Namaku Sisi umurku 21 tahun sedang kuliah di jurusan bisnis sebuah universitas ternama di kotaku. Sebagai seorang mahasiswi yang sedang tumbuh cantik, biarlah aku memuji diriku sendiri ha ha sangat ingin mempunyai seseorang yang bisa aku ajak bicara setelah kaka dan orang tuaku.
Mungkin lebih tepatnya pacar kali yaa.
Bayangkan saat seusiaku mungkin sudah merajut kasih sampai putus nyambung tapi aku sendiri belum sama sekali merasakan itu. Saat usiaku 17 tahun alias sweet seventen aku hampir jadian dengan seorang cowok satu kelas dan satu sekolah tapi oh tapi, teman sebangku nembak duluan dan akhirnya jadian. Kandas sudah cintaku saat itu.
Tapi hari ini aku sangat senang karena aku bertemu dengan dia namanya Rangga di suatu acara festival musik di kotaku hadiah dari pak walikota untuk ulang tahun kota tercinta. Saat itu aku jalan berdua dengan temanku Rara yang super super culun mungkin hanya aku seorang yang mau berteman dengannya.
Dia terus berceloteh tak berhenti tentang rasa senangnya sudah aku ajak kemari tentu saja dengan janji aku akan membayar semua yang kita beli bersama.
"Yakin kamu bawa cukup uang untuk kita berdua?" Tanya Rara penasaran dengan isi dompetku. Aku pun memperlihatkan padanya. Ada beberapa lembar uang ratusan dan lima puluhan yang aku tunjukkan padanya.
"Wah benar banyak, cukup untuk kita berdua" Ucap Rara dengan wajah yang sangat senang. Dia lalu menggandeng tanganku menunjuk suatu stand yang menjual pernak pernik jepit rambut.
Aku langsung suka melihatnya, karena terlalu fokus melihat barang barang yang berjajar membuatku berjalan tak melihat lagi kedepanku. Aku menabrak seseorang yang kulihat seorang cowok tinggi agak kurus dengan hidung mancung dan berkulit putih. Sesuai dengan keinginanku selama ini. Si cowok itu jadi salah tingkah, dia lalu berkata dengan raut yang serba salah "Maaf ya aku tidak sengaja" Ucap nya sambil melihat ke arahku.
Aku tak hilang akal, aku tak mau kehilangan momen bertemu cowok idamanku belum tentu aku bertemu lagi dengan nya.
"Minta maaf, kamu kira sudah menabrak ku hanya cukup minta maaf!" Jawabku sedikit ketus padanya. Dia jadi tambah bingung dengan sikapku "Terus aku harus apa?" Jawab si cowok cool itu dengan muka polosnya.
"Kamu pikir dong kamu sudah menabrak aku kamu tidak merasa kesakitan di kakiku" Jawabku pura pura sambil memegang kakiku. Dia tersenyum "Baiklah aku minta maaf" Dia lalu menjulurkan tangannya padaku.
"Namaku Rangga aku minta maaf sekali lagi namamu siapa?" Dia balik bertanya padaku. "Aku Sisi ya kamu aku maafkan" Ucapku sedikit malu memang ini yang aku inginkan berkenalan dengan nya. Rara di sebelahku mencibir ke arahku sambil bergumam pelan "Dasar modus bilang saja ingin kenalan berbelit belit" Aku yang mendengar nya tertawa.
"Kapan lagi bisa kenalan dengan dia" Aku memberi isyarat dengan telunjuk ku ke arahnya. "Oh ya kenalkan ini temanku Harun, siapa temanmu?" Rangga melirik ke arah Rara 'Ini temanku Rara" Rarapun menjulurkan tangannya pada Rangga dan Harun. Aku terdiam menunggu Rangga bicara lagi.
Saat aku akan berkata dia juga akan berkata juga kami berdua jadi salah tingkah. "Kamu duluan" Ucap Rangga mempersilahkan aku bicara lebih dulu. "Ya kamu habis ini mau kemana?" Tanyaku padanya "Mungkin melihat konser musik di sana, kenapa? Kamu mau kesana juga?" Rangga seperti tahu isi hatiku.
"Ya kalau kamu tidak keberatan" Ucapku dengan malu malu. "Tidak, tidak keberatan malah senang ada teman yang bisa di ajak ngobrol ya gak Run?" Rangga menyenggol tangan Harun yang melihat ke arah Rara terus. Sepertinya dia suka dengan Rara. "Oh tentu tidak, kita jalan sekarang kan?" Harun seperti tahu maksud arah pembicaraan Rangga. Kami pun jalan bersama, aku dengan Rangga sementara Rara dengan Harun.
Kami berbincang banyak hal. Seperti sekolah, tempat tinggal sampai hobi pun tak luput dari perbincangan kami berdua. Akhirnya kami berdua sampai di tempat konser yang terlihat mulai penuh oleh orang orang yang juga ingin menonton.
Apalagi ini bintang nya Ariel Noah yang memang sudah lama aku ingin lihat. Aku hampir jatuh tapi untunglah Rangga menangkap diriku. Aku sangat senang sekali. Jantungku berdebar debar. Aku lalu berjalan lagi dah bergabung dengan yang lainnya. Rasanya sangat menyenangkan sekali bisa berdekatan dengan Rangga terus.
Ternyata pertemuan ku dengan Rangga tidak hanya sampai di situ keesokan harinya aku bertemu dia lagi tepat nya malam Minggu dua hari menjelang Valentine. Aku sudah sangat senang dan membayangkan valentine kali ini aku tidak sendiri lagi ada Rangga di sisiku.
Kami ngobrol berdua di depan rumahku sampai larut malam, memang kebetulan orang tuaku sedang pergi ke rumah saudara jadi aku di tinggal sendiri. Aku tertawa mendengar ceritanya. Kebetulan pak satpam komplek lewat dia melihatku dengan pandangan yang sangat aneh. "Belum tidur non Sisi?" Tanyanya pada ku. "Belum pak aku sedang ada teman" Jawabku pada pak satpam sambil melihat ke arah Rangga yang tersenyum.
Pak satpam terlihat heran melihatku lalu pergi lagi. Dia tidak hentinya melihatku sampai tak terlihat oleh mataku. Aku tertawa cekikikan pasti pak satpam bingung karena sekarang ada cowok yang menemaniku. Biasanya sendiri saja.
Rangga menatapku dengan tatapan yang membuat ku dag dig dug "Maukah kamu jadi pacarku Sisi?" Tiba tiba Rangga bertanya seperti itu. Aku tersenyum ada ide nakal di kepalaku. "Baiklah aku akan menjawab nya pas hari valentine kan tinggal dua hari lagi aku selalu membayangkan ada cowok nembak aku pada saat itu" Ucapku dengan malu malu.
Rangga tersenyum lagi. Mukanya yang pucat melihat ke arahku terus. Aku berpikir mungkin karena kulitnya yang terlalu putih makanya wajahya sangat pucat pasi. "Baiklah dua hari lagi aku datang jangan lupa memberi jawaban padaku." Rangga lalu pamit untuk pulang. Aku sangat senang sekali mendengar itu.
Saat aku menceritakan tentang itu pada Rara dia tak percaya padaku. "Sungguh! Kamu akan jadian sama Rangga wah selamat yah hari valentine kamu tidak akan jomblo lagi" Rara tersenyum padaku. Wah sangat menyenangkan sekali. Tak sabar rasanya menunggu hari itu.
Aku berdandan sangat cantik nya ku putar putar badanku dan baju baruku di depan cermin. Wah cantik sekali aku pasti Rangga sangat suka dengan penampilan ku ini. Aku tak berhenti nya menatap diriku di depan cermin. Pernak pernik valentine sudah terhias di kamarku yang identik dengan warna pink. Aku mendengar seseorang mengetuk pintu. Rangga sudah terlihat di depan pintu. Dia sangat tampan aku sampai pangling melihat dia.
Dia lalu duduk di depanku dengan mata yang tak berkedip memandangku. Dia lalu memberikan suatu kotak berbentuk hati padaku. "Kau belum jawab pertanyaan ku dan kau berjanji akan menjawab nya malam ini" Ucapnya sambil memegang tanganku.
Tangan Rangga terasa dingin "Kamu sakit Rangga?" Tanyaku padanya. Dia hanya menggeleng pelan "Tidak justru aku senang sekarang jawablah pertanyaan ku, kamu mau jadi pacarku atau tidak?" Dengan malu malu aku mengangguk padanya "Ya, i love you Rangga" Aku tersenyum padanya.
Saat itulah tiba tiba pak satpam lewat lagi seperti hari sebelum nya "Non Sisi belum tidur ko sendiri saja?" Tanyanya padaku di depan pagar. Apa? Sendiri tidak lihat di sampingku ada Rangga. "Pak, siapa yang sendiri aku berdua dengan.." Aku menoleh ke arah sisiku Rangga tidak ada di tempat nya. Aku mencoba mencarinya. "Rangga! Rangga! kamu di mana Rangga!" Pak satpam yang bingung dengan tingkah ku membuka pagar dan menghampiri ku "Mencari siapa non Sisi?" Aku menoleh ke arah pak satpam dengan wajah bingung "Rangga teman aku pak!" Pak satpam justru yang bingung "Teman yang mana non sedari tadi non duduk sendiri, dari dua hari yang lalu bapak lihat di sini non bilang berdua juga bapak lihat non sendiri" Penjelasan pak satpam membuatku lemas. Lantas itu tadi siapa?
Aku teringat akan kado pemberian Rangga yang masih ada di atas meja. Aku lalu mengambil kotak itu dan membuka nya di depan pak satpam "Ini kado dari nya pak dari Rangga!" Aku lalu membuka nya ternyata bukan coklat atau permen melainkan sepotong jari berwarna hitam terbakar. Akupun jatuh pingsan.
Saat bangun pak satpam lalu bercerita pada orang tuaku kalau setahun lalu ada festival di tempat itu pas hari valentine dan terjadi kebakaran hebat menyebabkan ada satu cowok meninggal saat hendak membeli kado untuk merayakan hari valentine dan berencana menembak temannya itu untuk jadi pacarnya. Karena kebakaran itu membuat Rangga tidak akan pernah mengungkapkan isi hatinya yang bahagia di hari valentine.
.