Misteri Kalung
Rasana Hancur berkeping-keping saat di putuskan menjelang hari Valentine dan lebih menyakitkan," Dia memilih berjalan bersamanya sahabat karib marah, dan benci berkecamuk di dalam hati sengaja aku pergi ke vila Ayah ku di pelosok desa yang terpencil dari hiruk-pikuk kota,mencari ketenaggan diri.
Tak ku sangkan sekejam itukah,kekasih yang dulu ku angap sempurna ? malam begitu larut ,aku tak dapat tidur, membolak balik badan ku terasa tak nyaman ." udara dingin menera kamar ku.
Ku lirik jendela yang teryata lupa aku tutup ,"aku
melangkah,kesana dengan rasa malas,sampai di jendela kulihat sekelebat bayangan.
" Siapa...teriak ku "??
Hening tak ada sautan.
Jendela sudah ku tutup berjalan kembali ke pembaringan," ketukan di jendela, mengangu lagi ,sekelebat bayangan.
Jam menunjukan 12 malam,"aku bangkitdari tidur geram ," siapa" iseng malam begini, aku mendekat
ke jendela bayangan itu terlihat agak jauh,aku memutuskan mematikan lampu gelap gulitia ruangan, lalu aku kembali ke jendela di balik tembok.
Bayangan itu mendekat kembali,karena gelap aku tak mampu melihat wajahnya,Baju jumpernya dengan tutup kepala yang sangat besar dan lebar menutupi wajahnya.
Hati ku berdebar-debar antara takut dan penasaran,aku telah mempersiapkan diri untuk memukulnya kalau dia masuk.
Jendela ku seperti di gedor dari luar dengan keras "tidak bisa di toleran lagi,aku segera keluar rumah.
Aku mengambil senter yang ada di laci, mencari siapa gerangan yang iseng tengah malam, meski aku seorang perempuan jangan kamu pikir aku takut "! geram ku dalam hati.
Bayangan itu berkelebat lagi,aku mengejarnya. dia ,ia berlari kecil menuju sebuah sungai dekat rumah,tiba-tiba hilang di bawah jembatan.
Aku celinggukan lagi
"kemana dia..."??! gumamku cepat sekali perginya tadi aku lihat turun ke arah sini, suara tawa yang cekikian.
tapi tak berwujud," janting ku berdebar-debar tapi rasa takut terusir dengan rasa amarah dan penasaran ku.
"Keluar kalau berani monyet..! .umpat ku.
kembali suara tawa cekikikan
"Acuhh... "! seorang melempari aku dengan kerikil-kerikil kecil,aku segera pasang kuda-kuda takutnya pemuda tadi,melakukan hal-hal yang tak di inginkan misalnya memperkosa,saya yakin itu pemuda tadi yang mengitip di luar jendela ku.
"Aku tak se'mesum yang anda fikirkan nona,"aku ini sudah tidak punya badan jasmani yang bisa memperkosa mu.
Suara ketawanya yang terkekeh- kekeh .
"aku ini hantu gentayangan lanjutnya.
Aku menoleh ke belakang nampak seorang pemuda yang tersenyum tapi wajahnya agak pucat.
Setelah mendekat dengan berkacak pinggang aku marahin Dia.
"Aku tidak takut hantu," aku takut Lelaki mesum dan yang tak punya hati ."jawab ku geram.
Meski aku berfikir dari sorot mata dan wajahnya dia bukan orang jahat,
"Aku memang bukan orang jahat Nona"cletuknya
"Haizt"" apa dia bisa baca fikiran ku gumam ku.
"Mau kamu apa malam-malam menggangu tidur ku"! kataku galak.
Dia hanya tersenyum tipis.
"kamu dari tadi belum tidur ,kapan aku mengganggu tidur mu? suara ketawa lagi.
"Maafkan," aku kalau malam-malam menggangu mu, wajahnya kembali datar dan terlihat serius .
"Tolongi aku" plse....
"Malam begini mau minta tolong apa"jawab ku
"to the point" aku mau minta tolong pada mu,untuk membantu membuka tabir kematian ku,katanya.
"Gak Lucu"jawab ku.
"Duduklah sebentar"plse.."katanya memohon sorot matanya menghiba.
Aku pun duduk di sampingnya"melupakan amarah ku tadi,karena wajahnya yang memelas dan nampak lusuh.
Dia mengambil sebuah tas ranselnya,memberikan sebungkus cokalat dan juga, sekuntum mawar meski mawar tiruan ,tapi terlihat seperti aslinya.
"Buat kamu selamat hari Valentine,dia menyodorkannya pada ku.
" Aach .."! mawar dari plastik"kata ku mengejeknya mawar palsu kayak senyum palsumu.
"setidaknya Mawar itu tak layu seperti cinta kekasih mu," dia tertawa mengejek ku.
aku mengulurkan tanggan hendak memukulnya"
"Jangan menyentuhku Mesum "teriaknya.
"ihh.. Amit siapa juga yang mau menyentuh mu" balasku .
"Apa orang ini benar bisa baca fikiran ku ya.?aku membatin.
" Kenalkan aku Bragas saputra,"tolong,aku berikan, kalung ini kepada Ayahku, dengan pesan yang punya kalung inilah yang membuat ku mati ,ini alamat kantornya.
Dia mengulurkan kartu nama,saat tanggan ku bersinggugan ," tanggannya begitu dingin mungkin karena dia di luar terlalu lama pikir ku.
"Nona Adini " ! ada suara memanggilku "
aku lalu menolah Pak Rustam memanggilku,
beliau satpam vila ku.
"Ngapain disitu,"sendiri malam begini"? teriaknya.
"Aku.. dengan..," saat aku menoleh pemuda itu tak ada disisi ku..." ehh kemana perginya....??
"Nona ayo pulang teriak pak Rustam lagi. aku bangkit dari duduk membawa coklat dan sekutum mawar merah dan kartu nama, aku berjalan sambil clingukan mencarinya,tiba -tiba buli kuduku merinding.
aku terlelap... sampai siang" mandi iseng aku telfon nomer yang tertera di kartu nama itu, setelah di angkat saya langsung bertanya.
"Slamat pagi "apa benar ini ayah dari Bragas Saputra
Hening....
" Hallo.... kata ku.
Hening....
" HHallo Bapak masih ada di sana "?
" ee iya... apa anda kenal Bragas ? tanya bapak itu.
" Tidak pak "cuman semalam dia menemui ku dan meminta tolong menghubungi bapak .
Hening....
"Di mana nona bertemu dengannya "tanya bapak yang di sebrang telfon.
"Dia mendatangi vila saya dan kami mengobrol sebentar di pinggir sungai dekat vila saya.
"di mana Vila anda nona" Tanya bapak itu.
Delereng gunung Xy.
"Nona,apa ada pesan dari dia "? Tanya Bapak itu
"Ada pak dia,memberikan sebuah kalung katanya yang punya kalung itu yang membuat dia pergi.
"Nona minta alamatnya lengkap anda ,"saya segera kesana kata bapak itu,lalu aku memberikan alamat villa Ayah ku"?
setelah aku memberi alamat Rumah Bapak itu mengucapkan terimakasih lalu telfon di tutup.
Sore mobil warna hitam sudah sampai ke depan rumah. " aku buka pintu dan memperisilahkan masuk. dia duduk dan aku ambilkan segelas air putih karena wajahnyapun terlihat pucat
"Mau saya bikini kopi atau teh Pak "?tanya saya.
Napak itu hanya mengeleng.
"Nona Andini, langsung saja saya kesini mau melihat kalung itu.
Ku sodorkan kalung yang semalam,wajah bapak itu "pucat dan terlihat terkejut. melihat kalung itu putus dan terlihat kotor.
Kalung...ini...dia begitu mengenalinya".milik Anak tirinya," anak dari istri keduannya,dia ingat betul.
"kenapa bapak terkejut begitu,"ada apa dengan kalung itu "? tanya ku.
"apa yang dia bilang semalam, yang punya kalung ini yang membunuhnya "?tanya nya memastikan.
"AA..apa... "??? teriaku sepontan terkejut "jadi bebenar semalam yang ku temui itu Hantu"??
"Anak saya ,yang nona temui meninggal setahun yang lalu,,di bunuh dan mayatnya di lemparkan di sungai itu.
"Kami menemukannya di bawah jembatan itu dengan 13 tusukan di seluruh badannya . namun penyidik dan polisi tak bisa menemukan sang pembunuh itu, karena tubuh anak saya sudah mulai membusuk waktu di temukan warga.
"Ja..ja... jadi yang semalam benar,"dia benar -benar hantu ," a...a...aku... fikir,"dia ha hanya berrrcaanda...
gubrak.... aku pingsan.