"Selamat pagi semuanya.Jadi,Kita kedatangan murid baru hari ini.Tolong bersikap ramah padanya ya"
Kata seorang guru sambil tersenyum simpul kemudian menyuruh murid itu untuk masuk memperkenalkan dirinya.
*TAP TAP TAP*
Murid baru itu lalu memasuki ruangan kelas yg penuh akan murid-murid lainnya.
"Hai semuanya,Namaku adalah Lucy Airus.Kalian bisa memanggilku dengan sebutan Lucy.Hope we can all being friends.."
Ucap Lucy dengan ramahnya.Guru yg berdiri di samping Lucy kemudian menyuruhnya untuk duduk di kursi yg ada di belakang.
PADA SAAT JAM ISTIRAHAT...
"Maukah kau menjadi temanku,Lucy?"
Tanya seorang murid perempuan lainnya sambil memegang kedua tangan Lucy.
"Tentu.."
Dalam sekejap,Lucy mendapatkan banyak sekali teman.Walaupun demikian,Ia tertarik untuk berteman dengan seorang murid laki-laki yg namanya adalah Cadius Briley.
Lucy selalu datang kepada Cadius untuk mengajaknya berteman.Tapi bukannya jawaban yg ia dapatkan,Satu-satunya yg Lucy dapatkan adalah kelakuan kasar dari Cadius.Walaupun begitu,Lucy tetap berusaha untuk berteman dengannya.
"Sudah kubilang aku tidak ingin,DASAR BODOH!"
Cadius menggertak Lucy kemudian mendorongnya sampai terjatuh di kolam kecil yg ada di sekolahnya.Semua buku-buku Lucy basah begitu juga dengan dirinya.
Lucy hanya tersenyum ke arah Cadius dan tidak terlihat sedikit pun rasa marah di raut wajahnya.Hal itu membuat Cadius menjadi jengkel kemudian pergi meninggalkan Lucy sendirian di kolam kecil itu.
DI RUMAH LUCY...
"Apa yg terjadi denganmu,Lucy?"
Tanya Ayah Lucy dengan raut wajah kaget dikarenakan tubuh Lucy yg sepenuhnya basah.
"Maaf ayah,Aku tadi tidak sengaja terjatuh ke kolam yg ada di sekolah"
Lucy kemudian masuk ke dalam kamarnya untuk mandi lalu mengganti bajunya yg basah.
BESOKNYA...
"Ran,Bagaimana kabarmu?"
Tanya Lucy dengan senyuman lebar di wajahnya yg membuat siapa saja senang melihatnya.
"Aku baik-baik saja,Lucy"
Ran menjawab dengan ramahnya kepada Lucy.
SAAT JAM MAKAN SIANG DI ROOFTOP
"Cadius,Bisakah aku berteman denganmu?"
Untuk yg ke sekian kalinya Lucy bertanya hal yg sama kepada Cadius sekalipun Cadius telah memperlakukannya dengan kasar.
"Sudah ku bilang berapa kali aku TIDAK MAU"
Cadius menolak permintaan Lucy dengan nada yg sangat tinggi.Tiba-tiba ia mengambil jepit rambut yg ada di kepala Lucy.
"Aku penasaran kira-kira kenapa kau selalu memakai jepit rambut ini"
Kata Cadius dengan senyuman sinis sambil terus memperhatikan jepit rambut milik Lucy.
"Kumohon kembalikan jepit rambut itu padaku!"
"Tidak akan..!"
Cadius langsung mematahkan jepit rambut itu di hadapan Lucy dan juga orang-orang yg ada di Rooftop waktu itu.Cadius kemudian menjatuhkan jepit rambut itu ke bawah.Lucy membatu melihat jepit rambutnya itu dipatahkan dia tersungkur sambil memegangi jepit rambutnya yg telah patah menjadi 2 bagian.
"Hiks hiks hiks"
Lucy terus memandangi jepit rambutnya sambil menangis tersedu-sedu.
"Kenapa kau menangis?Memangnya apa yg spesial dari barang itu!"
Cadius terus-terusan membentak Lucy yg sedang menangisi jepit rambutnya itu.Lucy kemudian berdiri dan langsung menampar wajah Cadius sekeras-kerasnya.
"Apakah kau tahu seberapa berharganya jepit rambut ini?!Asal kau tahu ini adalah peninggalan ibuku sesaat sebelum dia meninggal!!"
Lucy yg sebelumnya tak pernah menaikkan nada suaranya langsung membentak Cadius habis-habisan.Cadius hanya bisa diam melihat dia dibentak oleh Lucy karena jepit rambut itu.
"AKU BENCI KAU!!"
*TAP TAP TAP*
Lucy berlari darisana sekencang-kencangnya ia melewati semua orang yg berkerumun memperhatikan kejadian tadi.
Cadius masih diam termenung di tempatnya berdiri sambil melihat ke jepit rambut Lucy yg tidak dibawanya pergi.
"Apakah aku sudah keterlaluan..?"
Gumam Cadius di tengah orang-orang yg sibuk membicarakannya dari belakang karena sikap buruknya tadi.
"APA YG KALIAN LIHAT?!CEPAT PERGI!"
Mendengar gertakkan Cadius itu,Orang-orang yg tadinya berkerumun di sekitarnya perlahan-lahan bubar dari tempatnya.
Tanpa berlama-lama,Cadius langsung mengambil 2 bagian jepit rambut itu lalu memasukkannya ke sakunya.
BESOKNYA...
"Dimana Lucy?"
Tanya Cadius kepada teman sekelasnya yg sedang duduk berbincang satu sama lain.
"Untuk apa kau tahu?"
Kata salah seorang murid dengan sinisnya.
"Karena aku adalah temannya!"
Seisi kelas langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Cadius yg cukup aneh.Murid tadi kemudian berdiri dari tempatnya duduk..
"Orang sekasar dirimu menjadi teman Lucy?Pfft..Kau pasti bercanda.Kemarin saja kau telah melukai hatinya dengan tindakanmu"
Cadius malu akan dirinya sendiri yg mengaku-ngaku sebagai teman dari Lucy.Padahal sudah melakukan tindakan di luar batas kepada Lucy.
SAAT BEL MASUK BERBUNYI...
"Selamat pagi semuanya.Hari ini saya akan memberitahukan kabar dari teman kalian Lucy.Dia sudah pindah sekolah."
Semuanya kaget akan pemberitahuan yg diberi tahu oleh guru mereka itu.Seketika semuanya menatap tajam ke arah Cadius yg sebelumnya pernah melakukan hal yg cukup kasar kepada Lucy.Cadius hanya bisa menunduk malu akibat perbuatannya kemarin.
Hari-hari setelahnya kehidupan Cadius di sekolah tak berlangsung lancar karena dia selalu dibicarakan di seluruh sudut sekolah.Bukan hanya dibicarakan dari belakang,Cadius juga dibully habis-habisan oleh teman sekelasnya.Dia terus diperlakukan kasar oleh yg lainnya sampai hari kelulusannya dari sekolah itu.Sampai membuat kepribadiannya menjadi Introvert.
Cadius kemudian memasuki Kampus Ethernia untuk melanjutkan pendidikannya.
"Itu..Lucy?"
Katanya sambil menatap ke arah gadis yg kemungkinan besar adalah Lucy.
Cadius berjalan ke arah Lucy yg sedang makan di Rooftop dengan santainya.Saat Cadius sudah sangat dekat,Lucy terlihat cukup kaget sampai tak berani menatap mata Cadius.
"Kau benar adalah..Lucy Airus?"
Pada awalnya Lucy enggan menjawab pertanyaan Cadius karena masih teringat akan kejadian di hari itu.
"Apalagi yg kau inginkan dariku,Cadius?"
Lucy terus memalingkan pandangannya dari Cadius.
"Jadi benar kau adalah Lucy.Aku hanya ingin memberikanmu sesuatu"
Cadius mengambil sesuatu dari dalam sakunya yg ternyata adalah jepit rambut Lucy waktu itu.Tapi sekarang keadaan jepit rambut itu sudah seperti baru lagi karena sudah diperbaiki oleh Cadius.
"Ini"
Cadius menyerahkan jepitan rambut itu kepada Lucy dengan perasaan yg sedikit canggung.
"Kau..Memperbaikinya?!"
Lucy terlihat sangat terharu karena Cadius mau memperbaiki jepit rambutnya tersebut.
"Dan juga aku minta maaf atas kejadian waktu itu.Aku..Sudah bertindak di luar batas"
*GREP*
Lucy kemudian memeluk erat-erat Cadius.
"Aku sudah memaafkanmu"
"Terima..Kasih"
Jawab Cadius dengan nada suara halus dan tak seperti saat dia masih di sekolahnya yg dulu.
~The End~