NovelToon NovelToon
PEDANG ABADI:NAM LING

PEDANG ABADI:NAM LING

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:593
Nilai: 5
Nama Author: Keiro_ganteng

Di dunia di mana energi gaib dan iblis berkeliaran, Nam Ling adalah pemburu iblis yang telah hidup lebih dari seratus tahun berkat kekuatan pedang abadi yang menyatu dengan dirinya. Dulu seorang prajurit kerajaan yang terhormat, dia kehilangan segalanya ketika iblis membanjiri daratan dan membunuh orang tersayangnya.

Setelah menghabiskan abad untuk memburu makhluk kegelapan, Nam Ling tiba di Desa Hua—tempat yang dikabarkan menjadi sarang energi jahat baru yang lebih kuat dari iblis biasa. Di sana, dia bertemu dengan Yue Xin, seorang gadis muda yang memiliki kemampuan melihat jalur energi gaib dan menyimpan rahasia besar tentang asal-usul kekuatan pedang Nam Ling.

Saat makhluk kegelapan yang lebih kuat mulai muncul dan mengancam keselamatan seluruh daratan, Nam Ling harus memilih antara melanjutkan dendam pribadi atau bekerja sama dengan Yue Xin dan penduduk desa untuk menghentikan bahaya yang akan menghancurkan dunia. Di balik pertempuran yang tak berkesudahan, tersembunyi rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Keiro_ganteng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8 – JEJAK YANG MENGHANTUI

Setelah energi gelap mulai surut dan cahaya keemasan kembali menyinari udara pagi, Desa Hua tampak tenang seperti biasanya. Namun Nam Ling tahu bahwa kedamaian ini mungkin hanya sementara—setiap makhluk atau energi jahat yang muncul selalu meninggalkan jejak yang bisa dia rasakan dengan jelas.

“Kita tidak bisa lengah hanya karena segel sudah diperkuat,” ucap Nam Ling sambil menyentuh batu kecil berbentuk bulan yang ditemukannya di gua. “Ada sesuatu yang belum terungkap—seolah ada tangan tak terlihat yang menggerakkan segala sesuatu dari balik layar.”

Yue Xin datang mendekat dengan membawa secangkir teh jahe hangat. “Pak Zhang bilang ada kabar dari orang desa lain,” katanya dengan suara pelan. “Mereka menemukan jejak kaki besar dengan tanda energi gelap di dekat sungai kecil di luar desa.”

Nam Ling mengikuti arah yang ditunjuk Yue Xin. Di sana, tanah mulai mengeluarkan aroma yang mirip dengan energi dari Gunung Tianwu. “Ini bukan hanya masalah energi,” katanya dengan nada dingin. “Ada yang ingin kita pusingkan dengan berbagai cara agar tidak melihat apa yang sebenarnya terjadi di balik semua ini.”

Tanpa berlama-lama, mereka berangkat dari arah belakang desa menuju sungai kecil yang disebutkan. Yue Xin membawa peta kulit yang sudah dia perbaiki dengan hati-hati. “Ada tulisan kecil di sudut kanan bawah,” katanya sambil menunjuk ke arah tertentu. “‘Hanya mereka yang mengerti cinta akan desa bisa menemukan jalan ke sumber kegelapan.’”

Saat mereka mendekati sungai, sebuah lorong bawah tanah kecil muncul di depan mata mereka. Dinding lorong itu penuh dengan ukiran yang sama dengan pedang abadi milik Nam Ling. Yue Xin menyentuh batu di dekat lorong—energinya mulai muncul seperti cahaya merah muda yang lembut.

“Energinya ada di sini!” teriaknya dengan suara penuh kegembiraan. “Aku bisa merasakannya—seolah ada tangan besar yang membimbingku ke sini!”

Chen Feng segera menghentikan langkahnya. “Jangan terlalu cepat senang, Xin,” katanya dengan suara pelan. “Ada energi aneh yang bisa membuat kita tersesat jika tidak hati-hati.”

Nam Ling mengamati setiap sudut lorong bawah tanah. Dindingnya penuh dengan tulisan kuno yang sama dengan yang ada di desa. “Ini adalah tempat di mana leluhur kita menyimpan kekuatan untuk melawan kegelapan,” gumamnya sambil menyentuh batu di dekat lorong. “Mereka tidak hanya mengorbankan diri—mereka juga meninggalkan harapan bahwa kita bisa menyelesaikan semua ini dengan damai.”

Di dalam lorong, sebuah altar kecil dengan patung wanita berdiri tegak dengan tangan terbuka ke atas. Matanya terbuka lebar—itu adalah Wei Lian, nenek moyang keluarga Wei yang pernah mereka dengar cerita dari Pak Zhang. Suara lembut terdengar—“HANYA YANG MENGERTI CINTA DAN PERLUAN UNTUK MELINDUNGI AKAN BISA MEMBUKA PINTU INI!”

Nam Ling mengangkat pedang dengan kedua tangan. “Mari kita ucapkan mantra bersama,” ucapnya dengan suara yang menggema di lorong. “PEDANG ABADI, LINDUNGI KAMI!”

Energi merah dan putih mulai menyatu di udara. Saat mereka menyebutkan mantra bersama—“LINDUNGI DESA, LINDUNGI KITA”—batu di depan lorong mulai bergoyang dan membuka jalan ke dalam. Mereka masuk ke dalam lorong yang lebih luas dari yang mereka bayangkan, dengan dinding batu yang ada tulisan-tulisan kuno di atasnya.

“Ini adalah tempat di mana leluhur kita menyimpan kekuatan untuk melawan kegelapan,” gumam Nam Ling sambil menyentuh dinding batu. “Mereka tidak hanya mengorbankan diri—mereka juga meninggalkan harapan bahwa kita bisa hidup dengan damai tanpa harus berperang terus-menerus.”

Di tengah lorong, sebuah altar besar dengan patung pria berdiri tegak dengan tangan terbuka ke atas. Matanya terbuka lebar—itu adalah leluhur keluarga Nam yang pernah membantu melawan kegelapan ratusan tahun yang lalu. “Mereka tidak hanya menyimpan kekuatan,” ucap Chen Feng sambil menyentuh batu di dekat altar. “Mereka juga menyimpan harapan bahwa kita bisa mengakhiri semua ini dengan cara yang benar.”

Nam Ling mengangguk perlahan. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan atau pedang saja,” katanya dengan suara tenang. “Kita harus mengerti bahwa setiap orang di desa ini punya peran penting untuk menjaga keseimbangan energi di sekitar kita.”

Saat mereka berbicara, energi gelap mulai muncul dari balik batu di sudut lorong. Makhluk dengan tubuh besar dan cakar panjang muncul perlahan-lahan. Nam Ling segera mengangkat pedangnya—“Jangan biarkan mereka keluar dari lorong ini!” teriaknya dengan suara yang kuat.

Yue Xin dan beberapa pria desa segera bergandengan tangan membentuk lingkaran pelindung. Chen Feng mengambil alat untuk membantu menghadapi makhluk itu. Pertempuran dimulai—setiap gerakan mereka penuh dengan semangat untuk melindungi desa yang mereka cintai.

Setelah beberapa saat, semua makhluk berhasil diatasi. Nam Ling menurunkan pedangnya, matanya mulai mereda warna. “Kita harus kembali ke desa segera,” katanya dengan suara tenang. “Ada sesuatu yang harus kita lakukan bersama agar semua ini tidak terulang lagi.”

Yue Xin datang membawa air dan makanan. “Pak Zhang bilang ada orang yang mencari kita dari arah Gunung Blackwood,” katanya dengan suara pelan. “Mereka ingin tahu tentang kekuatan yang ada di desa ini.”

Nam Ling mengangguk perlahan. “Kita akan siap menghadapi apa pun,” ucapnya dengan suara yang jelas terdengar di lorong bawah tanah. “Karena desa ini bukan hanya tempat tinggal—ini adalah rumah kita yang harus selalu kita jaga dengan cinta dan kasih sayang!”

1
Kaisar Abadi
bagus bagus
Kaisar Abadi
mampir bree😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!