" Baiklah.. sudah, tinggal ku berikan kepada irfan " Ucapku dengan perasaan senang.
Namaku Hana, Aku kelas 3 SMP. Aku mencintai seorang laki laki bernama Irfan, dia adalah teman masakecil ku, kami sudah berteman sejak kami masih TK.
Besok adalah hari Valentine yang ku tunggu tunggu, aku ingin memberikan coklat yang ku buat dengan susah payah, ibunya bilang Irfan sangat menyukai coklat jadi aku berusaha belajar membuat coklat dan membuat Irfan menjadi yang pertama kali mencobanya.
Keesokan harinya, di depan gerbang, di taman sekolah, maupun di kelas, banyak sekali murid murid yang memberikan coklat ke orang yang mereka sayang, entah itu pacar atau sahabat mereka.
Aku ke kelas untuk menaruh tas ku, aku ingin memberikan coklat ini saat istirahat tiba.
" Hai Hana!" Ucap temanku yang bernama Lena, ia teman sekelasku sekaligus sahabat ku.
" Wah.. coklat.. Ciee mau ngasih ke siapa nih?? " Tanya nya dengan penasaran
" Ah.. ini.. untuk.. Irfan.. " Jawabku dengan gugup
" Sudah ku duga kalian itu memang cocok! Pokoknya saat kamu memberikan coklat ini.. kamu ungkapkan perasaan mu ya! " Ucap Lena yang membuat ku semakin gugup.
" ahaha.. akan ku pikirkan.. " jawab ku
" Asik!! Traktir ya! " ucap Lena yang kegirangan, Lena sangat yakin bahwa Irfan akan menerima pernyataan cintaku, walaupun aku juga berharap ia menerimaku.
Kring!!!!
Kelas dimulai, kami melakukan pmbelajaran seperti biasa, tetapi aku tidak bisa konsentrasi karna dudah tidak sabar untuk memberikan coklat Valentine buatanku.
💝💝💝
Semalam...
" Wah.. Hana kau membuat coklat? " Ucap ibuku yang terkejut melihatku membuat coklat sendiri.
" iya bu, anu.. besok kan hari Valentine.. jadi-" Aku belum selesai mengucapkan kata kata ku tetapi ibuku sudah mengetahuinya
" Untuk Irfan kan? Semangat! "
Kata kata ibu membuat hatiku berdegub kencang.. " Apa sih bu!!" Teriaku karna malu.
💝💝💝
Bel berbunyi yang menandakan jam istirahat telah datang, aku menyiapkan diriku supaya tidak gugup lalu mengambil Coklat Vlentine dari tas ku dan segera berlari menuju kelas Irfan.
" Wah wah dia semangat sekali, semoga berhasil Hana! " Teriak Lena
Aku sudah tidak sabar, aku penasaran apakah dia akan menyukai coklat buatan ku atau tidak.
Aku sampai di depan kelas Irfan sambil kelelahan, aku berniat langsung masuk ke kelasnya tetapi rasanya kelas Irfan ramai sekali.
" Hei.. ada apa? " Tanya ku ke pada teman sekelas Irfan
" Oh! itu katanya si Rara mau nembak Irfan! " Mendengar kata katanya aku ketakutan, hatiku berdegup kencang karena panik, perasaan ku menjadi aneh.
" ku mohon Irfan.. " Batinku, aku memohon supaya dia tidak menerima Rara
Tetapi aku salah, ternyata Irfan juga mencintai Rara. Aku memutuskan kembali ke kelas ku dengan perasaan sakit hati, rasanya seperti aku di tikam pisau di dadaku, rasanya sesak.
Aku kembali ke kelasku, di sana sudah ada Lena yang menungguku tetapi saat ia melihat ekspresiku ia sudah mengerti apa yang terjadi jadi ia memutuskan untuk tidak berbicara apapun dan hanya mengelus punggungku.
" Sabar ya.. " Ucapan Lena membuat air mataku tak tertahan lagi, aku menangis di pelukanya saat itu rasanya nyaman.
Tak lama,, ada suara yang muncul di pikiran ku " Dia milik mu! Dan akan selalu seperti itu.. kembali kepadanya lalu ambil kembali yang sudah menjadi milikmu"
Kata kata itu terngiang di kepalaku, seakan itu adalah sesuatu yang harus ku lakukan..
Aku memutuskan memberikan Coklat Valentine nya pada saat sepulang sekolah, tadinya aku merasa pasrah.
" Sudah lah.. dia sudah menjadi sahabat sekaligus teman masa kecilku itu sudah cukup" pikirku.
Tetapi lagi lagi aku teringat tentang suara yang ada di pikiran ku, tetapi aku mengabaikanya.
" Irfan!! " Ku panggil ia yang sedang duduk di bawah pohon di taman sekolah.
" Hana! Ada apa? " Tanyanya
" ini,, aku membuat coklat untukmu, aku membuatnya sendiri semoga kau suka ♡ " Ucapku dengan senyum lembut.
" Wah! makasih loh" Irfan sudah meraih coklat itu, tetapi coklat itu di jatuhkan oleh tangan seorang perempuan, ternyata itu adalah Rara.
" Apa sih? ngapain kamu? mau merebut pacarku ya? " Ucapnya dengan tatapan sinis.
" ah.. anu gak.. " aku tidak bisa berkata apapun karna gugup, aku hanya memperhatikan coklatku yang berantakan di tanah.
" Ayo sayang, biarin aja cewek genit itu.. " Ucapnya sambil menarik Irfan untuk pergi
" tapi.. itu Hana.. " Irfan belum menyelesaikan kata katanya tetapi Rara menyelah nya " Udah ah! Mendingan kita nonton yu.. " Uvapnya sambil tersenyum bahagia
aku yang masih menatap coklatku, sangat kesal ia sudah merebut Irfan dan sekarang ia menjauhkan ku dari sahabatku sendiri..
" Dia milik mu! Dan akan selalu seperti itu.. kembali kepadanya lalu ambil kembali yang sudah menjadi milikmu" kata kata itu terdengar lagi..
" Hahahaha!! Hahahahaa! " tanpa sadar aku tertawa cukup kencang sampai membuat Irfan dan Rara berbalik
" Hana.. lu.. gapapa?? " ucap Irfan dengan khawatir
"Dia milik ku! Dan akan selalu seperti itu.. kembali kepadanya lalu ambil kembali yang sudah menjadi milikku" aku menyebutkan kata kata yang ada di pikiran ku berulang kali.
" eh! liat tuh, dia gila gara gara gagal merebut pacar orang! hahaha" Ucap Rara dengan pandangan merendahkan, teman temannya yang lain ikut tertawa bersama Rara.
" CUKUP! APA APAAN KALIAN?! HANA ITU SAHABATKU KAU TIDAK BOLEH BERBICARA SEPERTI ITU RARA! " Ucap Irfan dengan kesal
" Ta-tapi.. dia.. " Irfan melepas gandengan tangan Rara.
" Dasar wanita sial*n!" Aku meneriakinya lalu berlari menghampirinya.
" apa sih? ngapain kamu mendekat?! " Ucapnya dengan sedikit takut
Aku mencekiknya dengan keras " Irfan itu miliku! Dan akan tetap menjadi miliku! kau itu bukan siapa siapa!" Ucapku sambil melampiaskan kemarahanku padanya
Tangan ku terus mencekiknya, tak lama kemudia Rara mulai tidak bisa bernafas lalu wajahnya membiru.
Aku telah membunuhnya.. Ia mati karena tidak bisa bernafas, tetapi rasanya aku puas melihat ia mati di tanganku.
"Perasaan apa ini? Rasanya memuaskan" ucapku
" Hana! apa yang kau lakukan? " Teriak Irfan kepadaku
Kurasa aku memang sudah gila saat itu, tetapi aku tidak peduli " Irfan, kenapa kau berteriak? Kamu menyayangiku kan?! " kataku dengan penuh harapan
" Aku kecewa padamu! Apa yang kau lakukan!? kau telah membunuh seseorang Hana! " Tiba tiba itu membuat hatiku sakit, aku mengambil tusuk rambut Rara lalu aku menikam Irfan " Kau itu miliku, jadi kau hatrus bersama ku~" kataku.
Dengan begini, kau akan selalu menjadi miliku~ Sayang ku~ ♡