Sistem Penghancur - Kebangkitan Pecundang
Kenzo Banyu Samudera adalah anak tiri dari keluarga konglomerat, hidup sebagai pecundang yang dihina, disiksa, dan dibuang. Lemah, cupu, dan tak pernah melawan—hingga suatu malam ia nyaris mati bersimbah darah. Namun kematian itu justru menjadi awal kebangkitan.
Kesadaran Bayu Samudra, petarung jalanan miskin yang tewas dalam pertarungan brutal, terbangun di tubuh Kenzo. Bersamaan dengan itu, sebuah Sistem Pemburu aktif di kepalanya. Kebangkitan ini bukan hadiah. Keluarga Kenzo memfitnah, menghapus identitasnya, dan mengusirnya dari rumah.
Dari jalanan kumuh, Bayu merangkak naik. Tinju jalanannya berpadu dengan kecerdasan Kenzo dan kekuatan sistem. Perlahan ia membangun kerajaan bayangan bisnis legal di permukaan, mafia di balik layar. Namun sisa memori Kenzo menghadirkan luka, kesepian, dan konflik batin.
Di antara dendam, cinta, dan kegelapan, Bayu harus memilih: menjadi monster penguasa, atau manusia yang masih mengingat rasa kalah.
WAW : Who Are We?
WAW : Who are We?
Kebersamaan yang telah terjalin sejak kecil terpaksa pupus karna permasalahan yang menimpa. Menjadi asing telah menjadi keputusan bulat, terus menjauh, tidak ingin peduli dan tidak ingin kembali mengenal adalah hal yang mereka inginkan.
Namun, sebesar apapun rasa bersalah dan kecewa dalam diri mereka tidak mampu mengalah pada rasa sepi dan rindu satu sama lain. Rasa sayang yang tumbuh telah mengakar kuat dalam relung hati mereka, membuat mereka tak mampu meninggalkan ataupun melupakan.
Tapi mereka tidak sadar bahwa perasaan itu adalah sebuah kutukan yang telah mengikat mereka sejak masa lalu. Membawa mereka pada konflik bahkan akhir yang sama. Siapa diri mereka yang sebenarnya pun menjadi teka-teki yang harus dipecahkan.
Santa, The Reedemed Killer
Seorang pria tua, mantan narapidana, harus berusaha mencari kebenaran dari rentetan pembunuhan yang menyeret namanya.
"Aku masih tak mengerti, apa motif si pembunuh dengan menjadi peniru?"
"Tapi pembunuh kali ini, dia tampak lebih cerdas. dia sudah memikirkan dengan matang semua langkahnya."
"Kurasa bukan peniru, tapi memang dia sendiri pelakunya, dia... Santaroni ingin mengulang pembunuhannya dengan lebih sempurna."
Mampukah Santaroni—si residivis, membuktikan pertobatannya, dan menemukan pelaku pembunuhan yang telah meniru jejaknya?
note: mungkin akan ada beberapa adegan keji, mohon bijak saat membaca. ingat: 'ini hanya cerita karangan, jika ada kesamaan nama tokoh dan situasi, hanya kebetulan yang sengaja dibetul-betulkan.'
Orbit Salah Alamat
Di sebuah sudut Galaksi Bimasakti yang tidak terdaftar dalam peta astronomi manapun, terdapat sebuah institusi bernama Universitas Nebula Utama. Di sini, hukum fisika hanyalah saran, dan gravitasi ser
0
1
Di Balik Kacamata Tebal Sania Permata
Di SMA Nusantara—sebuah sekolah swasta elit yang biaya SPP per bulannya setara dengan gaji manajer menengah—Sania adalah sebuah "anomali". Di sekolah itu, lorong-lorongnya dipenuhi oleh siswi yang ser
0
1
Ibu, Keadilan Sudah Lunas!
Lampu-lampu kristal setinggi tiga meter menggantung megah di langit-langit gedung pertemuan mewah itu. Malam ini, Jakarta seolah berhenti berputar hanya untuk merayakan hari jadi pernikahan putri tung
0
1
Lunas dalam Luka
Langit di atas Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas seolah selalu meredup setiap kali tanggal sepuluh tiba. Bagi santri lain, tanggal sepuluh mungkin hanya penanda waktu menuju pertengahan bulan, namun
0
1