ada masa di mana kita jatuh lalu bangun, ada masa dimana kita bersama dan berpisah, iya mungkin ini suatu takdir yang tidak bisa di pungkiri lagi.
"aku yang telah di landa cinta tiba-tiba merasa terpuruk dalam lautan asmara, tanpa menyadari dia yang ku miliki saat ini entah kenapa berubah dalam sesaat, yah dia cinta pertama ku.
"nama ku najma, aku duduk di bangku sma, dan sebentar lagi hari kelulusan ku, dimana sejak itu masa-masa sma ku penuh dengan asmara membara..
"aku bertemu dengan nya saat hari piket ku di kelas, saat itu teman-teman ku yang bertugas dengan ku mendadak sakit perut, dan aku yang mengantikan mereka.
"sebuah kebetulan atau kah kesengajaan aku bertemu dengan dia, dimana saat itu posisinya dia diam-diam masuk ke sekolah ku lewat jendela bersama temannya dan aku pun teriak, lalu dia berlari ke arah ku lalu menutup mulut ku dengan tangan nya yang dingin.
"hm...hm.. teriak ku dengan tangan memukul tangannya yang menutup mulut ku.
"diam... jika kau tidak diam akan ku hajar kau. katanya sambil menatap ku.
"aku pun terbengong tanpa bicara, lalu mengikuti katanya.
beberapa menit kemudia dia melepas tangannya ke mulut ku dan berkata.
"kau sangat penurut, katanya pada ku, sambil tersenyum.
dan iya pun pergi meningalkan aku usai mendapat kan sesuatu bersama temannya.
"entah kenapa tiba-tiba hati ku menjadi tak terkendali saat di pergi.
"beberapa saat kemudian teman satu piket ku pun datang dan mengatakan.
"maaf aku telat. katanya sambil kelelahan akibat berlari.
"aku pun mengatakan" iya tidak apa-apa.
''sepulang dari piket aku di ikuti dari belakang, dan langkah ku tadinya lamban menjadi sangat cepat karena aku tahu tempat ku berjalan ini tempat gang preman yang dimana banyak anak preman yang sering nongkrong di gang ini.
"aku fikir dia sudah tidak mengikuti ku lagi tapi ternyata, dia masih mengikuti ku, semakin aku cepat berjalan semakin pula dia mengejar ku, lalu aku pun berhenti dan menegok kebelakang dan ternyata dia yang ada di ruang kelas ku tadi.
"hey.. kau ini cepat sekali berjalan, apa kau seekor kelinci...? tanya nya pada ku.
"aku diam dan tidak ingin meladeninya..
beberapa saat kemudian dia terus mengikuti ku, ketika aku sampai di depan rumah ku dia langsung pergi tanpa berbicara lagi seperti tadi.
"setiap hari dia selalu melakukan hal yang sama setelah pulang sekolah, dia mengikuti ku dan setelah sampai di depan rumah ku dia lalu pergi.
"yah tentu saja gadis seperti ku sangat risih dengan dia yang selalu mengikutiku. lalu aku bertanya padanya..
"woy... kenpa kamu selalu mengikuti ku. kata ku padanya. dia hanya menjawab.
"aku hanya memastikan seseorang yang cantik seperti mu tidak terluka. katanya pada ku.
"lalu aku pun tersenyum dengan kata-katanya.
"nah kan, kau jauh lebih cantik ketika tersenyum seperti ini...
" katanya pada ku sambil menatap ku.
"dari sini lah awal dari kisah cinta kami di mulai, aku yang sangat mencintainya terus keluar rumah ketika kedua orang tua ku berkerja, bahkan sekolah pun aku selalu bolos dan pergi menemuinya.
"aku yang terobsesi denganya pada akhirnya kehilangan semua nya, guru ku yang menyayangi ku sangat kecewa dan marah dengan ku, dulu guru ku ini tidak pernah semarah dan kecewa ini pada ku, karena nilai ku mendadak hancur dan teman-teman ku menjauh, ibu ayah ku marah dengan ku karena sering pulang malam.
"sampai2 ayah ibu ku, mengajukan tes keperawana kepada ku,
" meskipun ribuan kali aku mengatakan pada mereka aku masih putri mereka, tapi mereka seakan-akan tidak memperdulikan teriakan ku.
"suatu hari aku ingin bertemu dengan nya dan ingin menceritakan semua yang terjadi kepada ku hari ini, tapi dia tidak pernah bisa ku temui karena jadwal yang sibuk, katanya pada ku.
"aku gadis yang tidak sabaran sampai aku pergi ke rumahnya, di sana aku bertemu dengan kakak perampuannya, yah meskipun wajah dan nada bicaranya seakan tidak menyukai ku, aku tetap berbicara dan bertanya padanya.
"kak dimana wijaya, kata ku padanya.
lalu dia menjawab ..
''oh gadis baru lagi iya..
dengan nada mengejek.
"dia di cafe capcin. katanya dengan suara ketus.
"aku pun bergegas berlari menemuinya, dan aku tau dimana tempat itu. tempat itu adalah pertama kali dia mengajak ku kencan dan setelahnya dia tidak pernah mengajak ku.
"dan di sini lah aku mulai menyadari bahwa penghianatan itu ada, aku melihat dengan mata kepala ku sendiri dia bersama gadis lain, aku mendengar semua ucapan yang pernah dia ucapkan pada ku saat pertama bertemu dengannya. hati ku sakit dan hancur aku berlari tanpa menoleh.
"semua waktu ku, cintaku, ketulusan ku di bayar dengan penghianatan, mata ku sakit, telinga ku sakit, bahkan hati ku hancur. setiap kata2nya adalah noda bagi ku.
"saat bersamanya aku menjadi hilang akal dan kesadaran , sampai aku buta semua orang yang menyayangi ku, kubuat mereka kecewa, lalu aku pun kehilangan semuanya.
"setelah kejadian itu aku memutuskan untuk mengembalikan keadaan meskipun tak memungkinkan.
"dia sering menghubungi ku, lalu pergi menemuiku dan menunggu ku di gerbang sekolah. tapi aku selalu bersembunyi dari dia sampai detik ini pun.
SELESAI...............