NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 7 Salah Menikah

Shafiya terlihat duduk di lantai dengan memeluk kedua lututnya, tampak menangis ketika mengingat bagaimana Arash yang masih terngiang dalam ingatannya, perlakuan kasar pria itu sangat berbeda di saat dia penuh dengan tanggung jawab menikahi dirinya.

"Ya Allah sebenarnya ujian apa yang kau berikan kepada hamba, apa hamba terlalu berlebihan menanggapi ujian ini, apa hamba terlalu cengeng dan langsung menangis, tetapi sungguh sampai saat ini hamba tidak mengerti dengan apapun, kenapa perlakuan dan sifat pria itu benar-benar berubah, hamba memang awalnya tidak mengetahui bagaimana sifat aslinya yang sebenarnya," batin Shafiya dengan air mata yang jatuh.

Sungguh malang nasibnya dengan keputusannya menerima pernikahan dengan suami pengganti, namun siapa sangka apa yang terjadi justru membuatnya terjebak dalam jeratan yang benar-benar salah.

*****

Shafiya mengganti pakaiannya dengan piyama tidur seperti biasa yang dia gunakan, hijab pashmina di kepalanya itu masih tetap melekat. Arash baru saja keluar dari mandi.

"Apa yang kau lakukan?" Shafiya tidak jadi menaiki tempat tidur itu saat mendapat teguran.

"Mau istirahat," jawab Shafiya.

"Aku tidak menyuruhmu untuk tidur di sana, tidur di sana dan jangan di tempat tidurku, aku tidak sudi berbagi tempat tidur dengan anak dari pria tidak bertanggung jawab sepertimu," ucap Arash.

Lama kelamaan kata-kata kasar yang didapatkan dari Arash akan terbiasa di telinganya.

"Jangan diam saja seperti patung, minggir!" Arash bahkan menggeser tubuh kecil itu dan hampir saja jatuh.

Arash terlihat menaiki ranjang, menarik selimut dan bahkan mematikan lampu tidur. Shafiya masih berdiri di tempatnya semula dan dia tidak percaya jika malam pertamanya bersama suaminya mereka harus berpisah tempat tidur.

Shafiya tidak diizinkan untuk tidur di atas ranjang besar itu. Shafiya berusaha untuk sabar dengan menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, kemudian langsung melangkah dengan berat hati menuju sofa.

Mau tidak mau Shafiya harus beristirahat di sofa dengan menggunakan bantal sofa, Shafiya tidak berani untuk meminta selimut atau apapun itu agar membuat tidurnya nyaman.

"Mungkin Mas Arash terpaksa menikah denganku untuk menjaga dua nama keluarga yang akan menanggung malu. Mas Arash memiliki kekasih di saat menikah denganku dan pasti tidak mudah untuk mengakhiri hubungannya begitu saja karena pernikahan ini. Shafiya mungkin ini adalah tantangan untukmu di awal pernikahan kalian, percayalah jika kamu sabar maka semua akan baik-baik saja," batin Shafiya berusaha untuk menerima semua perlakuan Arash kepadanya.

Memaklumi foto wanita yang berada di kamar mereka tetap terpajang, Shafiya merasa tidak memiliki hal untuk meminta apapun apalagi sampai harus menyimpan foto itu, Arash sejak awal saja sudah terlihat tidak menyukainya dan terus saja marah atas semua tindakan yang dia lakukan.

Shafiya yang memutuskan untuk melanjutkan pernikahan itu dan Shafiya juga yang harus bersabar dan mencoba memahami bagaimana suaminya.

*****

Shafiya berdiri di dekat meja makan terlihat menghidangkan sarapan, dia sudah bangun dan melaksanakan sholat seperti biasanya, Shafiya menyempatkan diri ke dapur untuk menjalankan tugasnya di hari pertama sebagai seorang istri di rumah suaminya.

Di rumah besar itu memiliki beberapa asisten rumah tangga, tetapi Shafiya tetap kekeh untuk membuat sarapan kepada suaminya meski sudah dilarang oleh para pekerja di rumah itu.

Begitu excited nya Shafiya menyiapkan sarapan dari makanan sampai minuman, di meja makan itu sudah terlihat Amelia dan Tami yang sejak tadi menikmati sarapan mereka dengan melihat pekerjaan Shafiya dengan tatapan mengejek.

Suara langkah kaki terdengar membuat Shafiya melihat ke arah suara tersebut dan sesuai dugaannya bahwa itu adalah suaminya.

"Mas ayo sarapan!" ajak Shafiya mempersilahkan suaminya itu.

Arash terlihat cuek, bahkan duduk sedikit jauh darinya membuat Shafiya mendekatkan diri berdiri di samping Arash.

"Ini Mas, saya sudah membuatkan nasi goreng spesial kesukaan keluarga saya," Shafiya dengan sangat excited ingin menuangkan nasi goreng tersebut ke piring Arash.

"Jauhkan makanan itu dariku," ucap Arash dengan suara berat membuat nasi goreng itu tidak jadi menyentuh piring dan pandangan Shafiya melihat serius ke arah Arash.

"Apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan? jauhkan makanan itu!" tegas Arash mengulang sekali lagi.

"Mas saya menyiapkan sarapan untuk Mas special," ucap Shafiya.

Plak....

Tangan Arash menepis makanan yang disodorkan Shafiya sehingga dentingan suara sendok terjatuh kelantai.

Shafiya terdiam, tangannya masih menggantung di udara, tatapannya jatuh pada makanan yang kini berantakan, sementara Arash berpaling benar-benar tidak peduli seolah-olah apa yang dia lakukan tidak berarti apapun baginya.

"Shafiya lain kali kamu gunakan telinga, jika dikatakan dijauhkan maka dijauhkan, pagi-pagi seperti ini kamu sudah membuat mood semua orang berantakan," sahut Amelia.

"Sok-sokan sih, ingin membuat makanan, memang orang yang ada di rumah ini mau makanan yang terbuat dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab, berkuasa dan munafik," sinis Tami tampak mengejek.

"Aku tidak suka kotor, jangan sampai telapak sepatuku menginjak satu helai nasi yang ada di lantai, jadi bersihkan!" tegas Arash dengan suara berat.

Shafiya masih terdiam dan mendapat teguran kembali dari Amelia untuk melaksanakan perintah yang diberikan Arash. Shafiya mau tidak mau mengikuti semua yang dikatakan suaminya itu dan sementara Arash memilih menikmati sarapan yang sudah tersedia daripada harus memakan apa yang telah dimasak Shafiya.

Di saat Arash sarapan bersama dengan Amelia dan Tami, sementara Shafiya harus membersihkan lantai karena takut mendapat masalah dari Arash kembali.

Situasi menegangkan terjadi di meja makan telah usai. Shafiya saat ini berdiri di depan wastafel terlihat mencuci piring. Cucian piring itu sudah selesai tetapi tiba-tiba saja ditambah sebuah gelas membuat Shafiya menoleh Tami tersenyum kepadanya.

"Kamu ternyata benar-benar siap menjadi seorang istri, bangun pagi menyiapkan sarapan dan meski sarapan yang tidak dimakan, tetapi tetap melanjutkan dengan mencuci piring, kamu juga setelah ini harus bersih-bersih lantai bukan, aku juga ingin kamarku dibersihkan, tapi jangan deh, aku tidak ingin kamarku disentuh keturunan tangan-tangan penjahat sepertimu," ucap Tami tersenyum penuh dengan kemenangan.

"Apa maksud dari perkataan kamu? Apa yang salah dengan tanganku sampai kamu harus mengatakan tanganku tangan penjahat, tangan tidak bertanggung jawab dan apa hubungannya dengan keturunan?" tanya Shafiya.

Kata-kata yang cukup nyelekit itu memang sudah beberapa kali dia dengar dan termasuk keluar dari mulut Arash, seolah-olah dia melakukan kesalahan yang besar sampai merasa benci kepada dirinya.

"Ya, orang-orang munafik seperti kamu memang tidak akan menyadari kesalahan besar yang telah kamu lakukan, sudahlah aku malas berbicara terlalu lama dengan orang sepertimu," ucap Tami langsung berlalu dari hadapan Shafiya.

"Tunggu dulu," Shafiya menghentikan langkah itu membuat Tami kembali melihat ke arah Shafiya.

"Sebenarnya apa kesalahan saya kepada kalian, mengapa sejak pertama kali saya menginjakkan kaki di rumah ini, kalian tidak menyukai saya sama sekali dan saya tidak tahu mengapa demikian?" tanya Shafiya.

"Kesalahan kamu sangat besar dan tidak akan bisa dimaafkan," jawab Tami.

"Apa karena saya menikah dengan laki-laki yang masih memiliki kekasih, tetapi bukan saya yang menginginkan pernikahan itu dan jika saya mengetahui bahwa laki-laki yang ingin bertanggung jawab dengan pernikahan saya dan sudah memiliki kekasih, Saya juga tidak akan menikah dengannya!" tegas Shafiya.

"Dan untung saja kamu tidak mengetahui hal itu, jika kamu mengetahui hal itu maka semuanya akan berantakan," jawab Tami dengan tersenyum semakin membuat Shafiya kebingungan mendengar pernyataan itu.

"Shafiya jika terjadi sesuatu pada kamu dan tidak sesuai dengan keinginan kamu, maka jangan menyalahkan orang-orang yang ada di rumah ini, orang-orang yang ada di rumah ini hanya menginginkan keadilan dan kamu bisa menyalahkan orang-orang yang tidak bertanggung jawab atas semuanya, jadi sebaiknya kamu terima saja dan tidak ada yang salah jika menjadi penanggung jawab dari kesalahan orang lain," jelas Tami penuh dengan penekanan dan langsung berlalu dari hadapan Shafiya.

Bersambung....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!