Ana, Andy dan Dini. Kisah cinta segitiga yang tak diduga.
####
Siang itu panas matahari terasa panas menyengat kulit, Ana duduk di kursi taman di lingkungan rumah sakit tempatnya bolak balik memeriksakan kandungannya.
Ana menghela nafas dalam dan menatap langit biru yang cerah hari itu. Namun hari cerah itu tak secerah kabar yang diberikan dokter padanya. Suara dokter yang mengatakan bahwa benjolan di rahimnya ternyata adalah endometriosis tak henti terngiang di telinganya.
Mata nya berkaca-kaca sambil memandangi orang-orang yang berkeliaran di sana. Dia teringat dengan pernikahan nya yang baru saja dia mulai dengan Andy. Pesta megah dan pernikahan yang didambakan setiap wanita bahkan temannya mengatakan sangat iri dengan nya.
Dia mendapat suami yang sholeh, yang sudah menjadi teman pria nya selama 5 tahun. Mereka dekat semenjak bangku kuliah, bertahan hingga Ana menjadi pengusaha sukses menggantikan ayahnya yang pensiun menjadi direktur.
Andy juga mempunyai pekerjaan yang tak kalah bagusnya. Dia merupakan direktur sebuah perusahaan distribusi milik ayahnya yang dia kelola setelah lulus di universitas Harvard.
Kisah cinta nya membuat iri semua orang. Andy adalah pria tampan, pintar dan sangat baik di mata semua orang. Ana juga cantik, baik dan pintar. Pasangan sempurna untuk membuat teman dan rekan kerja iri.
Namun sempurna di mata orang lain, ternyata ada saja kelemahannya. Ana mengira hidupnya akan bahagia selamanya dengan Andy. Memang sampai dua jam lalu dia masih optimis dengan rahimnya yang pada tes sebelumnya benjolan yang ada di rahimnya disebut miom. Bisa diangkat dan kemungkinan melahirkan masih lebih besar. Namun setelah mendengar kabar endometriosis itu dia mulai lemas kehilangan semangatnya.
Kebiasaan buruk Ana dalam hal menjaga makan dan kesehatannya membuat benjolan di rahimnya membengkak dan harus diangkat dengan resiko kemungkinan hamil yang menipis. Awalnya Ana memutuskan untuk hamil dan tak memperdulikan benjolan dan rasa sakitnya.
Namun Dokter mengatakan, itu akan membuat tubuhnya semakin lemah dan membahayakan bayi dan dirinya.
Ana berada dalam dilema yang berat. Belum pernah dia mengahadapi dilema seperti ini dalam hidupnya.
Tak ada yang memaksanya untuk punya anak, namun dia merasa kurang sempurna sebagai wanita jika tak bisa memberikan anak untuk Andy.
Ana terisak membayangkan wajah Andy yang akan kecewa jika mendengar kabar ini. Dia semakin sedih dan merasa tak ingin beranjak dari sana.
***
Andy mencoba menghubungi Ana yang tak ada kabar sejak makan siang. Namun Ana tak mengangkatnya. Dia malah mengirim pesan agar tidak menjemput nya dan langsung bertemu saat makan malam di rumah.
Andy tahu dia akan memeriksa diri ke Dokter hari ini. Dia berpikir Ana akan memberikan kabar bahagia nya saat makan malam nanti. Bergegas Andy menyelesaikan pekerjaan nya dan pulang.
Keluar dari ruang kantornya, Andy melihat Dini sekertaris nya masih duduk dan mengerjakan pekerjaan. Andy tersenyum dan menyuruhnya untuk segera pulang sebelum taksi semakin jarang karena terlalu larut.
Namun Dini masih punya sedikit pekerjaan dan akan menyelesaikan karena merasa tanggung. Andy pun meninggalkan nya dan pergi ke tempat parkir menuju mobilnya.
Andy bersiap untuk pergi dan mulai menyalakan mobilnya, namun anehnya mobilnya tak menyala. Andy berusaha berkali-kali untuk menyalakannya namun tak juga hidup.
Dia menghubungi Feri temannya, untuk menanyakan perihal mobil matic jika sulit dihidupkan. Feri memberi tahu Andy apa yang harus dilakukan jika mobil matic tiba-tiba sulit dinyalakan.
Andy mendengarkan dan mencoba semua saran yang diberikan Feri hingga akhirnya mobilnya pun menyala. Andy berterimakasih pada Feri yang meminta imbalan makan malam bersama keluarga mereka. Andy menyetujui permintaan Feri dan menutup ponselnya.
Saat hendak pulang, dia melihat Dini yang berjalan menuju jalan besar. Andy pun membunyikan klakson untuk menawarkan tumpangan untuk pulang. Awalnya Dini menolak, namun akhirnya dia menerima tawaran Andy karena malam sudah larut dan sepi. Dini juga merasa takut jika nanti dia naik taksi yang salah.
Andy mengantar Dini pulang hingga depan kos an nya. Dini mengerutkan dahinya saat hendak turun, karena melihat kakak laki-laki nya yang sedang duduk menunggunya di depan kos an. Andy memperhatikan raut wajah Dini dan menanyakan kegusarannya. Dini mengatakan bahwa pria itu adalah kakaknya yang hendak meminta uang darinya dengan tersenyum malu.
Dini pamit dan berterimakasih lalu turun. Andy memundurkan mobilnya perlahan sambil memperhatikan kakak Dini yang terlihat bersikap kasar padanya.
Dini melindungi kepalanya dari pukulan kakaknya dengan tas kecilnya. Andy pun turun dari mobil dan membelanya. Kakaknya langsung marah ketika Andy turun untuk membela, namun berubah drastis menjadi baik setelah melihat mobil matic mewah yang dikendarai Andy.
Kakak Dini yang bernama Dino, tidak peduli jika Andy adalah bos nya Dini. Dia malah memanfaatkan keadaan dengan memeras Andy jika ingin sekertaris nya tidak diganggu. Dino meminta sejumlah uang yang cukup besar dari Andy.
Andy menolak dengan cara halus, dia malah menawarkan pekerjaan pada Dino. Dini terkejut dengan tawaran dari Andy untuk Dino. Dini memberi isyarat agar Andy menarik kembali tawarannya. Mengingat Dino hanya seorang pemalas dan tukang mabuk.
Dini mendorong Andy untuk pulang dan menyuruhnya untuk tak ikut campur. Andy heran karena Dini malah tak suka dibela nya.
Dini meminta maaf saat Andy masuk ke mobil karena menolak niat baiknya. Dino menarik tangan Dini dan membentaknya dengan keras. Andy melihat Dini yang terlihat biasa saja mendengar suara keras kakaknya. Dia malah membalas dengan menginjak kaki Dino.
Andy pun pulang karena Dini memintanya, juga merasa Dini bisa mengatasinya. Dalam perjalanan Andy mengingat masa-masa saat Dini bekerja bersama nya. Dini begitu giat dan terampil dalam pekerjaannya. Wanita yang melamar pekerjaan dengan ijazah SMA mengandalkan loyalitasnya. Dini membujuk ayah Andy dengan memohon untuk menerimanya bekerja hingga akhirnya Dodi ayah Andy menerimanya dan menjadikannya sekertaris nya.
Pekerjaan Dini terbilang sempurna, dia menjadi sekertaris hingga berganti direktur. Dodi puas dengan pekerjaan Dini yang juga tak pernah mengecewakannya. Dodi sering mengatakan pada Andy bahwa Dini adalah sekertaris yang hebat.
Andy tak pernah memperhatikannya, dia bekerja dengan keras dan merasa semua lancar. Dia baru sadar bahwa ucapan ayahnya benar tentang Dini. Selama Andy menjadi direktur, Dini tak pernah membuat kesalahan sehingga semua pekerjaan Andy lebih mudah.
Tak terasa, Andy sudah sampai di rumah dan dia pun melangkah perlahan melihat semua lampu sudah dimatikan. Pikirnya, Ana mungkin sudah tidur karena dia terlambat pulang. Benar saja, Andy melihat Ana sudah berbaring dan tertidur di kamar yang lampunya sudah dimatikan.
Andy mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ana yang sebenarnya tak tidur melihatnya dengan mata nya yang sembab. Ana menarik nafas dalam untuk menyembunyikan kesedihannya.
Andy selesai dan keluar dari kamar mandi. Dia pun berbaring dan memeluk Ana dari belakang lalu menciumnya juga mengucapkan selamat tidur untuk Ana.
Ana diam saja, dia bukan marah karena Andy terlambat pulang dia tahu Andy terlambat karena membetulkan mobilnya dulu sesuai pesan yang dia kirim. Ana takut dan tak berani mengatakan apa yang telah terjadi padanya. Keberaniannya turun saat mendengar dan merasakan sikap manis Andy padanya.
***
Dino pergi setelah mendapatkan uang dari Dini dan meninggalkan adiknya di ATM dekat kos an nya. Dini pun pulang dan merebahkan diri di kasur lantainya. Dia merogoh pembersih wajah dan kapas yang selalu dia bawa. Sambil berbaring dia membersihkan wajahnya dan pergi tidur.
Dini sesekali menghela sebelum benar-benar terlelap. Dia melakukannya untuk melepaskan semua kekesalan hatinya dengan semua yang terjadi dalam hidupnya.
Dia merindukan ibunya yang setahun lalu meninggal karena sakit ginjal. Ibunya menitipkannya pada Dino yang saat itu bekerja sebagai security di tempat yang sama. Namun Dino memutuskan berhenti karena alsannya untuk bekerja keras sudah meninggal. Bukannya dinafkahi kakaknya dia malah menjadi ATM berjalan kakaknya.
Dino menjadi pemalas dan suka mabuk. Alasannya karena kehilangan ibu yang dia sayangi. Awalnya Dini iba terhadap nya, namun lama kelamaan dia menjadi kesal dan selalu melawannya.
Namun meski begitu, Dini tak bisa pergi darinya. Dia adalah satu satunya keluarga yang tersisa. Dini bertekad mengubah sifatnya hingga dia bisa menikah dan menjalani hidup dengan baik.
Dini memilih untuk tetap hidup seperti itu hingga Tuhan memberikannya jalan yang indah. Itulah yang dia yakini hingga saat ini.
***
Ana masih diam dalam kesedihannya, Andy berusaha untuk membuatnya mau dioperasi dan kembali sehat. Namun dia bersikeras untuk agar bisa hamil. Ana menjadi selalu merasa tak mampu memberikan kebahagiaan untuk Andy.
Di sisi lain Andy hanya ingin hidup bersama Ana dengan atau tanpa anak. Andy selalu berpikiran sederhana, jika tidak punya anak bisa saja dia mengadopsi dari panti asuhan.
Namun meski berusaha sekuat tenaga untuk meyakinkan Ana, Andy tak berhasil membuatnya merasa lebih baik.
Hingga suatu waktu, Ana mengalami drop dan dilarikan ke rumah sakit oleh pelayan di rumahnya. Andy yang sedang meeting di luar kota diberitahu oleh pelayannya melalui telpon.
Andy yang sedang bersama Dini langsung tancap gas menuju rumah sakit. Karena panik Andy lupa sedang membawa Dini dan tak menurunkannya di persimpangan jalan. Dini dibawanya ke rumah sakit juga.
Dini yang juga ikut khawatir, ikut menengok Ana yang terlihat lemah tak berdaya. Andy terus memegang tangannya, dengan wajah yang khawatir. Dini tak berani masuk dan hanya melihat mereka dari luar.
Dini berbincang dengan pelayan mengenai kejadian sebelum Ana dilarikan ke rumah sakit. Pelayan menceritakan semuanya pada Dini. Mendengar tentang penyakit yang di idap Ana, Dini sangat prihatin dan merasa iba. Dini merasakan apa yang Ana rasakan sebagai seorang wanita. Dia juga pasti akan melemah jika dirinya di vonis dokter tak bisa mengandung seorang bayi yang merupakan kodrat wanita.
Ana dalam kondisi kritis karena pembengkakan semakin besar dan menyebabkan kesehatan nya memburuk. Dokter menyarankan untuk mengangkat endometriosis nya agar Ana bisa kembali sehat.
Tanpa sepengetahuan Ana, Andy menyetujui untuk operasi. Ana juga tak kunjung sadar setelah sehari di rumah sakit. Akhirnya operasi dilakukan.
Andy menunggu dengan cemas di depan ruang operasi. Dini juga ikut menunggu karena ikut cemas. Andy yang melihat Dini duduk di kursi yang sedikit jauh, menyuruh nya untuk pulang dan tak usah mengkhawatirkan nya.
Dini menolaknya, dia malah pergi ke kantin untuk membelikan Andy makanan. Dini ingat, Andy belum makan apapun sejak dia datang ke rumah sakit kemarin. Andy melupakan perutnya karena kekhawatiran nya terhadap Ana.
Perhatian Dini sangat berarti bagi Andy, dia memberikan semua perhatiannya yang Dini namakan kesetiaan terhadap Bos. Andy pun menerimanya sebagai perhatian partner kerja.
Keluarga Ana datang untuk melihat keadaannya. Mereka menanyakan perihal keberadaan Dini di sana. Andy menjelaskan dan mereka pun mencoba mengerti. Mereka menerima niat baik Dini sebagai karyawan perusahaan Andy. Lalu menyuruhnya untuk pulang dan tak usah mengkhawatirkan Ana.
Menyusul ayah Andy, Dodi datang dari Surabaya langsung ke rumah sakit. Dodi bertemu Dini di lobi rumah sakit. Dini menunjukkan tempat Ana dirawat. Dini yang awalnya sudah di suruh pergi oleh keluarga Ana, kembali dengan mendampingi Dodi menemui mereka.
Andy mendapat pelukan dari ayahnya, isak tangis nya pecah saat berada di pelukan ayahnya. Semua orang kaget melihat Andy yang tadi begitu terlihat tegar sekarang menangis karena takut kehilangan Ana. Andy menyembunyikan kenyataan bahwa Ana kehilangan rahimnya. Dia tak memberitahu kedua keluarga tentang hal itu agar mereka tak merasa khawatir.
Dodi menyuruh Dini mengurus semua keperluan Ana selama di rumah sakit. Dini juga diperintahkan untuk datang setiap hari mengurus Ana, sebelum dan sesudah bekerja. Dodi menjanjikan imbalan yang cukup banyak dan disebutkan di depan keluarga Ana sehingga mereka tak bisa menolak apa yang dilakukan besan nya. Meski mereka kurang suka dengan kehadiran Dini.
Dini mengurus Ana selama di rumah sakit, Andy pun punya waktu untuk pulang dan beristirahat di rumah karena tenang Dini sudah menjaga nya.
Ana sadar beberapa hari, setelah operasi dilakukan. Dia terkejut melihat seorang wanita asing merawatnya dengan penuh perhatian. Ana menanyakan keberadaan Andy, Dini pun menjawab dan memberitahunya bahwa Andy baru saja istirahat setelah berhari-hari menunggunya di rumah sakit. Ana tersentuh dengan cerita Dini yang mengatakan kesetiaan Andy untuknya.
Namun Ana tak berhenti menangis, saat mengetahui rahim nya diangkat karena endometriosis semakin besar dan menggerogoti tubuhnya. Dini mencoba menenangkan nya namun tak bisa. Akhirnya saat Andy datang, Ana meluapkan amarah juga kesedihannya pada Andy.
Seiring berjalannya waktu, Ana mulai sembuh dan Dini selesai merawat nya. Ana pulang dan tinggal di rumah dengan tekanan pikirannya sendiri. Andy tetap mendampingi Ana apapun yang terjadi. Berusaha meyakinkan nya bahwa cintanya bukan karena alasan yang lain, Andy hanya mencintai apa adanya.
Andy tetap pada pendiriannya untuk selalu membuat Ana bahagia. Namun Ana menjadi pemurung dan hanya tinggal di rumah. Sikap Ana semakin dingin pada Andy. Ana menyadarinya, namun perasaan merasa tak layak menjadi istri Andy selalu membayanginya. Ana ingin Andi bahagia memiliki anak dalam hidupnya.
Beberapakali Andy menawarkan untuk mengadopsi bayi dari panti asuhan atau dari orang yang kesulitan dalam hal ekonomi. Ana menolaknya, dia ingin Andy mempunyai anak kandung.
Ana menyarankan untuk Andy berpoligami, namun Andy tak mau. Andy tak mau membagi cinta nya yang untuk Ana. Andy merasa Ana menyepelekan kesetiaannya selama ini. Andy mulai kesal dengan sikap Ana.
Karena Andy marah, Ana mengubur harapannya menyuruh Andy berpoligami. Ana mulai bekerja kembali dan memaksakan diri bersikap seperti Ana yang dulu untuk membahagiakan Andy.
Suatu malam, Andy pulang dengan keadaan bahagia dan menyentuh tubuh Ana dengan sangat bergairah. Namun Ana tak bisa melayani nya karena kurang merasakan hormon seksualnya. Ana menolaknya dengan lembut, Andy pun mengubur gairah malam itu.
Banyak malam yang dilalui mereka seperti itu, Andy berusaha paham dengan keadaan Ana. Namun Ana semakin merasa bersalah dan mencari cara agar Andy bisa bahagia.
***
Dino mengalami kecelakaan karena membawa kendaraan bermotor sambil mabuk. Kecelakaan yang dialaminya cukup parah. Sehingga membuat dia harus kehilangan kedua kakinya.
Dini kesulitan dalam hal membayar keuangan rumah sakit. Dia menjual semua barang berharganya juga mengumpulkan tabungan pun tak cukup untuk membayar biaya rumah sakit. Akhirnya Dini meminjam uang pada Andy dan mencicilnya dari gaji bulanan nya.
Setelah beberapa minggu keluar dari rumah sakit, Dino dinyatakan bersalah oleh pengadilan karena menyebabkan kecelakaan beruntun. Dino diancam dipenjara kan selama 15 tahun.
Dino yang sudah sadar saat itu meminta Dini membiarkannya dipenjara saja. Dia sadar, Dini sudah kehabisan uang dan akan kesulitan jika Dino hidup bersamanya. Namun Dini tak mau, dia ingin Dino tak dipenjara, dia memilih untuk berjuang meminta belas kasih penuntut untuk kakaknya itu.
***
Andy menceritakan kesialan Dini pada Ana, saat Ana teringat pada Dini yang mengurusnya di rumah sakit. Awal nya Ana merasa Dini adalah wanita yang cantik dan baik. Dia hendak meminta Andy menikahinya dan memiliki anak darinya. Namun hasutan keluarga Ana membuat nya berpikir akan takut kehilangan cinta Andy jika Dini menjadi ibu dari anaknya.
Ana berpikir keras, dia hendak memanfaatkan kesulitan Dini untuk mau mengikuti semua keinginannya. Ana tak mau jika Andy menikah dengan Dini begitu saja, dia takut Andy menjadi tertarik pada Dini. Namun seingatnya, selama bertahun-tahun Andy mengenal Dini tak sedikitpun Andy terlihat menaruh hati padanya. Andy pria yang setia, Ana yakin itu.
Ana pergi menemui Dini dan menawarkan bantuan juga kesepakatan. Ana akan membayar semua denda untuk menebus Dino dari penjara. Ana juga menawarkan fasilitas untuk merawat Dino seumur hidupnya jika Dini mau mengikuti semua keinginannya.
Dini diminta untuk menjadi istri siri Andy dan berusaha membuat Dini mengandung anaknya. Setelah Dini melahirkan dia harus pergi dan meninggalkan mereka jauh pergi bersama Dino dengan imbalan uang yang cukup banyak untuk sisa hidup mereka. Dini terkejut dengan permintaan Ana yang terdengar sangat egois. Mengingat semua kebaikan Dodi juga Andy, Dini langsung menolaknya.
Dini pergi meninggalkan Ana dengan kesal. Dia kembali ke rumah dan menunggui Dino yang tertidur lelap.
Dini menatap Dino yang kini tubuhnya tak sempurna. Dia menjadi bingung saat harus menghadapi dilema yang dihadapkan padanya.
Dini ingin Dino tak sampai dipenjara namun di sisi lain dia tak suka dengan tawaran Ana yang mengeksploitasi kesengsaraan nya. Dini memukuli kepalanya sendiri karena terlalu bingung.
Ana memberikan pesan lewat ponsel Dini. Ana masih memberikan waktu pada Dini untuk berpikir dan tak terlalu buru-buru. Dini semakin bimbang, hatinya tak tahan melihat kakaknya dengan keadaan sekarang, namun dia juga takkan mampu memberikan kehidupan layak tanpa pekerjaan.
Dini meminta Ana untuk bertemu, Ana langsung menemuinya di sebuah restoran. Dini menyerah dan menerima tawaran Ana. Namun Dini tak mau bertanggung jawab jika Andy akhirnya tak mau menyentuh nya. Seperti yang diketahui, Andy adalah pria setia yang sulit untuk merobohkan pendiriannya. Ana harus tetap merawat Dino seumur hidupnya sesuai apa yang dikatakannya.
Ana menyetujui syarat dari Dini, dia juga mengingatkan Dini untuk tak jatuh cinta pada Andy. Dini harus mematikan perasaannya saat bersama Andy.
***
Ayah Andy meminta mereka berkonsentrasi untuk bisa mendapatkan keturunan, begitupun keluarga Ana. Andy dan Ana duduk berdua dan membicarakan nya. Ana tahu Andy menyembunyikan kekurangannya dari semua keluarga hanya karena Andy sangat mencintainya dan tak ingin berpisah darinya.
Ana menyarankan Andy menikahi Dini secara siri dan memiliki anak dari nya. Andy juga bisa melakukan senggama dengan Dini saat Ana tak bisa melayaninya dengan baik. Dengan tegas Andy menolaknya.
Lalu Ana mengatakan bahwa Dini bersedia menjadi istri siri asalkan dia diberikan fasilitas yang setara dengan Ana. Ana meyakinkan Andy bahwa mereka takkan merasa bersalah pada Dini karena Dini meminta imbalan yang cukup relevan. Andy tak menyangka Dini mau melakukannya hanya karena harta. Tapi Andy juga tak heran, Dini sudah banyak melalui kesulitan keuangan ditambah dengan keadaan kakaknya yang sekarang cacat.
Andy tetap menolak, dia tak mau mengambil resiko dengan melakukan hal yang tidak dia inginkan. Andy tak memperdulikan permintaan Ana. Dia mencari jalan keluar dengan berusaha mencari adopsi bayi yang baru lahir.
Mengetahui hal itu, Dodi dan keluarga Ana mengamuk. Akhirnya mereka mengetahui bahwa rahim Ana sudah diangkat. Mereka kecewa dengan Andy dan Ana yang menyembunyikan hal sepenting itu dari keluarga.
Keluarga Ana diam tak bisa membela anaknya yang sudah tak bisa mempunyai keturunan dan juga berbohong. Dodi dengan tegas meminta Andy menceraikan Ana. Andy jelas-jelas menolak permintaan ayahnya. Dia sangat mencintai Ana dan tak ingin berpisah darinya.
Karena kesal dengan sikap Andy yang setia, Dodi mengancam untuk mencabut Andy sebagai direktur dan mencoretnya dari daftar pewaris. Andy tak takut akan hal itu dan tetap pada pendiriannya.
Lain halnya dengan Ana, dia merasa sudah dikenal dan dicap sebagai wanita sukses dengan pria idaman di sisinya. Ana tak mau jika bercerai dari Andy, tapi dia juga tak mau jika Andy tak jadi pewaris perusahaan ayahnya.
Ana membujuk mertuanya untuk mengizinkan Andy berpoligami. Dodi menolaknya karena dia tak suka dengan poligami. Ana mengatakan memiliki kenalan wanita yang mau mengandung anak Andy dengan imbalan yang cukup banyak. Dia meyakinkan Dodi bisa menjamin wanita itu tak menuntut hal yang lain.
Dodi berpikir keras, namun akhirnya dia menyetujui saran Ana dan menyerahkan semua rencananya pada Ana. Dodi menegaskan pada Ana, dia tak ingin masalah datang lagi di hidup anaknya setelah mendapatkan cucu dari wanita itu. Ana menyanggupinya.
Ana meyakinkan Andy kembali setelah memberitahu nya bahwa dia bisa meyakinkan ayahnya. Kini Andy yang berada dalam dilema. Dia tak ingin melukai siapapun dalam hidupnya. Tidak ikut dalam rencana Ana, dia akan melukai keluarganya. Mengikuti rencana Ana dengan menikahi Dini, akan melukai Ana meskipun ini adalah rencananya. Melakukan rencana sesuai keinginan Ana, akan melukai Dini yang hanya dijadikan alat oleh mereka.
Andy pergi saat Ana terlelap tidur setelah membicarakan semua rencana Ana. Andy sama sekali tak bisa tidur memikirkan semuanya. Dilema besar tengah dihadapinya dan dia hanya bisa pergi menyendiri di sebuah taman di tengah malam.
Sementara, Dini keluar dari kos an nya setelah lelah mengganti pakaian Dino yang berak. Mengurusi Dino membuatnya sangat kelelahan. Dini pergi ke luar setelah Dino terlelap tidur.
Dia berjalan di sebuah taman yang sepi dan bertemu dengan Andy. Mereka saling menatap dan bertanya keadaan masing-masing. Dini tak menceritakan permintaan Ana, Andy pun tak bercerita. Mereka saling menguatkan saat mengeluh tentang apa yang sedang mereka hadapi.
Andy merasa nyaman saat bicara dengan Dini. Ya, dia merasa kehilangan sosok seorang Dini yang setiap hari selalu memperhatikan nya. Meski hanya sebagai sekertaris, Dini selalu memberikan dukungan moril yang mampu membuat Andy semangat kembali.
Andy melihat kepolosan di wajah Dini yang sedang menceritakan kesulitan nya. Andy tak merasa yakin saat ingat perkataan Ana bahwa dia meminta imbalan yang besar untuk dapat melahirkan anak Andy. Lalu Andy memintanya saran atas apa yang dia alami.
Dini merasa Andy sedang membicarakannya, lalu dengan penuh rasa bersalah Dini memohon maaf pada Andy dengan berlutut dihadapannya. Dini memohon maaf karena telah menerima tawaran Ana yang memintanya untuk mau menikah siri dan melahirkan anak Andy. Dini merasa telah memanfaatkan kebaikan keluarga Andy.
Andy mendengar semua alasannya menerima tawaran Ana. Namun Andy lebih heran saat Dini bersikeras memohon maaf atas keputusannya. Di sisi lain Andy sangat merasa bersalah karena melibatkan nya di drama pernikahan nya. Namun Dini malah merasakan hal yang lain. Ucapan Ana tak terbukti, Andy sadar Ana berbohong. Namun kembali lagi, dia paham posisi Ana yang ingin meyakinkannya.
Akhirnya Andy setuju untuk melakukan rencana Ana, dengan niat membantu Dini mengurangi beban hidupnya. Dia tak memberitahu alasannya menerima rencana Ana. Ana tak peduli, dia merasa senang karena semuanya mau menuruti semua permintaannya.
Datanglah hari dimana Andy menikahi Dini. Ana mempersiapkan rumah pelayannya yang memfasilitasi pernikahan Dini dan Andy. Saat Andy tiba dia terkejut dan kecewa pada Ana yang seenaknya mengatur acara pernikahan sederhana bahkan tak layak untuk dia dan Dini.
Andy sedikit marah, namun Ana berhasil membuatnya tak bisa menolak. Akhirnya Andy menikahi Dini secara siri dibawah tangan penghulu. Dengan saksi pelayan dan supir Andy. Mata Andy berkaca-kaca saat mengucapkan ijab kabul. Selain merasa telah mengkhianati cintanya untuk Ana, dia juga merasa kasihan melihat Dini yang menikah dengan cara seperti ini.
Andy meninggalkan acara setelah selesai berdoa. Ana tersentuh melihatnya menangis karena merasa telah mengkhianati nya. Ana menyusul Andy, dan Dini dibiarkan begitu saja.
Pelayan Ana pun tak mau tahu tentang Dini, mereka mengusir Dini sesaat setelah penghulu pergi. Dini pergi kembali ke kos an tanpa mengetahui apa yang harus dia lakukan setelahnya.
Dino sudah dipindahkan ke panti oleh Ana. Dini sendiri duduk termenung di kamar kos nya. Dia merindukan ibunya, dia menangis dan meratapi nasibnya.
Andy pulang dan langsung tidur membelakangi tempat tidur Ana. Dia kesal dan tak ingin bicara sedikitpun. Ana memeluknya dari belakang dan berusaha menghiburnya. Namun Andy tak bergeming, dia tetap berusaha untuk tidur tak memperdulikan Ana.
Ana tak kesal meski tak bisa menghibur Andy saat itu, dia sangat senang. Hari itu dia bisa mewujudkan rencananya dan tak kehilangan perasaan suaminya terhadapnya.
Ana menelpon ponsel yang baru dia hadiahkan untuk Dini, dengan lemas karena semalaman tak tidur dan memeluk lututnya Dini pun mengangkat telpon dari Ana.
Ana menyuruh Dini untuk pindah dari kos an nya menuju salah satu rumahnya yang jauh dari teman dan kolega nya, untuk meminimalisir pertemuan Andy bertemu dengan teman atau kolega saat berkunjung ke sana.
Dini menuruti nya, dia pergi dengan membawa beberapa pakaian dan barang miliknya. Meski Ana menyarankan untuk tak membawa apapun.
Ana sudah ada di rumah yang dia maksud, menunggu Dini dengan sejumlah barang yang harus Dini pakai saat Andy berkunjung. Ana menyuruhnya memakai semua pakaian, minyak wangi dan barang-barang yang selalu Ana pakai saat bersama Andy.
Dini menerima dan menuruti semua perkataan Ana. Dini berusaha untuk mati rasa dengan semua perlakuan Ana padanya. Meski sebenarnya dia merasa sangat terluka.
Beberapa minggu berlalu, Andy belum menemui Dini untuk melakukan apa yang diinginkan Ana. Andy terus mencari alasan untuk tak sampai bisa datang ke rumah Dini. Ana pun terus memaksa Andy untuk sehari saja pulang ke rumah Dini.
Suatu hari, Andy mendapati banyak kesalahan yang dilakukan sekertaris barunya. Proyek nya juga terhambat karena kelalaian bawahannya. Sementara Ana terus menerus mendesaknya. Andy pergi ke tempat hiburan, dia minum alkohol untuk menghilangkan stress nya atas saran Feri temannya. Namun Andy minum sampai mabuk.
Supir Andy menelpon Ana dan memberitahukan keadaan Andy yang meracau dan mabuk. Ana memanfaatkan kondisi tersebut dan menyuruh Supri supir Andy mengantar Andy ke rumah Dini. Tak lupa Ana memberi tahu Dini untuk bersiap memakai segala yang serupa dengan Ana.
Dini melakukan apa yang diperintahkan Ana. Namun dia sangat kaget saat mengetahui keadaan Andy yang ternyata datang sambil meracau karena mabuk. Andy mencium wangi parfum Ana di sekitar rumah Dini. Namun dia kesal karena yang dia lihat adalah Dini. Andy mengendus tubuh Dini yang ternyata juga memiliki bau yang sama.
Andy murka kemudian melakukan kekerasan pada Dini. Hingga Dini mendapatkan luka di tubuh dan wajahnya. Setelah lelah mencaci Dini, Andy tertidur pulas hingga siang. Dini yang ketakutan mulai menguatkan diri bangun dan merapikan diri juga memasak untuk Andy.
Andy bangun dan tak ingat dengan apa yang terjadi semalam. Andy melihat sarapan sudah tersedia di meja makan. Semuanya adalah makanan kesukaannya. Dini meminta maaf karena tak membangunkannya untuk bekerja karena itu hari sabtu. Andy hanya mengangguk dan makan dengan lahap.
Dini tak mengerti dengan sikap Andy, yang semalam begitu menakutkan dan pagi nya dia terlihat kebingungan. Dini menyembunyikan lebam di wajahnya di hadapan Andy.
Andy tak banyak merespon dia langsung pergi lagi dan tak memperdulikan Dini. Andy merasa tak enak, dia pikir semalam dia sudah melakukan hubungan suami-istri dengan Dini sambil mabuk. Andy sama sekali tak mengingatnya.
Stress melanda Andy beberapa hari terakhir. Dia jadi sering mabuk dan sering dibawa ke rumah Dini oleh Supri karena Ana sedang melakukan sebuah pertemuan di luar negeri.
Andy heran dengan sikap Supri juga penasaran dengan apa yang dia lakukan di rumah Dini. Andy pun pura-pura mabuk untuk mengetahui kelakuan supirnya yang suka mengadu keadaannya pada Ana. Andy mendengar Supri menelpon Ana dan mendapatkan perintah. Mereka pun pulang ke rumah Dini lagi.
Andy turun dengan sempoyongan. Kali ini Dini tak ada menyambut. Supri meninggalkan Andy seperti biasanya. Andy mencari Dini ke seluruh ruangan, Dini berada di kamar mandi kamarnya.
Andy mengetuk pintu dengan keras. Tak ada jawaban, namun dia mendengar isak tangis Dini dari dalam. Andy memanggil namanya dengan panik, namun hanya ada suara Dini yang memohon d ngan sangat pada Andy untuk tak melakukannya lagi.
Dini menangis dan menolak untuk disiksa Andy dalam keadaan mabuk. Andy terkejut dengan permohonan Dini, dia baru tahu bahwa dirinya tak pernah tidur dengan Dini. Dia hanya menyiksa Dini sebagai pelampiasan kekesalannya terhadap permasalahan beberapa hari terakhir.
Andy menangis dan mencoba membujuk Dini untuk keluar dari kamar mandi. Dini tak mau meski dia hanya memakai handuk karena saat Andy datang dia sedang mandi. Andy mendobrak pintu dan menggendong Dini yang pucat kedinginan.
Dini meronta namun Andy langsung menyelimuti nya. Andy memeluk Dini sambil meminta maaf atas apa yang terjadi. Dini perlahan mulai diam dan mendengarkan perkataan Andy yang berjanji takkan mabuk lagi saat datang ke rumah nya.
Andy mulai menceritakan masalah dan stress yang di alaminya. Hingga mengatakan mulai merindukannya di kantor. Namun Dini terlelap saat mendengarnya. Andy pun memperhatikan Dini dalam pelukannya. Dia terdiam dan mulai merasakan suka pada Dini.
Ana masih seminggu lagi di Australia. Andy meminta Supri untuk tidak mengatakan bahwa dia pulang setiap hari ke rumah Dini. Andy mengobati luka lebam yang dia berikan. Dini menyiapkan masakan setiap hari untuk Andy.
Perlakuan Dini membuat Andy merasa mendapat momen yang dulu pernah dia rasakan bersama Ana. Namun kini Andy mampu menempatkan Dini pada posisinya sebagai istri nya.
Andy meminta Dini berdandan sesuai keinginannya, seperti Dini yang biasa dia temui di kantor dulu. Dini menurut dan menyimpan semua barang yang diberikan Ana.
Hingga hari Ana kembali Andy belum menyentuh Dini seperti layaknya suami-istri. Namun mereka menjadi lebih dekat seperti dulu. Andy mulai merindukan mengobrol dengan Dini. Mereka selalu menghabiskan waktu untuk berdiskusi tentang proyek yang dijalankan Andy.
Dini menjadi teman pelipur lara dan kebosanan Andy terhadap Ana yang selalu memaksakan obsesinya pada Andy.
Ana menanyakan perihal kehamilan Dini, namun Dini dengan polos mengatakan bahwa dia belum pernah disentuh Andy. Ana marah pada Andy, dia mengatakan dia tak mau berlama-lama menjadikan Dini madu nya.
Andy berbalik marah pada Ana, dia balik menyalahkan Ana atas apa yang terjadi pada mereka. Andy menyalahkan Ana karena terlalu terobsesi terhadap seorang anak. Mereka pun bertengkar, Ana marah dan menginap di rumah ibunya. Lalu Andy pun pergi ke rumah Dini.
Andy dan Dini malah menjadi semakin dekat dan mulai tak canggung saling menyentuh. Hingga akhirnya Andy pun melakukan hubungan suami-istri dengan Dini.
Awalnya mereka saling meminta maaf karena sudah tak sadar dengan perasaan mereka, namun lama kelamaan Andy mulai selalu mengucapkan kata rindu pada Dini. Andy pun memperlakukan Dini sebagai istrinya sama seperti pada Ana.
Ana yang terlalu merasa Andy setia dan bisa menjaga perasaan nya, malah santai dan hanya menunggu Dini memberi kabar kehamilannya.
Beberapa bulan terlewati hingga akhirnya Dini memberitahu Ana bahwa dia hamil. Ana pun memberitahu Andy yang masih bekerja. Ana begitu senang dan berencana untuk menghentikan permintaan nya untuk Andy menemui Dini lagi.
Andy yang tahu dari Ana tentang kehamilan Dini langsung pergi ke rumah Dini dengan sembunyi-sembunyi dari Supri dan juga Ana. Andy sangat senang dan meluapkan kebahagiaanya dengan memeluk dan menggendong Dini.
Dini terkejut dengan perlakuan manis Andy. Dia mencoba untuk menutup perasaan mengingat semua janjinya pada Ana. Andy merasa tak enak dengan respon Dini yang mengatakan bahwa dia ingin membatasi rasa bahagia nya. Dini merasa bahkan anak yang dia kandung sekarang bukan lah milik nya.
Andy pulang dengan memikirkan pemikiran Dini tentang kehidupannya sekarang. Betapa Dini benar-benar merasa terpaksa melakukan semuanya.
Ana melihat Andy selalu termenung dan menanyakannya. Andy beralasan memikirkan pekerjaannya. Ana meminta Andy berhenti menemui Dini, karena dia kini tengah mengandung. Andy marah dan tak suka dengan permintaan nya. Ana merasa sikap Andy mulai berubah.
Andy mulai tak memperdulikan keinginan dan ucapan Ana. Dia mulai sibuk akan sesuatu yang dia sebut pekerjaan pada Ana. Namun karena pendapat keluarga nya selagi itu takkan mempengaruhi posisi pewaris mertua nya Ana harus bertahan.
Minggu berganti bulan, Dini sudah akan melahirkan. Tak sengaja bertemu dengan Dodi di sebuah swalayan dekat dengan rumah Dini. Dodi terkejut melihat Dini yang ternyata sudah menikah. Dengan merendah diri Dini mengatakan bahwa dia menikah dengan cara sederhana sehingga tak bisa mengundangnya.
Dodi memberikan sebuah tabungan yang cukup besar pada Dini, mengingat saat Dino kecelakaan dia tidak sekalipun datang menjenguk karena berada di luar negeri. Dini lebih banyak bercerita tentang perkembangan mental Dino yang sering dia jenguk di panti.
Dodi sangat bangga pada Dini karena terus berada di sisi kakaknya meski dulu dia tak pernah memperlakukan Dini dengan baik. Dodi sampai bercerita di depan Ana dan Andy tentang kekagumannya terhadap Dini. Dia bahkan membandingkan Ana dengan Dini.
Ana mulai kesal dengan Dini dan ingin segera mengakhiri hubungan mereka. Ana mengancam Dini agar menahan diri untuk bertemu dengan orang yang mengenalinya lagi hingga melahirkan.
Akhirnya bayi yang diinginkan Ana lahir ke dunia, Ana langsung menimangnya. Dini tidak diperkenankan melihatnya. Namun berkat Dokter Heru yang merasa kasihan pada Dini, akhirnya Dini bisa tinggal bersama bayinya hingga bayinya berumur 3 bulan.
Saat acara adat potong rambut bayi, Dini hadir ditemani Dokter Heru. Dodi melihatnya dan menyambutnya. Andy menatap Dini yang sekarang lebih dekat dengan Dokter Heru. Dini dipersilahkan untuk dapat menggendong Kamila nama bayi mereka. Dodi tak mengetahui jika ibu si bayi adalah Dini.
Dini menangis mengusap kepala Kamila dengan penuh kasih sayang dan air mata. Dodi menanyakan alasan tangisnya. Namun Ana mengatakan bahwa dia telah kehilangan anaknya karena meninggal saat dilahirkan. Dini memejamkan mata mendengar perkataan Ana. Andy bahkan hendak memarahi Ana, namun mengurungkan niatnya karena Dini mengiyakan perkataannya.
Akhirnya Dini merelakan Kamila bayinya untuk Ana. Dengan itu berakhirlah hubungannya dengan Ana dan Andy. Namun tak sekalipun Andy mengucapkan talak pada Dini dan Ana tak mengetahuinya.
Andy mengikuti Dini sejak pagi, dia mengunjungi Dino di panti dan kembali ke kontrakan baru nya. Ana memintanya untuk pindah setelah melahirkan Kamila. Andy melihatnya berhenti di pinggir jalan untuk membeli nasi goreng. Setelah sampai di kontrakan barunya, Andy mengetuk pintu dan mengatakan ingin makan malam dengan Dini untuk terakhir kalinya.
Dini yang masih menjadi istri siri nya tak bisa menolak Andy yang minta dilayani untuk makan malam. Andy menunjukkan bahwa dia sudah membeli nasi goreng kesukaan Dini yang dia beli setelah Dini pergi dari warung yang sama.
Setelah makan, mereka mengobrol seperti biasanya. Dini menanyakan perihal masalah, karena dia hanya akan datang pada Dini jika ada masalah. Andy menatap Dini dan mengatakan langsung bahwa dirinya sangat merindukan pelukan Dini.
Dini diam tak bergeming mendengar kata rindu dari suami siri nya. Dia bahkan tak bisa menolak saat Andy mencumbu leher perlahan dan meraba tubuhnya. Dini merasa masih menjadi istrinya karena belum ada talak. Sedangkan Andy sedang merasa sangat mencintai diam nya terhadap kehidupannya. Mereka menikmati cinta yang datang malam itu tanpa sepengetahuan Ana.
Keesokan harinya Dini mendapat kabar panti tempat Dino tinggal mengalami kebakaran. Dini histeris mendengar kakaknya hangus terbakar karena tak bisa melarikan diri saat kebakaran terjadi. Dini merasa hancur dan hilang semangat.
Andy selalu datang untuk menghiburnya, hingga Dini merasa bergantung pada perhatiannya. Ana pun akhirnya mengetahui nya. Ana mengancam Dini untuk tak menerima Andy lagi dan bisa memenuhi janjinya untuk pergi meninggalkan mereka.
Andy berkunjung lagi ke kontrakan Dini malam hari. Dini melayani nya seperti biasa. Andy bercerita dan bercanda seperti biasanya lalu tertidur dalam belaian Dini.
Pagi nya, Dini membereskan barang dan pakaiannya saat Andy masih tidur. Andy terbangun dan menanyakan apa yang dia lakukan. Dini mengatakan dia sudah berjanji akan pergi meninggalkan mereka pada Ana.
Andy melarangnya mengikuti semua keinginan Ana lagi. Namun Dini bersikeras ingin pergi. Dini tak mau merusak cinta Andy untuk Ana karena Andy yang terlalu sering ke kontrakan nya.
Dini membuat Andy menyetujui keputusannya dengan semua argumennya. Akhirnya Andy pun menyerah dan bersedih merelakan kepergian Dini.
Ana dan Andy kembali membina rumah tangga dengan putri mereka Kamila. Tak begitu bahagia, Andy melakukannya hanya untuk membuat ayahnya bahagia tidak mengkhawatirkan mereka lagi.
Andy berusaha melupakan Dini, wanita yang dikenalnya kuat dan sangat baik. Ana masih dengan obsesinya terhadap pendapat orang lain yang melihatnya sempurna.