"Kau baik-baik saja,Nak?"
Setelah menghajar orang-orang yg ingin berbuat jahat kepadaku,Dia dengan santainya mengulurkan tangannya kepadaku.Wanita ini..Sungguh seorang penyelamat!
"Iya aku baik-baik saja"
Ucapku sambil meraih uluran tangannya yg begitu dingin tapi terasa hangat bagiku.
"Kemana orangtuamu?"
"Mereka..Membuangku kesini"
Benar,Aku adalah seorang anak yg baru saja dibuang oleh kedua orangtua kandungku sendiri.Alasannya?Tidak ada alasan untuk itu.Hanya saja mereka berpikir kalau dengan membuangku,Kehidupan mereka akan jadi jauh lebih baik.
"Oh,Begitu ya.Nah,Kalau begitu apakah kau mau ikut bersamaku?"
Walaupun dia telah menyelamatkanku,Aku..Masih ragu akan niatannya itu.
"Tenang saja.Aku tidak akan memperlakukanmu seburuk orangtuamu itu"
Dia tersenyum dengan hangatnya kepadaku sampai membuat hatiku tersentuh.Aku kemudian menganggukkan pertanyaannya yg tadi.
"Baiklah.Ayo kita pulang!"
Dia langsung menggendongku tanpa ragu di tengah-tengah hujan sambil berusaha menutupi tubuhku dengan jaketnya yg masih belum sepenuhnya basah.
SESAMPAINYA DI TEMPAT TUJUAN...
"Oi Anak siapa yg kau bawa itu?"
Mereka siapa?Kenapa wajah mereka begitu menakutkan?Aku takut sekali melihat wajah orang-orang yg berada disana.Mereka terlihat seperti orang-orang jahat.
"Jangan menatapnya seperti itu.Dia jadi ketakutan"
Wanita yg membawaku ini menatap tajam orang yg kemungkinan adalah temannya.Dia mau melakukan itu hanya untuk anak yg baru di temuinya tadi?Benar-benar tak bisa dipercaya!
"Dia adalah anak yg ku temui di jalan.Anak ini hampir saja diculik oleh beberapa preman di jalan.Jadi,Yah..Daripada membiarkannya sendirian di tengah hujan lebih baik aku membawanya ke markas kita"
Dia kemudian menggendongku melewati beberapa orang.Dia membawaku ke sebuah kamar lalu menurunkanku di lantai.
"Oh iya,Apakah aku boleh tahu namamu siapa?"
"Namaku adalah..Haylinn"
Jawabku sambil menundukkan pandanganku.
"Nah,Haylinn bagaimana kalau kau mengganti pakaianmu yg telah basah itu dahulu?"
"T-tapi ini satu-satunya pakaian yg aku punya"
Dia terlihat sangat terkejut sekaligus marah mendengar jawaban dariku.Aku pikir dia akan memukulku,Tapi ternyata...
"Orangtuamu itu adalah iblis yg sebenarnya.Jangan bersedih ya"
Dia memelukku dengan eratnya sampai rasanya mataku hampir menitikkan air mata saking terharunya.
"Tidak kok"
Aku penasaran sebenarnya siapa nama dari wanita yg menyelamatkanku ini.Aku kemudian memberanikan diri untuk bertanya kepadanya.
"Kalau aku boleh tahu,Siapa namamu dan juga tempat apa ini?"
Dia tertawa kecil sehingga membuatku sedikit malu akan pertanyaan yg ku lontarkan sendiri.
"Namaku adalah Francine dan sekarang kita berada di markasku dan juga teman-temanku"
"Apakah ini semacam markas persembunyian mafia?"
Tanyaku dengan mata berbinar-binar.
Wanita bernama Francine ini tertawa terbahak-bahak merespon perkataanku.
"Kau tahu banyak tentang dunia ini ya?"
"Sebenarnya sebelum aku dibuang ke jalanan tadi oleh orangtuaku,Aku sangat menyukai hal-hal yg berbau mafia dan segala macam.Bagiku mereka terlihat sangat keren!"
Francine menggelengkan kepalanya sambil tersenyum kemudian mengacak-acak rambutku.
"Kalau begitu apakah kau ingin tahu lebih banyak?"
"Iya,Tentu saja!"
"Kalau begitu pakailah dulu baju ini.Lalu kita bicara,Oke?"
Aku kemudian mengangguk lalu mengambil pakaian yg diambilkan oleh Francine.Dia kemudian berjalan keluar meninggalkanku sendirian di kamarnya untuk mengganti bajuku.
DI LUAR...
"Sepertinya kau menemukan anak yg menarik"
"Yah,Aku juga berpikir demikian.Tapi walaupun begitu,Dia masih anak-anak.Dia belum boleh tahu banyak soal dunia yg KEJAM ini"
Ucap Francine dengan wajah serius tapi juga khawatir.
"Apakah kau akan mengajarinya bertarung nantinya?"
"Kapanpun dia siap"
Teman Francine itu kemudian menepuk pundak Francine lalu meninggalkan Francine sendirian di depan pintu kamarnya.
DI DALAM KAMAR...
"Bertarung..?"
Gumamku sambil memakai baju yg diberikan oleh Francine.
"Hei,Nak Apakah kau sudah selesai?"
Francine yg tiba-tiba masuk membuatku terkejut sampai rasanya ingin mati.
"Oh,Maaf apakah aku mengejutkanmu?"
"Tidak sama sekali"
"Francine.."
"Iya?"
Tanyanya kepadaku sambil terus tersenyum.
"Apa itu bertarung?"
"Ah,Sepertinya kau sudah mendengar pembicaraanku dengan Sudan ya?Sebenarnya aku ingin mengajarimu bertarung agar kau bisa menjaga diri sendiri"
"Kedengarannya menarik!Kapan kau akan mengajariku?"
Francine tersenyum lalu berkata...
"Kapanpun kau siap"
"Sekarang saja ya!"
"Hahh...Baiklah"
Francine kemudian langsung menggendongku keluar dari kamar lalu membawaku ke suatu tempat...
"Ini adalah tempat latihan kami.Keren bukan?"
Mataku terbelalak kagum melihat begitu banyaknya alat latihan dan juga senjata untuk bertarung.INI LUAR BIASA!
"Sangat keren!"
Ucapku dengan girangnya di hadapan Francine.
"Karena kau ingin belajar bertarung sekarang,Aku akan mengajarimu dasar bertarung dahulu"
Aku mengangguk pelan menanggapi perkataan Francine.Dia lalu mengajariku berbagai macam teknik bertarung.Francine terus mengajariku tanpa kenal lelah sehingga membuatku semakin semangat untuk belajar.Satu hal yg ku inginkan adalah..Tidak membuatnya kecewa akan diriku.
BEBERAPA TAHUN KEMUDIAN...
"Haylinn,Ayo cepat pergi!"
Rekanku yg juga ada di markas menyuruhku untuk cepat mengikutinya pergi.Aku baru saja menjalankan misiku yg ke-10 dengannya.
"Kau Haylinn kan?"
Suara orangtua yg datang kepadaku seperti tidak asing.Ini lebih ke arah familiar.Aku kemudian memperhatikan lebih lanjut orangtua itu untuk melihat siapa sebenarnya dia.
"KAU..!"
Orangtua itu adalah ibuku yg sudah membuangku sewaktu aku masih berumur 10 tahun.Dendamku padanya masih terus ada sampai saat ini.
"Kelihatannya kau sudah cukup mapan sekarang.Bisakah ibu meminta uangmu?"
Pertanyaan menjijikkannya itu sampai menusuk telingaku sampai rasanya hampir tuli.Apa-apaan itu?!Kita baru saja bertemu dan yg dipikirannya hanya UANG!
"Harusnya ibu malu akan diri ibu sendiri"
Ucapku sambil menatap tajam ke arahnya.
"Nak,Apa yg sedang terjadi disini?"
Tanya Francine yg tiba-tiba datang entah darimana.
"Kau!Kau pasti yg telah membuat anakku menjadi seperti ini!"
"Seharusnya anda sadar diri dengan ucapan anda"
"Sudahlah,Ayo pergi.Tidak baik bagi kita terus ada di hadapan orangtua seperti ini"
Aku menarik tangan Francine kemudian meninggalkan ibuku yg tak tahu malu itu sendirian di jalanan kecil/gang.
"Kehidupanku sekarang jauh lebih baik dengan yg lainnya ketimbang denganmu"
~The End~