Rumah kost yg kecil dengan lampu yg berwarna kuning emas menyinari ruangan Amalia dia anak pelajar yg baru saja mulai berkuliah di ibu kota dan itu karna beasiswa yg diberikan.
"Ahh..iya ibu..aku sudah ada di dalam kamarku...!!"ucapnya sembari merapikan buku dan menjepit handphone di pundak dan telinga.
"Iya,nanti aku akan membeli kebutuhan makanan di supermarket sekitar sini!"ucap Amalia melirik ke pintu ada seseorang yg membuka pintunya.
"Aku tutup ya Bu.. ada yg datang!"ucap Amalia menutup telpon dan membuka pintu namun nihil tdk ada orang.
"Mungkin angin!"gumam Amalia menaikkan bahunya yg mengartikan dia tdk peduli.
Amalia mengunci kamarnya dan bergegas pergi menuruni anak tangga.
"Mau kemana nona? ini sudah malam!"ucap pak satpam berdiri di samping tangga dengan wajah datar tanpa ekspresi.
"Aku perlu membeli kebutuhan,aku harus ke super market!"ucap Amalia melanjuti turun tangganya.
Pak satpam mengerutkan keningnya "Hati hatilah malam ini malam Jumat Kliwon!"ucap pak satpam yg terlihat waspada.
"Ahhh iya pak..santai saja..saya sudah belajar bela diri,apa bapak ada titipan?saya kan membelikannya!"ucap Amalia di ambang gerbang.
"Ahh tdk hati hati ya non!"ucap pak satpam sembari menutup gerbang.
Amalia gadis desa namun tdk percaya dunia lain walau dia suka membaca novel horor namun dia sungguh tidak percaya hal itu.
"Nona.. ada belanjaan lagi?"tanya sang kasir
"Tdk,hanya itu!"Ucap Amalia memberi barangnya.
"Totalnya 350 ribu!"ucap sang kasir setelah mencek barang barangnya.
"Tunggu dimana dompetku? apa mungkin aku lupa membawanya?"batin Amalia meraba setiap kantong yg dia punya.
"Ini uangnya" ucap laki laki yg berparas tampan dan seksi dengan pakaian kemeja putih yg dia kenakan.
"Ini nona belanjanya!"Ucap kasir memberi kantong belanjanya.
Amalia yg tdk enak hati menunggu di samping pintu supermarket.
"Tunggu!"ucap Amalia saat melihat pria itu berjalan mendahului nya.
Amalia yg kalah cepat akhirnya meraih tangan pria itu.
"Terimakasih telah membayar belanjaan ku!"Ucap Amalia menatap pria itu dengan seksama.
"Ohh tdk masalah" ucap pria itu memperlihatkan senyumnya dan menghilangkan wajah dinginnya.
"Aku akan mengembalikan uangmu..kau tinggal dimana?aku akan antar besok!"Ucap Amalia meyakinkan pria itu.
"Gedung Masien !"jawabnya.
"Gedung Masien?aku juga dari sana?apa kita bisa pulang bersama?aku akan mengembalikan uangmu langsung!"Ucap Amalia mengayunkan tangan pria itu berharap dia dijinkan.
Pria itu melepas genggamannya "Ayo!"ucapnya jalan mendahului.
"Aku anggota baru disana,apa kita bisa berteman?ahh seperti nya kau tdk tertarik!"Ucap Amalia mengayunkan belanjaannya sembari menghilangkan bosan.
"Ohh kenalin..aku Amalia!"ucap Amalia menjulurkan tangannya.
"Jeon!"Ucapnya pria itu mencampahkan jabatan tangan Amalia.
"Jeon?kau blasteran?"tanya Amalia berhenti didepan Jeon.
"Tidak..namaku memang jeon memang kenapa?"tanyanya balik.
"Ahh tidak.. apa kau tau tadi pak satpam bilang waspada jika hari Jumat Kliwon..ucapannya.. seperti akan ada yg menangkapku!"ucap Amalia berjalan didepan Jeon seperti anak kecil.
"Bahaya untuk seorang gadis seperti mu!"jawab jeon menyeringai dibelakangnya.
"Aku sudah belajar bela diri.. hantu?aku tdk takut hantu!"jawab Amalia tanpa melihat ke arah Jeon.
Menelusuri jalan dengan gerimisnya hujan dan obrolan dingin dari jeon tak terasa jika mereka sudah sampai didepan gerbang.
Pak satpam tampak tdk bisa berkata kata melihat jeon tersenyum sinis kepada dirinya.
Mulutnya seperti dilem dengan lem kuat.
"Pak..saya membelikan bapak minuman dingin dan juga roti tawar..saya ijin masuk dulu semangat kerja pak!"Ucap Amalia dengan girang masuk kedalam gedung yg sederhana namun cukup untuk dirinya.
"Jeon.. kau mau masuk?"tanya Amalia di ambang pintu.
Tanpa menjawab jeon masuk dan melihat berantakan.
"Aroma yg enak..apa yg kau bawa?"tanya jeon mencium aroma wangi khas.
"Aku tdk membawa apa apa !"jawab Amalia
Jeon mencari aroma itu ke dapur dia tersenyum senang melihat bunga kantil yg dia taruh didekat sebuah boneka.
"Itu hanya bunga.. novel yg aku baca katanya bunga kantil bisa mengundang hantu!"Ucap Amalia sedikit berbisik.
"Dimana kau menemukan boneka itu?"tanya jeon sangat antusias.
"Pak satpam yg memberikannya padaku!"Ucap Amalia sedikit bernada tinggi.
"Ini uangmu !"ucap Amalia menarik tangan jeon dan memberi uang.
"Aku menyukaimu!"ucap jeon tiba tiba.
"Apa?kau jangan bercanda seperti ini!"ucap Amalia memukul pundak jeon.
Jeon bersikap manis tiba tiba wajahnya terlihat senyuman setelah melihat boneka itu.
Di hari sudah larut malam
Jeon tiba tiba ada di samping Amalia menatapnya dengan sadis.
"Kau harus membantuku!"ucapnya.
Amalia membuka matanya dan mengusap telinganya.
"Lia..temukan jasadku Lia..!"bisik jeon tidur disamping Amalia.
"Lia.. bantu aku Lia..!"Ucap Jeon berusaha menyentuh tubuh Amalia namun nihil dia tdk bisa menyentuhnya sama sekali.
"Berikan aku waktu aku ingin bisa dilihat orang..!"Ucap jeon bersandar didinding.
Jeon ialah pria yg ramah dan baik dengan para tetangganya.
Dia dicintai satu gedung karna setiap dia berbuat membuat orang orang kagum atas dirinya.
Namun berubah ketika ibu kost menyuruh pak satpam sebuah tugas.
2 tahun yang lalu.
"Pak..ada apa?"tanya jeon membuka pintu.
Namun tiba tiba pak satpam masuk dan juga ibu kost dengan jas plastik dan juga pisau ditangannya.
"Kenapa kalian membawa pisau kemari?"Tanya jeon mundur dan terpojok ditempat tidurnya.
"Pergi dari sini!!!"ucap jeon menggerutu ke dinding.
"Akhhhhhh...!"Pekik jeon saat pisau itu dengan mudah menusuknya.
"Akhhh!"pekiknya lagi saat ibu kost menusuk nya lagi.
"Akhhhh!"Pekiknya lagi darah muncrat ke dinding putih tempat tidurnya.
Cekkk"
Jeon melotot mulutnya mengalirkan darah saat pisau itu menancab itu dadanya.
Dan dia tewas tanpa menutup matanya dengan kejinya ternyata ibu kost maupun pak satpam telah menguburnya tdk layak di sekitar kost itu.
Namun kini jeon ialah hanya arwah yg berubah wujud seperti manusia dan itu pun dapat dilihat beberapa orang.
Dan ya.. uang yg dia gunakan untuk membayar itu ialah daun kering yg dia dapatkan disekitar tempat kuburannya.
"Pak!"panggil jeon ke gerbang.
"iya apa?"kaget pak satpam saat melihat wujud asli jeon yg tadinya bersih tiba tiba hancur berantakan.
"Pergi kau.. !!"bentak pak satpam.
"ahh kenapa?di sini tempat ku!"jawab jeon.
"Apa yg kau inginkan?kenapa kau datang kemari?"Ucap pak satpam ketakutan dibuatnya.
Bagiamana tdk takut melihat mulut mengalirkan darah disetiap ucapannya.
Dan juga kemeja putih yg berlumur darah dan tanah tangan yg pucat serta juga bibir pucat.
Jeon menghilang dan mengunjungi satu orang lagi dia tdk menampakkan dirinya.
"Sedang apa Bu?"tanya jeon duduk di mejanya.
"Aku sedang buat novel horor jangan menggangguku!"Ucap ibu Rayi (ibu kost)
"Apa ibu mau ide dariku?"ucap jeon.
"katakan!"ucap ibu Rayi sibuk mengetik.
"Seorang pria entah tdk tau apa salahnya tiba tiba dibunuh satpam dan ibu kostnya,saat malam harinya pria itu mencari ibu kostnya dan berbicara memberikan ide untuk novelnya!"Ucap jeon.
Ibu Rayi menghentikan tangannya dan melihat ke belakang,tampak sepi dan juga gelap.
"Mencari saya?"tanya jeon.
"Aku didepan mu bu..!"ucap jeon bangun dari duduknya.
Ibu Rayi seketika bangun dan mundur "Pergi kau jeon!!"bentaknya.
"Masih ingat aku ya?"ucap jeon seketika menghilang berada entah dimana.
Sungguh dia tdk terlihat lagi dimana dia?
Ibu Rayi POV.
Ide yg diberikan itu tdk bagus aku tdk suka
"Prang
Ohh kenapa kemampuannya menjadi jadi?
Ahhh kenapa tv bisa menyala?aku tdk menyentuh sama sekali.
"Tunjukkan makamku buuuu"Suara bisikan
Diam kau jeon..jangan menganggu ku
Author POV
Pagi matahari naik jeon menjadi manusia yg bisa di liat Amalia.
"Cihh kau datang lagi?"tanya Amalia keluar dari kamarnya.
"Ini kamarku!"Ucap jeon dengan sifat dinginnya.
"Apa?kamarmu?"Tanya Amalia.
Jeon tersenyum sinis "Kau akan tau rasanya!"Ucap jeon.
"Matamu hatimu masih tertutup..kau tdk akan tau apa apa!"batin jeon naik ke teras.
"Haaaaaaaa!"teriak Amalia.
"kenapa bunga itu hilang?apa aku berhasil mengundang hantu?mana mungkin?"ucapnya Amalia mulai khawatir.
"Tdk mungkin,tdk mungkin!"ucapnya meyakinkan dirinya.
Dia ingat semalam jika dirinya mendengar ada yg minta tolong lewat bisikan.
"Apa mungkin itu hantunya?"pikirnya melihat boneka beruang panda jika dilihat seksama itu sangat menyeramkan.
Jeon ada dibelakangnya namun dengan mudah Amalia lewati.
Jeon menunduk melihat boneka panda itu,dan ya.. boneka panda itu miliknya,boneka itu selalu jadi temannya jika dia kesepian.
Dan sekarang boneka maupun dirinya tdk lagi kesepian karna jeon tinggal didalam boneka.
"Jeon kau disini?"ucap Amalia kembali lagi kedapur.
"Ahh iya,apa kau tdk sarapan jadi aku pikir akan membuatkan sarapan!"Ucap jeon menaruh boneka itu lagi.
"Kau tau pemilik boneka ini?"tanya Amalia.
"Aku pemiliknya,kau ambil saja!"Ucap jeon mengambil sayuran
Cress"
Jeon malah memotong tangannya sendiri namun itu tdk masalah lukanya tidak terasa olehnya.
"jeon apa yg kau lakukan?"ucap Amalia melihat darah keluar menetes.
Sedangkan jeon ekspresi nya biasa saja.
"Ayo aku obati!"ucap Amalia menarik tangan jeon dan menyuruhnya duduk diruang tamu.
Amalia memperban luka itu namun tiba tiba darah yg semulanya warna merah menjadi hitam di perban warna putih.
"Tubuhku sangat sakit apa kau bisa mengobatinya?"tanya jeon menatap datar Amalia yg masih sibuk memperban jarinya.
"Apa yg sakit? katakan!"Ucap Amalia.
Secara tiba tiba Amalia melihat wajah dan tubuh jeon yg hancur dan bersimbah darah.
"kenapa ?"tanya jeon
Amalia menggeleng kepalanya "aku pasti berhalusinasi,tidak tdk papa!"
"Kau mau menemaniku?"tanya jeon mendekat ke Amalia.
"Menemani apa?"tanya Amalia.
"Aku tau aku baru 2 hari kenal denganmu.. namun aku ingin bersamamu.. "Ucap jeon memperlihatkan senyuman menyedihkan.
"Apa mksdmu menjadi kekasih?"tanya Amalia memastikan.
"Aku rasa aku harus menjadi kekasihnya untuk meminta bantuan darinya!'batin jeon.
"Ya.. walau aku tdk seromantis orang orang pikirkan..!"ucap jeon.
"Apa bisa kau berikan waktu untukku?aku perlu pikirkan hal ini!"Ucap Amalia merasa canggung.
Tiba tiba jeon mendekat dan mengecup pipinya
"Aku yakin kau akan mau!"ucap jeon tersenyum manis yg mampu membuat Amalia terlena dengan senyuman yg tdk pernah dia liat 2 hari bersamanya.
"Aku akan buat makanan !"Ucap Amalia bangun dan bergegas ke dapur.
Jeon hanya tersenyum dan melepas perban yg baru di lilitkan kejarinya kini lukanya hilang dan tak berbekas.
"Besok bulan purnama.. aku tdk bisa terlihat olehnya!"Batin jeon.
Jeon menghampiri pak satpam dan kini wujudnya seperti manusia seutuhnya namun agak pucat.
"ohh aku bisa berubah jadi manusia?yg benar saja!"gumam jeon melihat dirinya menyentuh tanah seutuhnya.
"apa ini sudah hampir 3 tahun aku dibunuh?"pikir jeon.
Jeon senang akhirnya setiap orang bisa melihatnya dengan wujud manusia.
Jeon melambaikan tangan saat pak satpam masuk ke posnya.
"Pagi!"sapanya.
"ke-ke-ke-kenapa kau ada disini !!"ucap pak satpam ketakutan.
blagg"suara pintu kebanting.
Jeon tersenyum manis dengan perbuatannya yg mampu membuat orang ketakutan.
"Sssstttt jangan berisik!"bisik jeon.
"Aku hanya bertanya padamu, tanggal berapa kau membunuhku saat itu?aku lupa !"ucap jeon duduk santai di kursi pak satpam Samon.
"Ta-ta-tanggal 14 February 2018..!"jawab pak satpam berusaha membuka knop pintu namun nihil.
"Sudah berapa tahun?"tanya jeon lagi dengan santai.
"Besok 3 tahun !"Ucapnya berusaha mendobrak pintu.
Dengan keberanian pak satpam mengambil gunting dan menusuk jeon ke arah perut.
"akhhh! ahh"pekik jeon.
Pak satpam tersenyum dan dibalas senyum lagi oleh jeon.
"Aku sudah mati bagaimana kau akan membunuh orang mati"ucap jeon menarik gunting itu dan membuang nya.
Jeon membuka pintunya dan berjalan ke dalam gedung layaknya seorang manusia.
"ahh tdk enak jadi manusia lagi!"gumam jeon mengubah wujudnya kembali seperti arwah.
"Ahh kan besok hari valentine.. kenapa kamu bawa coklat dan bunga sekarang?"ucap seorang wanita yg dijumpai pacarnya.
"Aku tdk sabar memberimu jadi aku berikan hari ini,besok kita akan jalan jalan!"Ucap cowoknya.
Jeon melihat dirinya yg tubuhnya hancur dan bersimbah darah.
"Bagiamana jika Amalia melihat wujud ku? apa dia akan meninggalkan aku?"pikirnya.
"Kapan kau akan kembali ke duniamu?"ucap seseorang kakek tua dari belakang.
"kau bisa melihatku?"tanya jeon.
"Aku bisa melihatmu,setiap hari aku melihatmu keluar masuk ke kamar 202!"jawabnya.
"Dia sudah menjadi kekasihku! dia akan menemaniku!"ucap jeon mendekat melesat ke kakek tua itu.
Kakek tua itu melihat wujud asli jeon yg tubuhnya hancur dan darah penuh ditubuhnya.
"Bukankah itu kamarmu juga?"tanya kakek tua itu.
"Apa kau lupa denganku?aku laki laki yg memberimu selimut 3 tahun yg lalu saat kau pindah kemari!"ucap kakek tua itu.
"Ahh iya,aku ingat itu apa kau tdk takut dengan wujudku ini?"tanya jeon.
"Aku sudah terbiasa melihat arwah seperti dirimu,masuklah ke kamarku aku ingin mengobrol denganmu!"ucap kakek tua itu.
Dikamarnya.
"Apa tubuhmu sakit?"tanya kakek.
"Sangat sakit!"ucap jeon
"Kau tau dimana kau dikubur?"
"Aku tdk tau pasti walau aku tau tdk lama setelah itu akan lupa dimana aku di kubur!"Jawab jeon meraba tubuhnya.
"Hiks..hihihihihi.. tubuhku sangat sakit...!"lirih jeon meraba tubuhnya.
Kakek itu hanya terdiam
"Kau jadi gentayangan karna ingin dikubur dengan layak?"tanya kakek itu.
"Iya,aku ingin mendapat penghormatan untuk mayatku!"Jawabnya
"Apa kau membawa coklat?"tanya jeon berubah menjadi manusia lagi.
Kakek itu bangun dan mengambil di lemari pendingin.
"Untuk kekasihmu?"tanyanya.
"Iya!"jawab jeon.
"Berapa lama kau akan bertahan dengan wujudku yg sempurna?"tanya kakek.
"Aku tdk tau,yg pasti tdk sampai 2 jam lamanya! aku jarang menjadi manusia.. itu lebih menyakitkan!"Ucap jeon bangun dan keluar dari kamar itu.
"Kau darimana saja?"tanya Amalia membuat nasi goreng didapur.
"Bagaimana?apa kau mengambil keputusan?"tanya jeon memeluk Amalia dari belakang.
"Tanganmu dingin jeon!"ucap Amalia.
Jeon melepas pelukannya "Maaf aku mengganggumu!"
"Aku hanya memberimu ini!"ucap jeon menaruh sebatang coklat di samping Amalia.
"Untuk apa?"tanya Amalia yg jadi malu.
"Valentine!"Jawab jeon.
"Kau sungguh mencintaiku?"tanya Amalia.
Jeon membeku maksud darinya ingin menjadi kekasih hanyalah kedok supaya Amalia mau membantunya menjadi jasadnya.
"Ya.. aku mencintaimu!"Ucap jeon menatap mata Amalia dengan lekat dan tanpa kedip.
Amalia menatapnya dan kalah kedip dengan jeon.
"Aku setuju!"ucap Amalia memeluk jeon.
Jeon tersenyum senang mendengarnya
"Kau mau berbuat sesuatu untuk kekasihmu ini?"tanya jeon melepas pelukannya.
"Apa?jangan lupa kita belum satu jam pacaran!"ucap Amalia.
"Ya sudah, jalankan saja dulu!"Ucap jeon pergi ke arah ruang tamu.
"ehhh !"ucap Amalia menahan tangan jeon.
"Apa kau inginkan?aku akan usahakan memenuhinya!"Ucap Amalia dengan sedikit canggung.
"Kau makanlah dulu aku akan katakan nanti!"ucap jeon.
"kau? kau memang tdk romantis!"Ucap Amalia.
Jeon hanya tersenyum dan menggeleng
Amalia menghampiri jeon dan menariknya ke meja makan.
"Kau juga harus mencicipi rasa masakan ku!"Perintah Amalia.
"Makanan manusia?"batin jeon.
"Lama aku tdk pernah memakannya!"gumam jeon.
Jeon tangannya kaku untuk mengambil alat makan itu.
"Bagaimana caranya?"tanya jeon.
"Cara apa?"tanya Amalia menuangkan air minum.
"Memakannya!"jawab jeon
Amalia menatapnya bingung dan duduk disamping jeon.
"Kau sangat manja,hey.. belum juga 1 jam menjadi kekasihmu!"ucap Amalia menyendok makanan.
"Buka mulutmu!"Ucap Amalia.
Jeon membukanya dan mengunyah makanannya
"Bagaimana?"tanya Amalia.
"Hmmm enak!"jawab nya walau tdk sesuai seleranya yg sekarang.
"Kau memang tdk ada niatan untuk memujiku?"tanya Amalia.
"Sudah.. aku tdk suka makanan mu!"jawab jeon bangun dan memuntahkannya.
Dunianya memang berbeda tentu kesukaannya berbeda.
"Maafkan aku.. apa rasanya tdk enak?"tanya Amalia.
Jeon duduk tersenyum "seleraku tdk sama denganmu!"
"Lalu apa seleramu?"tanya Amalia
"Ahh tdk bagus jika kau mendengarnya,ohh ya kamu anak kuliahan? besok kau harus masuk kuliahkan?"tanya jeon mengalihkan pembicaraan.
Hari sudah malam dan waktu Amalia belajar jeon mengawasi dari jauh dengan wujud hantu.
"Ahh tubuhku makin sakit dengan wujud manusia,jadi hantu saja sakit.. ahh!"keluh jeon.
kamar ibu Rayi
Tiba tiba lampu berkedip berkali kali membuat ibu Rayi terbangun dan waspada.
Deblag"suara pintu kebanting.
Laptop yg tertutup tiba tiba jatuh ke lantai
"plakk"
"Astaga..!"kaget Rayi mengambil laptopnya.
Tiba tiba tangannya dihentikan oleh seseorang dari belakang.
"Arrggg.. ta-ta-tangan..!"ucap ibu Rayi gemeteran.
"Aaaaaaaaaaaa!!!!!"teriak ibu Rayi melihat pria bersimbah darah dengan mata melotot.
Jeon menyeringai melihat ketakutannya
"Akuiiiii perbuatanmuuuuu!!"ucap jeon mencekik lehernya dan mengangkat nya.
"Akuiiiii...!!"teriak jeon yg hanya mampu didengar ibu Rayi.
Ceklek"suara pintu terbuka
"ibu.. ibu.. kau dimana Buu..!"panggil pak satpam mencari diruang tamu.
"To-to-tolongggghh!"ucap ibu Rayi yg kini kakinya tdk menyentuh tanah.
Dubrak"suara pintu di dobrak.
"Hahahahaha...haaaaaa....hahahah!"tawa jeon melihat pak satpam datang.
"Kau mendengar teriakannya?"tanya jeon yg makin mencekik ibu Rayi.
"Batin yg sama... tetangganya saja tdk mendengar dan kau mendengar?hahahahaha!!!"
"Jika aku mati di tangan kalian.. kalian juga harus ikut denganku!!!"teriak jeon membanting tubuh ibu Rayi ke tembok.
tangan panjang jeon mencari pak satpam dan mencekiknya.
"Aku janji.. aku bersumpah.. kalian akan mati di tanganku...!!!!!!!"teriak jeon dengan amarah serta darah yg terus keluar dari mulutnya.
"Kalian akan mati karna diriku..!!"ucap amarah jeon melepas pak satpam dan menghilang.
Jeon duduk mengayunkan kakinya di teras ditepian
Jeon POV
Aku tdk tau bagaimana rasanya namun yg pasti aku ingin menemui adikku yg sekarang telah di taruh di panti asuhan.
Mereka tdk tau jika diriku sudah mati dibunuh rasanya sakit sekali..
3 tahun aku mencari penghuni yg mau menempati kamarku akhirnya aku menemukan nya.
Amalia.. dia yg akan mencari tau tentang diriku dan mencari jasadku.
Aku harap dia menjadi betah jika tau aku yg menjadi kekasihnya tinggal didekatnya.
Aku rasa dia tdk akan mau meninggalkan tempat ini jika tau aku masih disini,didekatnya.
Aku ingin ke duniaku yg sebenarnya menemui ayah dan ibuku.
Adikku.. aku harap dia menemukan keluarga baru yg lebih baik dari diriku.
Author POV
Jeon dia ditinggal kedua orang tuanya saat adiknya baru berusia 10 bulan.
Nama adiknya Ghania yg artinya indah dan cantik.
Ghania hidup dengan jeon berdua selama 1 tahun dan jeon bekerja sebagai novelis dengan genre romantis dan fantasi serta horor.
Dia menghasilkan uang dari novel novelnya yg sudah dirilis.
namun Tuhan berkata lain dia di takdirkan mati di usia seumur jagung.
Dan sadisnya adik perempuannya yg masih balita 3 tahun lalu melihat dirinya mati bersimbah darah dikamarnya.
Seorang anak kecil yg sudah menginjak 1,5 tahun saat itu melihat kakaknya di tusuk berkali kali ditubuhnya hingga sang kakak tdk bangun lagi.
Kini hanya sebuah harapan yang bisa jeon harapkan yaitu Amalia.
Tidak terasa matahari sudah menampakkan sinar suryanya yg hangat.
Jeon berdiri dan kembali ke kamar Amalia menjadi sosok yg bisa dilihat olehnya.
Dari celah pintu tampak Amalia mengusap sebuah tembok.
"Merah apa ini?apa mungkin minuman penghuni sebelumnya?"Gumamnya.
Tiba tiba warna merah itu menjadi nyata dan menetes ke bawah.
"Aaaaa apa ini?"kaget Amalia menjauh.
Jeon mencampahkan apa yg baru saja dia liat
"Darah?apa itu darah?"pikir Amalia mendekat dan mengusap dengan sebuah sapu tangan rajutannya.
"Uhuk..uhuk..ahhh amis sekali..ini darah!"ucap Amalia menaruh sapu tangan itu karna dia merasa mual.
Jeon yg mendengar seolah mengulang waktu saat dia di Cabik pisau.
"uhuk...uhuk..hoekk..!"Amalia sepertinya muntah mencium baunya.
jeon menghampiri dan menekan tekuknya "kamu tdk enak badan?"
Amalia menggeleng
"Apa aku perlu membawa mu ke rumah sakit?ayo ke rumah sakit!"ucap jeon yg terdengar halus.
"Tidak,tdk perlu aku hanya mual dengan aroma amis darah!"Ucap Amalia mengkumur mulutnya.
"Kau terluka?"tanya jeon seolah olah tdk tau apa apa.
"Tdk,kamarku tiba tiba ada darah!"
"Maafkan aku... !"gumam jeon bergegas pergi.
"Maaf?untuk hal apa!"tanya Amalia namun tdk ada jawaban dari jeon.
7 Hari sudah berlalu
Jeon malah terlena dengan kekasihnya itu Amalia yg mengurusnya mengajaknya berkencan dan bersenang senang yg dimana jeon belum pernah merasakan hal itu untuk dia rasakan selama dia hidup.
Rasa takut mencintai manusia beda dunia dengannya,namun juga tdk sanggup untuk meninggalkannya.
"Aku tau aku tdk seharusnya berbuat hal ini.. namun aku percaya padanya untuk membantu ku untuk mencari jasad tubuhku,aku rasa tubuhku belum hancur aku melihat jika pak satpam dan ibu Rayi mengubur ku di tanah yg sulit untuk menyerap air tubuhku di bungkus menggunakan plastik"
"Lia.. apa kau bisa mengajakmu ke panti asuhan dekat sini?"tanya Jeon.
"Aku.. aku.. ada kelas di kampus hari ini.. maaf banget.. nanti sore mau?aku free nanti sore!"ucap Amalia.
"Yasudah tdk masalah nanti sore kamu akan capek aku akan kesana sendiri.. belajar lah yg rajin!"ucap jeon membelai rambut pacarnya.
Tak butuh waktu lama jeon sudah ada dalam hitungan menit dia ada di ruangan anak anak balita.
Jeon mencari Ghania
Seorang balita perempuan menatapnya padahal dia menggunakan wujud hantunya.
"Ghania.. kamu lihat apa nak?"tanya seorang perawat.
jeon berpindah tetap dia tatap dengan tatapan tajam.
"apa dia Ghania?dia bisa melihatku?tdk mungkin!"ucap jeon berpindah lagi dan tetap ditatap olehnya.
Jeon jongkok dan meregangkan tangannya benar saja Ghania bangun dan menghampirinya.
"Ghania!"panggil jeon.
Anak perempuan itu tersenyum kearah jeon,jeon memeluknya walau pelukan itu tdk terasa oleh Ghania.
"Main!"ucap Ghania memegang tangan jeon.
"Ghania sayang.. kamu bicara dengan siapa?"tanya perawat itu.
"Kakak jeon!"jawabnya.
jeon sungguh senang akhirnya dia bisa di panggil kakak oleh adiknya.
"kakak jeon? mana mungkin kakak jeon disini?dia sedang di luar negeri!"ucap perawat itu.
"Tdk, kakak jeon disini!"ucap Ghania.
Perawat itu menimang Ghania dan mengajaknya kembali ke kelas bermain.
Jeon mengikutinya,jeon terhenti ketika perawat itu mengusap tekuk lehernya.
Sungguh jeon kali ini membuat Ghania seperti anak yg mempunyai Indra keenam.
Dia bermain dengan nya berlari yg orang liat ialah Ghania bermain sendiri nyatanya ada seorang pria yg dia ajak tertawa.
Perawat itu ke ruangan pemilik panti
"Ibuk.. saya menemukan kejanggalan pada Ghania !"ucapnya.
"Kenapa?dia sakit?"Tanyanya.
"Ghania seperti berbicara dan mengobrol sendiri apa mungkin dia berbicara pada orang yg tak terlihat?"tanya perawat itu,karna pertama kali melihat Ghania bertingkah seperti itu.
Sang pemilik panti menghampiri Ghania dan menatapnya.
"Siapa yg kamu ajak bicara sayang?"tanyanya.
"Kakakku..hiks..hiks..hiks..!"tangis Ghania secara tiba tiba.
Pemilik panti menimangnya "kenapa menangis? siapa namanya?"
"Kakak jeon.. dia terluka Bu.. obati dia..!"ucap Ghania.
Jeon yg mendengar berdiri melihat adiknya yg menangis namun tdk bisa dia gendong.
Jeon melihat tubuhnya yg memang menakutkan untuk seorang anak kecil.
"Maafkan aku Ghania!"ucap jeon mengusap rambutnya.
Ghania tersenyum mendengar ucapan jeon dan merentangkan tangannya minta di gendong.
Jeon hanya tersenyum dan menggeleng "aku tdk bisa!"
"Buu.. kakak terluka!"ucap Ghania.
Pemilik panti menjauhkan Ghania dari sana jeon mengerti hal itu,itu untuk kebaikan Ghania.
Jeon menghampiri nya lagi keruangan pemilik panti itu.
Tiba tiba kertas menulis dengan darah dengan kalimat" BERIKAN AKU WAKTU SEBENTAR!"
"Siapa kau?"tanya pemilik panti memeluk Ghania.
"JEON AKU KAKAK GHANIA!"
"Bagaimana bisa aku percaya? kakaknya sedang di luar negeri!!"ucap pemilik panti ketakutan.
"AKU MEMANG KAKAKNYA AKU SUDAH MATI!"
"Aku tdk percaya denganmu setan!!"tegas pemilik panti.
"Ibu.. kakak terluka Bu ...!"ucap Ghania sambil menangis.
"DIA LEBIH TAU KAKAKNYA SIAPA!!!"
"Apa itu kakakmu Ghania?"tanya pemilik panti
Ghania mengangguk
"Kau melihat kakakmu disakiti waktu itu?kenapa dia berdarah?"tanya pemilik panti.
""DIA MELIHATKU DIBUNUH!"
"Ya.. kau diamlah.. aku takut denganmu..!!"ucap pemilik panti melihat kertas terus tumpang tindih.
"Kakakku.. ada pisau cukk 5 x !"ucap Ghania secara yg dia liat.
"BANTU DIA MELUPAKAN HAL ITU!"
"Bagaimana dia bisa lupa sedangkan kau masih di dunia ini!"ucap pengurus panti memeluk Ghania.
"BERIKAN AKU WAKTU MELIHAT GHANIA!"
"Tdk,aku tdk ijinkan kau hanya arwah aku tdk bisa memberi Ghania padamu lagi!"ucapnya.
"BANTU AKU!!!"
"bagaimana cara nya?"tanya sang pemilik panti asuhan bersedia membantu.
"TEMUI KEKASIHKU! DIA MANUSIA KOST MILIK IBU RAYI KAMAR 202!"
"Ya aku akan menemui nya!"
"KAU AKAN MELIHAT WAJAH KU!"
"Kak..!"teriak Ghania melihat jeon akan pergi.
"Sudah,sudah!!"ucap pemilik panti.
"Hiks..hiks..!!"tangis Ghania.
Jeon mendekat dan memeluk mereka bersamaan
"ahh.. kau memeluknya?"tanya pemilik panti.
"Aku mohon.. lepaskan..!!"mintanya.
Dikampus Amalia.
"Apa kau ingin melihat pacarku?"tanya Amalia pada sahabat barunya itu.
"Apa dia tampan?"tanya Mutia merapat ke Amalia.
"Ya.. di mataku dia orangnya baik dan sesuai ekspektasi!"ucap Amalia mencari foto di albumnya.
Saat dia membuka sebuah foto yg ada sosok jeon dengan senyuman manisnya saat berwujud manusia.
"ini!"ucap Amalia.
"mana?"tanya Mutia.
"Ini.. pria berbaju putih !!"ucap Amalia.
"Lia.. hanya ada fotomu Lia..!!"ucap Mutia yg tdk melihat seorang laki laki di foto itu.
"Ahh kau sedang sakit mata? dia jeon Tia!!"ucap Amalia meyakinkan Mutia.
Mutia mengambil handphone dan menarik tangan Amalia.
"Mbak.. apa anda melihat seorang pria disampingnya?"tanya Mutia kepada seorang wanita yg lewat.
"Pria? ini selfie sendiri!"jawabnya.
Amalia mengambil handphone lagi dan pergi kembali ke rumah nya.
"Jeon.. jeon..!"panggil Amalia membuka kamarnya kosong tdk ada jeon.
Jeon ada dikamar Amalia dengan wujud tak kasat mata.
"ya apa Lia?"tanya jeon keluar dari kamar Amalia.
"Jeon? kenapa kau keluar dari kamar ku?tadi kau tdk ada disana!"ucap Amalia melihat dari ujung kaki sampai ujung kepalanya.
Amalia memeluk jeon dan menangis
"Hiks..hiks.. hihihihiiiiii.. "
"kenapa?ada apa kenapa tiba tiba kau pulang?"tanya jeon mengajak Amalia duduk di dalam kamarnya.
"Temanku tdk bisa melihat fotomu... mereka menganggap kekasih ku adalah arwah!! hiks..hiks.. aku tdk suka hal itu... !!"ucap Amalia.
Jeon memeluknya dengan erat "kau pulang hanya karna hal itu?"
"Iya,aku tdk suka mendengar ucapannya !"Ucap Amalia.
Jeon memeluknya dan mengusap punggungnya "jangan pikirkan hal itu.. mereka hanya bercanda denganmu..!"ucap jeon menenangkannya.
Jeon membaringkan Amalia yg tertidur dipelukan karna lelah menangis.
Jeon kembali ke wujud aslinya yg menjadi arwah
"Mereka menganggap kekasihku adalah arwah... mereka menganggap kekasihku arwah.. aku tdk suka itu"
Ucapan itu berputar terus di otaknya
jeon mencari albumnya dengan foto dirinya yg sudah terkelupas menaruhnya didalam perut boneka panda.
Album itu berbentuk kecil seperti buku diary yg isinya ada beberapa foto baru yg kemarin dia cetak.
Fotonya dia cetak sendiri walau wajahnya tdk terlihat nyata namun itu cukup menjadi sebuah kenangan.
Wajahnya terlihat seperti sebuah sketsa berwarna hitam putih sedangkan wajah Amalia berwarna cerah.
Lia melihat jeon yg duduk di teras dengan berselimut hitam.
"Jeon.. kamu tdk dingin berdiam diri disini?"tanyanya
"Itu berbahaya jika kamu duduk ditepian begitu!"
"Aku tdk takut apa apa!"jawabnya tanpa melihat ke arah Amalia.
Amalia juga memberanikan dirinya duduk di samping jeon.
"Apa kamu selalu berdiam diri disini?kenapa tdk menulis novelmu saja?"Tanyanya.
"Ya.. aku sungguh kedinginan,itu sebabnya aku membawa kain hitam ini kemari!"jawab jeon.
"Kain setipis ini membuatmu hangat?aku rasa tidak!"Jawab Amalia tertawa.
"Lia,aku ingin mengatakan sesuatu!"
"Apa? katakan saja kekasih mu ini akan mendengarkan!"Ucap Amalia mengayunkan kakinya.
"Jika aku bukan seperti ekspetasimu apa kau akan membenciku? aku sangat sangat tdk pantas untukmu!"Ucap jeon menunduk melihat keatas langit.
"Kenapa tdk pantas? kita lawan dengan tentang ketidak pantasan yg kamu maksud!"jawab Amalia dengan bijak.
"Namun kali ini laki laki yg menjadi kekasihmu ini sungguh tdk pantas dan tdk mungkin bersatu dengan dirimu!"
"Apa kamu tdk mau berjuang untukku sekarang?apa kamu sudah tdk mencintaiku lagi?"tanya Amalia menggenang air matanya.
"Aku tdk bisa berjuang untuk mengajakmu ke duniaku!"
"apa yg kamu katakan? jangan berkata begitu kamu akan kemana?ini duniamu.. duniamu denganku!"Ucap Amalia Memegang tangan jeon.
"Aku tdk berwujud seperti dirimu !"Ucap jeon
"Apa mksdmu?"Tanya Amalia.
"Aku hanyalah arwah yg ingin mencari jasadnya!"Ucap jeon tanpa rasa bersalah.
Amalia menggeleng dan berdiri "kamu kira candaan itu lucu?"ucap amarah Amalia.
Jeon berdiri melepas selimutnya dengan mata telanjang Amalia melihat jeon yg bersimbah darah serta darah yg keluar dari dada dan perutnya serta cabikan berkali kali.
"Bantu aku menemukan jasadku!"Ucap jeon tangannya terlihat tetesan darah.
"Jangan mendekat.. kau bukan jeon..!!"ucap Amalia ketakutan.
"Aaaaaaaaaa"teriak Amalia terbangun dari mimpinya.
Jeon duduk dikursi tempatnya belajar dengan wujud tak kasat mata hanya menatap Amalia yg berkeringat dingin memimpikan dirinya.
Lampu berkedip berkali kali membuat Amalia ketakutan.
Jeon hanya berdiam diri dia tdk bisa berbuat apa apa energi yg di keluarkan bentrok dengan energi disekitarnya.
"Jeon.. kamu dimana?"tangis ketahuan Amalia.
"Aku disini!"ucap jeon walau tdk didengar Amalia.
"Aku takut Jeon..!!"ucapnya lagi.
"Aku lebih takut jika kamu tau semuanya!"
"Jeon.. aku harap kamu memang manusia jeon.. hatiku malah mempercayai temanku.. dari pada dirimu!.. jeon.. kau dimana?hiks..hiks..hihihi..!"Tangis Amalia ketakutan.
Jeon bangun dan keluar menembus pintu malah kembali membuka pintu dengan wujud manusia.
"kenapa Lia? kamu takut sendirian?"tanyanya memeluknya.
Amalia memeluk jeon dengan wajah ketakutan "Aku takut jeon.. !"
Jeon menepuk bantal menyuruhnya tidur kembali
"Kamu mimpi buruk? "Tanya jeon.
"Iya,aku mimpi buruk tentangmu..!"ucapnya menggenggam tangan Jeon.
"Apa yg kamu mimpikan?"tanya jeon mengelus rambut Amalia.
"Dirimu arwah yg meminta bantuan mencari jasadnya!"jawab Amalia.
"Jika itu benar aku?"tanya jeon tidur disebelah Amalia menatap bola matanya.
"Aku.. aku.. aku akan membantunya!"ucap Amalia tdk yakin juga.
Jeon tersenyum senang mendengarnya
Pagi matahari menyinari jendela kamar Amalia.
Tangannya mencari seseorang disampingnya
"Jeon.. sudah hilang?kemana dia?"gumamnya.
Amalia bangun dan keluar dia melihat jeon duduk memejamkan matanya di sofa ruang tamu.
Tok..tok..tok
Amalia bergegas membuka pintu
"Anda mencari siapa?"tanya Amalia.
"Saya disuruh datang oleh Tuan Jeon!"Ucap ibu Sagun (pemilik panti asuhan)
"jeon?"tanya Amalia yg ragu.
"Iya, saya disuruh datang kemari untuk membantunya juga!"Ucap ibu Sagun.
Ibu Sagun di persilahkan untuk masuk ke kosannya.
"Jeon..!"panggil Amalia.
"Jangan memanggil nya..nanti juga dia datang sendiri!"ucap ibu Sagun.
"Pacar saya bukan hantu yg akan datang sendiri!"Ucap Amalia.
Namun tiba tiba jeon datang dari luar ibu Sagun seperti syok melihat jeon yg bersimbah darah ditubuhnya.
"Jeon?"ucap Amalia.
Jeon menjulurkan tangan berdarah ke arah ibu Sagun.
"Lia.. apa kau tdk akan menyajikan minuman untuk ibu ini? dia lelah naik ke lantai ini!"Ucap jeon.
Amalia yg terlihat syok karna jeon datang dari luar.
Amalia segera kedapur membuat minuman.
"Jabat tangan ku!"ucap Jeon.
Dengan tangan gemeteran ini Sagun menjabat tangan jeon.
"Tutup matamu!"
Ibu Sagun mengikutinya
"Buka!"Perintah jeon.
Ibu Sagun melihat rupa jeon yg bersih dan rapi namun tangan nya rasanya sungguh dingin.
"Ini minumannya!"Ucap Amalia datang.
"Aku bisa mengubah pandanganmu itu tentang penampilanku!"gumam jeon.
****************
"Tiap malam aku di cari jeon.. aku tdk bisa terus seperti ini!"Ucap ibu Rayi meminum obat penenang.
"Ibu.. buka pintunya Bu..!!!"ucap laki laki menggedor pintu ibu Rayi.
"Masuk saja!!"ucapnya.
"Bu.. saya sungguh takut Bu.. saya akan mengakui perbuatan saya ke polisi Bu... !"ucap pak satpam.
"Kau jangan macam macam!! jika kau ketangkap aku juga akan tertangkap!!"Ucap ibu Rayi.
"Tapi bu.. kemarin malam jeon sudah bisa memegang sebilah pisau ke ruangan saya Bu..saya sungguh takut Bu..!!"Ucap pak satpam seperti orang Ling Lung.
"Tutup mulutmu jika dia belum berbuat apa apa jangan kau membuka mulut!"ucap ibu Rayi.
"Ibu kost ini dan pak satpam yg kau temui tadi yg membunuhku!"Ucap Jeon diteras.
"Ba-ba-bagaimana aku percaya padamu?kau hanya arwah penasaran yg ingin penghormatan untuk jasadmu!"Ucap ibu Sagun Sangat menjaga jarak.
"Jika kau menemukan jasadku... ada sidik jarinya saat mereka memindahkan diriku ke dalam plastik!"Jawab jeon.
"Plastik? ja-ja-jasadmu akan utuh jika begitu!"Ucap ibu Sagun.
"Aku rasa iya! aku tdk bisa meminta bantuan pada siapa siapa lagi selain kalian berdua!"Ucap Jeon.
"Kenapa harus kami?"
"Amalia ialah penyewa kamar yg di pakai untuk membunuhku, sedangkan kau mengurus Ghania yg memang sedarah denganku.. kau harusnya mau membantuku karna aku liat kau begitu menyayangi adikku seperti anakmu sendiri,apa yg tdk dilakukan oleh seorang ibu jika melihat anaknya takut dan khawatir? aku memberimu ijin jika kau mau mengadopsi adikku!"Ucap jeon duduk ditangga.
"Namun,kau harus menyayanginya layaknya seorang anak yg kau lahirkan dari rahimmu!"
"Yaa aku akan melakukan hal yg kau katakan!"jawab ibu Sagun yg memang sudah tdk mungkin di karuniai seorang keturunan.
"Apa yg harus aku lakukan sekarang?"Tanya ibi Sagun yg makin bersemangat.
"Buat ibu kost dan pak satpam mengatakan dimana jasadku di kubur!"
Ibu Sagun tanpa pikir panjang dia mempunyai cara yg mungkin berhasil.
"Kau harus berekspresi lebih seram dalam menakuti seseorang! aku akan melakukan sesuatu malam ini !"ucap Sagun mencari Amalia ke kamarnya.
"Lia,apa kamu membantu ibu?"tanya ibu Sagun.
"Kita akan bersenang senang seperti yg ada di novel horor!"
Malam harinya
Pak satpam duduk melamun di sofa
Tok.. tok.. tok..
Pak satpam itu melihat ke arah ibu Rayi
"Bukalah!"perintah nya
Ibu Rayi membuka dan ada sebuah paket misterius didepan pintu.
"Paket!"ucap ibu Rayi membawa paket itu masuk.
Ibu Rayi membuka paketnya dan terlihat sebuah peti.
"Ahh.. !"kaget ibu Rayi menjauh tangannya saat dirinya saat darah turun dari plafon rumah.
"Aaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!"teriak mereka melihat kain putih bernoda darah tergantung di plafon.
Peti itu tiba tiba terbuka ada 2 bilah pisau yg berdarah yg sama digunakan mereka berdua 3 tahun yg lalu.
"Jeon.. jeon.. aku mohon padamu jeon.. a-a-aku akan menyerahkan diriku jeon.. !"ucap pak satpam menutup matanya.
"Kalian akan mati karnaku!!!"ucap jeon berdiri diantara mereka berdua dengan lampu berkedip berkali kali.
"Kalian harus tau rasa sakitnyaaaaaa!!!"teriak jeon penuh amarah.
"Jeon.. aku mengakui jika aku membunuhmu.. aku mohon jangan sakiti aku jeon!!!"ucap ibu Rayi tdk berani membuka matanya.
"Katakan.... dimana kau mengubur jasadku!!!!"teriak jeon mencekik dua manusia itu secara bersamaan.
"Katakan dengan jujur br*ngsek!!!!"
"Akhhh .. diiii belakang gedung disamping sumur kering!!!!!"ucap Pak satpam.
Jeon melirik ke ibu Rayi dan ibu Rayi mengangguk membenarkan.
Secara tiba tiba polisi datang dan menangkap pak satpam maupun ibu Rayi.
**************
"pak kami menemukan jasadnya!"ucap petugas evakuasi.
Amalia yg tdk tau apa apa hanya menggeleng kasihan.
"Bu.. kenapa menangis?"tanya Amalia.
Ibu Sagun menggeleng
"Pak.. seperti nya plastik yg digunakan mengandung formalin jasadnya masih utuh!"
"Jangan lakukan otopsi apa pun biarkan tubuhnya utuh seperti itu!'ucap ibu Sagun tdk menyangka hal itu.
"Jeon.. kau dari mana saja? kau tau ada pembunuhan 3 tahun yg lalu!"ucap Amalia memeluk tangan jeon.
"Kau lihatlah rupanya!"Minta Jeon
"Aku tdk mau!"ucapnya mempererat pelukannya.
"Itu aku Lia!"Jawab Jeon.
Amalia menatap jeon yg tersenyum bahagia sebahagia bahagianya.
Petugas membuka kantong plastik itu dan terlihat wajah jeon yg putih pucat.
"Aaaaaaa...!"Triak Amalia jongkok menangis histeris tdk menyangka.
"Jeonnnnnn!!"teriaknya ingin menghampiri namun dihentikan karna jasad akan terkontaminasi dengan bakteri.
"Jeonnnnn haaaaaaa jeonnnnn hakkk hakkk hiks.. hiks.. hihihihiiiiii "tangis histeris Amalia sungguh tdk percaya.
Kantor polisi
"Apa alasan mu membunuh novelis Jeon?"
"Karna aku iri dengannya dia juga novelis sepertiku dia menumpang tindih novel rilisan ku dengan rilisannya,karyanya sangat besar orang orang mau membatalkan janji denganku hanya untuk dirinya aku tdk suka hal itu membuatku ingin membunuhnya!"Jelas ibu Rayi.
"Kau?"tanyanya ke pak satpam.
"Aku.. aku dibayar oleh ibu Rayi untuk membunuhnya!"
DI TEMPAT PENGHORMATAN
Wajah jeon masih bersih dengan polesan make up untuk terakhir kalinya.
Tangan yg pucat wajah pucat,bibir pucat matanya membiru.
"Jeonnnnn.. hiks..hiks.. hihihihiiiiii kamu membuatku jatuh cinta denganmu.. dan sekarang kamu meninggalkan ku... hiks..hiks... hihihihiiiiii hakkk hakk..haaaaa!"histeris Amalia.
"Lia!"ucap ibu Sagun memberi bunga aster dan sebuah mawar putih.
Amalia tdk kuasa mengambil bunga dan menaruhnya.
"Lia lakukanlah bagaimana perasaan jeon jika kamu kekasihnya tdk mau mengikhlaskan nya!"Ucap ibu Sagun mengusap punggungnya.
Malam berikutnya
Jeon belum pergi jika belum memenuhi sumpahnya
"Aku datang!"bisiknya menemui ibu Rayi di tahanan membawa pisau.
"Cekkkk"
"Akhhhhhh!"pekiknya
"Kau harus ikut denganku!"bisik jeon detik detik hembusan nafasnya.
Jeon pergi setelah dengan mudahnya membunuh ibu Rayi secara gaib.
Jeon menghampiri pak satpam "Aku datang memenuhi panggilan sumpah!"
Jeon merasuki tubuh pak satpam dan membawanya keteras.
"Sekarang terjun ke bawah disana ada ranjang yg nyaman dan empuk!"bisik jeon.
Dengan hembusan angin pak satpam membuang tubuhnya.
Jeon tersenyum senang setelah nyawa dibayar nyawa.
Jeon ke kosan Amalia membawa boneka panda yg dia punya.
"Lia!"panggil jeon dengan wujud yg terlihat seperti manusia utuh.
"Jeonnnnn!"ucap Amalia memeluk namun tdk bisa dia sentuh sama sekali.
"Jeonnnn.. !!"lirih Amalia berusaha menyentuh jeon.
"Jadilah gadis yg baik,maaf jika aku tdk memperlihatkan wujudku apa kau menyesal menjadi kekasihku? kata temanmu benar,aku hanya arwah!"Ucap Jeon.
"Aku tdk menyesal.. kamu memasuki dan memenuhi hatiku untuk pertama kalinya!! aku ingin ikut denganmu!!!"ucap Amalia menatap jeon sambil menangis.
"Duniaku sangat menakutkan,apa kamu melupakan ibumu?ayahmu? jangan tinggalkan mereka!"ucap jeon mengusap rambutnya.
"Aku punya ini untukmu!"Ucap jeon mengambil boneka panda dan memainkan nya seperti anak kecil.
Membuat Amalia tersenyum melihat tingkah jeon yg kekanak Kanakan.
"Waktuku akan habis Buu kemarilah!"Ucap jeon.
Jeon mengusap matanya "kau tdk akan melihat hal hal gaib lagi!"
"Sekarang dimana pun kau berada jeon aku minta kau pergilah dengan tenang,aku akan menjaga adikmu sebagai anakku!"ucap ibu Sagun.
"Kau tau modus ku?"tanya jeon ke Amalia yg masih bisa melihat nya.
"Kau harus berhenti melihat hal gaib ! namun sebelum itu !"Jeon mendekat ke wajah Amalia.
Amalia tersenyum
Cup" sebuah kecupan dari hantu.
Amalia tersenyum namun menangis
Jeon mengecupnya dengan sedikit lumatan manis untuk perpisahan.
"Kamu jalani hidupmu selayaknya manusia, berpacaran menikah dan hidup bahagia jangan pikirkan aku lagi ingat saja kenangan yg ada duniaku akan nyaman setelah ini !"Ucap Jeon.
Amalia mengangguk menatap jeon dengan seksama.
"kenapa."tanya Jeon.
"Aku ingin membuat kenangan dengan wajahmu dan juga hatimu!"Jawab Amalia menangis.
"Kau mau melihat wujud ku yg rusak?"Tanya jeon
namun Amalia malah mengangguk,jeon tdk percaya atas keputusan yg diambil Amalia.
"Yakin?"
"iya!"
Jeon merubah wujudnya tepat didepan mata Amalia.
Penampilan dengan bersimbah darah Amalia hanya tersenyum dan mengecupnya sekilas tanpa ada rasa takut.
"Aku masih mencintaimu dengan wujud apa pun!"
"Temani aku tidur malam ini hanya hari ini.. aku mohon!"Minta Amalia memelas sambil menangis.
Jeon memenuhi keinginannya
Pagi matahari bersinar dengan kicauan burung di jendela Amalia.
Tiba tiba dia menangis sesenggukan melihat boneka panda yg ada disampingnya.
5 Tahun kemudian
"Kakak!!!!"teriak Ghania keluar dari rumah nya.
"Haaa bagaimana sekolah mu?apa lancar?ada teman baru?atauuu kamu jadi lebih bakal?"Tanya Amalia menggendongnya.
"Tetap sama,ada pelajaran matematika aku susah membuat nya,ohh ya ibuku tadi memberi ini sebelum bergegas ke kantor.. katanya liontin ini diberi sebelum dia pergi malam itu!"ucap Ghania memberi liontin ke tangan Amalia dan kembali ke tempat bermainnya.
Amalia membuka liontin itu terdapat secarik kertas " AKU AKAN MENUNGGU DIRIMU DI KELAHIRAN BERIKUTNYA!"
"Yaaa aku akan mencarimu saat itu jeon!"ucap amalia tersenyum manis.
Belakang kertas itu juga terdapat kalimat "APA KAMU SUDAH MENEMUKAN ALBUM KECIL MILIKKU? *JEON*"
"Sudah,jangan khawatir"jawab Amalia.
Haaaah sudah lama sekali aku tdk mendengar namanya
Nama jeon akan terukir dan tak akan pernah hilang dari hati dan pikiran ku.
Kau akan selalu bahagia jeon
Amalia ke makan jeon dan menaruh setangkai mawar putih.
"Aku tauuu kamu tdk seromantis diriku,namun saat itu kamu memberiku coklat di hari valentine! bahkan aku belum sempat membalasnya padamu, kamu melindungi dan membuatku bahagia dihari hariku bersamamu,apa kamu tau? hari ini sudah 6 tahun sejak kita menjadi kekasih,dan aku masih mengingat dirimu!"Ucap Amalia tersenyum manis.
"Aku tau kamu disini,melihatku melihatmu aku rasa kamu akan makin tampan. aku membawa bunga mawar ini sebagai ucapanku sebagai hari kasih sayang!"Ucap Amalia menaruh bunga mawar itu di atas makam.
"Ghaniaaaaa dia sudah sangat besar,dia sudah jadi anak yg penurut dan psikologis yang baik,hari hariku tetap aku jalani walau kamu tdk ada disisiku"
"Aku harap kamu bahagia dengan ayah dan ibumu diduniamu aku akan menjaga dan menyayangi Ghania seperti yg kamu harapkan!"
~Tamat~
from author
*walau tdk yakin jika ada yg baca dan like namun.. aku mencoba untuk membuat cerita pendek yg horor,walau rasanya gagal tapi tdk papa.
Setidaknya aku sudah mencoba 😊.
happy reading 😊