Seorang gadis sma yang berpura-pura sudah kuliah dan mengajar les kini terjebak dalam sebuah hubungan yang membuat hidupnya berubah menjadi nyonya besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vava olive, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 7
Hallo selamat siang.."
"Apakah aku mengganggu??.."
Ucap nadia yang terlebih dahulu menghubungi saga.
"Hmmm engga si,kenapa nad.."
"Begini..beberapa hari kedepan saya pulang lebih cepat,apakah jadwal lesnya juga bisa di majukan pak?.."
"Tentu,tentu saja bisa.."
"Apakah hari ini juga?..aldo sedang bersamaku sekarang.."
"Bisa pak..tapi sekarang saya sedang di kawasan senayan.."
"Oh kalau begitu kamu datang saja ke alamat yang saya kirim.."
"Nanti aku akan menyusul.."
Telfon pun terputus,nadia memang berniat seperti itu agar ia bisa lebih lama istirahat,
Semenjak menjadi guru les kehidupannya sedikit gedebak gedebuk di kejar waktu.
Ia menatap layar ponsel miliknya,
Ia mendapat pesan untuknya ke sebuah apartemen yang dikirim oleh saga.
"Apartemen siapa ini.." bathin nadia yang kini tengah berjalan menuju parkiran motor.
Sementara itu saga yang kini berasa di sebuah kantor besar ia mempunyai jabatan cukup kuat.
Yaitu pemimpin divisi,
Seorang pemimpin yang mempunyai fasilitas sekretaris pribadi,supir pribadi,ruangan pribadi.
Hari ini aldo sedikit manja,ia ingin sekali ikut papanya kerja,
Dan mau tidak mau saga harus menuruti kemauannya itu.
Kini ia kembali semangat setelah mendapat telfon dari nadia bahwasannya ingin mengajar les aldo,
Dengan begitu ia tidak perlu khawatir apabila tiba-tiba aldo bosan.
Ia kemudian memanggil sekretarisnya mira,untuk mengantar anaknya ke apartemen miliknya.
"Mir..kebetulan 10 menitan lagi aku ada rapat,bisa tolong antarkan aldo ke apartemenku.."
"Disana sudah ada guru lesnya menunggu di lobby.."
"Ini orangnya.." ucap saga sembari memperlihatkan foto yang ada di kontak nadia.
"baik pak.."
"Kemari aldo.." ajak mira.
"Sayang,kamu di anter sama temen papah dulu ya,.disana udah ada kak nadia yang mau mengajari kamu.."
Aldo hanya mengangguk lalu meraih tangan mira.
"Baik,saya permisi pak.."
Setelah meminta sang sekretaris untuk mengantarkan anaknya,ia kembali bekerja seperti biasanya.
"Terlalu banyak pekerjaan yang telah aku tunda."
"Okeh..ayo semangat kerja lagi.."
Saga berjalan menyusuri koridor ruang kerja,ia nampak melihat para pegawainya sedang sibuk bekerja.
Jabatan yang ia miliki tak membuatnya besar kepala,tapi ia sangat dingin jika mulai tidak suka dengan kinerja bawahannya yang ceroboh.
"Pak saga..sudah di tunggu para client di ruang rapat.."
"Baik sarah,oh iyaa tolong beri tau ob untuk membuatkanku kopi panas,juga beberapa cemilan.."
"Saya lumayan ngantuk.."
"Baik pak.." sarah juga salah satu orang kepercayaan saga setelah mira.
Sebelumnya sarah lah yang menjadi sekretaris,tapi karna kemampuannya dalam bekerja sangat baik ia kini memiliki posisi yang lebih bagus.
"Loh reno!.." sapa saga sedikit terkejut bahwa client yang di gadang-gadang adalah reno,sahabat karibnya sendiri sejak SMA,hanya saja mereka terpisah karna reno melanjutkan kuliahnya di swiss.
"Wahh bahkan aku sempat bertanya-tanya,apakah benar saga yang ku kenal?"
"Mmm sagara pradhipta! Atau saga yang lain.."
"Dan ternyata benar.."
Keduanya pun bersalaman di depan para client yang lain sembari memperkenalkan satu sama lain.
"Wahh patut keduanya mempunyai posisi yang sangat penting.." puji seorang yang duduk di seberang saga.
"Sepertinya kita akan membutuhkan waktu yang lebih lama lagi jika harus membahas perjalanan kita bagaimana sampai disini.."
Ucap saga.
"Iyaa benar,mari kita mulai dengan membahas yang perlu dibahas dulu.."
"Urusan kita bisa di teruskan nanti.." gurau reno.
Rapat pun kembali berjalan lancar,jam dinding pun bergerak dengan cepat tanpa mereka sadari kini tengah menunjukkan pukul 14:00.
"Jadi seperti itu pak saga,dari kita akan mengirim satu atau dua orang,dan kami berharap dari pak saga akan ada yang mewakili untuk menjalankan perjalanan dinas ini.." ucap seorang rekan dari reno.
"Mmm..baik-baik.."
"Pasti akan saya usahakan dari kami untuk mengikuti perjalanan dinas ini.."
"Selain itu,dari kami yang akan memberikan akomodasi sepenuhnya.."
"Wahh terimakasih pak saga.."
"Saya kira cukup untuk rapat hari ini,bukankah begitu? Pak saga,pak reno dan yang lain?"
"Cukup.." ucap reno.
Rapat pun telah usai,saga mengantarkan para client kedepan pintu lift lalu setelah semuanya pergi ia kembali masuk keruang rapat untuk mengambil laptop miliknya.
Saga teringat kembali bahwa anaknya sedang di apartemen bersama nadia.
"astaga,cukup lama juga mereka.."
"Aku harus menghubungi supir.."
"Kasian dia.." bathin saga yang mengingat alasan nadia menjadi guru les.
Namun,sebelum ia menghubungi supir ia kembali membuka laptopnya dan membuka aplikasi cctv yang ada di apartemen tersebut.
Dari layar tersebut nampak nadia sedang membuatkan mie instan yang dibawanya dari luar.
"Mie instan?.."
"Mana mungkin aldo suka!.." gumam saga.
Ia pun benar mengurungkan niatnya untuk menjemput aldo.
Sepanjang waktu bekerja tapi tak membuatnya berpaling dari laptopnya,ia terus mengawasi gerak gerik dua manusia yang di apartemennya tersebut.
Sedangkan nadia kini tengah menikmati mie instan buatannya bersama aldo.
"Kamu suka?" Tanya nadia.
"Suka,aku sangat suka sekali.."
"Biasanya aku suka makan ini ngumpet-ngumpet dari papah loh.." ucapan aldo terdengar sangat lucu.
"Benarkah? Apa mama ga ngasih kamu makan mie instan?"
"Semua,akuu harus makan makanan yang di buat sama mba,ga boleh makanan instan.."
Tak ingin aldo menyalah artikan keinginan papahnya itu,akhirnya ia ikut membela saga.
"Wah benar sekali,kaka juga ga boleh makan sembarangan.."
"Kata papaku nanti suka batuk.."
"Hmm..aku kira kaka akan bilang kepapa untuk membelaku.."
"Hahaha..kamu berharap seperti itu?.."
Aldo hanya mengangguk.
"Kalau sama aku,sesekali boleh kok,aku ga akan bilang sama papa kamu.."
Keduanya pun menikmati makanan tersebut sampai habis,sampai nafas yang berat karna kenyang,
Nadia yang kini duduk di karpet lembut meluruskan kakinya yang panjang.
Sedangkan aldo mulai tertidur di sofa panjang.
Jam sudah menunjukkan pukul 17:00,cukup lama ia menemani aldo yang tertidur pulas,bahkan sekian menit ia juga sempat terlelap.
Nadia pun bangkit dari duduknya lalu kembali kedapur serta membawa peralatan makannya bersama aldo,
Ia membersihkan kembali peralatan yang terpakai ketempat semula.
"Hmm aku jadi penasaran wanita seperti apa yang dicari oleh pak saga..menduda 3 tahun.."
"Apa mungkin dia belum move on dari mantan istrinya?.engga,dia sendiri yang bilang benci.."
"Tapi akhir-akhir ini aku perhatiin dia sedikit beda memperlakukanku,semua yang aku ucapkan di iyakan sama dia.." bathin nadia sembari menyandarkan kepalanya di meja makan.
"Ah astaga,apa yang aku fikirkan.." ucap nadia dengan nada sedikit keras sembari melemparkan tisu ke atas meja.
"Memangnya apa yang kamu fikirkan nad.."
Suara saga yang muncul tiba-tiba membuatnya merasa seperti sedang tertangkap basah,keringatnya mulai keluar.
"Ah engga pak.."
"Maaf.."
Per Episodenya bakal seru-seru kok,
pasti suka kepikiran kan beberapa cerita relate dalam kehidupan sehari-hari..
Bakal banyak lagi cerita seru,jadi...terus beri dukungan untukku yaa