Apakah kau percaya akan cerita fiksi? Cerita yang tidak bisa kamu telaah dengan daya hayalmu yang dangkal. Apakah kau percaya dengan cerita Devy jones yang jantungnya disembunyikan dalam sebuah peti? Kamu harus percaya itu ada, karena itu terjadi padaku.
Aku telah lama memburu para pemuja iblis durjana. Jika bisa dikumpulkan mungkin gedung lantai 10 tidak akan bisa menampung jumlah manusia yang sudah kubunuh.
Cerna ceritaku dengan baik. Para pemuja iblis akan melakukan ritual setiap tanggal 14 Februari dimana itu diperingati sebagai hari kasih sayang. Manusia-manusia yang tidak memikirkan jauh akan hal itu akan bersuka cita dan merayakannya. Sebenarnya para pemuja iblis sudah bersiap memangsa para wanita yang dengan polosnya menyerahkan kesuciannya.
Para pemuja iblis itu mulai melakukan ritual setelah mereka berhasil mendapatkan darah dari wanita yang masih suci. Kenapa setiap tanggal 14 masih saja ada yang terpikat dengan mantra para pemuja itu, yang membuat pekerjaanku tambah banyak.
***
"hmmm Tahun ini aku bertugas membersihkan lokasi ini" jawabku sambil membakar sebatang rokok.
(Menghela nafas panjang, sambil menghembuskan asap rokok secara perlahan)
"Revolver sudah siap, peluru cadangan ada 12 biji. Sip oke saatnya berburu" Aku bergumam dengan diriku sendiri dengan rokok yang masih terjepit diantara bibirku yang seksi.
Tubuhku yang kekar dengan dada yang bidang sebagai penanda aku adalah pemburu yang tangguh. Yang kita buru bukanlah manusia biasa melainkan para laki-laki yang mampu membisikkan mantra yang membuat bingung orang yang mendengarnya.
Meskipun aku abadi, aku masih bingung kenapa aku diharuskan bekerja didunia ini. Bahkan organisasi sangat takut apabila kehadiran kami mengganggu para manusia.
Yah... kami sebenarnya adalah manusia pilihan yang dibangkitkan setelah mengalami penderitaan demi orang lain. Ya begitulah.... semacam ritual yang aku sendiri tidak paham. Intinya kami dibangkitkan untuk membunuh para pemuja iblis itu. Kami bukan orang yang taat agama dan bukan orang yang alim. Kami hanyalah sebuah bidak yang bisa ditambah dan dibuang sesuka hati.
Meskipun kami sudah mati, anehnya kami masih bisa terluka dan memerlukan berbulan bulan untuk sembuh kembali. Apabila ada anggota yang bagian tubuhnya sudah tidak berfungsi sudah pasti dia akan dimusnahkan dan digantikan dengan mayat lainnya.
Jujur meskipun sebenarnya aku sudah muak dengan tugasku, entah kenapa hatiku masih menyimpan penasaran, siapa wanita yang kulindungi hingga aku rela menyiayiakan hidupku demi dia.
***
Tempat pertama yang kususur adalah hotel yang terkenal sebagai tempat mesum dikota ini. Seperti biasa aku tidak pernah menggunakan loby untuk memasukki hotel, melainkan memanjatnya. Sebgai orang mati, aku cukup lincah dan kuat juga. Para pemanjat tebing profesionalpun takkan bisa menandingi kami.
Satu persatu jendela kudatangi dan kulihat, adakah para pengikut iblis b*ngs*t itu ada disini. setelah sekian lama akhirnya aku memastikan terdapat 2 orang yang bisa kubunuh tahun ini.
(Dengan perlahan jendela mulai terbuka dan sosok manusia tinggi dan tegap mulai masuk melalui jendela)
"Hei..hei... Bagaimana harimu Iblis" Sambil menodongkan Revolver ke arah pemuja iblis.
(Dia terdiam dan tahu maksud kedatanganku)
"Sayang.... aku takut...." Wanita yang akan dijadikan timbalnya makin memeluk erat pemuja iblis
"Jika aku jadi kau, aku tidak mau memeluk manusia setengah kambing seperti itu" Sebelum aku mulai melancarkan aksiku sebelumnya sudah kututup ruangan itu dari segala arah dengan kertas penghalang sehingga para pemuja iblis kekuatannya akan melemah dan wujud aslinya terlihat.
"Aaaaaa...." si wanita menjerit ketakutan dan mencoba keluar pintu namun percuma pintu keluar juga sudah kututup dengan penghalang.
"Kenapa kau diam Iblis, wujudmu baru setengah kambing. berarti kau hanya baru berhasil 2 kali mencuri kesucian" jawabmu sambil berjalan perlahan kekanan dan kekiri sambil menodongkan pistol.
"Bimbinglah iblis ini kembali keneraka dan bakarlah jiwa mereka bersama iman mereka kepada iblis" ku tembakkan revolverku ke arah iblis. Aku sudah paham kemampuan mereka yakni memanipulasi pikiran.
SPLASHHH.... (Suara peluru yang mengoyak daging dan meremukkan tulang)
Darah dari pemuja itu menyembur tepat mengenai wajah wanita itu. Karena kejadian itu si wanita pingsan karena trauma. Tugasku hanyalah membunuh para pemuja iblis karena kamilah yang memiliki kemampuan untuk membunuh mereka. Orang selain kami hanya akan membunuh orang lain karena terbutakan mantra mereka.
(Aku lekas memanjat dan menghampiri kamar berikutnya)
"Hmmm si wanita sudah tergulai lemas, aku terlambat" Aku bergumam sendiri sambil menyalakan rokokku dan memutuskan mengikuti jejaknya.
(Setelah sekian lama menyusuri hotel, ternyata yang dituju sedang bersembunyi di tempat parkir)
"Hai kau iblis jahanam, percuma kau bersembunyi dariku. Aku ini agen yang sudah memburumu selama lebih dari 1000 tahun. Mulai dari jaman pedang hingga pistol, semuanya sudah kulalui" Aku menghisap rokokku dan menghembuskannya sembari membuang putungnya ke arah persembunyian pemuja iblis itu.
(Seketika dia berlari ke arahku mencoba membunuhku dengan pisau ditangannya)
Kuhindari tusukannya dan menendang tangan yang menggenggam pisau itu, sembari menodongkan revolverku ke arahnya.
"Kau masih muda, kenapa kau mau menjadi penyembah iblis" ku letakkan revolverku tepat didahinya.
"Aku ingin kekayaan, jabatan, dan juga kenikmatan" jawabnya sambil menatapmu dengan amarah
(Tiba-tiba tanggannya memegang revolverku dan berusaha merebutnya)
"Kenapa kau kaget begitu, heran kenapa revolverku tidak bergeming sama sekali setelah kau mencoba merebutnya dariku" Aku tertawa dengan wajah yang puas. Kupukul wajahnya bertubi-tubi dengan ujung pistol Revolverku, hingga wajahnya memerah dan mulutnya mulai mengalirkan darah kental.
"Kau tahu, sebenarnya temanku ada yang menyukai daging kalian. Tapi saat ini masih ada tempat yang harus kubereskan sebelum fajar menyingsing. Jadi bersukurlah kau akan kubunuh dengan cepat." Kuarahkan revolverku dipelipisnya dengan wajahku mendekat kewajahnya hingga hidungku dan hidungnya menempel.
"Bimbinglah iblis ini kembali keneraka dan bakarlah jiwa mereka bersama iman mereka kepada iblis"
DORRR.... (Suara pistol yang sangat keras menggema keseluruh ruangan parkir hotel berkali-kali)
"Hahahaha.... menyenangkan sekali. Melihat ketakutan akan kematian langsung dimatanya sangatlah membuatku kecanduan" Peluru kaliber 40 melubangi kepala anak itu sebesar bola tenis. Darah dan isi kepalanya berhamburan tidak karuan seperti cat merah yang dihempaskan dengan kecepatan tinggi.
"Tubuhnya kembali kewujud manusia, dasar manusia yang mendambakan dunia" Aku mulai menyalakan rokok kembali dan bergegas kembali berburu