Pagi yang cerah, semilir angin sepoi-sepoi, suara burung-burung yang berkicauan. Cahaya matahari masuk melalui jendela kamar membuat gadis yang sedang tertidur pulas itu terbangun. Dia pun segera berdiri dari ranjang lalu melipat selimut dan merapikannya
Dia mengambil seragam sekolahnya di dalam lemari lalu masuk ke kamar mandi. Setelah selesai mandi, dia mendudukan tubuhnya di depan cermin memakai bedak secukupnya dan liptint di bibir mungilnya itu, dan tak lupa memakai parfum
Gadis itu adalah Areta Hernandes gadis cantik berusia 18 tahun. Mempunyai badan yang tinggi, kulit seputih susu, rambut hitam pekat, dan berprestasi dalam segala bidang. Karena keunggulannya itu dia menjadi Primadona di sekolah. Namun hanya satu kekurangan yang dia miliki, dia susah berteman dengan orang lain
"Pagi ma... Pagi dek... " ucap Eta menuju ke meja makan
"Pagi juga sayang" ucap Mama Eta
"Pagi juga kak" ucap Erik adiknya
Setelah selesai sarapan dia langsung membereskan piring bekas makan lalu mencucinya. Dia bergegas berangkat ke sekolah menaiki bus. Waktu yang dibutuhkan untuk menuju ke sekolahnya 30 menit. Karena itulah dia selalu berangkat lebih awal, saat perjalanan menuju sekolahnya dia menikmati angin pagi yang segar dari jendela bus
𝐒𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢 𝐒𝐞𝐤𝐨𝐥𝐚𝐡
Bus yang dinaikinya berhenti depan sekolahnya, dia langsung masuk ke gedung sekolahnya lalu berjalan menuju kelasnya sambil memeluk buku di dadanya. Tiba-tiba ada seseorang yang mengejutkannya
"Dooorrrr...." ucapnya
"Astaga apa yang kamu lakukan, kenapa kamu mengejutkan orang pagi-pagi begini" ucap Eta
"Eta gimana kalau nanti pulang sekolah kita ke bioskop" ucap Hanie memohon dengan puppy eyes nya
"Oke, tapi nanti kita liat film apa? Emang sekarang ada film yang bagus? " tanya Eta bingung
"Tenang aja ta, serahin sama sahabatmu ini kamu pasti suka sama filmmya" balas Hanie
𝐒𝐞𝐩𝐮𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐨𝐥𝐚𝐡
Bel sekolah sudah berbunyi yang menandakan waktunya pulang. Eta menunggu sahabatnya itu di depan gerbang sekolah, tapi dia tidak terlihat sama sekali. Karena menunggu terlalu lama, Eta pun bergegas menuju kelas Hanie
Ternyata semua murid sudah pulang, tidak ada siapapun di dalam kelas. Eta pun berpikir dia akan pulang dulu lalu berganti baju lalu, menghubungi sahabatnya. Tapi pada saat perjalanan pulang ke rumah ponselnya berbunyi yang menandakan ada pesan masuk
Tring...
📩 Hanie
Eta maaf aku pulang duluan soalnya ada urusan tadi. Nanti kamu langsung aja ke bioskop XX oke. See you 👋
📩 Eta
Baiklah aku akan pergi duluan. See you 👋
Setelah membaca pesan yang dikirim sahabatnya Eta mengehela nafasnya. Akhirnya dia langsung menuju ke bioskop tersebut tanpa pulang ke rumah terlebih dahulu. Untungnya dia membawa jaket, jadi tidak begitu terlihat jika dia tidak ganti baju
Setelah selesai menonton di film, Eta dan Hanie keluar menuju Coffe Shop untuk bersantai sebentar. Mereka berdua tertawa membahas kenangan masa SMP mereka, karena ke asikkan mengobrol mereka berdua tidak menyadari ada yang datang menghampiri mereka. Semakin lama semakin mendekat, Eta pun terkejut karena seseorang yang datang adalah Arthur
"Sayang kamu udah datang? " ucap Hanie
Melihat sahabatnya berkata 'sayang' pada Arthur membuat Eta semakin bertambah terkejut. Karena Arthur adalah orang yang Eta sukai dari dulu
"Iya yang barusan sampai" balas Arthur lalu duduk di samping Hanie
"Oh iya mumpung kita lagi kumpul, aku mau kasih tau sesuatu ke kamu ta" ucap Hanie menatap Eta sambil tersenyum
"Kasih tau apa han, bikin penasaran aja " balas Eta
"Jadi sebenarnya aku sama Arthur itu pacaran dari sebulan yang lalu" ucap Hanie melirik ke arah pacarny
Mendengar perkataan yang keluar dari mulut sahabatnya itu, membuatnya terkejut dan dia pun tersedak
Uhuk....
Uhuk...
Eta hanya diam ridak berbicara apapun. Tentu saja, karena Arthur adalah orang yang Eta sukai sejak SMP. Terlebih Eta sudah mengenal Arthur saat mereka masih sama-sama kecil. Melihat responnya sahabatnya yang hanya diam Hanie pun memecahkan suasana
"Eta... Halo... Eta... Kamu gapapa kan? Kenapa diam aja? " ucap Hanie bingung
"Ahh... Gapapa kok Han aku cuman seneng aja akhirnya kamu punya pacar" balas Eta
🍂 Kenapa harus sahabatnya sendiri yang jadi pacar Arthur.Terlebih hubungan kami bertiga ini Sahabat ya, padahal dari SMP aku sudah memendam perasaanku ke Arthur karena aku tidak ingin merusak persahabatan kita bertiga. Jika seperti ini, mengapa aku tidak mengatakan perasaanku yang sebenarnya dari dulu kepada Arthur 🍂 kata Eta dalam hati
Mereka bertiga pun akhirnya berbincang dengan bahagia meskipun dibalik itu ada hati Eta yang terluka dan tersakiti. Tapi dia berusaha untuk baik-baik saja, karena yang berpacaran adalah sahabatnya sendiri. Maka dia juga harus mendukungnya
Sepulang dari Cafe Eta melihat Hanie pulang bersama Arthur. Ya tentu saja mereka pulang bersama, karena mereka adalah sepasang kekasih. Eta pun pulang kerumahnya dengan perasaan yang campur aduk, sampainya Eta di rumah ibunya bertanya
"Eta, kamu dari mana aja? " ucap Mama Eta
"Eh... Mama itu tadi aku habis keluar sebentar sama Hanie..." balas Eta
"Ohh gitu yaudah kalau kamu belum makan, Mama sudah siapin makanan di meja makan "Ucap Mama Eta sambil mencuci piring
"Iya Ma ini Eta mau makan " balas Eta mengambil nasi dan lauk menaruhnya di piring, lalu memakannya dengan lahap
Selesai sudah Eta makan malam, dia langsung membereskan meja makan, mengelapnya dan mencuci piring bekas dia pakai. Eta langsung menaiki tangga menuju lantai atas untuk tidur, dia masuk ke kamarnya mematikan lampulalu membaringkan tubuhanya di ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya menggunakan selimut miliknya
Dia menangis...
Dia masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya tadi di Cafe. Meskipun sahabatnya itu sudah menjelaskan bahwa mereka berdua memang berpacaran. Tidak lama dia berpikir bahwa dia juga harus bahagia karena sahabatnya juga bahagia. Dia percaya bahwa cinta akan datang disaat yang tepat
𝐓𝐇𝐄 𝐄𝐍𝐃
Aku tahu mencintai dalam itu sangat menyakitkan, tapi aku harus tetap diam. Karena aku mencintai seseorang yang sama dengan sahabatku - 🧟♀️
Jangan lupa mampir ke novel saya 🤗