Kartini berparas ayu tapi gemuk bekerja sebagai perawat kakek jompo yang bernama Chandresh. Walaupun berbadan gendut, Kartini bekerja dengan gesit dan merawat kakek seperti orang tuanya sendiri. Ketulusan hati Kartini membuat Chandresh kakek kaya raya itu ingin menjodohkan Kartini dengan cucunya yang bernama Arga Dhiendra Chandresh.
Arga menolak tegas karena ia sudah mempunyai kekasih yang bernama Nadine, tetapi ancaman kakek akan menggantikan posisi jabatan Ceo yang Arga emban kepada saudara sepupunya bila tidak mau menikahi Kartini membuat Arga Dhirendra bingung untuk ambil keputusan.
Nah, apakah Arga akhirnya menerima Kartini sebagi Istri? Kita ikuti.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Kartini mengulurkan tangan kepada seorang wanita karena ia memang bersalah telah menabraknya. Namun, gadis berpenampilan modis, wajah cantik sempurna, dan tubuh langsing ideal itu tidak menyambut uluran tangan Kartini justru menyilang di dada seolah-olah menantang. Dia adalah Nadine, kekasih Arga yang selama ini Arga puja-puja.
Nadine menatap Kartini dari ujung kaki sampai ke ujung kepala dengan tatapan meremehkan. Matanya menyipit, jelas terlihat tidak suka melihat wanita berbadan besar ini keluar dari ruangan kekasihnya.
"Heh! Kamu!" sapa Nadine ketus, suaranya cukup keras hingga mantul ke dalam ruangan.
"Emmm... sekali lagi saya minta maaf, Mbak," Kartini tidak mengerti kenapa Nadine semarah itu? Padahal sebelumnya pernah diajak Arga ke rumah sikapnya biasa saja. Kartini khawatir jika Nadine tahu jika ia menikah dengan Arga.
"Mbak, Mbak! Memang saya pembantu sepertimu?!" Sarkas Nadine, tidak mau dipanggil seperti itu.
"Maaf, maksudnya Nona," Kartini tetap mengalah, karena terbiasa memanggil orang yang lebih tua darinya seperti itu hingga tidak sadar bahwa tidak semua orang menerima.
Nadine maju dua langkah hingga berhadapan dengan Kartini.
Kartini mundur sedikit, yang awalnya di luar pintu hingga ke dalam. Bukan takut, hanya saja tidak mau ribut-ribut, mengingat tatapan Nadine yang tidak bersahabat itu. Tetapi Kartini siap melawan bila Nadine macam-macam. Dia tidak takut kepada siapapun di dunia ini entah itu Kenzo, maupun Nadine.
"Mau apa kamu masuk ke ruangan Mas Arga?" ketus Nadine sinis. Ia merasa khawatir jika Kartini dan Arga ada sesuatu. Walau di hatinya tidak percaya jika Arga tertarik dengan wanita model Kartini.
"Saya... disuruh Bos Arga mengantar berkas untuk rapat hari ini, Mbak. Eh, Non," ralat Kartini, berusaha tetap sopan meski hatinya mulai kesal karena waktunya terbuang oleh dua orang yang sama-sama menyebalkan. Tadi Kenzo dan sekarang Nadine, kenapa mereka tidak bersatu saja? Sepertinya mereka cocok karena mempunyai tabiat buruk.
"Berkas?" Nadine tidak percaya. Banyak karyawan di kantor ini, mana mungkin Arga menyuruh art untuk ambil berkas. Wanita itu terus marah-marah hingga Sita pun keluar melihat apa yang terjadi.
"Ada apa Mbak Kartini?" Sita menatap Nadine wajahnya tampak merah dan emosi, lalu beralih kepada Kartini yang hanya berdiri di samping pintu.
"Mbak Sita, saya kan tadi mengantar berkas, tapi Mbak Nadine tidak percaya," Kartini menjelaskan.
"Yang dikatakan Mbak Kartini benar kok, Nad," Sita menceritakan yang sebenarnya. Tetapi Nadin tetap tidak percaya.
Ketika Nadine sedang melontarkan kata-kata tajam dan Kartini semakin terlihat pasrah menunduk, pintu ruangan CEO terbuka lebar.
Arga melangkah keluar dengan berkas di tangan, pria itu siap untuk rapat. Namun, langkahnya terhenti melihat wanita yang ia cintai marah-marah.
"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya Arga memindai tiga wanita itu.
Nadine langsung berubah ekspresi. Wajah garangnya lenyap seketika, berganti dengan senyum manis dan wajah memelas. Ia segera berlari kecil mendekati Arga dan merangkul lengan pria itu.
"Sayang! Kamu keluar tepat waktu," Nadine memeluk tubuh Arga manja, tidak malu walaupun ada Sita dan juga Kartini. "Kenapa kamu biarkan art yang belum mandi dan bau ini masuk ke kantor? Benarkah dia kamu suruh mengantar berkas? Apakah tidak ada orang lain yang lebih pantas?" Tanya Nadine sampai menahan napas saking panjangnya.
Sita kaget mendengar ucapan Nadine, padahal ia baru saja ngobrol dengan Kartini tapi baunya justru wangi.
Sedangkan Kartini menatap pakaiannya sendiri seketika mengendus, khawatir jika yang dikatakan Nadine benar. Ia mengenakan baju tidur motif batik berbahan adem bukan sejak tadi malam. Setelah mandi Kartini sengaja mengenakan baju tersebut karena dia pikir tidak mau kemana-mana, sebenarnya sebelum berangkat ingin ganti baju yang lebih pantas untuk ke kantor, tapi khawatir terlambat mengantar berkas.
"Aku memang menyuruh dia datang ke kantor sayang..." Arga menjelaskan karena waktunya mendesak, ia menyuruh Kartini bukan tanpa alasan. Waktu hanya sekali jalan, jika menyuruh karyawan untuk mengambil lagi harus bolak balik dari kantor ke rumah dan ke kantor lagi tentu membuang waktu. Kendati rapat pun tetap terlambat karena banyak drama. Arga mengalihkan pandangannya ke arah Kartini yang terlihat kacau.
"Kartini, sebaiknya kamu pulang."
"Baik Bos," Kartini merasa lega karena terbebas dari Nadine
"Tunggu dulu, masalah belum selesai," Nadine kesal karena Arga tidak memarahi Kartini.
Kartini menarik napas panjang, kenapa Nadine tidak dewasa? Inilah wanita pilihan Arga? Kartini terpaksa berhenti ingin tahu apa yang ingin Nadine lakukan.
"Sudahlah sayang... Biarkan Kartini pulang," Arga tidak ingin kakek terlalu lama menunggu Kartini, Arga juga menyuruh Nadine pulang karena ia ingin segera rapat yang sudah terlambat 1 jam, para peserta rapat pasti sudah menganggapnya tidak profesional.
"Kenapa kamu malah membela wanita ini Mas, pasti kamu diam-diam berhubungan dengannya!" Nadine emosi lalu melepaskan tangannya yang masih manja memeluk pinggang Arga.
"Kamu bicara apa Nadine? Dewasa sedikit dong, kasihan Kakek di rumah hanya Kartini yang bisa merawatnya," Arga merasa kepalanya pusing, bagaimana caranya menyuruh Nadine pulang, karena ia ingin segera rapat.
Suasana menjadi hening. Nadine kesal, kecewa, dan marah, tidak menyangka Arga menyuruhnya pulang dan justru membela Kartini.
"Apa kamu bilang? Aku tidak dewasa, Mas? Jika kamu memang tidak ada apa-apa dengan asisten rumah tangga ini, pecat dia sekarang, dan aku akan bertanggung jawab mencarikan perawat Kakek yang lebih kompeten!"
...~Bersambung~...
lnjut kk👍
siapa.tuh yg datang jangan bilang itu Nadine yah
atau....gundik mu Arga...🤣🤣🤭🤭🤭 entahlah hy emak yg tau
kenzo?
nadine?
siapa sih thorr bikin penasaran aja 🤭
dia bisa...msk mobil kmu aj GK bisa...🤣🤣🤭