NovelToon NovelToon
CINTA YANG SALAH

CINTA YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Konflik etika / Selingkuh / Cinta Terlarang / Identitas Tersembunyi / Wanita Karir
Popularitas:540
Nilai: 5
Nama Author: Taurus girls

cinta? bagi ku, cinta itu adalah suatu rasa yang memang tidak pandang kepada siapapun rasa itu akan berlabuh, rasa itu akan bersemayam, dan bahkan rasa itu kepada siapa akan menetap. yang aku tahu, aku mencintai mu, aku mencintai dia dengan tulus dan penuh ikhlas. walau aku tahu kemungkinan aku dan dia akan bersatu dan akan hidup bersama sebagai pasangan suami istri sangatlah tipis. aku berusaha melupakannya, tapi sulit. dia masih saja ada dalam hati dan pikiran ku. aku mencintai mu, dia yang ada di hati ku sampai detik ini. rasa cinta yang sebenarnya dari awal sudah jelas sangatlah SALAH.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Taurus girls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

"Niya?"

Riyan terkejut saat Niya tiba tiba datang ketempatnya bekerja. Kebetulan sekali dia butuh penjelasan tentang foto yang dia lihat tadi.

"Niya! Kemari kau...!"

"Kau tega Mas!" Niya menjerit, tidak peduli jika ada karyawan yang lewat bahkan mendengar suara teriakannya.

Riyan mendekati Niya, dia menyeret Niya masuk, mengunci pintu, lalu mendorong Niya diatas sofa dengan kasar. Riyan melupakan jika Luna masih ada diruangan yang sama.

Plak

"Ah!"

Riyan menampar Niya dengan kencang, sampai wajah Niya terhempas ke samping. Niya yang tidak tahu kesalahannya hanya bisa menangis merasakan sakit dipipinya dan merasakan sakit dihatinya. Harusnya Niya yang marah, bukan Riyan.

"Mas, kau menamparku?! Apa salahku?!"

Niya menatap nyalang Riyan dan juga Luna dengan wajah yang berderai air mata. Ini pertama kalinya Riyan menamparnya, biasanya dia selalu memperlakukannya dengan lembut, tapi ini? Didepan wanita lain dia berani menampar istrinya sendiri.

"Ini apa Niya?!"

Riyan membuka kertas foto yang sudah dia remas, menunjuk foto itu didepan wajah Niya dengan wajah dan tatapan marah.

"Apa kau bisa jelaskan itu padaku apa maksudnya?!"

Niya menatap foto yang mas Riyan tunjukan. Menggeleng karena merasa tidak pernah berfoto seperti itu dengan pria lain meski itu adiknya.

"Lalu ini," Riyan membalik foto itu, menunjukan tulisan yang sangat membuatnya marah. Riyan merasa dikhianati. "Kau baca tulisanmu ini, oh atau itu tulisan pria simpananmu?" Melempar foto itu tepat diwajah Niya.

Niya menggeleng, masih dengan air mata yang mengalir, isakan tangisnya juga semakin terdengar. Niya mengambil foto yang mas Riyan lempar padanya. Dia melihat dan membaca tulisan dibelakang foto.

Mencintaimu dalam diam

Niya menggeleng, dia benar benar tidak pernah berfoto dengan pria lain. Dia juga tidak merasa menulis seperti yang ada dibelakang foto itu. Foto itu bukan miliknya.

Niya bangkit dari sofa, dia berjalan mendekati Riyan dan menggenggam lengan Riyan yang langsung menghempasnya kasar.

"Tidak, Mas. Aku tidak pernah melakukan itu semua. Semuanya bohong. Aku selalu menjaga diriku ini hanya untukmu. Aku selalu menjaga ke setiaanku untukmu,"

Riyan menatap wajah Niya yang sudah berantakan karena menangis, lalu kedua mata itu yang menyorot akan kejujuran. Tapi, bukti bahwa Niya mengkhianatinya sudah ada, foto itu, dan Luna yang menemukannya.

"Mas, seharusnya aku yang marah karena sudah memergoki dirimu bersama wanita lain. Bukan malah kau yang menuduhku berbuat tidak tidak! Sesuatu yang jelas jelas tidak mungkin kulakukan!"

"Wanita lain?" Riyan menatap Niya tak habis pikir.

"Dia Luna Niya! Dia Luna! Kau tahu kan siapa dia?!"

bentakan keras kembali dia lontarkan pada istrinya, tanpa tahu jika bentakannya itu membuat hati Niya semakin terasa sakit. Tanpa sadar dia tega membentak istrinya karena sesuatu yang dia tahu dari orang yang baru datang selama bertahun tahun tidak bertemu. Fakta yang belum jelas kebenarannya.

"Karena aku tahu dia Luna, makanya aku marah melihatmu bersamanya, disatu ruangan dan hanya berdua!" Niya berteriak tepat didepan wajah Riyan.

Satu hal yang tak pernah Niya lakukan kepada suaminya selama bertahun tahun menikah. Hatinya terasa sakit karena tidak seharusnya dia meninggikan suaranya pada sang suami. Tapi, dia sudah menyakitinya. Mas Riyan tega membentaknya didepan wanita lain dan mengkhianatinya diam diam.

"Kau jangan asal menuduh Niya! Otakmu saja yang terlalu cetek, memikirkan sesuatu yang tidak benar! Pergi dari sini sekarang juga!"

Riyan menarik paksa Niya untuk keluar dari ruang tamu ini. Begitu pintu yang tadi dia kunci sudah dia buka lebar, Riyan dengan tega mendorong Niya sampai terjatuh dilantai, bahkan ada beberapa karyawan yang sedang lewat dan sudah pasti melihatnya, termasuk Nino.

"Pergi kau!" usirnya tanpa belas kasih.

Dengan hati yang remuk, Niya bangun, dia menyeka air mata cukup kasar walau nyatanya air mata itu tetap saja keluar. Sebelum pergi dari sana, Niya menyempatkan menatap Riyan dan Luna bergantian.

Aku sudah tidak mengharapkan pernikahan ini lagi Mas. Tidak ada yang bisa aku harapkan lagi.

"Arghhh...!"

Riyan menendang angin setelah Niya pergi. Membuat beberapa karyawan yang melihatnya segera pergi dengan berbisik bisik. Kecuali Nino, dia tetap mendekati boss nya karena ada sesuatu yang harus dia sampaikan.

"Riyan, menurutku tadi kau sudah kelewatan pada istrimu. Dia sampai nangis begitu lho. Seharusnya kau tidak perlu sekasar itu padanya. Kasihan Niya. Dan lagi ada karyawan yang melihatnya. Pasti dia malu," Luna mengusap lengan Riyan, mencoba menenangkannya.

"Biarkan saja dia malu, aku tidak peduli,"

Nino melirik sekilas pada wanita yang tidak dia kenal bahkan baru sekali ini dia lihat.

"Pak Riyan, maaf Pak. Ini ada laporan yang perlu saya sampaikan,"

Begitu sampai didekat boss nya, Nino mengulurkan ipad-nya. Dia ingin pak Riyan melihat laporan itu langsung supaya beliau percaya.

Riyan melihat dan membacanya dengan teliti. Laporan itu semakin membuatnya kesal dan marah. Kepalanya terasa pusing seketika. "Nino, ini tuh kenapa sih?!"

Nada suaranya meninggi. Riyan sudah emosi. Masalah satu sudah selesai, malah datang dua masalah baru. Masalah bersama Niya istrinya dan satu masalah pengiriman lagi. Ya Tuhan, kenapa ini terjadi? Biasanya juga tidak seperti ini? Sebenarnya ada apa?

Nino menunduk, tidak berani bersuara apa apa karena tahu jika boss nya tengah marah. Apa lagi boss nya tadi seperti sedang ada problem bersama istrinya.

"Pokoknya kau harus awasi setiap pengiriman buah kemana pun. Saya tidak mau sampai Saya mendapat laporan seperti itu lagi!"

"Baik Pak,"

Riyan mengembalikan ipad pada Nino. Lalu segera berjalan menuju ruangannya karena ingin beristirahat sebentar. Pikirannya sedang kacau sekarang, Riyan butuh tenang.

Luna mengikuti Riyan dibelakangnya. Berjalan seanggun mungkin dengan dada yang dia busungkan, membuat beberapa karyawan yang dia lewati menatapnya.

Niya menghentikan motornya didepan rumah tepatnya digarasi. Setelah motor terpakir dengan benar dia masuk kedalam rumah dia berlari menuju kamarnya. Begitu sampai dikamar dia menjatuhkan tubuh diatas kasur dengan posisi tengkurap. Tangannya meraih bantal guling dan membenamkan wajahnya di sana. Niya menangis hebat meratap nasibnya.

"Mas Riyan, kau jahat! kau tega menampar istrimu sendiri didepan wanita lain,"

"Kau tega membentak ìstrimu dìdepan karyawanmu sendiri. Apa kau tahu, itu sama saja kau mempermalukanku didepan mereka. Kau merendahkan derajat istrimu didepan mereka!"

Niya tidak bisa lagi membendung kesedihannya, tidak lagi bisa menahan tangisnya. Biarkan dia melampiaskan semua kekecewaan dan kesakitannya dirumah sendirian. Hingga Niya berhenti menangis karena ponselnya berdering.

"Hallo,"

"Hallo Ibu Niya, Zona sudah selesai materi. Anak anak yang lain sudah dijemput, Bu,"

"Oh iya. Saya segera kesana, titip Zona sebentar ya Bu,"

Niya bergegas menjemput Zona dengan wajah sembab.

1
Apple
kaget
Apple
mood riyan gmpg goyah btuh tgurN krs
Apple
krj aja niya biar bs pny uang sendiri
Apple
eits riski minta pap wahwah
Apple
kok luna bisa sama nino?
Apple
cari solusi dong jgn asal mnyimpulkn
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
sbr niya kamu kuat dan hebT smngat y
Apple
kasihan Niya. itu riyan knp lgsg pcy aja sama luna
Apple
nah pasti bakal ada ribut ribut nih.
Apple
surat apaan sih
Apple
ngapain malu Riyan jangan tinggi ego dan gengsi
Apple
kalo cemburu tinggal ngomong nggak usah pake acara ngambek ngambekan wkwkwk
Apple
cemburu bilang bos/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Apple
pesan apaan?
pesan dari siapa?
Apple
bagus
Apple
siapa yang ngikutin Deni.
Apple
kaget soalnya lagi ngeliatin kamu Niya
Apple
hahaha zona lucu dan bikin gemes
Apple
keluarga yang bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!