiap hari membuat nya begitu sepi
Perasaan nya bimbang saat itu
Hingga ia menemukan solusi untuk menghilangkan rasa bosan itu dengan menonton band kesukaan nya yaitu Payung teduh
Galih mulai mencari tiket untuk pergi menonton acara itu
Saat Nayla pergi , galih sudah tak punya siapa-siapa lagi
Dia tak punya teman dekat karena Galih adalah orang yang begitu tertutup terhadap orang asing
Di tempat kerja nya pun dia hanya sekedar say HI ! terhadap rekan kerja yang lain nya
Wajar saja jika Nayla pergi , Galih hanya bersama sepi
Sabtu malam setelah pulang kerja , galih langsung mandi dan siap-siap untuk pergi ke acara itu
Tak butuh lama untuk sampai ke tempat itu , galih pun sampai disana dan langsung duduk menunggu acara nya dimulai
Opening payung teduh saat itu dimulai dengan lagu " akad " , dia masih biasa-biasa saja dan bernyanyi pelan mengikuti irama musik
Hingga ketika payung teduh membawakan lagu
" untuk perempuan yang sedang dalam pelukan "
Galih tak bisa berkata apa-apa lagi , dia menundukan kepala nya dan air mata nya mulai mengalir
Galih mulai kembali terbayang akan sosok Nayla
Dimana lagu itu adalah lagu favorit mereka berdua
Galih menangis hingga seseorang menepuk nya dari arah belakang
Saat galih menengok nya , dia begitu kaget karena orang yang menepuk pundak nya adalah Nayla
" Kamu kenapa? Kok mata nya merah sih? " Tanya Nayla saat itu
" Gapapa kok , mata ku cuma terkena debu " jawab galih sambil mengusap air mata nya
" Kamu ngikutin aku kesini ya? " Tanya Nayla
" Engga kok , aku gak ngikutin siapa-siapa . Aku hanya ingin menonton saja " galih tetap menjawab pertanyaan dari Nayla
" Kamu kesini sama siapa? " Tanya Nayla
" Aku kesini sendirian , kamu? " Galih bertanya balik
"Aku sama teman aku lih " jawab Nayla sambil menunjukan teman cowok nya itu
" Nay sini ikutin aku , aku mau ngomong sebentar deh " galih menggandeng tangan nya dan mengajak Nayla pergi ke ujung tempat itu
" Kamu ninggalin aku karena ada cowok itu?" Tanya galih
" Engga kok , tenang saja aku ga sejahat yang kamu kira lih . Dia teman kantor ku yang baru , karena dia karyawan baru aku mengajaknya pergi kesini biar dia tahu daerah sini juga " Nayla berusaha menjelaskan tebakan galih yang salah itu
" Lalu kenapa kamu ninggalin aku nay? Apa ada yang salah dari aku? " Tanya galih
" Aku kan udah jelasin semua lih , apa semua nya kurang jelas? " Jawab Nayla
" Masa iya cuma karena mati rasa nay kamu tega ninggalin aku? Aku tiap hari ada loh buat kamu , aku yang mengantarkan mu pergi ke kantor walau ga setiap hari . Aku yang rela tidur pagi untuk nemenin kamu yang lagi susah tidur . Aku yang selalu menemani kemana pun kamu pergi . Itu aku nay , aku itu bukan yang lain nya " galih merasa lebih lega ketika menjelaskan apa yang belum sempat ia sampaikan kepada Nayla
" Loh ga bisa gitu dong lih . Aku juga ada kok ketika kamu merasa sepi , aku rela pergi tengah malam dari rumah hanya karena ingin menengok mu yang lagi sakit . Aku juga selalu ada kapan pun saat kamu butuh teman curhat . Soal cinta gausah itungan deh lih , kita sudah mencoba untuk menjadi yang terbaik tapi kalau cinta nya sudah mati , apa lagi yang mau kita pertahanin? " Nayla menghela nafas setelah menjawab pertanyaan dari Galih
" Kamu itu cowok baik lih, aku yakin kamu bisa mendapatkan cewek yang lebih baik dari aku . Maafin aku kalau udah buat kamu kecewa lih , ini bukan tentang setia atau tidak , tapi ini tentang keadaan . Aku harap kamu bisa menerima nya " ucap Nayla sambil bergegas pergi meninggalkan galih sendirian
Galih tak bisa apa-apa ketika Nayla menjelaskan semua nya lalu pergi meninggalkan nya sendiri
Dia hanya berdiri dengan kepala yang tertunduk lalu memutuskan untuk pulang walau acara nya belum selesai
Tiga Minggu setelah kejadian itu , Galih mendapatkan tawaran untuk pindah kantor cabang ke luar kota
Karena Gaji nya yang lebih besar , galih langsung menerima tawaran itu dari manager nya
galih pun tiba di Surabaya , tempat dimana galih bekerja
Minggu pertama yang nyaman untuk nya , karena selain mendapatkan fasilitas yang lebih lengkap
Di sana rekan kerja nya pun lebih asik
Di sana galih menjadi pribadi yang lebih terbuka
Galih berubah menjadi pribadi yang aktif hingga rekan kerja nya pun senang akan kehadiran nya
Di sana dia mulai memulai semua nya dari awal
Dia mulai rajin menyimpan uang gaji nya untuk kebutuhan nya di masa depan , mulai memikirkan untuk membeli rumah dan tinggal di sana hingga tua nanti
Tak sedikit wanita yang mencoba mendekati nya , namun Galih menolak mereka dengan halus
Karena dia trauma akan kejadian masa lalu nya itu
Galih mati rasa