Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Balai Perdagangan Yuan
Keesokan harinya, saat matahari baru saja terbit dari timur, Zhang Tiangxia sudah duduk di meja makan bersama keluarganya.
"Ibu, Ayah." Dia meletakkan dua buah roh di atas meja. "Makanlah ini."
Su Wanyue menatap buah biru kemerahan itu dengan ekspresi heran. "Ini apa, Nak?"
"Ini buah roh. Aku menemukannya di belakang gunung Tuanling tadi malam." Zhang Tiangxia menjawab tenang. "Tapi jangan beritahu siapapun. Masing-masing makanlah satu buah, setelah ini ibu pasti akan menerobos ke alam pembuka Meridian."
Zhang Zhenfeng yang sedang duduk di seberangnya langsung mengerutkan dahi. "Zhang kecil, gunung Tuanling berbahaya. Kamu pergi ke sana? Dalam kondisi seperti ini?"
"Aku hanya di area luar, Ayah. Tidak jauh."
Kedua orang tuanya saling berpandangan. Di wajah Su Wanyue ada kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan. Tangannya mencengkram erat lengan kursi.
"Kamu baru saja siuman tiga hari yang lalu," ucap Su Wanyue dengan suara bergetar. "Dan kamu sudah pergi ke gunung sendirian tengah malam. Kamu ini, atau mau bikin ibu cepat tua?"
"Maaf, Ibu." Zhang Tiangxia menunduk sedikit. "Tapi aku baik-baik saja."
Zhang Zhenfeng mengambil buah itu dan mengamatinya. Matanya langsung melebar. Sebagai kultivator yang pernah menginjakan kaki di ranah pembuka meridian, dia bisa merasakan energi murni yang terkandung di dalamnya yang melimpah. "Ini benar buah roh. Nilainya tidak murah, satu buah mungkin bisa seharga enam puluh hingga tujuh puluh ribu." Dia menatap anaknya. "Kamu yakin mendapatkan ini di area luar gunung Tuanling?"
Jelas Zhang Zhenfeng tidak percaya pada anaknya.
"Ayah dan ibu tidak perlu khawatir," Sebagai jawaban, Zhang Tiangxia mengedarkan Qi di dalam tubuhnya lalu membiarkan sedikit fluktuasi keluar dari tubuhnya.
Zhang Zhenfeng langsung berdiri. "Kamu bisa berlatih lagi?"
"Iyah," angguk Zhang Tiangxia "Aku bisa berlatih lagi, tapi tolong jangan sampai hal ini di ketahui oleh orang lain di keluarga, setidaknya untuk saat ini jangan dulu." Zhang Tiangxia berkata dengan serius.
"Semalam setelah memakan buah roh, aku berhasil mencapai tingkat kedua tahap pemurnian tubuh." lanjutnya lagi.
Su Wanyue menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya langsung berkaca-kaca.
Zhang Zhenfeng terdiam cukup lama. Ekspresi di wajahnya sulit dibaca, campuran antara lega, terkejut, dan campuran rasa bersalah seorang ayah yang tidak mampu melindungi anaknya.
"Bagus." Suaranya sedikit serak. "Bagus sekali."
Pagi itu mereka makan bersama dengan suasana yang sedikit lebih hangat dari biasanya. Zhang Yuer sibuk menceritakan hal-hal baru pada kakaknya, tentu dia juga merasa senang saat mengetahui kakaknya bisa berlatih lagi.
Zhang Tiangxia terus menikmati makanan di atas meja bersama keluarga. Namun di balik ekspresi tenangnya, Zhang Tiangxia memikirkan kondisi kedua orang tuanya.
Ayahnya, Zhang Zhenfeng, sudah bertahun-tahun terjebak di kultivasinya saat ini.
Racun di dalam tubuhnya seperti rantai yang mengikat semua kemajuan. Sementara ibunya, Su Wanyue, justru berbeda, dia sudah berada di tingkat kesembilan puncak tahap pemurnian tubuh. Satu langkah lagi, dan dia bisa memasuki alam pembuka Meridian.
Tapi satu langkah itu membutuhkan pil pembuka Meridian yang harganya mencapai lima puluh ribu keping perak, sementara penghasilan keluarga mereka perbulan saja cuman lima ribu keping perak. Jelas jika ingin pil pembuka Meridian itu terlalu jauh di atas kemampuan keluarga ini.
Bahkan pil penempaan tulang yang seharusnya menjadi jatah bulanan keluarga pun kini sudah tidak ada lagi sejak Zhang Lei menghentikannya.
Ini harus segera diubah.
Siang hari, Zhang Tiangxia berjalan menyusuri Desa Cansu sendirian.
Tujuannya kali ini ke arah barat, arah barat Desa Cansu adalah jalur menuju kota Linbao, disinilah Balai Perdagangan Yuan di dirikan. Zhang Tiangxia kali ini ingin pergi ke Balai Perdagangan Yuan.
Di kejauhan, terlihat Balai Perdagangan Yuan berdiri megah. Bangunannya enam lantai dengan fasad batu giok yang berkilau di bawah sinar matahari. Di negara Tianlong, Balai Perdagangan Yuan adalah institusi perdagangan terbesar yang memiliki cabang di setiap kota besar hingga ibu kota. Mereka menjual segalanya, dari bahan obat dasar hingga pusaka kultivasi kelas tinggi.
Begitu Zhang Tiangxia melangkah masuk, seorang wanita muda berpakaian rapi berwarna biru langit langsung menyambutnya dengan senyum ramah.
"Selamat datang di Balai Perdagangan Yuan. Ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda?"
Zhang Tiangxia tidak membuang waktu. "Aku perlu beberapa bahan obat."
Wanita itu mengangguk dan langsung memandunya ke area bahan obat di lantai dua.
Zhang Tiangxia menyebutkan daftarnya satu per satu, Akar Naga Darah untuk memperkuat pembuluh darah dan meridian, Bunga Giok Langit untuk memurnikan organ tubuh dan tulang, Jamur Emas Tujuh Rasa untuk merangsang regenerasi organ dalam, Daun Besi Abadi untuk mengeraskan lapisan kulit dari dalam, dan tiga bahan pendukung lainnya.
Semua ini adalah bahan mandi obat yang rutin dia gunakan di kehidupan sebelumnya. Jika dikombinasikan dengan benar, rendaman ini tidak hanya melatih tubuh bagian luar tapi juga menggempur seluruh organ dalam secara perlahan hingga mencapai tingkat kekuatan yang jauh melampaui kultivator selevel.
Di kehidupan sebelumnya meskipun dia rutin menempa tubuh, tapi seiring waktu dia mulai mengabaikan kekuatan fisik, padahal tubuh adalah fondasi dasar dari seorang kultivator. Tanpa tubuh yang kuat, maka pencapaian pun akan terbatas.
"Total keseluruhan tiga puluh ribu keping perak, Tuan Muda." Wanita itu mencatat dengan teliti.
Zhang Tiangxia mengeluarkan tiga keping emas dari dalam bajunya dan meletakkannya di atas meja.
Mata wanita itu sedikit melebar. Satu keping emas setara dengan dua belas ribu keping perak. Tiga keping berarti dia membayar lebih.
"Sisanya tidak perlu dikembalikan." Zhang Tiangxia berkata datar.
Wanita itu mengangguk cepat, wajahnya sedikit lebih bersungguh-sungguh dari sebelumnya.
Setelah bahan obat dikemas, Zhang Tiangxia bertanya dengan nada santai. "Satu hal lagi. Aku perlu tahu harga pil penawar racun. Lebih tepatnya untuk racun dingin abadi."
Racun dingin abadi adalah racun yang menyerang meridian dari dalam secara perlahan, membekukan aliran Qi sedikit demi sedikit hingga kultivasi korbannya berhenti total. Inilah yang menggerogoti tubuh Zhang Zhenfeng selama puluhan tahun.
Wanita itu tampak sedikit ragu. "Untuk racun jenis itu, pil yang paling efektif adalah Pil Api Sembilan Langit. Tapi untuk masalah harga, mungkin Tuan Muda perlu berbicara langsung dengan manager kami."
Dia lalu memandu Zhang Tiangxia ke satu ruangan di lantai yang sama.
Di sana sudah menunggu seorang pria paruh baya dengan wajah acuh tak acuh dengan kumis tipis.
Melihat Zhang Tiangxia masuk, wajahnya sangat datar, "Ada yang bisa saya bantu?"
"Tuan Muda, Ini adalah Manajer Wen, manager di balai kami." pelayan itu memperkenalkan manager itu pada Zhang Tiangxia.
"Halo manager Wen." Zhang Tiangxia menyapa dengan hormat.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya manager Wen.
"Berapa harga Pil Api Sembilan Langit." Zhang Tiangxia langsung ke intinya.
Manajer menjawab tapi tetap mempertahankan wajah datarnya. "Satu pil seharga lima ratus ribu keping perak."
Zhang Tiangxia berfikir sejenak.
Dia tidak begitu terkejut dengan harga yang di sebutkan, dia hanya berpikir sejenak sambil diam-diam melihat kedalam ruang cincin penyimpanan miliknya.
Jika dia langsung mengeluarkan kepingan emas dalam jumlah banyak, maka dia kemungkinan akan menjadi target, yang mungkin saja akan di rampok, jadi untuk berjaga-jaga dia memilih cara lain.
"Apakah balai ini mengadakan lelang?"
"Tentu saja." Manajer Wen mengangguk datar. "Balai Perdagangan Yuan mengadakan lelang setiap bulan untuk barang-barang bernilai tinggi, apakah kamu mau melelang barang?"
"Tentu aku ingin melelang barang, bagaimana jika kita berbicara rahasia saja?" Zhang Tiangxia menatap manager Wen.
Manager Wen juga paham, kemudian memandang pelayan wanita yang masih berdiri menyuruhnya pergi.
Setelah pelayan wanita itu pergi, manager Wen menatap Zhang Tiangxia menunggunya berbicara.
"Aku punya tiga tetes cairan spiritual yang ingin ku lelang." ucap Zhang Tiangxia dengan serius.
Ekspresi wajah Manajer Wen langsung Serius. Matanya yang tadi terlihat datar kini berubah tajam dan serius. Dia menatap bocah tujuh tahun di hadapannya dengan ekspresi yang seolah mengatakan apakah kamu serius?
"Apakah kamu serius? Apakah benar itu cairan spiritual?"
"Tentu saja serius, aku tidak punya kebiasaan bercanda." Zhang Tiangxia berkata dengan datar.
Manajer Wen terdiam sebentar, lalu bangkit dari kursinya. "Kalau begitu, mohon ikut saya sebentar."
Mereka menaiki tangga hingga lantai lima.
Di lantai lima, lorong di sini lebih sunyi, temboknya dilapisi kayu giok coklat tua yang terasa berwibawa. Di ujung lorong ada satu pintu.
Manajer Wen mengetuk tiga kali.
"Masuk."
Pintu terbuka.
Di dalam ruangan yang luas dan terang itu, seorang wanita muda berusia sekitar dua puluh lima tahun berdiri membelakangi jendela. Rambutnya hitam dikepang rapi, pakaiannya putih bersih dengan bordir emas di tepinya. Wajahnya tenang dan anggun, ini adalah wanita dengan khas kecantikan kelas atas.
"Nona, tamu ini memiliki cairan Spiritual yang ingin di lelang." Manager Wen berkata pada wanita di depannya sambil membungkuk hormat.
Wanita itu mengamati Zhang Tiangxia yang baru berusia 7 tahun, lalu sudut bibirnya bergerak tipis.
"Bocah kecil yang menarik." Suaranya sangat lembut bagaikan suara kecapi di musim semi.
"Apakah kamu benar-benar punya cairan spiritual?" Wanita itu bertanya dengan ragu.
. . .