Hari valentine adalah hari kasih sayang dan banyak dari kaum muda mudi yang punya pasangan yang merayakannya.
Tapi bukan itu poinnya, karna keluargaku juga merayakan hari valentine namun dengan cara yang lumayan unik, yaitu berkumpul keluarga.
Tak ada yang aneh bukan, jika pada hari valentine keluarga ku memiliki kebiasaan seperti itu, bisa dibilang ini adalah tradisi yang sudah dilakukan dari masa ke masa. Anehnya tak ada anggota keluarga yang menentang kebiasaan yang dilakukan setiap tahun ini, padahal setiap tahun kami memiliki anggota keluarga baru.
Untuk lokasi berkumpulnya sendiri adalah di rumah nenek kakek buyut ku generasi ke 3 atau bisa disebut nenek moyang juga, dan saat ini nenek kakek buyut ku adalah generasi ke 5 yang usianya hampir satu abad. Rumah ini sudah berdiri sejak beratus tahun yang lalu dan setiap 25 tahun sekali mengalami perbaikan, dan rumah ini yang biasa kami sebut rumah utama.
Kegiatan ini pernah diketahui oleh masyarakat umum dan sayangnya tidak pernah diperkarakan, karna keluargaku selalu bisa membuat mereka bungkam.
Beberapa hari lagi adalah hari Valentine jadi menurut tradisi keluarga besar ku mereka sudah berkumpul sejak H-7 acara. Keluargaku menetap diberbagai tempat dibelahan bumi lain juga banyak dan anehnya mereka semua tetap akan berkumpul H-7 acara, walaupun harus menghabiskan uang dan mengorbankan waktu. Tapi aku yang baru berusia 20 tahun ini mulai merasa risih dengan acara ini dan terkadang, bukan terkadang tapi selalu merasa merinding jika masuk ke rumah utama. Dan juga karna harus menginap disana, itu membuat sensasi ketakutan sendiri untuk aku yang biasanya tidur dirumah sendiri.
Terlebih lagi saudari kembarku memiliki kebiasaan yang sama karna menganggap hal ini legal walaupun ia tahu persis bahwa hal ini ilegal dalam hukum negara kami.
Memang tak ada yang salah dengan berkumpul keluarga di hari Valentine, tapi dikarenakan ini berarti hari kasih sayang maka, entah mendapatkan inspirasi dan inisiatif dari mana yang berkumpul adalah keluarga besar disini bukan hanya yang bernyawa tapi juga yang sudah tidak bernyawa.
Jadi dirumah utama ini ada satu ruang bawah tanah yang sangat luas dengan ukuran seperti lantai satu rumah ini namun Tampa ada sekat ruang apapun jadi lebih mirip hall dan sengaja diatur sedemikian rupa agar tetap memiliki suhu 5°-10° C. Dan berisi anggota keluarga kami yang kami SAYANGI yang sudah tidak bernyawa, jadi mereka diawetkan.
Jadi bagi anggota keluarga kami yang meninggal dunia dan masuk kami atau ada dari salah satu anggota keluarga kami yang menyayangi nya maka akan diawetkan dan diletakkan di ruang bawah tanah rumah utama. Lalu bagi yang sudah tidak di sayangi akan di kremasi dan abunya di buang ke laut atau disimpan di ruang bawah tanah ini.
Dan pada hari valentine akan dikeluarkan dan diperlakukan seperti manusia pada umumnya, di ajak berkumpul dan mengobrol setelah di gantikan pakaiannya dan di dudukkan di tempat kami berkumpul.
...
Dan hari ini adalah hari Valentine, sejak seminggu yang lalu aku sudah menginap di rumah utama dan pagi tadi ruang keluarga sudah dipenuhi bau disinfektan untuk para anggota keluarga kami yang tak lain sudah tidak bernyawa.
Kami akan berkumpul di ruang keluarga yang memang sangat luas dan nyaman. Bau disinfektan akan menghilang dalam 2 jam, dan selama itu kami akan sarapan dan bersih-bersih terlebih dahulu sebelum berkumpul.
"Rayna.... coba sapa paman Sam kamu dulu sana..." mama memintaku menyapa pamanku yang sedang duduk memandang lurus kedepan, sosoknya sudah meninggal sejak aku berusia 8 tahun dan aku harus menyapanya. Sebenarnya bukan hanya dia saja tapi ada banyak yang harus aku sapa. Dan mereka itu mayat yang diawetkan 😕.
"Hai paman apa kabar...." Aku mencoba bersikap sealami mungkin, karna jika tidak
"Kevin... kamu gak boleh dong begitu, kasian kak Seto nya..." itu suara pamanku yang menegur anaknya karna enggan menyapa kakak sepupuku yang sudah meninggal setahun yang lalu.
Ya jika tidak bersikap alami kami akan mendapat teguran.
Masalahnya adalah saudari kembar ku, ia memiliki wajah yang sangat cantik tapi, siapa yang menyadari bahwa ia memiliki jiwa psikopat. Jika ia memiliki kekasih dan dia dibuat sakit hati, sedangkan ia masih menyayangi nya maka ia akan mendatanginya saat sendiri dan membunuhnya Tampa melukai nya.
Dan orang tuaku bersikap acuh walaupun tahu bahwa anaknya punya sifat psikopat.
"Reyna, Keyna mana?" bibiku bertanya karna belum bertemu saudari ku
"Di kamarnya Tan... dia lagi Vidio call sama pacarnya, nanti dia nyusul katanya"
"Ooo... iya"
Acara tersebut terus berlanjut sampai sore, untuk orang-orang terkasih yang sudah tiada, biasanya akan di ajak bicara oleh anggota keluarga yang masih menyayanginya. Di ajak bermain, berteka-teki, diskusi, atau sekedar curhat.
...
Tentang saudari ku, para mantannya yang ia bunuh akan ia awetkan dan ditaruh di kulkas bawah tanah rumahku. Jika kalian tau kulkas pabrik, maka keluargaku punya satu dirumah. Keyna akan meletakkan mereka disana, dan jika ia bosan atau sudah tidak ia sayang, maka akan ia mutilasi dan tubuhnya ia beri makan peliharaannya yaitu seekor cheetah.
Aku pernah menolak mengikuti acara ini, dan alhasil semua fasilitas milikku di disita selama hampir satu tahun.
Jadi sampai saat ini aku masih mengikuti tradisi ini, entah sampai kapan. Tapi tekad ku akan berhenti mengikuti nya saat aku sudah berkeluarga nanti.
Nikmati saja prosesnya, yang terpenting aku tidak mengawetkan para mantanku atau hewan peliharaan ku, walaupun jika ada yang membullyku akan berakhir dirumah sakit 😉.
.
.
.
.
.
The End