Namaku Alana, aku sangat menyukai hujan. Jika hujan turun aku pasti akan menari di bawah guyuran air hujan. Menurut ku ketika hujan turun itu adalah momen yang paling indah, mungkin hujan adalah sebuah momen yang mewakilkan seseorang ketika sedang menangis. Aku bisa melihat pelangi setelah hujan tapi itu dulu, kini aku tidak bisa melihat indahnya pelangi, bahkan bunga-bunga kesukaan ku, dan yang lebih menyakitkan lagi tidak ada dia, orang yang aku cintai. Saat aku mengalami kebutaan, dia seakan hilang ditelan bumi, ia menghilang tanpa jejak.
"Alana.. kamu mau pergi ke taman?? " Ucap sang Ibu
"Iya bu.. " Jawab Alana
"Ibu temani ya"
"Tidak usah bu.. aku akan belajar berjalan sendirian"
"Ya sudah hati-hati"
Sang ibu melihat Alana dengan tatapan yang sedih, tiba-tiba air matanya jatuh begitu saja membasahi kedua pipinya.
Alana pergi ke sebuah taman yang ada di dekat rumahnya. Alana berjalan sendirian dengan memakai tongkatnya. Ketika sedang jalan, ia tidak sengaja menabrak seseorang.
Bug.. tubuh mereka bertabrakan.
"Maaf-maaf" Ujar Alana
"Iya tidak apa, kamu mau kemana?? " Tanya seseorang itu.
"Aku akan pergi ke taman".Jawab Aluna sambil kemabli berjalan lagi.
Seorang laki-laki melihat nya dengan iba. Laki-laki itu adalah Vino, kekasih dari Alana. Ia bukan nya meninggalkan Alana sendiri dalam keadaan yang seperti itu, namun ia di larang oleh orang tuanya untuk berpacaran dengan Alana yang buta. Sejujurnya Vino sangat mencintai Alana dan ia menerima Alana apapun kekurangan nya, ia sudah membantah larangan dari orang tuanya namun, ia tidak bisa melakukan apapun.
Alana buta dalam sebuah kecelakaan mobil, akibat kecelakaan itu ia mengalami sebuah kebutaan. Awalnya Alana tidak menerima keadaan nya namun dengan berjalan nya waktu ia menerima kenyataan itu.
Alana kini sedang duduk di sebuah kursi taman. Di dekatnya terdapat bunga-bunga yang harum. Alana meraba nya dan mencium aroma bunganya, Alana tersenyum manis.
Beberapa bulan kemudian.
Hari ini hari di mana Alana akan di operasi karena Alana sudah mendapatkan donor mata yang cocok dengan nya. Operasi di lakukan dan berjalan sangat lancar serta berhasil.
Kini Alana berada di ruangan pasien, dokter pelan-pelan membuka perban yang menutupi mata Alana. Ketika sudah terbuka, perlahan-lahan ia membuka matanya dan menetralkan penglihatan nya.
" Ibu.. "Ucap Alana sambil memeluk erat Ibunya
" Akhirnya kamu bisa melihat lagi"Jawab sang Ibu yang kembali meneteskan air matanya, ia bahagia melihat anaknya yang sudah bisa melihat kembali.
Satu hari berlalu.
Kini Alana sedang bersiap-siap untuk membuka toko bunganya. Toko bunga tersebut tidak jauh dari rumahnya. Di toko tersebut menyediakan bermacam-macam bunga.
Sekitar pukul 09.00 ia membuka tokonya. Ia membereskan bunga-bunga dan tempat tersebut agar terlihat rapi. Sekitar pukul 10.00 pengunjung mulai berdatangan dan meramaikan toko bunga Alana. Di toko tersebut belum ada pegawai karena Alana masih sanggup untuk melayani pembeli sendirian.
Tiba-tiba Ibu nya datang dan membantu pekerjaan Alana. Pengunjung satu persatu mulai meningkatkan toko bunga Alana.
"Alana.. kamu antar kan pesanan bunga ini ke kafe xxx".Ujar sang Ibu sambil menyerah kan bunga-bunganya.
Alana segera mengayuh sepeda nya dan mengantar kan bunga tersebut. Sampai di depan kafe ia segera masuk.
" Mba.. ini pesanan bunganya".Ucap Alana
"Oh iya Mba makasih ya.. dan ini uang nya"
"Iya terimakasih Mba".
Ketika hendak ke luar dari kafe ia melihat seseorang yang di kenalnya sedang duduk berdua dengan seorang perempuan. Alana menghampiri orang tersebut.
" Vino "Ucap Alana.
Vino yang mendengar suara orang yang di kenalnya pun menoleh ke arah suara. Deg.. tiba-tiba detak jantungnya tidak teratur. Vino bahagia ketika melihat Alana yang sudah bisa melihat lagi.
Plak.. tamparan yang begitu keras mengenai pipi Vino.
" Kamu tega banget ya sama aku!! ketika aku buta kamu malah pergi gitu aja, dan sekarang aku liat kamu sama perempuan lain!! ".Ucap Alana sambil menangis.
Hatinya begitu hancur dan sakit ketika melihat orang yang di cintai nya orang yang selama ini ia cari-cari dan butuhkan sedang duduk dengan seorang perempuan.
" Maafkan aku Alana, tapi aku bisa jelasin kenapa aku kayak gini"Ucap Vino
"Aku gak perlu penjelasan dari kamu, aku terlalu kecewa sama kamu, dan aku harap kita tidak akan bertemu denganmu lagi!! " Tegas Alana yang langsung keluar dari kafe.
Alana berjalan sendirian dengan air mata yang terus menetas dari pipinya. Turunlah hujan ketika sedang berjalan tiba-tiba ia mendengar suara tabrakan. Ia menoleh ke belakang disana terlihat orang-orang yang mengerumuni tempat itu. Alana yang penasaran pun melihat tempat itu, ketika sudah di sana.
Deg.. detak jantung nya berdetak dengan tidak teratur.
"Vino.. ".Isak Alana ia menghampiri Vino yang sedang tergeletak di jalan dengan darah yang mengalir di mana-mana.
Alana mungkin kecewa dengan Vino, namun ia tidak menyangkan atau tidak bisa membohongi perasaan nya bahwa memang Alana sangat mencintai Vino, walaupun dangan kesalahan yang Vino buat.
Flashback on
Di kafe Vino sangat khawatir melihat Alana yang menangis, Vino mengejar Alana dengan berlari. Ketika hendak menghampiri Alana, Vino tidak melihat mobil yang berjalan ke arahnya.
Burg.. tabrakan terjadi sangat keras. Vino pingsan tidak sadarkan diri akibat banyak mengeluarkan darah.
Satu jam berlalu. Kini Alana sedang ada di rumah sakit, Alana menunggu kabar kondisi dari Vino. Di sana juga ada orang tua dari Vino. Alana yang duduk dan menangis sejak tadi sampai matanya sembab.
Dokter ke luar dari ruangan setelah menangani Vino.
" Bagaimana kondisi anak saya dokter?? "
"Kondisi Vino sangat ini sangat kritis, kami akan berusaha menangani pasien semampu kami"
"Lakukan yang terbaik dok untuk anak saya".
Kedua orang tua Vino menangis. Alana hanya diam dan berdoa untuk kesembuhan Vino.
Malam hari, Alana masih menunggu kabar dari Vino. Ia sekarang berada di kamarnya. Tiba-tiba seringan HP membuat ia tersadar dari lamunan nya.
".......... "
"Apa!! iya saya akan ke rumah sakit".
Alana segera berlari keluar rumah mencari kendaraan yang lewat. Setelah melewati perjalanan, Alana kini berada di rumah sakit. Alana melihat kedua orang tua dari Vino menangis tersedu-sedu.
Mereka menangis, melihat ke arah seseorang yang terbaring di brankar rumah sakit di tutupi oleh kain kafan. Alana meneteskan air matanya, perlahan-lahan ia mendekat dan membuka kain kafan tersebut. Setelah di buka ia menangis sejadi-jadinya.Alana tidak pernah menyangka bahwa Vino akan secepat itu meninggalkan nya.
" Vino.. bangun... kamu harus bangun.. maafkan aku!! "Isak Alana.
" Alana.. ini adalah surat dari Vino untuk kamu"
Alana segera mengambil secarik kertas itu dan menyimpan nya di saku celananya.
Seminggu kemudian.
Alana menatap lurus ke depan dengan tatapan yang kosong. Kejadian yang di alami olehnya membuat Alana berkurang diri dalam kamar. Kejadian-kejadian yang terus di alami oleh Alana. Alana yang buta, dan bahkan Alana di tinggal kan eh orang yang sangat Alana cintai, bukan hal yang mudah untuk melewati itu semua.
Alana membuka secarik kertas yang tersimpan di mejanya. Surat dari Vino, ia membuka dan membaca isinya.
'Untuk Alana orang yang aku cintai'
-Sebelum nya aku ingin meminta maaf kepada mu, mungkin aku sudah menyakitimu dan bahkan aku telah meninggalkan mu dalam keadaan kamu yang buta.
Sejujurnya aku sangat mencintai kamu bahkan aku menerima semua kekuranganmu. Namun di sisi lain, orang tuaku tidak ingin aku berhubungan apalagi berpacaran denganmu yang pada saat itu sedang buta.
Entah terbuat dari apa hati kedua orang tuaku, sehingga mereka tidak mau menerima dirimu di dalam kehidupan ku. Jujur aku sudah menentang keinginan mereka, namun mereka tetap saja dengan keputusan nya.
Aku meminta maaf kepada mu dengan apa yang sudah terjadi. Kamu harus tau bahwa sampai kapanpun aku akan selalu mencintai kamu-
I Love You Alana:)
Isi surat itu, setelah Alana membaca surat itu ia menangis dan menyesal tidak mendengarkan penjelasan dari Vino.
Satu bulan kemudian.
Kini Alana sibuk dengan toko bunganya dan dia belum mempunyai kekasih dengan alasan ia masih belum mau membuka hatinya untuk orang lain.
"Itu lah kisah ku, dengan dia orang aku cintai namun karena sebuah kesalahan pahaman membuat kami terpisah sangat jauh dan kami tidak akan pernah bertemu lagi, sejujurnya aku sangat menyesal dengan kejadian itu, namun apa dayaku jika takdir sudah seperti itu. Kehidupan harus terus berlanjut dan terus berjalan apapun yang terjadi".Batin Alana.