Dia Donny kekasihku,kami sudah berpacaran sejak dua tahun lalu,aku sangat bersyukur karena dipertemukan dengan pria sebaik dia,kurasa tak akan ada pria yang sama sepertinya,sikapnya kepadaku begitu manis dan membuatku seperti wanita paling beruntung karena memilikinya
Semua berjalan normal dan cukup romantis sebelum dua bulan terakhir aku sangat jarang menemuinya,dan tiga minggu ini kami tidak bertemu sama sekali,aku sangat merindukan dia,merindukan semuanya tetang dia,berkali kali aku meneleponnya tapi tak ada respon apapun,hal itu membuatku semakin risau dan sangat khawatir
Beberapa hari kemudian dia meneleponku,bukan untuk saling mengungkapkan rasa rindu,namun dia memberi kabar yang cukup untuk membuat air mataku menetes
Dia memberitahuku bahwa dia dirawat dirumasakit karena penyakit yang dideritanya sejak lama,aku terkejut mendengar kabar itu mengingat dia tidak pernah memberitahu sakit yang dideritanya kepadaku
Tapi itu bukanlah berita buruk yang sebenarnya,berita buruknya baru ku dengar setelah dua bulan kemudian,adik perempuannya meneleponku dan memberitahuku bahwa Donny telah meninggal dunia karena tubuhnya sudah tidak kuat menahan sakitnya
Hal itu membuatku sangat terpukul,bagaima pria sebaik dia telah diambil dariku,aku menghadiri pemakamannya dan dengan berat hati aku mengikhlaskan seseorang yang sepesial bagiku itu,semalaman aku tidak tidur dan terus memikirkannya,seolah dia tak akan bisa hilang dari ingatanku
Tapi menangis tidak akan mengembalikannya,aku akan mencoba mengiklankannya pergi...
------
Satu tahun setelahnya aku sudah terbiasa dengan ketidak hadiran pria baik seperti dia,aku pergi ke universitas,belajar dan bekerja seperti biasa
Suatu hari di hari kasih sayang,tiba tiba aku mengingat sesuatu tentangnya,dia memberiku cokelat dan selalu berkata bahwa cokelat itu akan merasa dirinya pahit jika melihatku,aku tersenyum saat mengingat hal itu,seolah Donny sedang mengatakan itu kepadaku saat ini
Aku berjalan pulang dan melihat ramainya jalanan oleh para penjual benda khas Valentine dan beberapa pasangan yang saling mengungkapkan rasa sayang mereka
Tapi aku tak ingin berlama lama,aku langsung pulang ke rumahku tanpa pergi ke tempat lain
Dan sampailah aku di depan pintu rumah,aku melihat sebuah kertas merah di depan pintu dan langsung memungutnya
'Untuk Raina'
Aku membacanya dan memutuskan bahwa surat itu untukku,aku langsung menuju ke kamarku dan membuka surat itu
'Hai Raina,sudah lama ya kita gak ketemu,aku harap kamu bahagia tanpa aku,aku masih sayang sama Raina,tapi maaf aku udah pergi duluan,Happy Valentine Raina// Dari Donny'
Aku terkejut saat membaca seseorang yang mengirimnya untukku,bagaimana bisa dia mengirimkan untukku sedangkan dia sudah tiada,aku merasa bingung saat itu dan terus membacanya berulang-ulang
'jam tujuh malam temui aku di balkon kamar kamu ya'
Itu tulisan terakhirnya,aku sangat penasaran akan kebenaran surat ini dan memutuskan akan datang jam tujuh petang nanti
Aku terus menunggu dengan sangat tidak sabar sampai akhirnya datang juga pukul tujuh petang hari itu
Aku segera menuju balkon kamarku dan sangat terkejut setelah aku melihat sesosok pria yang tidak asing duduk di kursi sambil memandang langit malam itu
"Donny.." ucapku tak percaya sambil menangis menatapnya
"Raina.." ucapnya tersenyum lalu berdiri menghampiriku mengusap air mataku dan kemudian memelukku dengan hangat
"Beneran ini Donny?" ucapku tak percaya sambil menangis dan terus memeluknya dengan erat
"Kamu kok bisa disini sih? Bukanya kamu..." sebelum aku menyelesaikan penyataan ku,dia memberikan isyarat agar aku tak mengatakan hal itu
"Ssttt...ini beneran Donny,kamu gak mimpi kok" ucapnya yang mencubit pipiku dan kemudian mengecup keningku dengan manis
Ketika tangan dinginnya mencubit pipiku,aku benar benar merasakan sakit dan merasakan kehadirannya,dan berarti aku benar benar tidak bermimpi
"Aku kangen Donny" ucapku sambil terus menangis di pelukannya
"Hemp aku juga kangen Raina, tapi mungkin ini terakhir aku bisa ketemu sama kamu" ucapnya yang kemudian melepas pelukannya
"Gak mau,aku gak mau ini jadi yang terakhir,kalo perlu aku mau ikut Donny pergi supaya tetep sama Donny terus" ucapku yang semakin hanyut dalam tangisan dan kembali memeluknya dengan erat
"Gak boleh,Raina gak boleh pergi sama Donny,nanti ada yang rindu loh,nanti dia sedih" ucapnya yang membuat otakku dipenuhi pertanyaan
"Siapa?" ucapku yang kemudian melepas pelukan itu dan menatapnya
"Hemp dia hadiah Valentine dari aku buat kamu,kamu janji ya jaga dia baik baik" katanya yang menghapus airmataku
"Iya..aku bakal jaga baik baik hadiah dari kamu,aku janji" ucap ku serius
"Hahah nah gitu kan baik" ucapnya
"Itu hadiahnya datang" ucapnya lagi sambil menunjuk gerbang depan rumahku
Aku melihat seseorang yang berjalan ke arah gerbang depan rumahku,seorang pria yang tidak asing
"Itu..Rian? Rian hadiah dari kamu? Ma.. maksudnya apa?" tanyaku yang tidak mengerti
"Kamu tau kan Rian itu sahabat baik aku,sebenernya dia juga suka sama kamu,tapi dia tau kalo kamu punyaku" ucapnya sambil mencubit kedua pipiku
"Terus kenapa kamu jadiin Rian sebagai hadiah Valentine buat aku?" tanyaku
"Hemp..jadi aku minta sama Rian buat jaga kamu baik baik,karena aku udah gak bisa jaga kamu lagi,aku tau dia sayang banget sama kamu,dia hadiah Valentine terakhir dari aku buat kamu,jadi aku harap kamu bisa jaga baik baik ya" ucapannya tersenyum lalu memelukku dengan erat
Kata katanya membuatku semakin sedih dan menangis terus menerus
"Udah jangan nangis,sana ke bawah dia bawa bunga sama cokelat tuh,keburu dia pergi" katanya sambil tertawa riang
"Terus kamunya?" ucapku yang menghapus air mataku
"Aku udah tenang kalau kamu sama Rian,jadi aku udah mau pergi,gak baik kalo aku terus terusan disini" ucapnya
"Selamat tinggal Raina" setelah kata itu terucap tubuhnya mulai menghilang
Aku masih menangis disana,dan hampir tak percaya dengan apa yang barusan terjadi,lalu aku mengingat apa yang dia katakan tadi
Dengan terburu-buru aku menuju kebawah dan menemui Rian yang berdiri di gerbang sedari tadi,dia tidak memencet bel ataupun memanggil seseorang di dalam rumah,dia hanya disana dengan bunga dan cokelat yang dibawanya
"Rian.." aku memanggilnya ketika melihatnya berjalan pergi dengan meninggalkan bunga dan cokelatnya di depan gerbang
"Raina.." ucapnya yang menoleh kebelakang
"Bunga kamu ketinggalan" ucapku yang mencoba membuat topik pembicaraan
"Oh..hmm..itu..itu buat kamu" ucapnya yang kelihatan canggung
Sejak malam itu kami pun semain dekat dan sering bertukar pesan,tiga bulan selepasnya kami resmi berpacaran
Rasa cinta mulai tumbuh di dalam hatiku,Rian juga sangat baik sikapnya sangat manis terhadapku,aku sangat menyayanginya seperti aku menyayangi Donny dulu,dia adalah hadiah dari Donny untukku,dan kurasa hadiahnya sangatlah tepat
-----The And-----