Sarah:Eh,Nina.Kamu bisa kerja gak sih.Lihat nih,barang kesayanganku rusak gara-gara kamu tahu.(Sambil berpura-pura marah,seolah-olah Nina yang bersalah.)
Nina:Maaf,aku gak sengaja.(Sambil menundukkan kepalanya berkali-kali untuk memita maaf kepada saudara tirinya itu.)
Sarah:Gak sengaja-gak sengaja,enak aja kamu.Segampang itu kamu minta maaf.Aku aduin ke Ibu.Ibu,Ibu,lihat nih.Nina rusakin barang aku Bu.(Sambil mendekati Ibunya.)
Ibu:Ya ampun Nina,kamu itu gimana sih.Lihat nih,barangnya Sarah jadi rusakkan.(Sambil mengambil barang anaknya.)
Nina:Ampun Bu,Nina gak sengaja Bu.Ampunnnn...
Ibu:Sini kamu.(Menyeret tangan Nina dengan perasaan jengkel,marah,dan sangat kesal sekali.)Karena kamu sudah rusakin barangnya Sarah,kamu Ibu hukum.Kamu beresin dan bersihin seluruh dalam rumah ini,dan ingat!Kalau sampai Ibu pulang belum bersih semuanya,Ibu akan tambah hukuman yang lainnya buat kamu.Paham!!!(Sambil menunjukkan pekerjaan yang sudah disiapkan untuk Nina sebagai hukumannya.)
Nina:Tapi Bu,Nina kan harus Sekolah.
Ibu:Sekolah kamu bilang.Enak aja.Bersihin dulu,baru boleh Sekolah.
Nina:Tapi Bu.
Ibu:Eh,gak usah ngebantah jadi orang.Bersihin sana.(Sambil menarik tangan dan kemudian mendorong tubuh Nina sekerasnya.)Sana,bersihin.Yang bersih ya.
Nina:Aduh,sakit.(Siku Nina membentur lantai,Nina pun kesakitan.)
Sarah:Sukurin,emangnya enak.Makanya,jangan cari masalah deh sama Sarah.Hu... (Sukurin kamu,emang enak aku kerjain.Sekarang,gak ada yang saingi aku di kelas deh.Mendingan aku cepet-cepet berangkat deh.)Ibu,Sarah berangkat ya.
Ibu:Iya sayang,hati-hati ya.(Sambil memegang tangan dan mengelus pipi Sarah.Kemudian,mengecup pipinya.)
Sedangkan Nina menangis sambil mengerjakan tugas dari Ibu tirinya itu.Ibu tirinya Nina memang orang kejam.Dia menikahi Ayahnya biar supaya bisa mendapatkan harta dari Ayahnya.
Ibu:Eh,kamu.Yang bersih ya.Awas kalau gak bersih.Ibu pulang nanti harus bersih pokoknya.(Pergi meninggalkan Nina sambil membanting pintu.)
Nina:Ya Allah,apa salahku.Kenapa aku diperlakukan seperti ini oleh mereka.Tapi ya sudahlah,aku harus kuat.Aku gak boleh ngeluh.Aku juga yakin kok,kalau suatu saat nanti mereka akan berubah jadi orang baik.Ayah gak boleh tahu kalau aku itu dijahatin oleh mereka.Iya,harus bisa,HARUS...
Tidak lama kemudian,teman laki-laki Nina datang.Datang menjemput Nina untuk pergi Sekolah bersama.
Rio:Nina,kamu udah berangkat belum?Berangkat bareng yuk.(Sambil mengetuk pintu berkali-kali dan memanggil Nina.)
Nina:Itu kan Rio.Tapi,kerjaanku masih banyak nih.Nggak mungkin aku bisa berangkat bareng sama Rio.Maafin aku ya Rio,kalau aku gak bisa Sekolah hari ini.
Rio:Nina,Kamu udah berangkat belum sih?(Kayaknya udah berangkat nih.Ya udah deh,aku juga mau berangkat kalau gitu.)
Nina:Maafin aku ya Rio,kalau aku gak bisa berangkat hari ini.Mungkin,besok aku bisa berangkat.
Setelah semua pekerjaan selesai,Nina pergi ke kamarnya.Nina pun mengambil sebuah buku tebal ukuran sedang di atas meja belajarnya.Nina duduk di atas kursi belajarnya sambil membuka buku tersebut.Kemudian,Nina pun menulis sesuatu di dalamnya.Yang isinya:
(Ya Tuhan,apa salah Nina...
Kenapa Nina diperlakukan seperti ini?
Padahalkan,Nina udah berusaha jadi anak yang baik.
Tuhan...
Tolong jaga dan lindungi Ayah.
Jangan biarkan Ayah disakiti oleh mereka seperti halnya aku.
Karena,aku sayang Ayah...)
Setelah selesai menulis isi hatinya,Nina menyimpan buku itu ditempatnya lagi.Ternyata,itu buku hariannya Nina.Buku itu kado dari Ayahnya saat ia berulang tahun kemarin.Tidak lama kemudian Nina pun tertidur.
Ayah:Alhamdulillah,acaranya selesai juga.(Ayah berkali-kali memanggil Ibu,namun Nina tak mendengarnya.Karena tidurnya yang sangat pulas.Ayah pun mencari kunci rumah,tapi tak ada.Saat Ayah mendorong pintu,pintunya terbuka.)Loh,kok,pintunya gak dikunci ya?Masak iya sih,mereka lupa kunci pintu.Ya udah lah.
Saat Ayah masuk,Ayah terkejut melihat Nina yang tertidur diatas kasurnya sambil mengenakan seragam Sekolahnya.Ayahpun langsung menghampiri anaknya.
Ayah:Nina,kamu kok gak Sekolah?(Sambil mendekati lalu duduk disebelah Nina dan mengusap wajah Nina.)
Nina:(Bangun dan terkejut.)Oh,Ayah udah pulang.Nina gak bolos kok Yah,cuma gak enak badan aja,terus pulang deh.(Kata Nina beralasan.)
Ayah:Bener,kamu sakit?Udah minum obat?(Tanya Ayah,penasaran sambil menunggu jawaban dari Nina.)
Nina:Udah kok Yah.Nanti juga baikan.(Maafin Nina ya Yah.Nina cuma gak mau Ayah itu marah dan benci sama Ibu.Nina terpaksa bohong.Maaf ya Yah.Ya Tuhan,aku harap Engkau mengerti dengan semua ini.)
Ayah:Syukurlah kalau gitu.Kalau ada apa-apa,bilang ke Ayah ya nak.(Sambil terus mengelus pipi dan mengusap rambut anak semata wayangnya itu.)
Nina:Iya Yah,nanti Nina bakalan bilang ke Ayah kok.(Sambil tersenyum meyakinkan.)
Ayah:Baik lah,Ayah ke kamar dulu ya.
Nina:Iya Ayah.
Ayah pun pergi meninggalkan tempat itu...
Sarah:Eh,kamu.Gak sibukkan nanti pulang Sekolah?(Sambil menepuk pundak temannya itu.)
Nuna:Oh,nggak kok.(Terkejut,kemudian menoleh ke arah Sarah disampingnya.)
Sarah:Kalau gak,datang dan temui aku ditaman.
Nuna:Oke,aku akan datang menemuimu.
Sarah:Oke.
Sepulang Sekolah,mereka pun bertemu ditaman itu dan membicarakan sesuatu hal yang sangat penting.
Nuna:Ada apa sih,pakek ketemuan ditaman segala lagi.
Sarah:Aku mau membicarakan sesuatu hal yang penting.
Nuna:Penting apa?Bilang sekarang,waktuku gak banyak nih.
Sarah:Sabar kenapa sih.Sini,aku bisikin...
Mereka berdua sedang membisikkan sesuatu.Setelah selesai,Nuna pun pamit untuk pulang.Apa yang sedang mereka bicarakan ya?
Ayah:Nina,besok pagi Ayah akan pergi keluar Negri ya.Jadi,untuk beberapa hari ke depan,nggak lama kok.Ayah ada kerja dengan Klien Ayah.Gak pa-pa kan nak?
Nina:Gak pa-pa kok Yah.Ayah kerjanya hati-hati ya.(Sambil tersenyum.)
Ayah:Iya sayang.Oh,ya.Pulang nanti mau Ayah bawain oleh-oleh apa?
Nina:Nina gak pengen apa-apa kok Yah.Nina cuma berharap,Ayah pulang dengan selamat.Itu aja kok.
Ayah:Ya ampun sayang,kamu baik sekali.Persis seperti Ibu kandungmu.Nggak banyak permintaan,tapi selalu mendo'akan Ayah.Makasih ya nak.(Kemudian memeluk Nina erat sambil membalas senyumannya.)
Nina:(Pelukan ini rasanya hangat sekali.Aku nyaman banget dalam pelukan Ayah.)Iya Yah,sama-sama.(Sambil tersenyum.)
Sarah:Loh,Ayah mau kemana?Kok sambil bawa barang-barang?
Ibu:Iya Yah,mau kemana?
Ayah:Maaf,Ayah gak kasih tahu kalian semalam.Ayah mau pergi keluar Negri untuk beberapa hari kedepan.
Ibu:Loh,kok mendadak?Ada apa Yah?(Pasti,Ayah mau selingkuh?Tapi,bodo amat.Yang penting,aku harus dapetin hartanya aja.)
Ayah:Ada urusan yang harus Ayah selesaikan.Selain itu,Ayah juga mau ketemu sama Klien.Oh,iya.Sebentar lagi Ayah harus berangkat.Ayah titip Nina ya.(Tersenyum ke arah Nina,Nina pun membalas senyuman itu.)
Sarah:(Ih,apa-apaan sih.Kok Ayah pilih kasih.Tapi,terserahlah.Dia kan bukan orang tua kandungku.Cuma Ayah tiri.)
Ibu:(Hmmm... Kebetulan nih Ayah pergi.Jadi,aku bebas mau ngelakuin apa aja ke Nina.)Iya Yah,tenang aja.Ibu pasti bakal jagain dan rawat Nina terus selama Ayah diluar Negri.Ayah hati-hati ya kerjanya.Jangan capek-capek,dan jangan telat makan.Ayah juga harus istirahat tepat waktu.Jaga kesehatannya ya Yah.(Sok perhatian,sok khawatir dan berusaha mencari perhatian dari suaminya itu.)
Ayah:Iya Bu,makasih ya Bu.
Ibu:Iya,sama-sama.
Ayah:Ayah berangkat ya.(Sambil menyalami mereka satu-persatu.)
Mereka pun melambaikan tangan melihat kepergian Ayah.
Ibu:(Ayah udah pergi,waktunya aku buat jahatin Nina ah.)Eh,Nina.Hari ini dan sampai kapanpun,kamu gak boleh pergi ke Sekolah lagi.
Nina:Kenapa Bu,kenapa Nina gak boleh Sekolah?(Jawab Nina dengan sikap polosnya.)
Sarah:Kalau Ibu bilang gak boleh ya gak boleh.Gimana sih.(Kata Ibu sambil marah.)
Ibu:Udah Sarah,kamu harus berangkat.Nanti kamu telat lagi.
Sarah:Iya Bu,Sarah berangkat dulu.(Sambil tersenyum sinis ke Nina.)
Ibu:Iya,hati-hati,dan kamu.(Menatap tajam ke Nina.)Sini kamu... (Seperti biasa,menyeret tangan Nina dengan kasarnya.)Kamu beresin rumah aja.Nih,sapu dan pelnya.Ini juga lap,buat lap debu dan kaca rumah.Habis itu,kamu cuci piring,pakaian dan beresin kamar Ibu juga Sarah.Inget ya,harus beres.Awas kamu.(Sambil menunjukkan pekerjaannya itu ke Nina.)
Nina:Tapi Bu,aku kan bukan pembantu.
Ibu:Tapi,kalau bagi Ibu kamu itu cuma seorang pembantu di rumah ini.(Berkata sambil menunjuk ke arah Nina.)Denger ya,jangan macem-macem sama Ibu.Kerjain sekarang.(Perintah Ibu.)
Nina:Baik Bu.
Ibu:Bagus,harus bersih.(Sambil mendorong Nina dan Nina pun tersungkur jatuh ke lantai.)Kamu juga harus ambil air untuk kita mandi,ngerti...
Nina:Iya Bu.
Ibu:Bagus... (Pergi meninggalkan Nina.)
Setelah semua pekerjaan selesai,seperti biasa,Nina selalu menulis curahan hatinya ke buku harian berwarna ungu.Hari demi hari yang dilalui Nina penuh dengan penyiksaan lahir dan batin.Selalu diperlakukan tidak adil oleh mereka berdua.Tapi,Nina selalu tetap sabar menghadapinya.Karena,Nina percaya bahwa semua ini adalah cobaan dari Tuhan untuknya.
Ibu:Nina,bangun.Udah jam berapa ini.Kamu harus kerja.Kerjaan rumah ini banyak banget tahu.(Manarik-narik paksa tangan Nina.)
Nina:Maaf Bu,Nina sakit Bu.(Nina menjawab dengan suara lemas.)
Ibu:Ah,alesan.Bilang aja kamu males.
Nina:Serius Bu,aku gak bohong.
Ibu:(Aduh,nih anak beneran sakit nih.Gimana dong?)Ya udah,kamu tunggu disini.
Nina:Iya Bu.
Tidak lama kemudian,Ibu datang sambil membawa obat dan secangkir air minum.
Ibu:Nih,kamu minum sendiri obatnya.Jangan manja.Kalau sudah baikan,kamu harus beresin kamar Ibu dan Sarah ya.(Sukurin kamu,emang enak.Semoga,dengan obat ini kamu perlahan cepet mampus.Pergi untuk selama-lamanya.)
Nina:(Ternyata,dugaan ku benar selama ini.Ibu itu sebenarnya baik orangnya.Aku percaya itu.)Iya Bu.Makasih....
Ibu:Gak perlu bilang makasih.Udah,cepetan minum.Jangan lama.(Sambil menepiskan uluran tangan Nina.Padahalkan,Nina punya niat baik.)
Nina:Iya Bu...
Setelah keadaannya agak membaik,dia memaksakan diri untuk melakukan pekerjaan dan tugas dari Ibu tirinya.Setelah selesai,Nina pergi kebelakang untuk membersihkan halaman belakang rumahnya.Tiba-tiba,Nina pingsan...
Sarah:Nina,kamu dimana.Nina...
Ibu:Ada apa sih,pakek teriak-teriak segala lagi.Emangnya ini hutan?Ini rumah kali.Bisakan manggilnya biasanya?Dia lagi ngebersihin halaman belakang tuh.Tadi dia sempet sakit.Ibu udah kasih dia obat kedaluarsa tadi.
Sarah:Apa mah,kok bisa sih?(Kasihan juga si Nina.Tapi,mau gimana lagi.Ibu pasti marah kalau aku peduli sama Nina.Karena,Ibu gak suka sama dia.)Oh,gitu.Bagus deh Bu.Ide Ibu itu bagus dan cerdik banget.Pokoknya tob deh.(Sambil mengacungkan dua jempol tangannya.)
Ibu:Iya dong,siapa dulu.Ibu akan melakukan apa aja biar supaya dapet hartanya Ayah.Secara,Ayah itu orangnya banyak harta.Jadi,apa pun caranya akan Ibu lakukan untuk menyingkirkannya.(Mampus kamu Nina.)
Sarah:(Kok,aku ngerasa kasihan ya sama dia.Tapi,ya udahlah.)Wah,ide bagus itu Bu.Mungkin,sekarang obat itu sudah bereaksi.
Ibu:Iya mungkin,kalau bener sudah,Ibu senang banget sayang.(Ibu terlihat kesenangan.Bahagia dengan apa yang dilakukannya.Kali ini,perbuatannya sungguh kejam sekali.Semoga Tuhan memberikan balasannya setimpal.Amiiiinnnnn... Ya Allah.)
Sarah:Apa lagi aku Bu.Aku bakal seneng banget.
Mereka berdua berjingkrakkan dan berpelukan,saking senangnya.
Sarah:Gimana Bu,apa dia masih hidup?
Ibu:Sudah mati sayang.(Sambil memegang nadi dan menyentuh lubang hidungnya.Sudah tidak ada lagi kehidupan disana.Nina sudah pergi untuk selama-lamanya.)Kita kubur aja dibelakang semak-semak itu gimana?
Sarah:Iya Bu...
Sambil menyeret jasad Nina untuk dikuburkan oleh mereka berdua.Sungguh kejam mereka,sampai hati melakukannya senekat ini...
Sementara Nina,sudah bahagia bersama Ibunya disana.
Lima hari kemudian,Ayah pulang...
Ibu:Eh,Ayah pulang?Cepet banget yah.(Mendingan sekarang aja aku minta tanda tangannya Ayah.Ah,nanti saja deh.)
Ayah:Iya Bu,semua pekerjaan Ayah sudah selesai.Tinggal nunggu panggilan di Kantor aja nih.Ya udah,Ayah istirahat dulu ya.Ayah capek.(Sambil terduduk lesu di atas sofa.)
Ibu:Ya udah,Ibu buatin teh hangat dulu ya Yah,biar fresh.
Ayah:Terserah Ibu saja.Oh,iya Bu.Nina kemana ya,kok gak ada?
Ibu:Tahu tuh anak.Kebiasaan lamanya Nina tuh Yah,pergi tanpa pamit.
Ayah:Mungkin,dia lagi ada urusan kali diluar.Makanya pergi lupa pamit.
Ibu:Belain aja terus dia.Lama-lama,dia itu bakal jadi anak yang besar kepala dan gak tahu sopan santun.
Ayah:Udahlah Ayah capek,mau istirahat.
Ibu:Ih...
Esok harinya saat Ibu hendak memberikan surat kuasa pengalihan harta Ayah menjadi atas namanya.Tiba-tiba,ada salah seorang tetangga datang ke rumah.
Terdengar suara pintu diketuk dan Ayah pun membukakan pintu.Disusul juga dengan Ibu.
Ibu Asih:Permisi... Maaf Pak,mengganggu waktunya sebentar.Saya mau memberitahu sesuatu hal yang sangat penting Pak.Ini semua,ada kaitannya dengan Ibu Dona dan Sarah anaknya Pak.
Ibu:Eh,apa-apaan ini?Jangan percaya Yah,dia itu pembohong.Bohong kamu ya?
Ibu Asih:Saya gak bohong,dan saya juga punya buktinya.Bukti semua tentang kejahatan Ibu Dona dan anak kandung Ibu.
Ibu:Ayah,jangan percaya.(Aduh,bisa-bisa rencanaku gagal nih.Aku harus lakuin sesuatu nih,tapi apa ya?)
Ayah:Kejahatan apa yang Ibu lakukan selama Ayah gak di rumah?Apa Bu?Jawab pertanyaan Ayah!
Ibu Asih:Kalau Bapak pengen lihat,ini buktinya Pak.
Setelah video itu di putar,Ayah terkejut dan marah sekali ke Ibu.Ternyata,video itu adalah sebagai tanda bukti yang kuat bahwa Ibu dan Sarah sudah membunuh Nina dengan begitu teganya dan menguburkannya dihalaman belakang untuk menghilangkan bukti dari kejahatannya.Perbuatan Ibu dan Sarah sudah kelewatan batas dan Ayah pun tidak akan melepaskan Ibu dan Sarah.
Ayah:Ya Allah Ibu,jahat sekali Ibu.Sungguh kejam Ibu.Sampai-sampai,Ibu bunuh anak Ayah,Nina.Perbuatan Ibu dan Sarah sudah gak bisa ditolerin lagi.Ayah akan laporkan kasus ini ke polisi.Agar Ibu dan Sarah dihukum seberat-beratnya.
Ibu:Ampun Yah,maafin Ibu.Ibu Khilaf Yah.
Sarah:Iya Yah,jangan penjarakan Ibu dan Sarah.Tolong cabut tuntutannya itu Yah.
Ayah:Gak bisa,Ayah akan penjarakan kalian berdua.
Saat hendak dibawa ke sel tahanan...
Ibu:Ayah,Ayah boleh penjarakan Ibu.Tapi,jangan Sarah
Ayah:Gak bisa,kalian orang jahat.Pak,bawa dan penjarakan mereka.
Polisi:Baik Pak.Ayo,ikut kami.
Ibu:Tunggu dulu Pak,kasih saya waktu buat bicara sama suami saya.Lima menit saja...
Polisi:Baik Bu,silahkan.
Berjalan mendekati Ayah dengan kaki yang gemetar...
Sambil meneteskan air mata,kemudian berkata:
Ibu:Ayah,Ibu minta maaf ya atas semua kesalahan Ibu.Ibu tahu diri kok.Kesalahan Ibu gak bisa dimaafkan.
Ayah:Iya,Ayah sudah memaafkan semuanya.Tapi hukum,harus tetap berjalan.Sekarang,Ayah gak akan pernah mau bicara lagi denganmu.
Ibu:Baiklah,Ibu pergi ya Yah.(Mengulurkan tangan ke Ayah.Tapi Ayah,tak membalas uluran itu.Ayah diam membisu sambil menahan tangisnya.)
Setelah mobil polisi itu pergi membawa Ibu dan Sarah yang dari tadi menunggu di mobil itu.Kemudian,Ayah pergi kebelakang untuk mengambil jasad Nina yang dikubur dihalaman belakang itu untuk dikuburkan kembali dengan layak di TPU terdekat...
Malamnya,Ayah masuk ke kamar Nina.Mata Ayah pun langsung tertuju ke sebuah buku tebal.Itu buku hariannya Nina yang Ayah belikan untuk Nina sebagai bentuk hadiah kecil dari Ayah.Kemudian,Ayah membuka buku itu dan membaca setiap lembar demi lembar buku itu.Ayah membaca buku itu sambil tak henti-hentinya menangis.Karena,setiap kisah hidup anaknya ada tertulis dibuku itu.Semua kejadian yang dialami Nina semasa hidupnya,terungkap sudah.Siksaan demi siksaan yang ia terima dari Ibunya.Salah satu yang paling menyayat hatinya ialah:
(Ya Tuhan,apa salah Nina...
Kenapa Nina diperlakukan seperti ini?
Padahalkan,Nina udah berusaha jadi anak yang baik.
Tuhan...
Tolong jaga dan lindungi Ayah.
Jangan biarkan Ayah disakiti oleh mereka seperti halnya aku.
Karena,aku sayang Ayah...)
Ayah:Ya Allah Nina,sungguh besar hatimu nak.Kamu udah sangat sabar menghadapi kejamnya perlakuan Ibu tirimu kepadamu.Maafin Ayah,Ayah gak pernah buat kamu bahagia nak.Bahagia disana ya nak.Tunggu Ayah disana ya nak.(Air mata Ayah jatuh mengenai buku itu.)
Nina sudah bahagia disana,di surga.Bersama Allah dan orang-orang tercinta untuk selama-lamanya.
Selesai...