Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
Mendengar tuduhan murahan itu, dada Arhan terasa panas dan sesak. Ia menatap tajam ke arah Gina yang masih saja bersikap sombong dan merendahkan.
"Cih! Siapa juga yang mau mengemis sama orang sepertimu! Daripada kamu sibuk menuduh yang bukan-bukan, mending lihat dulu kenyataan. Motor yang aku kendarai saja harganya bisa jauh lebih mahal dari mobil mewah calon suamimu itu!" sahut Arhan dengan nada dingin dan kesal.
"Heh! Apa kamu bilang?!" Gina langsung melotot, emosinya meledak mendengar ucapan Arhan yang dianggapnya menghina.
"Basa-basi saja kamu! Kalau motor kamu semahal itu, kenapa sampai sekarang kamu masih terlihat melarat dan miskin banget sih?! Hidup susah, buat makan saja harus irit-iritan!" Wanita itu tertawa sinis, lalu tatapannya berubah sangat jahat saat menyebut tentang buah hati Arhan.
"Apalagi itu anakmu! Dasar anak cacat! Pincang! Pantas saja nasib kalian sama-sama menyedihkan, hidup dalam kemiskinan dan tidak berguna!" maki Gina tanpa ampun, kata-katanya tajam bagaikan pisau yang menyayat hati.
Duarrrr!
Hati Arhan bagaikan disambar petir. Mendengar anaknya yang tidak bersalah dihina sedemikian rupa oleh ibu kandungnya sendiri, amarah Arhan memuncak tak terbendung.
"Dasar wanita gila! Tidak punya hati! Anak sendiri kau hina seenaknya?!" bentak Arhan balik, suaranya menggelegar membuat Gina tersentak kaget.
"Ingat kata-kataku baik-baik, Gina! Suatu saat nanti kau akan menyesal seumur hidup dengan apa yang kau ucapkan hari ini! Kau akan menangis memohon tapi sudah terlambat!" kata Arhan degan amarah.
Tanpa mau membuang waktu lagi berdebat dengan orang yang tidak punya akal sehat, Arhan membalikkan badan dan pergi meninggalkan mobil hitam itu. Ia berjalan cepat menuju mobil terakhir yang terparkir di sana, mobil berwarna silver.
Dari layar sistem yang melayang di sudut matanya, indikator misi berkedip sangat cepat dan berwarna merah menyala.
'Ini dia! Ini pasti mobil target misinya! Waktu hampir habis!' batin Arhan berteriak.
Ia langsung mengetuk kaca jendela mobil itu dengan keras dan panik.
Tok! Tok! Tok!
"Permisi! Halo! Ada orang di dalam?!" seru Arhan sambil mencoba mengintip dari celah kaca yang agak gelap. "Tolong jawab! Apakah Anda baik-baik saja?!"
Sunyi senyap. Tidak ada jawaban sama sekali. Tidak ada gerakan sedikitpun dari dalam.
Hati Arhan mencelos. Ia tahu situasinya sudah sangat kritis. Tanpa pikir panjang lagi, Arhan tidak mau ambil risiko.
Brak! Crang!
Dengan satu tendangan keras atau pukulan telapak tangannya yang kuat, Arhan langsung membobol kaca jendela mobil bagian penumpang. Pecahan kaca berhamburan, tapi ia tidak peduli.
Matanya langsung tertuju ke dalam. Dan benar saja!
Di balik kemudi, terlihat seorang wanita muda yang sangat cantik duduk terdiam. Tubuhnya lemas menempel di kursi, kepalanya terkulai sedikit ke samping. Matanya setengah terbuka, sayup-sayup dan kosong, napasnya terlihat sangat dangkal dan putus-putus, tanda-tanda ia akan pingsan atau bahkan kehilangan nyawa sewaktu-waktu.
Itu pasti Putri konglomerat itu!
"Nona! Nona, bertahanlah! Jangan tertidur! Aku akan menyelamatkanmu sekarang juga!" Seru Arhan cepat. Ia langsung menarik gagang pintu dan membukanya lebar-lebar
Dengan sigap, Arhan masuk ke dalam mobil, siap memberikan pertolongan pertama sebelum terlambat.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...