Ting Tong ....
Ting Tong...
Kudengar bel pintu berbunyi.
" Robert !!!, aku memekik sambil memeluknya ketika pintu sudah ku buka.
Ternyata, pria yang selama ini aku tunggu, ada di depan rumah ku.
"Hai, honey", dia tersenyum kepadaku dg manisnya.
Aku seorang Nathalie, berumur 22 tahun dan memiliki seorang pacar rupawan, yang melanjutkan study nya di luar negri.
Aku sangat tidak menyangka, dia akan membuat kejutan untukku, jauh-jauh dari Australia, dia membuat aku terharu dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
Bulan spesial ini akan aku habiskan waktuku dengannya.
Kami akan memanfaatkan waktu sebaik baiknya, selama dia di indonesia.
Kami masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu, kupanggil ibu dan ayahku kalau calon menantu mereka sudah datang, sementara aku membuatkan minuman untuk mereka dan membawa cemilan dari dapur.
"Nak Robert, sudah lama sekali ya!!"
Ayah menepuk pundak robert, dia menyalami ayah dan ibuku bergantian.
Kami duduk bersama di ruang tamu, tampak bayangan hitam berkelebat, aku menoleh kanan dan kiriku tapi tidak ada apapun.
"Kamu kenapa Nat??", Ibu mengernyit sambil bertanya.
"Eh ...gak apa apa kok bu, Nat pikir tadi ada sesuatu yang lewat". Cengirku kepada mereka.
Kami mengobrol seperti biasanya, sudah 6 bulan kami tidak bertemu dan akhirnya kami berkumpul bersama.
Tak terasa malam semakin larut.
Robert pamit kepada kami dan berjanji besok malam, akan mengajakku makan malam romantis berdua saja.
"Susah sekali sih mau tidur, apa karena Robert datang?? aku jadi begini??. Aku berkata dalam hati.
Sreeeeeekkk.........Sreeeeeeeekkkk.
Terdengar suara seperti sesuatu yang di seret.
Aku beranjak bangun dari tempat tidur dan memeriksa sekeliling.
"Gak ada pa pa tapi, tadi suara apa ya??".
Aku bergumam seorang diri.
"Ah tidur ajah, dah jam segini juga",lanjutku bergumam.
*********************
"Tia, gue pulang duluan ya!!!".
aku pamit kepada sahabatku itu.
"Tumben amat lu pulang awal, gak main ama kita- kita nih ???, nanti kita mau ngumpul di cafe biasa lho". Tia mendekapkan kedua tangannya menatapku intens.
"Sorry beb, Ayang gue dateng jauh jauh dari aussy buat ketemu sama gue, masa harus gue cuekin sih".Aku membalas perkataan Tia.
"Pantesan cengar cengir pas di kelas, gua pikir lu kesambet",Tia tertawa mengejekku.
"Dasar tuh mulut, emang pengen gue plester ya!!".
Aku mendelik ke arahnya ,pura pura sok kesal.
"Udah sono gih,lu pulang istirahat bentar,dandan yang cantik tapi, jangan lupa salam buat Robert ya!!!", Tia berkata.
"Siap Buuuuukkk!!!", sambil bergaya hormat ala militer.
Kulangkahkan kaki keluar dari universitas, pandanganku tertuju pada mobilku yang terparkir di halaman luar kampus.
Segera aku pulang beristirahat sejenak biar nanti malam wajahku yang manis ini tampil segar mempesona.
**************************
Ah segar sekali,sungguh nyaman, setelah berendam sehabis bangun tidur.
Aku membuka lemari dan memilih gaun yang akan ku kenakan nanti.
Aku berdiri di depan cermin dan melihat kembali penampilanku.
"Sepertinya hari ini aku cantik sekali, serasi kalo berjalan dengan pacar rupawanku",aku bergumam sambil tersenyum.
"Nat.....Nathalie....Robert sudah datang!!", terdengar suara ibu memanggilku.
"Iya buukk, Nat keluar sekarang".
Aku mengambil tas dan memakai sepatu yang pas dengan penampilanku.
"PERFECT ", aku bergumam sambil melangkah keluar kamar.
Setelah pamit kepada orang tuaku, Robert membukakan pintu mobilnya untukku.
Dia menyetir dengan wajar dan kami mengobrol sambil di selingi tawa.
Suasana hangat seperti ini sudah lama aku tak merasakannya, sudah 6 bulan kami tak berbincang langsung, hanya melalui panggilan suara dan video.
Rasanya bahagia sekali.
Sampai di restoran, sudah ada pelayan yang menunggu kedatangan kami, kami disambut selayaknya tamu VIP.
Dan benar saja ternyata Robert memang sudah Reservasi di hari valentine yang spesial ini.
Dia menggandeng tanganku dan membukakan kursi untuk aku duduki.
Sungguh manis sekali melihat dia yang seperti ini.
Diatas meja sudah terletak beberapa lilin dan sebuket bunga mawar merah.
"Untukmu, cintaku",dia memberikan bunga itu kepadaku, kuambil dari tangannya, kucium wangi bunga itu dan berucap "Terimakasih honey"!! aku tersenyum lebar.
Kami makan malam dengan khidmat dan sesekali menyuapi satu sama lain. Sungguh suasana yang romantis. Apalagi suasana temaram dengan cahaya lilin menemani makan malam kami.
Sungguh pengalaman baru buatku.
Kami pulang di sertai senyuman lebar, sebelum Robert turun untuk membuka pintu buatku, dia mengecup pipiku lembut sambil berbisik" I LOVE U HONEY". pipiku seketika merona, bukan pertama kali dia mengatakan ini kepada ku tapi, entah kenapa malam ini aku merasa istimewa sekali.
Tiba tiba saja dia spontan mengecup bibirku sebentar dan langsung keluar dari mobil.
Aku yang terkejut langsung menyentuh bibirku.
Dia sudah di depanku, aku keluar dari mobil dan berkata kepadanya" Terimakasih cinta".
Kami bergandengan dan tak lupa dia membawakan buket bunga mawar merah tadi.
"Gak mampir dulu yang!!!" aku berkata agak kecewa .
"Gak bisa yang, ada urusan mendadak, tadi kan aku di telepon mama", dia tersenyum menatapku.
"Ya sudah, hati hati di jalan".
"Salam buat ayah dan ibu, aku malam ini gak bisa mampir.
" Iya nanti aku sampein, jangan lupa ya salamin buat mama dan papa juga.
"Selamat malam HONEY", dia mengecup keningku.
"Malam juga HONEY ", aku mengecup keningnya.
Kupandangi kendaraan yang membawaku tadi,
setelah mobil Robert tak terlihat lagi aku langsung masuk kekamarku sambil mencium wangi bunga mawar ini.
"ehmmmmm wanginya aku suka", aku bergumam seorang diri.
Setelah membersihkan diri dan berganti baju tidur aku melamun sambil membayangkan makan malam romantis tadi, tak lupa bunga mawar itu aku peluk sambil mencium harumnya.
******************
" Tidak .....Tolong.....Jangan lakukan itu.
Kulihat seorang wanita mengenakan gaun berwarna hitam yang sudah lusuh, wajahnya pucat, seringainya mengerikan dan ada bau amis keluar dari tubuhnya.
Dia mencakar wajah Robert dengan kuku-kukunya yang tajam sampai mengeluarkan darah.
Hatiku tersiksa melihat kejadian itu dan wanita itu meraih bunga mawar merah yang aku pegang.
Seketika bunga mawar itu berubah menjadi hitam dan mengeluarkan darah dari kelopaknya.
Sungguh hal yang ganjil.
Seketika dia menghampiriku dan.........
ahhhhhhh.....aku berteriak.
Nafasku tersengal, ternyata hanya mimpi.
Mimpi yang terasa nyata sekali, kuraih telepon genggam diatas meja, kulihat jam baru menunjukkan jam 3 pagi.
Aku melanjutkan tidurku lagi sambil mengatur nafasku yg masih belum teratur.
**********************
Kriiiingggg.......Kriiiiiiiingggggg.
Terdengar suara ponsel ku berbunyi.
Aku terbangun sambil mengucek mata, kuraih ponselku, kulihat nama yang sedang menelpon ku.
"Robert ??? pagi sekali dia menelpon".Gumamku seorang diri.
"Honey, kamu gak apa apa kan??", tanya nya terdengar panik.
"Seharusnya aku yang nanya, kamu gak kenapa napa?? kenapa kamu kaya ketakutan gitu???"
"Aku baik baik saja Honey, Nanti siang aku ke kampus ya, Aku mau ngobrol sama kamu tentang sesuatu", dia tak sabar berkata padaku.
"Iya .... Iya....
Jam 1 kelasku bubar", aku berkata kepadanya.
"Ya sudah sampai ketemu nanti Honey, bye".
Dia memutus panggilan teleponnya.
"Biasanya dia akan menelponku jam 7 pagi, lha ini jam 5.30 sudah menelponku dan dengan nada yang aneh lagi, ada apa sih dengannya???
Aku bergumam seorang diri.
*****************
Selesai kelas, aku keluar dan menunggu Robert yang mau menjemputku, terpaksa ayah mengantarku tadi pagi, karena aku memaksa beliau sebelum berangkat ke kantornya.
Terlihat Robert berjalan mendekat kepada ku, langkahnya tergesa gesa dan raut wajahnya terlihat panik dan takut.
"Honey...." dia menggandeng tanganku.
"Iya yang....ada apa???".
"Kita berangkat sekarang", dia menarikku ke dalam mobilnya dengan tak sabar.
Aku bertanya tanya dalam hati ada apa ini???
kenapa sikap Robert yang selalu tenang menjadi seperti ini???
Apa ini ada hubungannya dengan mimpi semalam??
Mimpi yang terus terusan menghantuiku selama beberapa hari ini.
Kami memasuki area drink shop.
"Kita minum dimana Honey??", dia bertanya kepadaku.
"Kayanya di situ nyaman deh beb", tunjukku ke salah satu caffe yang ada di pinggir jalan sebelah kanan.
"Oke, kita kesana".
Kami mencari tempat duduk yang paling nyaman disini dan tak lupa memesan minuman dan cemilan yang agak mengenyangkan.
"Kamu gak pesen makan siang aja HON??? udah jam segini lho, emang gak laper???
Aku menggeleng sambil berkata" Gak kok yang, gak laper banget, tadi pagi sempet sarapan nasi jadi masih agak kenyang sampe sekarang.
Pesanan sudah sampai dan tersusun di atas meja.
Setelah kami puas menyantap cemilan dan minuman kami, Robert langsung mulai obrolannya.
"Hon, jujur deh sama aku, kamu pernah mimpi buruk gak???",
dia menatapku intens.
"Semua orang pasti pernah mimpi buruk, aku pun begitu, sahutku.
"Tapi ini beda HON, seakan akan nyata dan seperti teror".
Aku mengernyit mendengar perkataan Robert.
"Jangan jangan kamu mimpi seorang wanita bergaun hitam", Kami berkata bersamaan dan terbelalak kaget.
"Jadi kamu....." lagi lagi kami bersamaan berkata.
"Aku bermimpi wanita bergaun hitam itu mencakar wajahmu yang", aku berkata pada Robert.
"Bukan hanya sekali tapi sudah semingguan ini dengan mimpi yang sama", lanjutku
" Persis sama, aku juga mimpi kamu di cakar wanita itu sampe berlumuran darah dan dia mengambil bunga mawar yang kamu pegang dan mawar itu tiba tiba berubah menjadi hitam dan mengeluarkan darah". Robert berkata serius.
"Sepertinya ini bukan hal sepele, kita harus cari tau sumber masalahnya!!!", Robert berkata yakin.
Aku mengernyit sambil berpikir, Bukankah Robert seorang yang logis, kenapa dia jadi seperti ini???
pasti ada sesuatu yang terjadi.
"Emang masalahnya apaan yang???", tanyaku padanya.
"Malam itu ketika aku keluar dari bandara, ada seorang wanita yang menangis karena tidak punya uang, dia memaksaku membeli sebotol parfum yang dia punya, karena aku kasihan, aku membelinya tanpa tau aroma dari parfum itu.
"Aku menyemprot parfum itu d bajuku, ternyata wanginya aku suka.
Tapi malam hari ketika sampai rumah, ada suara yang seperti barang di seret.
"Tunggu deh," selaku.
"kok malam itu juga, aku mendengar sesuatu di kamarku, sementara aku gak pake parfum itu.
Robert terdiam sambil berpikir.
"Bukankah kita berpelukan??? mungkin wanginya nempel di bajumu. Dia berspekulasi.
"Tapi apa hubungannya sama bunga mawar???
kenapa di mimpi itu mawarnya berubah menjadi hitam dan mengeluarkan darah???". Aku mengernyit heran.
" Pasti gara gara parfum itu", dia menyahut.
"Aku menyemprot bunga itu dengan parfum yang aku maksud, karena wangi parfum itu memang seperti bunga mawar, walaupun tak menyengat wanginya. Dia menambahkan.
" Parfum apa itu?? aku gak tau ada parfum yang buat si pemakai merasa gelisah". Aku bertanya kepada Robert.
"Entahlah, aku juga tak tau". dia mengendikkan bahu.
"Oh ya....bunga .....bunga mawar itu dimana kamu simpan?? ", tanya nya.
"Di kamar di tempat tidurku, aku juga heran, kenapa bunganya masih awet, segar sampai sekarang, makanya selalu aku cium wanginya".Timpalku.
"Aneh, biasanya 2-3 hari, bunga mawar segar akan terlihat mulai layu tapi, ini sudah hampir sepuluh hari semenjak kita berdua makan malam".Robert berkata.
"Pokoknya nanti malam aku akan kerumahmu dan buktikan sendiri kalau mawar itu benar benar masih segar". Katanya lagi.
"Ya udah ke rumah aja nanti malam", tawarku padanya.
*******************
"Selamat malam buk, pak, salam dari orang tua Robert buat bapak dan ibu". Robert menyalami tangan orang tuaku bergantian.
"Boleh saya ijin ke kamar Nathalie sebentar??",
Dia meminta ijin kepada orang tuaku.
" Boleh saja nak Robert," jawab ibuku.
"Asal pintunya di buka ya," lanjut bapakku.
"Iya buk, pak, ", dia menjawab sambil tersenyum.
Kami berdua melangkah ke dalam kamar.
Sreeeeekkkkkk..........Sreeeeeeeeekkkkkk.......
"Suara itu......" kami berucap bersamaan dan saling pandang.
Di dalam kamar kami melihat mawar itu sudah berwarna menjadi hitam dan mengeluarkan darah yag banyak dari kelopaknya.
Aku berteriak ketakutan dan seketika.......
Wushhhhhhhhh..............
Terlihat wanita bergaun hitam memegang buket bunga mawar hitam itu yang tak berhenti mengalirkan darah dari kelopaknya.
Kami gemetar ketakutan.
Kami berpegangan tangan dengan erat sambil berdoa dalam hati.
Berharap ini semua hanya mimpi seperti mimpi kami sebelumnya.
Kami berharap orang tua ku datang ke kamar ini tapi entah kenapa seakan akan mereka tak mendengar suara teriakanku.
wanita itu masih disana, masih memegang mawar hitam berdarah, menyeringai dengan seramnya dan berkata lirih," Ini wangiku, ini harumku, kalian tak boleh memiliki keharuman tubuhku ini.
"Bakar ....Bakar mawar itu......
"Ambil .....ambil bunga itu dan bakar......
Terdengar suara misterius.
.
Robert beranjak dari tempatnya berdiri dan mengambil mawar itu, tiba-tiba wanita tadi menampakkan kuku-kukunya yang tajam.
"Tidak mungkin, aku merasa de javu dengan keadaan ini, mimpi itu!!!! aku berkata dalam hati.
"Roberttt awassss." Aku berteriak memperingatkan.
Dia menghampiriku, menarik tanganku dan kami berlari bersama ke arah dapur.
Wanita itu mengikuti kami sambil menyeringai.
Dia menyalakan kompor dan meletakkan mawar hitam tadi di atasnya .
Seketika wanita itu menjerit, menangis air mata darah dan menghilang tanpa jejak.
Seketika kami lemas dan terduduk di lantai dapur.
Kami berpelukan, tak terasa air mataku menetes.
"Kalian kenapa???, bukannya tadi di kamar ???.
Kenapa kamu menangis Nat???, cecar ibuku yang tiba tiba berada di dapur.
"Kami gak apa-apa kok bu", sahut kami bersamaan dan saling berpandangan dengan menyunggingkan senyum.
Syukurlah kami baik baik saja.
*********************
Terimakasih sudah membaca karya amatir saya kakak readers MT
Jangan lupa feedbacknya ya kak. 🤗🤗