Perlahan lahan Reina membuka matanya yang terasa berat, sekujur tubuhnya pun terasa sakit rasanya semua tulangnya sudah remuk dan dia terkejut saat dia mendapati sedang terbaring di hutan belantara dengan pepohonan yang menjulang tinggi menutupi langit yang gelap
" apa yang terjadi,,,kenapa aku ada di sini,,," ucapnya lirih, iapun berusaha bangkit meskipun rasanya seperti di cabik cabik tapi rasa takutnya mengalahkan rasa sakit yang di rasakannya.
Reina mengitari seluruh hutan,,tidak ada tanda tanda kehidupan di sana,,,suasana mencekam pun terasa saat suara jangkrik malam mulai berbunyi,,,bahkan desiran angin yang menggoyangkan dedaunan membuat bulu kuduk Reina berdiri.
"Tolooong,,,,,,!!!!"
Reina berteriak sekuat tenaga berharap ada orang yang mendengarnya
Kaaaaak,,,,kaaaak,,,kaaak
Kukuku,,,,,kuuuu,,,,
Suara burung burung hantu menyahuti tetiakan Reina yang semakin ketakutan
" ayah,,,,ibu,,,,tolong aku,,,," desisnya gemetaran, ia terus berjalan tak tentu arah di dalam hatinya terus berdo'a dan berharap ada seseorang datang menemukannya. Dia masih tidak ingat kenapa dia bisa ada di dalam hutan sendirian.
setelah lama berjalan tiba tiba mata nya menangkap sebuah cahaya remang remang di kejauhan, sepertinya do'anya terkabul
" itu pasti desa terdekat,,,mungkin mereka bisa menolong ku,,,aku ingin pulang,,," harapnya tak berhenti menangis,diapun mulai berlari ke arah cahaya itu.
Semakin dekat,,,,,semakin dekat,,,,entah kenapa tiba tiba saja tenaga nya sangat kuat hingga ia bisa berlari secepat itu.
Tapi alangkah terkejut nya dia saat ia sudah mendekati cahaya itu, sebuah pemandangan yang selama hidupnya tidak ingin dia lihat terpampang nyata di depan matanya.
Ternyata bukan pedesaan yang ia temukan,,,melainkan sebuah pemukiman aneh yang semua penghuninya merupakan makhluk yang berwajah menakutkan.
Reina mendekap mulutnya sendiri agar teriakannya tidak terdengar oleh mereka, dia langsung bersembunyi di balik pohon yang sangat besar.
" he,,pencong bagaimana dengan misi mu kali ini,,,apa berhasil,,,"
Tiba tiba Reina mendengar sebuah percakapan, saat dia lihat di balik pohon ada tiga makhluk menyeramkan sedang berbincang bincang.
" hhhh,,,,gagal,,,bagaimana dengan kalian,,," keluh Pencong sambil meloncat loncat
" sama,,,aku juga gagal,,,tidak dapat uang sama sekali,," sahut Unyil dengan suara nyaring,,anak kecil berkepala botak itu menatap seorang wanita berambut sangat panjang dan menutupi wajahnya yang melayang di sampingnya.
" bagaimana dengan mu Kintil anak,,,sudah berapa anak yang sudah kamu culik,,,,?" tanya nya
" hiii,,,,,hi,,hi,,hi,,,hiiiiiii,,,,"
tiba tiba saja wanita itu tertawa melengking yang membuat bulu kuduk Reina kembali berdiri.
"huus,,,diam kau,,,,berisik,,,aku tahu kamu juga gagal,,,tapi jangan bangga gitu dong,,,!" omel Pencong kesal, Unyil menutup kedua telinganya.
" tau,,," rutuknya. Tidak ada yang tahu bagaimana reaksi nya saat di omeli oleh kedua sahabatnya itu karena wajahnya yang tertutup rambutnya yang panjang.
"Rrrrrrrr,,,,apa yang sedang kalian lakukan di sini haah,,"
Tiba tiba terdengar suara erangan yang menggelegar, kedatangan makhluk besar yang menakutkan itu membuat ketiganya terdiam.
" eeeh,,,,ada bos genderong,,," ucap Pencong dan Unyil berbarengan.
" hiii,,,,,"
" diam,,,!!!"
Makhluk yang di panggil bos Genderong itu langsung menghardik kikikan Kintil Anak.
"Pencong,,,kamu gagal hari ini,,,,"
" iya bos,,,," Pencong mengangguk kan kepalanya ia lihat bos Genderong membuka sebuah buku dan mulai membacanya.
" kamu gagal menakuti manusia karena tersandung pagar,,,,benar,,,"
" iya bos,,,habisnya pagar itu tinggi,,,saya tidak bisa meloncatinya,,," ucap Pencong beralasan
" kamu kan bisa membuka ikatan di kaki mu itu bodoh,,,!" bentak bos Genderong jengkel
" tangan saya juga kan di ikat bos,,,,"jawab Pencong membuat bos Genderong beralih ke Unyil
"Unyil,,,"
" iya bos,,,,"
" kegagalan mu kali ini karena kamu ketakutan saat ada manusia yang kencing di depan mu,,,apa itu juga benar,,,,"
" benar bos,,,jika bos ada di posisi saya,,,bos juga akan lari ketakutan,,," jawab Unyil santai, bos Genderong mengelus dadanya. Sabarrrr
" dan kau Kintil Anak,,,,,jangan cekikik kan,,,kau gagal menculik anak karena rambut mu nyangkut di ranting pohon,,,anggukan kepala mu jika itu benar,,,,?" bos Genderong menginterogasi Kintil Anak yang mengangguk kan kepalanya
" makanya sudah saya bilang pergilah ke salon dan cuci rambut mu itu,,,sudah berapa abad tuh rambut tidak di cuci,,,, minta uangnya sama si Unyil,,,,gagal lagi,,,,gagal lagi,,,,," omel bos Genderong kesal
" naah lihat itu,,,kalian harusnya mencontoh pada si cantik jembatan gantung,,,sudah cantik pintar menakuti manusia bukan kayak kalian,,,gagal mulu,,,," lanjut bos Genderong mengalihkan pembicaraan saat mata besar nya menangkap sosok wanita yang sangat cantik tapi wajahnya di penuhi oleh darah.
" sudah pergi sana,,,saya akan mengapelin si cantik jembatan gantung dulu,,," ujarnya sambil berjalan meninggalkan ketiga makhluk aneh itu,,,
" aku pengen muntah mendengar nya,,,"
" dasar mata keranjang,,,," rutuk ketiga nya hanya Kintil Anak saja yang tidak berkomentar karena takut di omelin lagi dia hanya mengangguk anggukan kepalanya tanda setuju dengan keduanya.
Reina tertawa geli mendengar percakapan mereka, karena lengah ia menginjak ranting di bawah nya.
Sraaaakk!!!!!
" apa itu,,,," bisik Pencong Unyil dan Kintil Anak sama sama menggelengkan kepalanya.
" ayo kita lihat,,,," bisik Pencong lagi sambil berjalan mendekati sumber suara yang ada di balik pohon di mana Reina sedang sembunyi,,,sementara kedua temanya mengikuti di belakang.
" huss,,,kalian ini kan hantu,,,gak usah takut seperti ini,,," omel Pencong, Unyil menyeringai memperlihatkan gigi nya yang hitam berantakan.
Mereka kembali mendekati pohon itu secara perlahan,,,Reina menahan nafas nya karena takut lalu,,,,,
" Aaaaaaaa,,,,,,!!!!" Pencong dan Unyil berteriak kencang saat melihat Reina yang juga ikut berteriak.
" hiiii,,,,hi,,,hi,,,hii,,,,,hups!" KintilAnak berhenti tertawa saat rambutnya di jambak oleh Unyil.
" apa kau hantu baru,,,,?" tanya Pencong ketika dia sudah bisa mengendalikan keterkejutan nya
" aku tidak tahu,,,," jawab Reina ketakutan
" bagai mana kau bisa ada di desa terlarang ini,,,?" kini Unyil yang bertanya Reina kembali menggelengkan kepala nya
" aku tidak tahu,,,"
Pencong berbisik ke telinga Unyil
" seoertinya dia makhluk bodoh,,,apa apa tidak tahu,,,,"
"iya,,,,,"
" a,,,aku tersesat,,,,tiba tiba saja aku sudah ada di hutan ini,,,aku ingin pulang,,,,aku ingin bertemu dengan ayah dan ibu ku,,,," ucap Reina sambil terisak sedih.
Ketiga makhluk itu kembali saling pandang,,,,mereka lalu terlihat berdiskusi.
" seperti nya dia masih belum mati,,,,hawa hangat manusia nya masih terasa,,," bisik Pencong
" mungkin roh nya tidak bisa kembali ke tubuh nya karena ia tersesat di sini,,,kau tahu kan jika ada roh yang tersesat di sini dalam waktu 24 jam dia tidak akan kembali lagi ke tubuh nya,,,,kita harus menolong nya,,," sahut Unyil
" hiii,,,,!!"
" sssssttt,,,,,!!!!"
Pencong dan Unyil menyuruh KintilAnak untuk diam karena suaranya yang sangat nyaring bisa mengundang makhluk yang lain nya.
" benar,,,apa lagi jika si Darkgula tahu,,,anak dalam bahaya,,,"
" ayo kita bawa dia ke om Jinting,,,dia pasti bisa mengembalikan nya ke tubuh aslinya,,," usul Unyil, Pencong dan KintilAnak setuju.
Setelah berdiskusi panjang mereka kembali menghampiri Reina.
" kau mau pulang,,,?" tanya Pencong, Reina mengangguk dengan cepat,,,tentu saja,,,kata kata itu tidak pernah berhenti ia ucapkan dalam hatinya.
" kalau begitu ikut lah dengan kami,,,,"
" apa kalian akan mengantar ku pulang,,,?" tanya Reina senang
" kami tidak bisa mengantar mu pulang,,tapi kami bisa mengantar mu ke orang yang bisa mengembalikan roh mu ketubuh mu lagi,,,," jawab Pencong menciut kan nyali Reina kembali,,,
" ayo,,,sembunyi lah di pangkuan wanita bau itu,,,agar kau tidak ketahuan oleh si DarkGula,,,," bisik Unyil sambil menarik tangan Reina
" siapa itu DarkGula,,,?" tanya Reina heran
" ssstt,,,,dia itu makhluk jahat yang suka mengurung roh nyasar kayak kamu,,,dia sengaja mengurung nya agar tidak bisa kembali ke tubuh nya dan di jadikan antek antek nya,,," jelas Pencong membuat Reina semakin ketakutan.
Dan dia semakin bergidik ngeri saat ia harus berada di balik rambut panjang yang kusut untuk menyembunyikan bau manusia nya.
Mereka lalu membawa nya ke suatu tempat di dalam hutan,,,,
" cepet dong cong,,,sebentar lagi antek antek nya si DarkGula datang patroli,,,," seru Unyil karena Pencong yang tertinggal jauh di belakang.
"sabar nyil,,,lu berdua enak bisa terbang dan berlari cepat,,,gw hanya bisa loncat loncat saja,,," keluh Pencong terengah engah,,,
KintilAnak menggoyang goyang kan kepalanya seperti hendak mengatakan sesuatu,,,tapi belum sempat kedua teman nya mengerti isyaratnya beberapa kelelawar berkepala manusia terbang menghampiri mereka,,,
Tanpa pikir panjang,,,ketiganya langsung tancap gas melarikan diri,,,,Unyil mengikat kan tubuh Pencong ke rambut KintilAnak dan alhasil dia pun terseret seret oleh rambut nya,,,,
Reina mengintip di balik helai rambut KintilAnak,,,dan langsung memejamkan mata nya karena tak sanggup menatap sekumpulan kelelawar berkepala manusia yang sangat menakut kan,,,mata mereka merah menyala,,,,gigi gigi nya yang runcing siap mencabik cabik tubuhnya,,,
Akhir nya mereka melawati batas suci hutan terlarang dengan hutan perantara,,,,
Dan para kelelawar aneh itu pun tidak bisa melewati batas itu,,,karena mereka yang mempunyai hati yang tulus lah yang bisa melewati batas suci,,,,
KintilAnak melepaskan ikatan rambut nya pada Pencong yang tampak berantakan,,,dia oun menurun kan Reina dari pangkuan nya.
" tempat apa ini,,,?" tanya nya heran,,,hutan ini sangat berbeda dengan hutan yang dia singgahi tadi,,,langit malam yang cerah,,,pohon pohon hijau yang indah jauh dari kesan menyeramkan,,bahkan tercium wangi bunga,,,
" ini adalah tempat teraman bagi roh nyasar kayak kamu,,,"jawab Unyil,,,mereka melanjut kan kembali perjalanan mereka dengan santai,,,
" roh nyasar seperti mu bisa di kembalikan lagi oleh om Jinting,,,jadi tenang lah,,,kamu bisa pulang ke rumah mu lagi,,," sahut Pencong kembali berloncat loncatan.
" lalu bagai mana dengan kalian,,,,kalian bisa pulang juga kan,,,?" pertanyaan Reina rupanya membuat teman teman baru nya itu terdiam.
" maaf aku hanya,,,"
" jangan khawatirkan kami,,,,kami tidak bisa kembali karena tubuh kami sudah terkubur,,,"
" tapi kami senang kok,,,kami merasa bahagia di sini,,,"
jawab mereka pelan meskipun mengaku senang tapi wajah mereka tampak sedih. Reina pun ikut terdiam.
Mereka berhenti di sebuah pondok yang tampak bersih dari debu tidak ada yang percaya kalau pondok itu ada di dalam hutan,,,Reina pun melihat ada jalan semacam rel kereta api yang sudah usang rel itu terlihat sangat panjang hingga tidak ada ujung nya,,,
" rumah siapa ini,,,?" tanya Reina lagi
" kau akan tahu nanti,,,"
" om,,,,om Jinting,,,,bangun om,,,!!!!"
" ada tamu nih om,,,cepat bangun om ,,,,kami tidak punya banyak waktu lagi,,,!!"
" hiii,,,,hiii,hiiiii,,,,,!!" tawa KintilAnak sangat berguna di saat seperti ini,,,
" makhluk apa lagi yang akan aku temui,,," batin Reina pikiran nya menuju makhluk menyeram kan lain nya lagi,,,tapi saat pintu terbuka, muncul lah sosok laki laki tua dengan perut buncit tersentuh oleh janggut nya yang panjang,,,wajah kakek itu tampak arif dan sejuk.
" siapa yang kalian bawa ini,,,?" tanya nya pelan ia menatap Reina tajam
" dia roh nyasar om,,,,"
Plakk!!!
om Jinting memukul kepala botak Unyil dengan tongkat nya,,,
" om tahu,,dia itu roh nyasar,,,yang om tanyakan adalah siapa namanya,,,?" katanya, Unyil meringis kesakitan.
" sa,,,,saya Reina om,,,?" jawab Reina terbata bata...om Jinting mengangguk angguk kan kepala nya.
" hmmm,,,Reina Larasati ,,,ya,,,seorang anak perempuan berumur enam belas tahun,,,arwah nya nyasar saat ia mengalami kecelakaan mobil yang di tumpangi nya,,benar,,," gumam nya,,Reina membelalakan matanya tidak percaya bahwa ucapan orang tua ini benar,,,dan ia pun ingat kembali detik detik kecelakaan yang menimpanya saat sedang melakukan perjalanan study tour dengan teman teman sekolah nya,,,
" bagai mana dengan teman teman ku,,,?" tanya nya dengan air mata yang mulai bercucuran.
" kau akan mengetahui nya saat kau sudah kembali ke tubuh mu,,"
" bagai mana cara ku kembali,,,?"
om Jinting kembali menatap Reina.
" berikan liontin merah yang ada di saku celana mu,,,"
Lagi,,,om Jinting benar lagi,,,Reina mengeluarkan liontin yang ia beli dari seorang penjual wanita tua saat mereka istirahat di sebuah pasar sebelum mereka mengalami kecelakaan
" liontin ini yang membawa mu ke mari,,,,pasti cewek gembel itu yang memberikan nya,,," gumam om Jinting
" cewek gembel,,,!!" seru Pencong,Unyil dan Reina bersamaan, Cewek Gembel adalah seorang hantu gila yang selalu menyebabkan banyak roh nyasar kebingungan,,,
" tapi jangan khawatir,,,,setelah kau membuang liontin ini kau bisa kembali ke tubuh asli mu lagi,,"
" hanya membuang liontin ini saja,,,?" tanya Pencong om Jinting mengangguk kan kepalanya sambil terkekeh
" huuuh,,tau begini kenapa nggak dari tadi saja kamu buang tuh liontin,,,kita nggak perlu cape
cape lari dari kejaran antek antek nya DarkGula,,," omel Pencong dongkol
" kamu aja kali yang cape kita mah nggak,,," ledek Unyil,,,
" tapi Reina,,,setelah kamu kembali,,,kamu akan tetap bisa melihat hal hal yang kasat mata seperti ini lagi di kehidupan baru mu,,,apa kau yakin akan kembali,,,"
Reina terdiam,,,melihat hal semacam itu sekarang pun sudah membuat nya ketakutan,,,apalagi dia akan terus melihat nya,,,tapi dia harus kembali demi ayah dan ibunya mereka pasti sangat mengkhawatir kan nya saat ini.
" aku siap om,,," katanya mantap.
om Jinting mengangguk ngangguk kan kepala nya.
" baik lah kalau begitu,,,pejamkan matamu sekarang,,,kau akan ku kirim kembali,,,"
Reina menatap ketiga makhluk yang sudah menolong nya itu dengan sedih.
" terima kasih sudah menolong ku dan menjagaku,,,,kalian sungguh orang orang yang baik,,," ucapnya tulus sambil menahan air matanya.
" pergilah,,,,dan jangan tersesat lagi,,,,"
" belajar yang baik,,,jangan di tanya jawaban nya tidak tahu melulu,,," pesan Unyil sambil mengusap air mata nya
" hiiiii,,,hi,,hi,,,hiiiii,,,,,,!!!!"
lengkingan tawa KintilAnak terdengar pilu menyayat hati kali ini kedua teman nya membiarkan nya tertawa,,,
Perlahan Reina memejamkan matanya,,,,
Dan saat ia membuka mata nya kembali ia sedang terbaring di rumah sakit,,,,ayah dan ibunya memeluknya gembira melihat ia terbangun.
Dia senang bisa kembali ke dunia nya,,,meskipun ia sedih harus berpisah dengan orang yang sudah menolong nya,,,pengalaman yang begitu menyeram kan akan selalu ia ingat,,,dan ia jadikan pelajaran untuk tidak menerima sesuatu dari orang yang tidak ia kenal,,,dan juga mengingatkan nya bahwa ada kehidupan lain selain di dunia nyata ini,,,,,
# # #
hai,,,,semoga menikmati cerita nya ya,,,,😊