melisa atau biasa dipanggil eli sikulit aneh ialah seorang gadis kecil yang dijauhi karena memiliki penyakit kulit yang menular sejak ia menginjak usia lima tahun, semuanya menjauhinnya termasuk orang tuanya sendiri, setiap kali berada didekat eli, merka pasti menjaga jarak atau memakai pakaian khusus agar tak tertular penyakit yang dideritanya, bukannya ia tak berusaha untuk menyembuhkan penyakitnya, hanya saja setiap kali ia berusaha mengobati penyakitnya, tak ada hasil bahkan barang sedikit, sehingga membuat eli putus asa dan tak ingin mencobanya lagi, kini baginya hidup pun tak ada gunanya lebih baik mati saja dan tak akan ada aib lagi bagi keluarga ini, namun, setiap kali ia ingin mengakhiri hidupnya, ia pasti akan mendengar suara aneh ditelinganya, suara itu entah dari mana asalnya, terasa begitu dekat sedekat ia dan nadinya, ia berusaha mencari asal suara itu, namun tak pernah ia temukan, hingga suatu hari ia nekat menngiris pisau kecil yang telah lama disimpannya ke nadinya...
"Hai".
suara itu kembali terdengar, eli tak lagi menghiraukannya, ia menahan sakit dan telah membayangkan kematiannya, tiba tiba sekelebat cahaya melintas didepannya.
"siapa itu!". tanya nya lancang.
"hai".
suara itu kembali terdengar berulang kali hingga ruangan terasa sesak akan suara itu, eli menutup telingannya, darah yang tetap mengalir deras dari tangannya tak lagi membuatnya merasa sakit,
"stoop!!, who are you?! ". teriak eli sambil terus menutupi kedua telingannya.
"hai, hai, hai, hai"
bukannya jawaban yang diterima nya melainkan kata itu lagi dan lagi dan lagi, semakin lama semakin cepat dan semakin keras. eli tak tahan mendengarnya, ia berlari kearah pintu dan berusaha membuka pintu kamar nya, namun ternyata ointu kamarnya telh dikunci dari luar.
"please stop". isaknya, ia tak lagi mampu menahan air matanya yang hampir jatuh.
"hai,hai,hai,hai".
karna bingung ingin berbuat apa, akhir nya ia hanya diam dan merosotkan badannya terduduk dilantai tepat didepan pintu kamarnya.
tangannya tak lagi menutupi telinganya, pandangannya mulai buram dan akhir nya semua terasa tenang....
"dimana aku". lirih eli ketika membuka mata dan melihat sekelilingnya yang putih terang tak berujung.
"apakah aku telah mati? ". ucapnya sedikit bahagia, karna telah lepas dari sindiran dan caci maki orang orang didekatnya, namun ia juga merasa iba karna tak bisa mewujudkan cita citanya yang ingin akrab dengan semua orang.
"hai".
suara itu lagi.
"who are you". tanya eli pelan.
"kau tak akan bisa mewujudkan nya, tak akan bisa selamanya ". suara itu terdengar lantang dan seolah mendorong kemauan eli akan cita citanya.
"kenapa kau berkata demikian? ". tanya eli hati hati.
"karena kau diciptakan agar tak mendekati siapa pun bahkan orang tua mu sendiri, mereka tak benar benar menganggapmu ada, hahahaha". tawanya yang mengerikan membuat eli takut, namun tak dibantahnya, ia hanya menundukkan kepala nya seolah membenarkan segala ucapan suara itu.
"kau takut mereka membenci mu kan? ".suara yang ia tak tau asalnya tadi kini memiliki wujud yang berdiri tepat dihadapannya, sambil mengangkat dagu eli untuk menatap wajahnya.
"kau terlambat, mereka tidak akan pernah menyukai mu, mereka akan selalu membenci mu, selamanyaa, hahaha ".
eli menautkan alisnya seolah keyakinan datang entah dari mana.
"mereka tidak pernah menyukaiku tapi mereka juga tak membenci ku, aku percaya mereka pasti sayang pada ku walau dengan cara yang berbeda". jawabnya sinis.
"kau sangat percaya diri". sosok itu mengelilinginya sambil memegang dagu.
"memang". jawab eli tegas.
"baiklah, kita lihat, apakah kau bisa membuat mereka menyayangi mu sepenuh hati, atau malah sebaliknya, ku beri kau waktu selama sebulan, jika kau belum bisa mendapat perhatian lebih berarti kau kalah dan kau harus mengikuti ku".
sosok itu langsung lenyap tanpa jejak.
eli terdiam, tiba tiba samar samar terdengar isak tangis mamanya sambil memanggil manggil namanya.
"eli, bangun sayang, ibu tidak akan mengurungmu lagi mmaa mohon, bangun lah, mama janji kita akan mengakhiri penyakit yang menimpamu, kita akan pergi keluar negeri untuk pwngobatanmu, tapi untuk sekarang mama ingin kau bangun, mama mohon, bangunlah sayang".
eli mendengar jelas semuanya, ia ingin membuka matanya untuk menghilangkan rasa sedih ibunya, namun seolah mata dan segala organ tubuhnya menolak untuk bangun,semuanya seolah ditahan oleh seseorang dari jauh.
mendengar rintih rintih kata yang diucapkan mamanya, eli merasa senang, hanya air mata haru yang menandakan ia masih bisa. bertahan hingga saat ini.
seminggu kemudian...
eli mulai menunjukkan tanda kesadaran, dengan menggerakkan jari kelingkingnya, melihat hal itu, mamanya langsung berteriak girang, bahagia akan sadarnya buah hatinya.
"paaa, eli sadar pa, paa kesini". mama menarik papa kesamping eli, papa sedikit menjauh lagi, dan mama paham itu.
mama memang tak lagi memikirkan penyakit kulit yang dialami eli, kini ia sadar, seburuk apa pun eli, eli adalah anak yang dikandungnya selama sembilan bulan. ia jga tak lagi memakai pakaian khusus sehingga papa sedikit menjaga jarak dari mama juga.
"maa, mama dimana". lirih eli.
"iya sayang, mama disini, selalu disini".mama menggenggam erat tangan eli, seakan tak ingin kehilangan lagi.
eli berusaha membuka matanya yang terasa berat.
"mama, maafkan eli ". lirihnya.
"eli gak salah sayang, mama yanh Salah karena tidak memberimu perhatian, maafkan mama ya sayang, mama janji setelah pulang dari sini, kita akan ke luar negeri untuk mencari obat buat mu, yang sabar ya sayang, mama mencintaimu ".ucap mama sepenuh hati lalu mengecup kening eli lembut.
eli tersenyum bahagia, ia tak pernah sebahagia ini sebelumnya.
"maa, kita pulang yuk".
"iya kita pulang sekarang sayang". kata mama lalu memluknya erat.
sesampainya dirumah, eli memang belum sanggup berjalan, sehingga sementara ia memakai kursi roda yang didorong ibunya.
"kita sampai dirumah, apa eli senang? ". tanya mama sambil tersenyum.
eli mengangguk senang.
hari hari mulai dilaluinya dengan ceria, namun semakin hari eli semakin curiga, mamanya mulai bertingkah aneh dan kadang tidak menghiraukannya. tiba suatu hari disaat waktu yang diberikan sosok itu tinggal dua hari lagi, ia mendengar percakapan mama dan papanya ketika tak sengaja melewati kamar mereka.
"kamu sih, sok perhatian ke dia, harusnya kita bisa buat dia hilang selamanya dari dunia dan gak ada aib lagi dikeluarga ini". kata papa kasar namun mengecilkan suaranya, mungkin agar eli tak mendengarnya.
"aku tidak tau kalau itu akan menjadi seperti ini,aku pikir dia akan mati saat itu". jawab mama.
eli menutup mulutnya, menahan isak tangis yang akan tumpah begitu saja, kaki nya langsung lemas dan terduduk dilantai.
"bagaimana jika hari ini kita buat dia senang dulu, terus nanti malam kita akhiri semua kekacauan ini dengan membunuhnya". saran papa.
eli melebarkan matanya, seakan tak percaya apa yang diucapkan Papanya. ia berharap mamanya tak setuju, karena mamanya tidak langsung memberi jawaban,
"boleh juga pa".
jawaban mama membuat eli tak bisa menahan diri, ia langsung membuka pintu...
kosong...
tak ada apa apa disana.
tin tin tin...
klakson mobil terdengar dari depan rumahnya.
"eli sayang..., jadi jalan jalan gak?, keburu sore nih". panggil mama dari depan.
eli bingung, tadi ia mendengar sangat jelas bahwa orang tuanya ingin membunuhnya, tapi kenapa sekarang seolah itu tak terjadi?.
"iya maa eli datang". sahut eli dan segera berlari keluar.
sepanjang perjalanan, eli masih saja memikirkan hal tadi yang didengarnya saat berada didepan pintu kamar orang tuanya, kejadian itu terasa nyata tapi tak ada bukti bahwa itu benar adanya, ia mulai was was ke orang tuanya, tidak sembarang percaya apa yang dikatakan orang tuanya, dan tidak sembarang menerima makanan yang diberikan orang tuanya.
"mungkin itu adalah salah satu petunjuk bahwa mama dan papa ingin membunuh ku malam ini". batinnya.
segala kesenangan dilalui eli hari ini, ia memang mendatangi tempat ramai seperti yang selama ini diinginkannya, walau dengan memakai pakaian khusus agar tak ada yang tertular penyakit yang dideritanya.
eli sangat senang, tapi ia juga masih memikirkan hal yang dialaminya dirumah sebelum pergi ke tempat ramai ini.
malam harinya.....
setelah merasa lelah bermain, jalan jalan dan sebagainya, eli pun tertidur diperjalanan pulang, namun ia masih menjaga kesadarannya dengan menusuk nusuk jarinya dengan jarum.
"ma, apa eli sudah tidur? ". tanya papa.
mama mrlihat ke kursi bagian belakang.
"dia tertidur pulas ". jawab mama.
eli masih bisa mendengar percakapan mereka dengan jelas.
tiba tiba mobil berhenti disuatu tempat, eli yakin mereka belum sampai ke rumah mereka. papa membuka pintu mobil bagian belakang, eli sengaja berpura pura tidur agar bisa mengetahui hal yang sebenarnya.
papa menggendongnya lalu membawanya entah kemana. sesekali eli mencuri lihat kesekelilingnya. Tempat yang aneh. batin eli, lalu segera menutup mata ketika mamanya mengambil alih menggendongnya.
"apa ini tidak apa apa pa? ". tanya mama ragu.
"iya, lagian kita juga udah capek mengurusnya". jawab oapa datar.
"jadi mereka beneran mau bunuh aku?, ditempat ini? ". batin eli lagi.
"hai". tiba tiba setelah sekian lama, suara itu terdengar lagi, entah kenapa elu berbicara melalui pikirannya untuk berkomunikasi ke sosok yang selalu saja mengucapkan kata "hai" itu .
"kumohon, tolong aku".
"aku bisa saja membantu mu, tapi kau akan kehilangan mereka". jawab sosok itu.
"apa mereka menginginkan ku ada?, mereka ingin membunuh ku".
"baiklah, kau telah memutuskan keinginan mu, aku akan membantu mu".
wussss.
sosok itu memasuki tubuh eli, lalu mengendalikan segala gerakan eli.
mama dan papa seketika kaget melihat eli bangun dengan aura yang tidak baik.
"eli, kamu kenapa sayang? ". tanya mama hati hati.
tanpa berbasa basi, ia langsung menusuk jarum yg. dipegangnya ke wajah ibunya lalu menariknya kebawah, menghasilkan goresan besar dan mengeluarkan banyak darah.
"sayang, ini mama ". isak mamanya sambil memegangi sebelah wajahnya yang terkoyak panjang.
eli tak berkutik, karna saat ini ia dikuasai oleh sosok yang bukan dirinya.
jlep!!.
satu tusukan lagi disisi lain wajah mamanya, lalu ia menariknya ke atas, sehingga membelah sebelah mata mamanya.
"eli stop! ".bentak papa.
seketika eli tersadar, lalu melihat mamanya dengan heran.
"sadarlah, itu mama! ". ucap papa sambil menggoyangkan tubuh eli kencang.
seketika eli langsung memeluk mamanya.
"maafkan eli ma, itu bukan eli". deraian air matanya mengalir begitu saja.
"iya gapapa sayang, ini gk sakit kok". mama tersenyum simpul.
"pa, ayo kerumah sakit sekarang, mama butuh perawatan medis secepatnya". ucap eli panik.
mereka segera menuju kerumah sakit...
"hai".
suara itu kembali datang.
"kenapa kau melakukan itu ke mama". isak eli sambil menunduk.
"dia adalah orang yang paling membenci mu, kenapa kau sangat menyayangi nya? ".
"tidak!, itu tidak benar, mama sangat menyayangi ku, aku tau itu". tangis eli pecah, ia tak terima apa yang dikatakan sosok itu pada nya.
"tunggu saja tiba waktunya, kau akan tau segalanya".
eli tak menjawab perkataannya, dan langsung pergi dari tempatnya duduk.
hari hari berlalu, hari ini adalah hari terakhir yang dikatakan sosok itu, dan dia belum juga mendapatkan perhatian khusus seperti yang dijanjikannya, eli telah menyadarinya, tapi ia tetap masih ingin memperjuangkan keinginannya, ia pun segera pergi menjauh dari kedua orang tua nya agar tak menyakiti mereka seperti waktu itu.
sosok itu oun datang, dengan kelebat cahaya dari belakang nya.
wuussss...
"waktumu habis, kau harus mengikuti kemauan ku mulai sekarang".
"dia milik ku, bukan milik mu". sosok lain datang .
kedua sosok ini memakai jubah yang panjang dan topi yang menutupi wajah mereka.
"jangan ikut campur urusan ku".
"kau yang jangan ikut campur urusan ku, aku yang lebih awal memiliki nya"
mereka berdebat seakan lupa bahwa eli masih disana bersama mereka berdua.
"apa maksud kalian?, aku. bukan milik kalian, aku adalah aku, bukan kalian! ". eli pergi meninggalkan mereka.
dihari kepulangan mama dari rumah sakit, eli merasa ada yang aneh pada tubuhnya, beberapa hari ini kulitnya tak lagi terasa gatal seperti sebelumnya, luka dikulitnya juga berangsur menghilang, dan beberapa meninggalkan bekas, tapi eli tidak merasa senang, seolah ada hal buruk yang akan terjadi hari itu.
papa membantu mama masuk ke mobil, sedangkan eli telah berada didalam mobil sejak tadi.
"ma, sepertinya kulit eli mulai membaik". ucap eli senang.
"bagus dong, eli bisa mulai sekolah besok". jawab mama dengan nada gembira. .
"iya, eli seneeeeng banget bisa sekolah seperti mereka mereka ". ucap eli kegirangan membayangkan betapa bahagianya ia jika bisa sekolah seperti orang normal.
wuss...
sosok itu memasuki tubuh eli tanpa disadarinya.
mobil berjalan kearah yang berbeda dari tujuan, papa dan mama juga telah dipengaruhi oleh sosok yang selama ini mengikuti mereka, eli yang masih dalam keadaan sadar walau telah dimasuki oleh sosok itu merasa heran, mamanya tak berkata apapun ketika papa mengebut hingga tak melihat lubang dijalanan atau batu didepan mereka, karna biasanya mama akan mengomel sepanjang perjalanan jika merasa tidak nyaman akan cara papa membawa mobil.
"ada yang tidak beres, mereka pasti bukan orang tua ku". batin eli. ia pun membuka pintu mobil dan melompat keluar dari mobil.
"agrrr, sakit sekali". rintih eli ketika ia berhasil keluar dari mobil.
namun beberapa saat setelah eli berjalan mencari pertolongan, mobil itu kembali menghampirinya dengan kecepatan tinggi.
"NO!!! ". teriak eli sambil berusaha mengelak.
namun gagal. ternyata mobil itu bukan berniat menabraknya melainkan pohon yang ada didekatnya.
eli berlari melihat orang tuanya.
"hah". eli menutup mulut sangkin syoknya. kedua orang tuanya kini telah tak bernyawa tepat dihadapan nya.
"tidak, tidak, tidak, ini tidak benar, ".eli menangis sejadi jadinya, namun tak akan ada yang mendengarkan tangisaannya, karena tidak ada seorang pun yang berada dihutan itu.
wusss...
sosok putih itu datang lagi dan menarik tangan eli.
"waktunya kita pulang ".
eli tak berkutik...
"dia akan bersama ku disini". ucap sosok lainnya.
"kalian itu siapa? ". tanya eli tanpa mengaharap jawaban, karena tak mungkin mereka menjawabnya.
"yang didalam mobil bukan lah orang tuamu, melainkan suruhan ratu iblis untuk mendapatkan tubuhmu, orang tua aslimu telah lama meninggal sejak kau berusia 5 tahun". ucap salah satu dri mereka.
eli hanya diam, ia ingin tau lebih dari itu.
"dan kami adalah orang yang diperintahkan untuk membawa tubuhmu kepada yang mulia ratu, ikut lah dengan kami".
"tidaak!!, aku tidak akan pernah mengikuti kalian, kapan pun!, tidak akan! ". eli langsung berlari meninggalkan mereka.
"kau mau lari kemana?, ini hanya tempat ilusi, kau tidak. bisa keluar dari sini dan tidak akan ada yang menolong mu, sekarang patuh lah, ikut dengan kami dan kau akan selamat ".
"tidak akan! , hidup ku adalah milik ku buk.. ". kalimat itu belum sempat diucapkan eli ketika sesuatu memukul pundaknya dari belakang dan mencuri rasa sadarnya.
"bawa dia ".
segerombolan sosok sosok aneh membawa eli jauh dari alam manusia...
jauh...
sangat jauh.....
prolog..
gadis itu terlihat periang, senyum nya yang manis menyejukkan hati, membuat siapa pun yang melihatnya akan jatuh cinta pada pandangan pertama, tubuh yang elok dan paras yang luar biasa, darah yang harum serta kemurnian tertanam didirinya. aku ingin dia jadi punya ku, siapa saja yang bisa membawanya dalam keadaan hidup akan diberi kedudukan yang tinggi dan harta yang banyak........
akan kah eli bisa kabur dari ratu iblis?
apakah eli bisa melawan ratusan pasukan iblis?
jawab di kolom komentar ya;)
jangan lupa like sebanyak banyaknya agar author bisa lebih semangat lagi :)
see you....