"Hmpphh...Tolong aku."Teriak seseorang yang berada di tengah hutan , dalam ke adaan tangan yang terikat dengan pohon.
"Jangan berteriak , atau kau..."Kata pria yang muncul dari belakang badan Wanita itu.
Wanita yang terikat itu , menggaguk dan mengiyakan perkataan pria itu.
"Kenapa kau menculik ku...!!!!"Kata Wanita itu setelah ia terdiam beberapa menit.
"Karna kau sangat manis dan sangat cantik..."Kata Pria itu sambil memegang wajah Wanita itu.
Bugh*Suara tendangan yang tepat mengenai perut pria itu.
"Aghhrrr..."Teriak pria Itu sambil memegang perutnya.
Wanita itu terus menggesek tali yang mengikat tangan nya itu.
"Ayo lah cepat..."Kata wanita itu sambil menoleh kebelakang.
Tuss*Akhirnya tali itu terputus.
Wanita itu terus melangkah dan berlari.
"Akan ku kejar..."Kata Pria yang ada dibelakang badan nya.
"Hossh...Hossh.."Dengus nafas Wanita itu.
"Hahaha , ingat kau adalah punya ku , atau kau akan kubunuh sampai kau menjadi mahkota ku."Teriak pria itu dengan nada yang tersengal-sengal.
Wanita itu terus mengacuhkan kata-kata pria itu.
Gbrukk * Wanita itu terjatuh dan menggores kakinya sendiri.
"Ah... Ayolah..."Kata Wanita itu sambil memegang kakinya yang terdapat luka yang tembus dan hampir menusuk tulang nya.
"Cih...Ternyata kau disini..."Kata Pria itu sambil melihat ke bawah.
Pria itu akhirnya sampai di hadapan wanita itu.
"Jessi , kau akan menjadi mahkota sekaligus makanan ku."Kata Pria itu yang menyebutkan nama Jessi.
Wanita itu mengarahkan pandangannya ke atas dan mendapati pria yang membawa sebuah kapak.
"Kau adalah Orang yang paling kejam yang pernah ku temui Daniel."Kata Wanita itu yang bernama Jessi.
"Tidak usah banyak bicara."Kata Pria itu yang bernama Daniel sambil melayangkan kapaknya ke arah Jessi.
Crtt...Crtt..*
kepala Jessi terpenggal dan darah yang keluar dari kepala Jessi.
"Haahaa...Aku akan mencari wanita seperti kau , Jessi."Kata Daniel sambil tersenyum ke arah mayat Jessi.
Hari malam yang begitu tenang di tengah hutan , yang tiba-tiba di guyur oleh hujan.
Byurrr....*
"Akhirnya aku bisa menikmati makanan dari Jessi ."Kata Daniel sambil menarik tubuh Jessi yang sudah tidak bernyawa itu.
Ke esokan paginya , disisi lain.
"Selamat pagi dunia."Kata seorang wanita yang tengah membuka jendela.
"Huffhhh...Udara ini sangat segar , dan hari ini adalah hari Valentine."Kata Wanita itu sambil berjalan ke arah cermin.
"Apakah aku harus menelpon pacar ku , dan meminta coklat padanya , Ha-ha-ha aku sungguh kikuk."Kata Wanita itu sambil memegang gagang pintu lemari.
"Mungkin ini cocok untuk hari valentine."Kata wanita itu sambil memegang baju.
"Aku harus siap untuk hari ini."Kata wanita itu sambil berjalan ke arah kamar mandi.
"Yasudah , aku harus menyiapkan segalanya agar semua perfect."Kata Wanita itu sambil menutup pintu kamar mandi.
Wanita itu mengguyur seluruh tubuhnya.
Tidak begitu lama , akhirnya wanita itu sudah selasai mandi.
Wanita itu melangkah dan akhirnya sampai di Ujung kasur , dan duduk disana sambil memakai baju yang ia pilih tadi.
"Sangat cocok , untuk baju casual ini."Kata wanita itu sambil menatap cermin yang ada di hadapannya itu.
Wanita itu berjalan ke arah meja yang tepat berada di samping kasur nya , dan meraih ponselnya.
Duttt...Dutt...,Mohon maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.*Kata operator seluler.
"Kemana dia pergi ?"Tanya Wanita itu sambil mengembalikan ponsel nya ke meja.
Tidak begitu lama , Ponsel nya bergetar.
"Iya Hallo ."Kata Wanita itu dengan nada yang sedikit senang.
"Hai ,sayang ku . Aku sudah ada didepan rumah mu."Kata seseorang yang ada di telpon itu.
"Hah...Jake kau bercanda " Kata Wanita itu sambil berjalan ke arah pintu.
"Tidak , cobalah kau buka pintu untuk ku , Vina."Kata Seseorang yang dipanggil wanita itu yang bernama Jake.
"Tunggu."Kata Wanita itu yang bernama Vina.
Cklek*Suara pintu terbuka.
Alangkah terkejutnya Vina saat kedatangan Jake , yang membawakan sebuah Buket coklat dan boneka berbentuk beruang yang berwarna merah muda.
"Hi , sayang..."Kata Vina dengan anutusias nya , dan memeluk tubuh Jake.
"Ini untuk mu.."Kata Jake sambil menyerahkan Boneka dan Coklat nya secara bersamaan.
"Makasih , sayang..."Kata Vina sambil menatap wajah Jake.
"Maaf , aku harus buru-buru pulang kerumah , nanti aku akan datang kembali ke sini saat malam Nanti."Kata Jake sambil membalikkan badannya dan berlari.
"Makasih sayang,Atas hadiah nya."Kata Vina sambil melambaikan tangannya ke arah Jake yang berlari
Vina pun langsung masuk kedalam dan menutup pintu nya.
"Haha, Aku tidak sabar untuk malam ini."Kata Vina yang duduk di sofa.
Matahari sudah mulai tinggi.
"Huh..Sangat Sepi hari valentine kali ini."Kata Vina sambil berjalan ke arah kolam renangnya.
"Mungkin aku akan sedikit berhibur."Kata Vina sambil melepaskan handuk yang melilit tubuhnya.
Byurrr *
Vina sedang berenang itu , dikejutkan dengan seseorang yang muncul tiba-tiba di belakang rumah nya.
"Kau siapa..."Kata Vina yang melihat seorang pria yang mencoba masuk kedalam rumahnya.
"Aku Jake sayang..."Kata Pria itu yang melepaskan topengnya.
"kau bukan jake..."Kata Vina sambil mencoba keluar dari kolam renangnya.
"Aku memang bukan Jake , tapi aku adalah Daniel."Kata Seseorang pria yang sudah berada di depan Kolam renang itu.
"Kau adalah pembunuh..."Kata Vina sambil melangkah pelan dan berlari keluar.
"Hahahah..Ya itu sayang , Hari valentine akan menjadi menyeramkan."Kata Daniel yang berjalan mengiringi langkah Vina.
"Kau manusia bo**h"kata Vina sambil memalingkan wajahnya.
"Kau bilang apa , Bisa-bisa kapak ku ini akan memenggal kepala mu."Kata Daniel sambil berlari lebih cepat.
Vina yang terus berlari dan sampailah ia di depan pintu masuk.
"Hahaha..."Tawa Daniel yang berada di dapur.
"Jake...Tolong aku..."Kata Vina sambil mencoba memutar mutar Kunci Pintu depan.
"Kau sudah terjebak , sayang."Kata Daniel sambil berjalan ke arah Vina yang terperanjat di depan pintu.
"Jake....."Teriak Vina Sambil melihat wajah Daniel.
"Aku disini..."Kata Daniel sambil tersenyum simpul.
"Kau bukan Jake ..."Kata Vina dengan nada Membentak.
"Aku Daniel ,yang mengaku menjadi Jake."Kata Daniel sambil menarik tangan Vina.
"Hah...Jake , Aku sungguh mengenali wajah Jake."Kata Vina sambil menampar wajah Daniel.
"Hahaha... Tampar saja aku."Kata Daniel sambil memegang tangan Vina.
Sebuah Bulir air yang bening , menetes pelan dari pelupuk Vina.
"Jangan menangis sayang...Atau akan ku bunuh..."Kata Daniel sambil mencekik leher Vina.
"Kccc..kkkcc..Ah...Jangan Bunuh aku Jake , aku...Tidak ....Salah apa...Apa..."Kata Vina tersendat-Sendat.
"Hah...Kau tidak ingin dibunuh...Mana bisa , Kau harus dibunuh...Saat ini juga dan detik ini juga.."Kata Daniel yang mengaku sebagai Jake.
"Jangan...."Kata Vina sambil memegang tangan Daniel yang mencengkram lehernya itu.
Sebuah tebasan kapak yang diluncurkan oleh Daniel itu pun tepat mengenai sasaran.
"Hahahah...Jangan lupa Tubuh mu selalu menjadi milikku."Kata Daniel sambil mencincang tubuh Vina.
"Sungguh , hari valentine yang tidak menyenangkan."Kata Daniel sambil menarik tubuh Vina ke dalam sebuah kantong plastik.
•*¨*•.¸¸☆*・゚Tamat •*¨*•.¸¸☆*・゚