Seperti biasa setelah pekerjaanku selesai aku tidak ingin langsung pulang karena perjalanan yang lumayan jauh dan hari sudah malam.
Aku sedang berbaring di ranjang kamar salah satu hotel yang dekat dengan tempat kerjaku hari ini.
" Tempat yang nyaman, tidak seperti tempat yang pernah aku singgahi" ucapku.
Aku menatap langit-langit kamar ku lalu perlahan terdengar sayup-sayup suara gemericik hujan mulai turun kebumi dan langsung menghantam barang-barang hingga menimbulkan suara yang saling bersahutan.
" Sepertinya hujan akan sangat lebat" pikirku.
Udara dingin menembus kamarku melalui jendela kamar yang aku biarkan terbuka. Aku enggan untuk berjalan dan menutup kembali jendela kamarku, karena tubuhku terasa sangat penat setelah melakukan pekerjaan yang begitu melelahkan dari hari biasanya. Pekerjaan yang membuatku merasa senang namun melelahkan.
Hujan telah berhenti berganti angin yang bertiup dengan kencang dan malam semakin larut sehingga aku mulai mengantuk.
"Hoammm......" Aku menguap pertanda aku benar-benar harus segera untuk tidur.Otakku menyuruh tubuhku untuk tertidur namun hatiku ingin melakukan pekerjaan yang hari ini aku lakukan karena menurut ku itu tidak membuatku merasa puas akan hasilnya.
" Sudahlah aku tidur saja, masih ada hari esok" ucapku dalam hati.
ku tarik selimutku untuk menutupi tubuhku hingga hanya tersisa kepalaku yang terlihat. Perlahan aku memejamkan mataku untuk menuju ke alam mimpi.Namun tiba-tiba terdengar suara yang begitu keras.
bruakkkk
"Mungkin suara jendela munutup karena terkena angin yang begitu kuat" pikirku yang masih memejamkan mata enggan untuk melihat apa yang sudah terjadi.
Aku kembali terbuai dalam mimpiku, namun setelah beberapa menit lagi-lagi suara yang begitu keras terdengar sangat nyaring di telingaku hingga aku terperanjat dari mimpiku.
BRUAKKKK
Kemudian aku menoleh melihat jendela kamarku untuk memastikan kalau itu suara jendela yang tertutup. Saat aku melihat aku kaget karena jendela kamarku masih terbuka. Sejenak aku terdiam lalu berfikir.
" Kalau bukan suara jendela yang tertutup lalu suara apa tadi?" Tanyaku pada diriku.
Perlahan aku paksakan tubuhku untuk bangun, ku buka selimut yang menutupi tubuhku dan turun dari ranjang lalu berjalan pelan menuju jendela sambil sesekali menguap menahan kantuk.
Saat sudah tepat di depan jendela aku kembali memikirkan suara tadi, aku penasaran suara apa yang aku dengar malam-malam seperti ini. Aku melihat sekitar namun tidak ada apa-apa, saat aku melihat kebawah betapa terkejutnya aku melihat seorang wanita bersimbah darah yang terlihat sangat mengenaskan dengan di dampingi seorang laki-laki yang terlihat kurus sedang membawa palu.
Dia menatap ku tajam setelah tahu ada yang mengetahui kelakuannya. Aku tidak bergerak dari tempatku dan aku ingin mengetahui apa yang akan dilakukan pria itu lagi.
" Apakah dia akan mengancam ku untuk tutup mulut?" Begitulah kira-kira pemikiran yang keluar dari otakku.
Namun tidak, dia malah menatap lurus kedepan kearah hotel dan tatapannya perlahan naik dan berhenti tepat di tempatku berada.
"Apa yang sedang dia lakukan? apakah dia tidak memperingati ku untuk tutup mulut" ucapku dalam hati.
Setelah beberapa saat pria itu menatapku dan saat itulah baru aku menyadari bahwa laki-laki itu sedang mencari tempat kamarku berada.
Aku tahu, karena aku juga melakukan hal yang sama setelah beberapa jam yang lalu sehingga membuat pekerjaanku bertambah namun aku menyukainya.
"Let's start this game" ucapku dalam hati sambil tersenyum melihat kearah pria itu yang perlahan memasuki hotel tempatku istirahat. Aku sangat senang karena keinginan hatiku terkabulkan.