Namanya kiki, dia gadis kecil berumur 9 tahun, anaknya bandel dan suka sekali beralasan, bahkan dia suka berbohong demi keinginannya.
***
Siang itu di hari yang sangat Panas, Kiki baru saja pulang sekolah.
" Ma...mama....." panggil anak itu manja ,begitu menginjakkan kaki memasuki rumahnya.
" Iya...sayang...ibu sedang buat kue ,pesanan orang." Jawab sang Mama dari dapur.
Kiki melepas sepatu dan kaos kakinya, lalu ia letakkan ke rak sepatu dekat pintu.
Kiki kemudian masuk ke ruang tengah dan menyetel televisi. Lalu kemudian berbaring diatas kasur lantai.
" Mama masak apa hari ini ,Kiki lapar..." ucap kiki masih dengan nada manja. Kebiasaan buruk biasa di manjakan, sudah terlanjur di terapkan pada karakter anak itu oleh kedua orang tuanya sendiri.
Mama nya segera datang, dengan sepiring nasi dan ayam goreng kesukaannya.
" Aaa...aem..." , Mamanya mulai menyuapinya. Baru dua kali suapan, mesin pemanggang kue di dapur berbunyi, mengingatkan sang Mama, untuk segera mengangkat kue dari dalam mesin itu.
" Mama tinggal dulu ya Nak, Kiki makan sendiri nasinya." bujuk sang Mama, menyuruh Kiki belajar memakan makanannya menggunakan tangan sendiri, tanpa tangan Mama yang menyuapinya.
Kiki merengek dan tidak mau mencoba apa yang Mamanya perintahkan.
" Ogah..ogah ..gak mau..Kiki gak mau makan kalau tidak di suapi Mama." rengek dia dengan manja.
Sang Mama mengabaikannya ,karena mengurus kue kue itu lebih penting untuk sementara ini, karena kue ini sudah di pesan tetangganya untuk menggelar arisan.
Kiki cemberut, dan mulai menangis, tetapi Sang Mama tidak mendatanginya. Kiki kemudian merasa kesal, lalu melemparkan sendok ke arah televisi.
Pyaarr
Layar teve itu pecah, dan serpihan kacanya berhamburan kemana mana di lantai. Mama nya segera berlari mendatangi ,lalu geram dan menampar pipi kiki.
" Kamu ini anak kok bandel sekali...bla..bla..." ,Mamanya memarahinya.
Kiki menangis, takut dan merasa bersalah. Sang mama menjadi kasihan, dan berhenti memarahi Kiki.
" Aku adukan sama Papa mu nanti, anak kok nakalnya minta ampun" ucap Sang Mama masih emosi. Tetapi kemudian wanita itu kembali ke dapur lagi.
Malam harinya , Sang Mama benar benar mengadukan perbuatan Kiki pada suaminya.
" Sudahlah Ma, Kiki masih kecil, nanti lama lama dia akan tahu sendiri, tidak perlu terlalu keras memarahinya.
***
Keesokan harinya, Kiki kembali berulah, Kiki tertarik dengan mainan yang dibawa temannya ke Sekolah. Sebuah mainan mobil mobilan yang bisa di bentuk menjadi robot( tobot).
Kiki pulang ke rumah, dan seketika mencari Mamanya, dan kemudian merengek.
" Ma..Kiki mau minta di beliin mainan seperti Diana Ma...itu Ma...tobot..tobot kaya di teve itu Ma...." rengek Kiki .
Sang Mama hanya menjawab " Iya...iya...nanti Mama belikan yang seperti itu." , sambil mengolesi permukaan kue dengan kuning telur.
Kiki teriak senang, tetapi keesokan harinya, ternyata Mamanya berbohong, mainan yang di maksudkan Kiki tidak kunjung di beli.
Kiki cemberut ,dan marah pada Mamanya yang telah membohonginya. Kiki malu, karena dia sudah terlanjur bilang pada teman temannya di sekolah.
***
Kiki memiliki niat buruk hari ini, dia harus segera membeli mainan itu , kalau tidak teman temanya akan mengejeknya, dan akan mengucilkannya, karena hanya dia sendiri yang tidak memiliki mainan itu. Teman temannya itu tidak mau berteman pada Kiki lagi, karena dia berbohong, sangka Kiki.
Ketika sang Mama mengantarkan pesanan kue ,ke rumah tetangga ,dan Papanya belum pulang kerja. Anak nakal itu mulai masuk ke dalam kamar kedua orang tuanya, dan membuka laci dimana sang Ibu meletakkan uang hasil penjualam kue nya. Setelah berhasil, Kiki langsung pergi mengajak teman, untuk di antarkan membeli mainan tobot tersebut.
Pada malam hari, Sang Mama gelisah, dan mengadu kepada papanya , kalau uangnya hilang, padahal uang itu adalah modal yang di kumpulkan untuk membeli lagi bahan bahan kue ,jika pesanannya banyak.
" Mama udah taruh dengan benar uangnya kok, Pa...tapi kok gak ada ya..."
" Mungkin Mama lupa tidak taruh di situ kali..."
Kedua orang tua sibuk mencari uang yang hilang, sedangkan Kiki dengan senang memainkan mainan baru nya di kamar. Hari semakin larut, kedua orang tuanya pun akhirnya menyerah ,merelakan uang yang hilang itu.
Pagi harinya , Kiki tidak ke sekolah, karena hari libur. Kiki duduk di luar rumah, bermain dengan dua orang anak ,temannya. Sang Mama hendak ke pasar, dan membuka pintu. Sang Mama melihat Kiki memegang mainan baru. Wanita itu penasaran dan sedikit curiga dengan anaknya ,lalu bertanya pada Kiki.
" Itu mainan siapa yang kamu pegang ,Kiki? tanya ibunya.
" Ini...ini...ini.mainan punyanya Dila...Ma..." jawab kiki berbohong pada Mamanya.
Dila yang di sebutkan sebagai alasannya, merasa tidak senang, lalu dia akan berkata untuk mengelaknya. Kiki memelototi Dila, dengan bergumam mengancam lirih. Dila terpaksa mengurungkan niatnya , untuk berkata terus terang, karena takut pada Kiki.
Sang Mama akhirnya memilih mengabaikan anak anak itu, dia harus segera ke pasar.
***
" Kiki kenapa kamu berbohong pada Mama mu? " tanya Dila kemudian.
" Nanti kamu kaya pinokio lho, hidungnya memanjang." lanjut Dila.
" Iya ki...nanti hidung kamu panjang kaya pinokio." Sifa, teman satunya lagi, membenarkan kata kata Dila.
Kiki perlahan merasa takut, tapi dia tidak mau memperlihatkan takutnya itu pada temannya.
" Diam....." bantah Kiki. Teman teman Kiki marah dan kecewa, lalu mereka meninggalkan Kiki.
Karena merasa kesal, akhirnya Kiki ingin bermain di kamarnya saja, anak itu kemudian membuka pintu ,akan masuk ke dalam rumah.
***
Kiki terkejut saat masuk ke dalam rumah. Kiki berada di antara anak anak yang sedang menunggu giliran untuk di pukul dengan tongkat oleh wanita penyihir. Kiki terbengong.
" Kenapa aku ada di sini...?" tanya Kiki dalam hati.
" Bukankan aku tadi masuk ke dalam rumahku?" lanjut bathin kiki, penasaran dengan yang sedang dialaminya sekarang ini.
" Hei...kamu...boneka kayu...cepat kesini..." perintah wanita penyihir itu.
" Aku..?" jawab Kiki ,sambil menunjuk hidung kayunya.
" Iya...kamu...cepetan kemari...cepaaatt..." wanita penyihir itu mulai membentak.
Dengan segera Kiki berlari ke arahnya.
" Jongkok...cepetan jongkookk...!" lanjut bentak wanita penyihir itu.
Dengan badan gemetar dan akan menangis ,kiki jongkok sesuai perintah wanita jahat itu.
Teer....teer..
Badan Kiki mulai di pecut , dan Kiki menjerit kesakitan.
" jangaaan....hentikaaan...ampuunn...." ,Kiki merintih.
Wanita jahat itu tetap memecut Kiki, hingga kiki jatuh pingsan.
***
Kiki dan banyak anak lainnya di kurung dalam ruangan tertutup. Mereka semua menangis ketakutan. Kiki bertanya pada salah satu anak yang ada di sampingnya.
" Kenapa kita di kurung di sini, kapan akan di bebaskan?" tanya Kiki.
" kita tidak akan di bebaskan, malah nantinya kita akan di jadikan makanan raksasa yang akan datang setiap tiga hari sekali "
Mata dan mulut Kiki terbuka lebar,..
" Tidak...aku tidak mau di makan raksasa, aku ingin keluar dari sini." teriak Kiki sangat panik. Anak anak itu masih menangis, dengan berteriak, Kiki menyuruh mereka berhenti manangis.
" Kalian semua diam...apa kalian tidak mau keluar dari tempat ini?"
" Kami mau keluar dari tempat ini dan bebas, tapi hanya ada satu jalan , yang hanya bisa dilalui satu anak saja." jawab salah satu anak itu.
" Benarkah, mana jalan keluarnya?" tanya Kiki bersemangat.
" Apa kamu sungguh sungguh ingin keluar dari tempat ini,. waktunya lama untuk sampai ke daratan, banyak anak yang sudah mencobanya dan semua gagal, malahan jika ketahuan mereka dulu yang akan di berikan ke raksasa untuk di makan." lanjut anak lainnya.
" Jadi kalian putus asa, dan hanya pasrah menerima takdir...?" sahut Kiki.
" Kalian sungguh bodoh, mudah menyerah dengan takdir .." bathin Kiki menyalahkan anak anak itu.
***
Di malam hari, ketika anak anak yang lain tidur, Kiki sengaja bangun dan menggali terowongan satu satunya jalan keluar.
Ternyata memang benar apa yang anak lain itu katakan, hari hampir pagi, kiki masih belum berhasil menemukan tembaga penutup lubang jalan keluar.
Suara ayam berkokok, sebentar lagi kurcaci penyihir itu akan datang memberi makan anak anak dan menggiring mereka ke sungai.
Tepat ketika bunyi langkah dari kurcaci itu akan mendekat, Kiki berhasil ,membuka jalan keluar satu satunya itu.
Kiki langsung menerobos masuk , merangkak melewati lorong ,mengikuti sepanjang lorong itu. Sang Kurcaci tahu, dan mengejar kiki masuk ke lorong itu.
Kiki menoleh ke belakang, dan melihat gerakan kurcaci itu lebih cepat darinya. Nafas Kiki tersenggal senggal, Kiki mulai kecapaian.
" Berhenti kamu ..berhenti..." teriak kurcaci itu ketika jarak mereka hampir dekat. Kaki Kiki di tarik olehnya, Kiki menjerit kaget...
" Aaaaaa...."
Kiki mengerak gerakkan kakinya yang di tarik, menendang asal kurcaci itu. Kakinya berhasil memukul muka kurcaci , dan tangan kurcaci itu akhirnya lepas.
Kiki kembali berlari, berusaha keras merangkak cepat, supaya tidak terkejar oleh kurcaci itu.
Kiki bernafas lega, berhasil keluar dari lorong. Tetapi rupanya wanita penyihir itu sudah ada di depan mata.
Wanita penyihir itu terkekeh, senang kembali menemukan korbannya.
" Mau lari kemana kamu manusia kayu...."
Kiki mundur...panik dan ketakutan..., wanita penyihir itu maju, lalu memunculkan korek api di tangannya, dan mulai menyalakan apinya.
" Boneka kayu, kamu akan terbakar hangus dan habis, sehingga tidak ada yang akan menemukanmu, dan tidak akan ada orang yang mengetahui tempat ini, ha..ha..ha...." Wanita sihir itu terkekeh senang.
" Ampun...ampun...jangan bakar Kiki...,...tidak..tidak...kiki manusia..kiki bukan pinokio, kiki tidak akan berbohong lagi pada Mama...., Mamaaaa...maafkan kiki...kiki yang telah mengambil uang mama...." jerit Kiki menyesali perbuatannya.
Seakan Kiki baru saja di jatuhkan dari langit ke lantai.
" Hah?" Kiki kembali terkejut, karena sekarang sudah ada di dalam rumahnya sendiri.
Tidak lama kemudian, Mama kiki pulang dari pasar, Kiki langsung memeluk sang mama, sambil mengakui perbuatannya.
" Ma..maafin Kiki, kiki yang telah mengambil uang Mama,dan membelikannya mainan baru itu...huhuhuhu...maafin Kiki Ma...Kiki tidak mau lagi menjadi ..PINOKIKI...."
*** tamat..
Dongeng khayalan untuk anak anak...wkwkwkkw....semoga terhibur ya...
Pesan Bu Guru...
Anak anak jangan suka berbohong, apalagi mencuri...jadilah anak baik ya..jangan sampai jadi pinokio..atau pinokiki..