KEKUATAN PERASAAN
namaku dika aku anak pertama dari 3 bersaudara , aku adalah seorang mahasiswa ,aku berasal dari keluarga yang agak mampu bisa dibilang pas2 an lah .aku sekarang masih kuliah di malang dan mengambil jurusan sastra Indonesia. Waktu menunjukkan pukul 04.10 waktu yang pas untuk bangun pagi menikmati segarnya udara malang ."lari pagi enak mungkin yah" Ucapku. Sampai pukul 07.00 aku lari pagi .
"Ahh capek banget yah lari 3 jam , buat kopi dulu biar relax". Saking keenakan ngopi sampai lupa hari ini ada jadwal kuliah, dari kejauhan terdengar suara knalpot motor RX king . " Pasti Adi , berisik banget motornya kalau bukan teman ku pasti udah ku patahin tuh knalpot, eh tapi kenapa yah tumben banget Adi kesini pagi2 padahal kan ....... Ya ampun lupa aku!!" Gumam ku. " Dik ayo berangkat,ehh belum mandi yah?" Ucap Adi "maaf ye di aku lupa kalo ada kuliah hari ini, tunggu bentar aku siap2 dulu hehehe" raut muka Adi nampak pasrah mendengar temannya pikun . "Kebiasaan banget tuh orang" gumam Adi dengan kesal.
Setelah kejadian di rumah akhirnya sampai juga di kampus , dengan kepala sedikit mendongak ke atas aku berjalan melewati lorong-lorong lobi ,aku berjalan menuju ke kelas kimia dengan santainya, sesampai di kelas aku melihat ada anak baru "eh kok cantik banget" sambil menelan ludah .pak Dosen pun datang dan mengabsen satu persatu . Seperti biasa yah kalau ada orang baru harus maju ke depan kelas dan memperkenalkan diri. "Kamu silahkan maju perkenalkan dirimu" ucap pak dosen, " iya pak, nama saya Valeria Yohana biasa di panggil yonna, saya berasal dari Mojokerto ". Sambil senyum ramah ke semua penjuru kelas.
Dari pertama ketemu ingin banget rasanya ngobrol sama dia(yonna) " ahh gila kali aku" ucap ku sambil merasa heran . Seisi kelas melihat kearah ku malu banget rasanya . "Hayo mikirin anak baru yah, wkwkwk" ucap adi "eh nggak lah ngapain mikirin dia kenal aja belum" ketus ku membela diri. Tak disangka sangka yonna pun mendengar pembicaraan kecil aku dan Adi ,bodoh juga sih ngomongin orang ada di dekat kita." Ehh jangan keras lah bego banget dia kedengeran tuh,liat wajah dia merah awas kamu yah kalau dia sampe ga betah disini ", kesal banget rasanya .
Lonceng istirahat berbunyi terdengar suara riuh langkah kaki ,aku tak beranjak dari kursi ku "woy dik ayo ke kantin " ajak Adi " gak ah males aku ,titip aja yahh heheheh" Adi berjalan sendiri mengacuhkan aku ."woy di titip " sambil teriak, dengan muka melas adi "ogahhh males" setelah semua orang nggak ada di kelas aku nggak sadar ternyata yonna masih ada dikelas dia dengan lugu nya membaca novel "hahh Tere Liye komet!!!" Saut yonna " apa ", "ehh nggak2 maaf abisnya kaget si kamu suka baca novel ". Sambil terkekeh aku minta maaf . " Ehh nama lu siapa yah ?" Deg deg deg deg baru kali ini aku diajak kenalan cewek cantik lagi "ehhmm nama ku ehmmm Dika" jawab Dika "kok nervous sih Dika"saut yonna, " nggak kok , hehehehe" obrolan kami pun terputus karena jam istirahat telah usai.
Kelas pun usai seluruh warga kelas pun berbondong bondong keluar dari kelas, dikelas hanya tinggal aku Adi darsa dan yonna ,aku memberanikan diri untuk memulai obrolan dengan yonna "Eh Yon mau pulang bareng??". Tanya ku "maaf dik aku udah ada yang jemput" ucap Yonna dengan wajah masam , melihat ekspresi yonna yang agak membingungkan aku pun curiga "wahh ada yang gak beres" ucapku dalam hati. "Dik aku pulang dulu yah, minta nomer wa kamu dong biar bisa akrab kita " ucap Yonna dengan senyum palsu "nihh 081583518628** nanti chat aku yaa". Yonna "okee". Yonna pun melangkah pergi meninggalkan kelas yang sepi , "di lu merasa curiga nggak sih dengan ekspresi dia pas ngomong tadi?" Tanya ku pada adi ,"b aja sih aku mah ga perlu tau gituan yang penting aku bisa santai wkwkwk, lu suka yah jangan2 sama dia". Goda adi kepadaku. "Bego lu" umpatan ku dengan wajah merah padam .
Dika pun mempunyai niat untuk membuntuti yonna , setelah memantapkan niat Dika pun memutuskan untuk membuntuti yonna. "Di aku pulang sendiri aja yah kamu pulang aja ke rumah ". Dengan bergegas Dika pun langsung berlari menyusur i lorong kampusnya, suara khas dari sepatu Dika berdencit dengan sangat keras sampai sampai terdengar seperti menggema di setiap sudut ruangan . "Itu dia tuh , siapa yah laki laki itu pacar nya kakaknya atau mungkin........jangan berfikir bodoh Dika!!!" Untung nya yonna dijemput dengan motor jadi kalau mengikutinya dengan taksi jadi gampang, dengan agak berteriak aku memanggil "taksiiii" deruan mesin taksi itu pun mendekat "pak ikuti pria dan wanita itu yang pake motor, jangan sampe ilang!" Seruan ku kepada pak sopir " siap tuan muda " .di tengah perjalanan aku sempat membayangkan wajah ketakutan yonna.
"Pak ini kita ke daerah mana yah?" Tanya ku ke pada pak sopir ." Ini udah mau sampai BATU (kota sebelah barat kota malang)" jawab pak sopir . Waktu menunjukkan pukul 17.50 sore hari semakin petang mentari tak menunjukkan batang hidungnya sedikit pun hanya lampu redup jalanan yang menyinar i perjalanan ini , "pak itu pak dia belok ke hotel ". Ucapku ke pak supir "maaf nggeh mas ini hotel biasa di buat mucikari untuk jual wanita !! " Seru pak sopir kepada Dika "apa!!!! Masa sih wanita selugu yonna seorang psk " gumam ku, setelah membayar taksi aku pun bersembunyi agar yonna dan laki laki berhelm tersebut tak mengetahui keberadaan ku , aku pun melihat mata yonna yang berkaca kaca bagai anak rusa yang induk nya diterkam singa ,raut wajah yonna mengisyaratkan seperti orang minta tolong.
"Yonna kamu sekarang masuk ke kamar 242 dan cepat ganti baju" dengan nada membentak pria berhelm ucapkan " mas aku gamau terus terusan begini aku punya harga diri, udah aku capek melayani 3 orang hidung belang setiap hari " mata yonna pun bercucuran air mata ,dengan tangannya yang besar pria berhelm memegang tangan yonna dengan sangat erat "sakit mas jangan ditarik , jangan mas sudah jangan " tangis Yonna . Melihat hal itu Dika tak bisa menahan amarah nya Dika berniat ingin menghabisi pria berhelm tersebut , Dika menenangkan pikiran dan membeli kopi disebuah warung dengan termenung Dika memandangi lobi hotel ,"hey mas mau nyewa yah!!" Sahut pemilik warung , aku berfikir mungkin hanya ini satu satunya cara agar bisa menyelamatkan yonna "ehhhmm iya mas tapi gimana cara nya yah" tanyaku " kamu langsung aja ke resepsionis hotel yang ada di lobi tuhh , tinggal bilang CEWE nanti kamu akan di kasih buku foto para pelacur di hotel itu?" Jawab pemilik warung . Setelah berbincang mencari informasi dari bapak pemilik warung Dika pun memutuskan untuk beranjak dari tempatnya dan pergi meninggalkan warung .
Sesampai di lobi hotel Dika menuju ke tempat resepsionis " mbak ehhmmh hmmm cewe" terdengar kikuk Dika mengucapkan kata tersebut dan sialnya lagi mbak mbak resepsionis tertawa kecil sembari keheranan "mas mas masih muda kok nyari begituan, ini buku foto nya mas silahkan dicari!" Candaan mbak resepsionis ," eheheh iya baru pertama kali juga si nyari beginian ", terlihat dengan jelas foto yonna terpampang di halaman pertama buku tersebut ,dengan cepat aku menunjuk foto yonna "yang ini aja mbak" tercengang dengan pilihan Dika mbak resepsionis pun langsung bertanya kepada Dika "ini superstar nya di sini mas jadi harganya mahal ", geram dengan ucapan resepsionis seakan2 mengatakan bahwa yonna adalah hewan langka ,menahan emosi adalah hal terpenting sekarang "iya gapapa mbak berapa harganya ?" Tanya Dika "10 juta mas , mas yakin sanggup bayar ?" Tak banyak cakap Dika langsung mengerahkan uang 10 juta " ini kuncinya mas dia ada di kamar 242 " ucap resepsionis, " makasih", dengan setengah lari aku menuju ke lift dan memencet tombol lantai 3 .
Didepan ku ada angka yang menunjukkan lantai berapa aku berada, sampai di lantai tiga Dika berpapasan dengan pria berhelm tadi ingin rasanya untuk menonjok pria itu tapi Dika tak mau menggagalkan rencana nya tersebut .didepan kamar 242 Dika dengan cepat membuka pintu ,disana Dika melihat yonna dengan wajah pucat tangis air mata yonna tak terbendung ."yonna!!!" Teriak Dika, yonna sangat terkejut dengan datangnya Dika ke tempat itu, "Dika, kamu sudah tau latar belakang pekerjaan ku ku harap kau tak berteman dengan ku lagi" tangis Yonna bercucuran seperti air hujan , sontak Dika langsung memeluk Yonna dengan berbisik " kamu dipaksa oleh pria tadi kan, udah nanti aja aku jelasin setelah kita keluar dari tempat jahanam ini!" Ucap Dika dengan tegas , "yang terpenting sekarang kamu ganti baju terus kita ayo keluar dari sini!!" Yonna menangis tapi bukan nangis sedih melainkan menangis senang karena ada orang yang mau menerima dia apa adanya "tunggu bentar yah aku ganti baju dulu", setelah ganti baju dan beres beres barang yonna "udah yuk kita keluar".
Didepan pintu kamar terdengar ada beberapa orang yang seperti nya menjaga kamar ini apa mungkin karena yonna adalah superstar disini "Yon di depan ada yang jaga yah?" Saut yonna "iya dik , ada 2 orang jaga di depan pintu dan di lobi 3 orang " jawab nya ,"udah sekarang aku buka pintu aku akan menghajar 2 pria itu setelah itu kita akan keluar dari kamar ini " yonna mengangguk dengan sedikit khawatir apakah bisa seorang Dika dengan tinggi badan yang tidak terlalu tinggi dan postur tubuh yang sedikit tidak ideal. "Oke kamu siap yonna!" , " Iya dik". Perlahan Dika melangkah keluar kamar , Dika memulainya dengan menyapa penjaga " malam pak" dengan senyuman palsu Dika melancarkan aksinya "iya ada apa " tanya seorang penjaga "ga ada apa2 kok pak cuma mau ......" Dika mengepalkan tangan dan memukul penjaga tersebut ,dengan latar belakang Dika adalah seorang pesilat Dika tau mana titik vital Dika memukul dengan persis leher kedua penjaga tersebut hingga pingsan "yonna kemari cepat " mereka berdua bergegas menuju ke tangga turun ke bawah dengan berlari kencang sesampai di lobi mereka berdua di hadang oleh para penjaga "yonna kamu mundur " seperti seorang pendekar Dika menghajar semua penjaga tersebut dan membawa kabur yonna .
Mereka berlari dengan kencang keluar dari hotel Dika melihat di seberang jalan ada seorang pria berdiri di depan mobil samar samar terlihat pria dengan tubuh jangkung tak lain itu adalah adi "woyy adii " Dika berteriak dengan sangat kencang "seketika adi menoleh dan melambaikan tangan "cepet kesini cepat " mereka semua telah berada di dalam mobil dan pada saat itu juga mereka bercerita tentang apa yang telah terjadi "woy Dika kamu kalau ada masalah kenapa ga cerita sih kamu kan temen ku ,dari tadi aku ngikutin kamu loh " gumam Adi ," maaf kawan aku hanya nggak mau ngrepotin kamu " mereka berbincang panjang lebar . Heandphone yonna berdering "hah mas Davis menelpon aku !" Yonna takut gara gara dia Dika dan Adi celaka "hallo mas ada apa" pinta yonna "hati hati dalam waktu 5 menit "dengan nada mengancam "dik mas Davis mengancam kita katanya hati hati dalam waktu 5 menit" kata yonna ,dengan santainya Adi berkata "tenang aja aku tadi sebelum kesini aku sudah nyiapin 2 senjata api jadi kita bisa melawan jika ada yang menghambat!" , "Memang kau teman terbaik di" ucap Dika . Mobil Adi pun melaju dengan cepatnya ditambah lagi mobil nya Adi adala mobil sport jadi tak heran jika laju nya cepat , sesampainya di pertigaan jalan mata adi tertuju pada orang didepan mobil nya insting Adi pun mengatakan bahwa mereka adalah orang yang berbahaya ,berlagak seperti driver profesional Adi memutat balik mobli nya dengan drift sontak membuat Dika dan yonna kaget "ada apa di " ucap Dika "didepan tadi ada orang mencurigakan, sekarang liat belakang ada 2 motor mengejar kita " pinta Adi "ambil senjata nya ada di kursi belakang " dengan nada serius Dika mengambil senjatanya , tak disangka motor yang mengejar mereka sudah ada di samping mobil . Terdengar suara letupan senjata api berjenis g18 (semacam pistol) "berhenti atau ku tembak kau " ucap pengejar ,mungkin pengejar mengira Dika dan lainya tidak membawa senjata apapun ,dengan memberanikan diri Dika menarik pelatuk pistolnya " mati kau bajingan " umpat Dika , karena jaraknya yang dekat Dika berhasil menembak pengendara motor tepat di kepala ."sekarang kita ke kantor polisi mari kita buat laporan tentang masalah ini " gumam Dika " kamu tadi habis nge bunuh orang emang nya gapapa kita ke kantor polisi" saut yonna " tenang aja tadi kan kita diancam jadi ga ada salahnya kalo kita membela diri " saut Dika dengan raut muka kecapekan .
Mereka pun sampai di polres terdekat , setelah itu mereka menceritakan apa yang terjadi kepada polisi .masalah ini pun akhirnya di tangan i oleh pihak kepolisian , "yonna kamu sekarang tidur di kos aku aja biar kamu aman mau yah yonna" ucap Dika seraya meminta agar yonna mau "iya sekarang aku udah nggak punya tempat tinggal lagi karena biasanya aku tinggal dirumah mas Davis" yonna mengiyakan tawaran dari Dika , mereka pulang dan yonna ikut ke rumah Dika . Tamat
By Muhammad Diva Erlangga putra