Hari kasih sayang,hari yang indah untuk sebagian orang,harum semerbak bunga yang bermekaran manisnya cokelat sebagai simbol manisnya kasih mereka,saling bertukar ungkapan kasih di hari istimewa,tapi hal itu tak berlaku untuk seseorang yang tak memiliki pasangan
====
Hari Valentine untuk yang kesekian kalinya,sampai saat ini umurku 17 tahun,tak ada satupun cokelat atau satu tangkai bunga pun yang pernah ku terima,apakah tidak ada seorangpun yang menyayangiku selain orang tuaku
Untuk kesekian kalinya aku melihat pinggiran jalan dipenuhi penjual bunga dan cokelat,aku ingin membelinya untukku sendiri tapi perasaanku terlalu muak untuk melakukannya
"Ingin sekali aku menghapus ingatan semua orang akan hari ini!" ucapku kesal saat melihat para pria yang membeli buket bunga untuk pasangannya
Aku terus menelusuri trotoar itu menuju ke rumahku,tepat di taman bunga di pinggir jalan itu,aku melihat banyak sekali pasangan muda yang saling memberikan kartu ucapan dan hadiah dengan kotak yang dominan dengan warna merah itu
"Ingin sekali aku menjadi pahlawan bayangan yang mengacaukan mereka di saat seperti ini,mengambil bunganya untuk hiasan kamarku dan mengambil semua cokelat untuk diriku sendiri" pikirku yang membuatku tersenyum bangga seperti seorang penjahat dengan rencana besarnya
"Sudahlah,lebih baik aku pulang dan segera tidur"
Akupun melanjutkan perjalananku menuju ke rumahku,dan saat aku sampai di depan gerbang rumahku dan tepat saat aku ingin membuka gerbang itu,aku merasakan ada benda kecil menimpaku dari belakang
Aku menoleh kebelakang sambil meraba rambutku,aku menemukan sebuah kuncup mawar yang masih menyangkut di rambut panjangku
"Hei!!! Siapa yang..!" amarahku tertunda sejenak saat melihat sebuah kotak besar berwarna putih dengan pita merah besar di atasnya
"Siapa? Milik siapa ini?" ucapku yang mencoba memperoleh keterangan
Aku melihat sekeliling,mencoba mencari seseorang yang masih berada disana,namun hasilnya nihil,tidak ada seorangpun yang berada di depan rumahku kecuali diriku
Aku berjongkok di depan kotak besar itu dan menemukan sebuah surat di samping pita besar itu,dan dengan rasa penasaran yang sangat besar,aku membuka surat itu
' Untuk Yoona'
Aku terkejut saat membaca tulisan di dalamnya,disana tertulis namaku yang ditulis tangan dengan sangat indah
"Yoona? Apakah? Apakah ini benar benar untukku? Atau! Atau ada seseorang di sekitar sini yang bernama Yoona selain aku?" kataku yang tak percaya
"Aku tidak perduli!" kataku yang kemudian langsung mengambil kotak itu dengan serakah dan lari menuju ke dalam rumah
----
Malamnya aku menuju kamarku dan melihat kotak yang ku ambil dari depan rumah tadi,aku membawanya ke atas ranjangku dan melihatnya untuk beberapa saat
"Apakah ini benar benar untukku?" tanyaku sambil membaca tulisan itu untuk kesekian kalinya
"Entahlah aku akan membukanya! Aku sangat tidak tahan" ucapku yang kemudian mengoyak pita merah itu
Aku membuka kotak itu dan mataku berbinar seketika saat melihat buket bunga mawar berukuran besar didalamnya
"Waaaaaahhhh!!! Indah! Sangat indah!" ucapku yang kemudian mengambil bunga itu
Setelah aku mengangkat bunga itu,aku melihat beberapa batang cokelat kesukaanku di bawahnya,aku merasa menjadi gadis paling bahagia malam itu
"Apa ini?" ucapku ketika melihat sebuah kertas di pita yang mengikat bunga itu
'untuk Yoona'
"Tulisan ini lagi? Jadi ini benar benar untukku!! Entah siapa yang memberikannya,aku sangat berterimakasih! Terimakasih!!" ucapku yang memeluk bunga itu
"Ha? Siapa yang mengirimkan ini untukku?" tanyaku tiba tiba memperdulikan asal usul hadiah ini
"Entahlah,siapapun kau,akus sangat berterimakasih" ucapku yang kemudian tak perduli
Aku mengambil bunga itu dan menghirup aromanya dalam dalam,aroma wangi mawar yang semakin menyengat dan membuatku agak merasa aneh,namun karena sangat senang,akupun tak menghiraukannya
Semakin lama aku semakin mual,aku meletakkan bunga itu namun aromanya seperti sudah menyebar di seluruh ruang kamarku,aroma yang menyengat membuatku semakin pusing,dan aroma ini semakin mencekikku dan aku merasa sangat panik,aku tak memiliki tenaga untuk beranjak dari tempat tidurku dan akhirnya akupun tak sadarkan diri
----
"Dimana ini?" ucapku seketika saat aku membuka mataku dan menyadari bahwa aku tak berada di kamarku lagi
Aku menyadari diriku terbaring di atas tumpukan bunga mawar merah pekat seperti darah ini,dengan tangan,kaki dan badanku yang terikat rantai berhiaskan mawat hitam ini
"Diamana aku!? Siapapun!! Tolong aku!!!" kataku yang panik dan berteriak sambil mencoba melepaskan diri dari ikatan rantai
Namun rantai ini semakin mencengkramku kuat kuat dan duri mawar itu menusuk tanganku dan membuat darah segar menetes di kelopak mawar merah itu
Tap...Tap..Tap...
Suara langkah kaki yang semakin dekat,aku memperhatikan sekeliling dan tak menemukan apapun kecuali dinding mawar itu
Aku terus mencari di sekeliling ku dan sangat terkejut ketika melihat seorang pria dengan topeng yang menutupi sekeliling matanya dan memakai setelan jas hitam yang kelihatannya pasangan dari gaun yang ku kenakan
"Tunggu sejak kapan aku memakai gaun ini?" kataku setelah memperhatikan bahwa diriku memakai gaun bertema mawar darah itu
Saat aku sedang berfikir,pria itu sudah berada di atasku dan terus mendekatkan wajahnya kepadaku
Aku menjadi semakin gugup ketika bibir merah alaminya mendekat ke telingaku dan membisikkan sesuatu
"Happy Valentine day my love" ucapnya lirih yang membuat pipiku memerah
Aku tak percaya bahwa seorang pria tampan dan sempurna sepertinya mengucapkan itu untukku,aku merasa senang sekaligus cangung dengan keadaan itu
Dia membangunkanku dengan menarik rantai yang mengikatku hingga aku terduduk,dan dengan lembut dia mengaitkan kedua tangannya kepadaku untuk membuka ikatan di belakangku
"Kenapa dia tidak membukanya dari belakang saja? Apa dia sengaja melahkukan ini?" ucapku dalam hati
Dia tak banyak berbicara,setelah rantai itu sepenuhnya terbuka,dia mengambil tanganku lalu mengusap darah yang masih mengalir,dan dengan lembut dia mencium tanganku
Pipiku mulai memerah,lalu dia berdiri dan menuntunku menyusuri jalan yang dipenuhi kelopak mawar itu
"Ki .kita kemana?" tanyaku
"Ikutlah denganku" katanya lembut dan tanpa menoleh kepadaku
Aku terus mengikutinya hingga sampai di sebuah bangku di bawah pohon indah itu,bangku berwarna putih dengan bunga mawar yang menghiasinya
Dia menuntunku untuk duduk disana,dia duduk di sampingku sambil terus memegang tanganku
Aku tidak tau dia siapa dan aku dimana,tapi aku sulit untuk membuat diriku menolak keadaan ini,seolah aku memang sangat menginginkan saat seperti ini
Kami berdua melihat matahari terbenam sambil duduk berpegangan tangan di bangku indah itu,dan setelah matahari benar benar tenggelam dia menghadapkan wajahnya kepadaku dan memegang kedua tanganku
Dia mengambil sesuatu dari saku jasnya,itu sebuah kalung indah berkilau dengan liontin mawar yang sangat indah,dia mengaitkannya pada leherku
"Untukmu" ucapnya lirih
Dia tersenyum manis sebelum perlahan mendekatkan wajahnya kepadaku,dan akhirnya kecupan manis mendarat di keningku
Seketika pipiku memerah dan aku semakin gugup,dia memenangkan ku dan memelukku,aku juga membalasnya dan memeluknya dengan erat,entah siapa dia tapi aku merasa hangat bersamanya
Dia menyandarkan kepalaku di bahunya dan seketika aku tertidur dalam pelukannya yang hangat
"Aku hanya ingin seperti ini,aku tidak ingin yang lain" ucapku dalam hatiku
Aku membuka mataku saat tidurku terusik,aku memperhatikan sekeliling dan setiap detailnya,dan aku tersadar bahwa aku kembali ke ruang kamarku
"Apakah tadi hanya mimpi?" kataku seketika terduduk dan penuh dengan kekecewaan
"Hemp baiklah,kurasa itu terlalu indah untuk menjadi kenyataan" ucapku yang kemudian kembali membaringkan tubuhku mengusap air mataku dan mulai membayangkan semua yang terjadi tadi
Aku meraba leherku dan menemukan kalung yang sama seperti yang dia berikan kepadaku
"Apakah ini nyata?" ucapku yang mulai merasa senang dan dengan air mata bahagia yang mulai mengikuti
Aku memandang bunga mawar dan cokelat tadi yang kuletakkan di meja dekat ranjangku sambil memegang kalung berliontin kelopak mawar itu
"Siapapun kau..aku sangat berterimakasih..aku sangat suka dengan semua hadiah darimu" kataku tersenyum
"Aku berharap bisa bertemu denganmu lagi sesegera mungkin"
---The End---