kerusakan mental seorang anak laki" yang berawal dari perceraian kedua orang tua nya dan penghiatattan sang ibu yang rela meninggalkan anak dan suaminya . nama saya Herlambang saya menjalani kehidupan normal seperti kebanyakan anak di umur 7 th saya sangat di sayangi kedua orang tua saya dan saya sangat mencintai keluarga kecil saya . kedua orang tua saya bercerai karena alasan ekonomi . menurut gua harta bisa dicari dan kebahagian tidak bisa di beli dengan harta . tapi harta lah yang bisa membuat jalan menuju kebahagiaan . ibu meninggalkan bapak gua karena kehidupan yang serba berkecukupan . bapak gua kuli serabutan penghasilan tak seberapa dan berbanding terbalik dengan ibu gua yang bekerja di perusahaan swasta . ibu lebih merasa berkuasa ketimbang bapak . dan dia terus mengeluh kepada keadaan nya . dia rasa uang yang di kasi bapak setiap minggunya tidak cukup untuk dirinya . dan dia tergoda oleh rekan kerjanya . dia gugat bapak cerai . gua waktu itu nangis sejadi jadinya. gua benci ibu gua . dan gua marah atas ketidak berdayaan bapak gua yang menerima istrinya di ambil orang . bapak tak bisa berbuat banyak dan berusaha mengiklankan kepergian ibu. karena beliau sadar tak mampu menafkahi kebutuhan finansial ibu gua . dan mereka resmi bercerai secara hukum dan yang lebih menggelikan ibu gua yang gugat bapak. mungkin dia dapat uang dari calon suaminya . tahun demi tahun pun berlalu gua tamat SMK gua ambil jurusan jasa boga . dan gua mencoba melamar kerja di sebuah restaurant ternama di kota gua . dan gua diterima walau gua berkerja sebagai tukang cuci piring (stued) pada awalnya . gua sambil bekerja sambil kuliah . gua salut atas kerja bokap gua yang berusaha menyekolah kan gua hingga lulus SMK . tapi waktu SMK dulu sebelum lulus gua sempet dw untuk menambah uang jajan. gua berusaha agar tidak meminta uang jajan ke bokap . gua menjalani kehidupan berdua dengan bokap dengan damai dan gua Ndak henti hentinya bersyukur dengan anugrah tuhan yang memberikan bokap yang menurut gua sempurna . dan semenjak beliau di tinggal sama nyokap dia tak mencarikan gua ibu tiri . beliau sibuk bekerja siang dan malam membanting tulang untuk menyambung hidup . bokap mengajarkan ke gua supaya hidup hemat dan mengeluarkan uang seperlunya . tapi gua tetap bahagia walau hidup tak bergelimbang harta . gua percaya semua indah pada waktunya . dan gua naik pangkat di restaurant di tempat gua bekerja sebagai asisten cheef . dan dapat bonus setiap tahun nya . gua sudah bekerja di sana sekitar 4 th gua nyaman sama kerjaan gua di kitchen sangat di segani sama bawahan gua dan juga di sukai atas kinerja gua yang semaxsimal mungkin meraih sebuah nama yang di sebut kesempurnaan dalam bekerja . gua sudah lulus kuliah di salah satu universitas negri . dan kehidupan semakin membaik gua mampu membeli sebuah komplek perumahan di kota . dan rumah yang dulu bokap masih ingin tinggal di sana . gua juga sudah mampu beli motor nmax . sudah beberapa kali gua bujuk bokap untuk pindah tapi bokap tetap kukuh untuk tidak mau pindah . mungkin alasan bokap untuk tak mau pindah karena rumah beliau banyak menyisakan kenangan . gua kadang juga rindu sama bokap . gua jenguk beliau ketika libur kerja dan gua kasik setengah gaji gua ke dia tapi beliau selalu menolak. alasanya bapak masih mampu bekerja mungkin karena terbiasa hidup susah . rumah lama gua rehab stail minimalis. tak terasa gua sudah bekerja di sana 8th gua di angkat menjadi sous chef . karena manager departemen tempat gua bekerja menyukai kinerja gua dan hasil masakan gua tak pernah dapat komplain dari tamu. babak gua bangga sama gua karena mampu membeli rumah atas jerih payah sendiri . di siang itu gua sempat ketemu sama ibu gua dan suami dia dan dia tak ingat dengan wajah gua mungkin berubah sekali waktu keci dan sekarang . gua sudah tak peduli lagi sama dia . karena gua benci dia. sebenarnya tak berhak gua membencinya karena walau bagai manapun dia yang melahirkan gua. tapi rasa sakit yang gua derita karena dia sulit bagi gua melupakannya. derita yang selama ini gua alami sama bokap. tak bisa di tebus dengan apapun . gua buktikan bahwa anak yang mengalami broken home tak selalu menjadi anak yang hancur jika dia memiliki tekat baja dan keinginan kuat untuk meraih kesuksesan . dan ibu gua berkunjung ke rumah bokap gua katanya sih sirahturahmi . pas kebetulan gua nginep di sana . gua lagi tidur terus ada ketukan pintu bokap yang membukakan pintunya tapi bokap juga Ndak sadar bahwa ibu yang berkunjung. setelah bokap bukakan pintu dan menyuruh ibu masuk . bokap bangunin gua dan gua lihat ibu terkejut melihat gua yang sudah dewasa . dan yang gua paling suka dia terkejut dengan keadaan rumah bapak yang tak seperti dulu lagi gua bangga memperlihatkan hasil kerja keras gua selama ini dan gua buktikan ke dia bahwa gua mampu hidup tanpa seorang ibu . gua dengan angkuh nya mendekati dia dan di matanya tergenang Ari mata . terlihat mata yang mulai mengaca ngaca . dan tangisan tak terbendung lagi. dia memeluk gua . dan gua sudah teramat benci sama dia. gua dorong dia hingga dia bersimpuh di lantai . dia terus mengucapkan kata maaf kepada bokap karena telah meninggalkannya dan dengan bodoh nya bokap memaafkan ya. dan mereka mengobrol entah apa karena gua muak melihat muka mantan nyokap. gua tinggalin dia berdua. dan ada rasa berkecamuk di hati sulit untuk di utarakan rasa benci begitu besar dan dendam yang tersimpan di benak ingin ku luapkan tapi gua memilih untuk pergi . gua pulang ke perkomplekan rumah yang gua beli lalu menenangkan diri . ke esokan harinya ibu berkunjung ke rumah gua .mungkin dia nanya ke bapak . tapi pas itu gua sedang kerja. dan sepulang kerja gua di samperin sama security komplek katanya ada yang nunggu tadi siang kata nya ibu ibu Sampek sore nungguin di depan rumah gua. filing gua mengatakan bahwa itu ibu yang nungguin. dan ke esokan harinya dia datang lagi dan di pagi itu dia ketuk pintu depan gua. dan gua buka. gua terkejut kenapa dia datang lagi.gua nyuruh dia masuk ruang tamu . dan dia gua suruh duduk di sofa . gua juga duduk di sebelah nya. lama kami terdiam mungkin dia tau gua marah sama dia. dan dia juga takut mengucapkan kata. tapi gua memecahkan keheningan. gua tanya dia apa bahagia hidup selama ini dengan suaminya. tapi baru gua tanya begitu dia nangis . dan dia terus menucap kan kata maaf ke gua . gua memaaf kan nya tapi gua berkata. :jangan ganggu kehidupan bapak maupun gua dan jangan pernah muncul di hadapan gua karena . setiap melihat wajah nya adarasa sakit yang menyayat di hati . gua Ndak percaya sama tangisan nya walau itu tulus atas penyesalannya . katanya dia menyesal telah meninggalkan bapak dan aku. dan katanya dia cuman mau meminta maaf dari ku . makanya dia datang kerumah ku. gua sudah cukup dengan peraihan gua saat ini gua rasa gua cukup sukses gua mampu membeli mobil . gua coba berwira usaha sendiri . gua juga tak menyangka akan sesukses ini tapi memang kenyataannya iya tanpa doa dari ibu pun gua bisa berhasil tapi bokap tak henti hentinya berdoa untuk ku bokap katanya bangga punya anak seperti aku . dan bokap juga mampu membeli 5 are tanah untuk dia bercocok tanam dari hasil nguli selama ini. gua percaya usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil seberapapun usahamu segitulah hasilmu. gua bersyukur terlahir di keluarga yang mampu mengajarka kerasnya tempaan kehidupan . jalani bagai manapun beratnya cobaan hidupmu . percayalah Tuhan pasti percaya pada mu. bahwa kamu mampu menjalaninya dan jangan lupa bersyukur bagaimanapun keadaan mu . karena dibalik keadaan buruk pasti ada keadaan baik yang menerpa . hidup tak selalu seperti roda jika kamu berusaha, jujur,tekun,dan berani kamu dapat dengan mudah memutarkan roda kehidupan mu . gua sangat benci penghianatan...dan gua sangat menjunjung tinggi kesetiaan menurut gua bokap sangat sayang sama gua . dan gua sebaliknya sayang sayang sayang begitu besarnya rasa sayang gua ke beliau sulit tuk di utarakan. dan gua sangat menghormati beliau. biarpun beliau cuman tamatan SMP gua Ndak malu samasekali saat di dampingi waktu wisuda dan ada rasa sedikit bangga karena beliau mampu menyekolahkan gua. meski sampai SMK dan gua meminta lepas dari beliau ketika lulus SMK tapi gua salut atas perjuangan beliau. gua coba isengin bokap gua menyuruh beliau kawin lagi . dan dia menjawab : nanggung nak usia bapak udah lanjut kamu yang nikah biar babak cepet nimang cucu . dan gua belum kepikiran untuk nikah . mungkin usia gua sudah tak muda lagi harus keburu nikah . mungkin terlalu sibuk ngurusin bisnis dan kerjaan gua . tapi pacaran sama sekali gua belum pernah . mungkin radar trauma atas kejadian bokap dulu. dan nikah bukan masalah sepat atau lambat . melainkan masalah tepat . dan pesan gua jangan menjadi seperti gua yang tak mampu memaafkan ibu gua . jadi lah anak yang berlapang dada menerima keadaan dan kenyataan walau itu pahit . gua Ndak menyinggung perasaan siapapun dalam cerita ini karena cerita ini benar adanya . dan gua minta maaf sebesar besarnya jika ada kesalahan dalam cerita ini tong maafkanlah saya. saya juga manusia tak luput dari kesalahan .🙏🙏 akhir yang mungkin bahagia bagi para pembaca tetapi sebenarnya begitu pahit yang saya rasa......
# ba*s@t
# memekkug@+@/
ayah selalu kuat💪