Nama ku Veri .... aku hidup bersama keluarga ku ada ayah, ibu dan kakak ku... mungkin kalian mengira hidupku seidah yang kalian pikirkan namun tidak...
Suatu ketika, pada saat pagi hari yang sangat cerah dan aku masih tertidur karna lelah, dan akhirnya ibuku membangunkanku dengan suara lembut nya serta kasih sayang nya dia kepada ku.
"Veri, sayang bangun udah pagi nak" suara lembut ibuku saat membangunkanku dengan sedikit membelai rambutku dengan sentuhan nya yang saat lembut sambil tersenyum manis
"Iya bu, aku bangun kok" jawabku sembari bangkit dari tempat tidur dan tersenyum kepada ibuku
"Cepat mandi ya nak, ibu tunggu kamu di meja makan dengan ayah dan kakakmu" pinta ibuku dengan lembut sambil menginjakan kaki keluar dari ruangan kamarku
" iya ibu" jawabku dengan membalas senyuman ibu ku
Senyuman ibukulah yang paling berharga bagiku karan senyumannya aku bisa bersemangat untuk melewati hari hari ku. Setelah selesai mandi aku menuruni anak tangga untuk menuju dimana ibu, ayah dan kakakku berkumpul untuk menikmati sarapan pagi buatan ibuku.
"Pagi dek!" Sapa kakak ku dengan suara acuh nya.
Ya!, dia kakak ku yang bernama Vero dia adalah kakak kandungku kita hanya beda 3 tahun dan dia sekrang masih menduduki SMA kelas 3 dan sedangkan aku masih menduduki SMP kelas 3.
Dia memang begitu selalu tanpa ekspresi dan acuh namun dia juga sebenarnya orangnya agak asik dan sangat penyayang namun dia menunjukanya dengan cara nya dia sendiri dan itu menurutu sangat menyakitkan.
"Iya" jawabku dengan singkat karana canggung dan karna mendengar sapaan acuh dari kakakku
"Pagi anak kesayangan ayah" sapa ayahku sembari mencium keningku supaya aku tidak merasa canggung lagi
"Pagi juga yah, ah ayah! Jangan lah menciumku begini aku sudah besar ayah, liat ibu dia cemburu" jawabku dengan sedikit candaan untuk pagi hari
"Benarkah,istriku yang cantik ini cemburu dengan anaknya sendiri" goda ayahku kepada ibuku sambil merangkul pinggang ibuku dengan sangat romantis
"Ehh! Eng.. enggak kok ishb jangan gini malu tuh ada anak anak!" Sahut ibuku malu karna tingkah aneh ayahku
"Ekkhemmm" suara kakak ku memecah keromantisan ayah dan ibuku
"Hahaha, sirik ya! Makanya cari jodoh biar bisa mesra mesraan begini" sindir ayahku dengan candaan kepada kakak ku
"Hah! A.. apaan sih ayah dahlah aku mau makan dulu kalo kalian lama" jawab kakakku karna malu dengan perkataan ayahku
"Hahaha, udahlah yah kita makan keburu dingin sarapannya" pinta ibuku kepada ayahku supaya melepaskan pelukanya.
Aku sangat bahagia melihat ini semua, hingga aku berharap ini akan terus begini dan selamanya begini. Namun harapan tak semua menjadi kenyataan hingga suatu saat, ibuku meninggalkanku untuk selama lamanya dari hidupku.
"Veri, ibu ingin kamu nurut dengan perkataan ayah dan kakak mu jadilah gadis kebanggaan ibu selamanya" pinta ibuku
"Hiks, hiks baik bu, tapi ibu jangan pergi dari duniaku aku mohon" jawabku sambil tak henti menahan air mata ku ini.
" ibu tidak akan pernah lergi dari duniamu sayang, iby akan selalu ada di hatimu dan itu akan selamanya" suara lembut ibuku untuk menyakinkanku
"Vero jagalah adik dan ayahmu , apa kamu bisa!?" Pinta ibuku terhadap kakak ku.
"Baik bu" jawab kakakku
"Sayang, aku mohon jaga kedua anak kita" pinta ibu ku lagi kepada ayahku
"Iya aku akan menjaganya" jwab ayahky menyakinkan.
Setelah itu ibuku meninggalkanku untuk selama lamanya aku sangatlah terpukul,ibu ku meninggal karna penyakitnya dia menghudap TBC sudah lama.
Dan aku harus mengiklaskan kepergian ibu ku dengan rasa sedih yang mendalam.
Setelah itu aku, ayahku, dan kakak ku pergi dari kota yang sebelumnya aku sekeluarga dengan ibuku pernah tempati dan kita pindah ke kota yang lumayan ramai penduduknya.
Sejak kepergian ibuku ayah dan kakakku berubah, memang kakakku sedikit terbuka tapi bukan untuk perhatian kepadaku tapi dia terbuka untuk mencari perhatian kakakku dan mencari kesalahan ku. Aku tidak tau kenapa dia begitu dan sedangkan ayahku, Aku tidak tau apa cuma perasaanku atau memang kenyataan pahit ku. Ayahku berubah dari yang dulu sangat memperhatikanku dan perhatian kepada ku, sekarang dia lebih ke membeda bedakan aku dengan kakak ku atau dengan orang lain dan dia lebih menyayangi kakakku.
Aku bingung kenapa semuanya berubah, dan apa semua yang dikatakan ayah dan kakak ku kepada ibu ku hanyalah seutas janji bicara tanpa bukti?!...
Aku sedih setiap hari dan setiap malam harus menagis dan memandang nasib pahitku ini, aku tau pasti ada kebahagiaan di dalam nasib pahitku ini tapi kapan!? Kapan kebahagian itu akan datang!? Apakah aku tidak layak untuk di sayangi oleh keluargaku sendiri!? Apakah aku tidak layak untuk bahagia!? Apakah dulu sifat perhatian ayahku kepadaku hanya untuk menyakinkan ibuku agar dia memang suami yang penyayang dan tidak membeda bedakan anaknya!? Apakah itu!? Dan apakah sifat dulu kakakku cuek terhadapku hanya untuk menyembunyikanya kepada ibuku agar dia tau bahwa kakakku menyayangiku!?...
Aku bertanya tanya kenapa semua berbeda sejak ibuku meninggalkanku... aku terus berusaha agar tetap terlihat menerima semua ini dengan senyuman dan aku berusaha terlihat baik baik saja.
Tapi aku ingin mereka yang dulu ayah yang selalu menyayangiku dan selalu memperhatikanku dan kakak yang cuek dan tetap memperhatikanku. Aku tidak mau mereka yang sekarang. Di umurku yang sekarang aku harus bisa menjadi sedewasa orang yang sudah dewasa dan menerima keadaan ini. Tapi aku tidak bisa.
Siapa sih yang tidak sedih ketika kita di beda bedakan dengan orang lain atau bahkan dengan saudara kandung kita? Dan siapa sih yang tidak sedih ketika kita di bentak keras oleh keluarga kita lebih tepatnya ayah kita yang kita sanjung dan kita banggakan? Dan lagi siapa yang tidak menginginkan ketika sakit dirawat dengan baik dan di sayang.i namun malah di marah.i dengan perkataan?
Aku mengingin kan kehidupanku yang dulu bukan yang sekarang, aku benci kehidupanku yang sekarang!! Aku menginginkan saat aku sakit dirawat dengan baik bukan saat aku sakit di katain "kenapa kau sakit", "makanya kalau makan yang banyak biar gak sakit!" "Sakitmu itu menjadi beban untuk kami paham gak!"... aku terima semua perkataan itu.
Dan aku tau bahwa ternyata dulu semua cuma berpura pura kecuali ibuku dan aku baru melihat muka asli mereka.
Hingga suatu ketika aku masuk rumah sakit dan difonis terkena TBC yang turun dari ibuku..Dan saat itulah ayah dan kakak ku mulai berubah dan menyayangiku naum mereka semua terlamabat karna umurku hanya hitungan jam saja dan itu akan berakhir. Dan aku sangat berterima kasih kepada tuhan karan telah menurunkan penyakit ini dan aku bisa bertemu ibu ku lagi, soal ayah dan kakak ku aku sudah memaafkanya.
Dan inilah diari ku Veri..
Oke" ini CERPEN aku buat bukan dari pengalamanku atau apapun itu dan bukan dari pengalaman orang ini aku huat sesuai ide yang datang sendiri dati OTAK ku paham kan😌....
Oke kalau suka jangan lula di LIKE KOMEN ya papay😄