NOVEL PERTAMA, MAAF JIKA BANYAK TYPO.
Autor hanya ingin menulis bercermin dari kehidupan sehari-hari, jauh dari CEO atau lehidupan yang kaya raya. selamat membaca.
Queen! begitulah teman-teman dia sering memanggil, seorang gadis sederhana berusia 18 tahun yang baru lulus SMA. Tidak banyak impian gadis ini, hanya ingin segera mendapatkan pekerjaan, dan membantu ekonomi keluarganya.
queen memiliki kekasih sejak 1 tahun terakhir, tepat nya saat queen duduk di bangku kelas 3 SMA.
Bagaimana perjalanan cinta seorang queen, apakah dia bisa mewujudkan keinginannya membantu ekonomi keluarga??
Selamat membaca, saran dan kritik saya nantikan, jangan menghujad yang bisa meruntuhkan mental autor ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi ars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#6
Hari-hari begitu cepat berlalu, Queen masih bekerja di pabrik bihun, tak terasa 1 bulan sudah dia bekerja, hari ini dia di tempatkan di bagian pengering, itu artinya dia harus mengeluarkan mie untuk di jemur, lalu siang hari mengambil dari penjemuran untuk di packing. Sesekali dia mengaduh, nampan berbahan seng itu mengenai kulit tangannya... terasa panas...
Keringat bercucuran membasahi tubuhnya, namun dia tidak mau berhenti, tetap semangat meskipun gaji yang di terima tidak seberapa. Dia yakin akan ada hari di mana dia akan bekerja di tempat yang lebih baik.
Seperti biasa saat jam istirahat dia menunaikan ibadah sholat. Perlu di ketahui, meskipun dia melakukan dosa bersama abdi, queen juga tidak pernah meninggalkan ibadahnya. sholat, puasa tetap dia jalankan. dan sekarang di sinilah tempatnya, masjid di luar pabrik, karena di dalam pabrik tidak menyediakan tempat sholat.
" queen, kamu tadi packing dapat berapa??" tanya ida, teman 1 meja dia.
" sedikit, aku belum bisa kerja cepat seperti kalian" queen menunduk sedih.
" alaah sama aja, yang penting masih bisa dapat duit, dari pada cuma di rumah mau jajan aja minta emak, hahahaha ya nggak?? " jawab ida
queen tersenyum, lalu dia beranjak dari masjid untuk makan siang. Ida.. Gadis kurus berambut ikal itu segera beranjak dan mengejar queen.
" queen, kamu cantik dan manis, gak bosan aku lihat kamu" kata ida
" hemmm modus apa nih muji-muji aku" kata queen
'iiih kamu queen aku tidak modus, beneran loh ini" kata ida
Queen tersenyum, lalu tangannya melambai saat ada angkot yang datang.
"aku pulang dulu ya da, sampai jumpa besok" mereka saling melambaikan tangan.
Sampai di rumah ternyata ibu dan bapak sudah pulang kerja, terlihat lampu di teras sudah menyala.
"asalamualaikum" quen mengucap salam sebelum masuk kedalam rumah.
"walaikumsalam" ibu dan bapak serempak menjawab.
Queen salim kepada ibu dan bapak lalu menuju kamar mandi. Ibu segera menyiapkan makan malam untuk mereka.
" tadi abdi dari sini nak, dia ngasih uang ibu, katanya buat tambahan belanja" kata ibu
Queen menghela nafas, dia sudah hafal sifat kekasihnya itu, jika dapat uang dari kerja sampingan, selalu di kasihkan padanya atau ibunya kalau dia menolak.
"iya bu terima saja" jawab queen
" dia bilang ingin segera menikahi mu, kamu gimana?, pacaran lama-lama tidak baik, takut terjadi hal-hal di luar batas" bapak menambahkan.
queen merasa tidak enak hati, tanpa nasehat bapak pun hal itu sudah terjadi, meskipun keperawanan masih terjaga, tetapi hubungan mereka sudah bisa di katakan melampui batas. namun sekali lagi, queen masih berkeinginan bekerja, dia memaksa orang tuanya membiayai sekolah sampai SMA karena memang ingin bekerja. Bahkan queen berencana masuk kuliah jika uang nya sudah terkumpul. Queen adalah perempuan yang memiliki mimpi, dan mimpinya tidak muluk-muluk, dia ingin kuliah, kerja menjadi admin, membeli motor, bisa makan setidaknya ada lauk setiap hari. Jujur... Dia bosan lauk tempe dan tahu, dia ingin setidaknya makan ayam meskipun hanya kepalanya saja, atau cekernya saja. Dia ingin bisa membeli baju dari uangnya sendiri, dia ingin sekedar beli bebek goreng atau es dawet memakai uang sendiri. Sedang selama ini untuk membeli es dawet saja dia harus menunggu bapak atau ibu nya gajian. Benar-benar sederhana bukan???
Bagi queen menikah harus benar-benar siap secara finansial, dia tidak mau anak-anak nya kelak merasakan apa yang dia rasakan.dan harus di akui, sampai usia dia 18 tahun ini, dia sama sekali belum pernah merasakan enak nya es krim, atau bahkan coklat silverqueen, setiap minta jajan ibu nya selalu bilang " ibu belum punya uang, nanti ya nak... Tunggu gajian" sampai gajian tiba, queen selalu berpura-pura lupa dan tidak meminta lagi. Abdi... Abdi rutin memberikan uang tiap minggu, karena abdi bekerja membantu ayah nya, tetapi uang itu selalu di gunakan untuk kebutuhan wanita, atau membeli buku. Kadang dia menolak karena malu. Walaupun akhirnya abdi memberikannya pada sang ibu.
"Ayo cepat makan, kok melamun??" kata bapak
Queen tersentak kaget " iya pak"
" melamun apa?? , jangan di jadikan beban, bapak tidak memaksa kamu harus menikah sekarang, bicarakan dengan abdi baik-baik, yang menjalani kalian berdua. Tetapi... Abdi adalah pria baik, bapak bisa melihat itu" bapak memberikan nasehat panjang lebar.
Queen tidak menjawab, dia menunduk lalu mengambil nasi. Suasana makan hari itu senyap tepi tenang, hanya suara sendok yang terdengar.
Setelah selesai makan, ibu dan queen segera membersihkan meja makan, queen mencuci piring-piring kotor, lalu dia pamit masuk kamar.
" Dia belum ingin menikah buk" kata bapak
"tapi gimana pak, abdi sudah meminta secara langsung, mereka pacaran juga sudah lama, ibu tidak enak sama tetangga" jawab ibu
" tidak apa-apa bu, jangan di paksa, umur queen masih labil, takutnya kalau di paksa malah berakhir di tengah jalan, masalah tetangga, baik atau buruk tetap jadi bahan ghibah"
Ibu hanya menghela nafas, suami nya terlalu santai dalam menanggapi omingan tetangga. Tapi di sisi lain dia juga membenarkan ucapan suaminya, memaksa taruhannya masa depan queen," hufft kenapa juga nih anak pacaran" ucap ibu dalam.hati
Sedang di dalam kamar, queen sebenarnya mendengar sayup-sayup apa yang di bicarakan ibu dan bapak nya, tetapi dia masih tetap teguh tidak ingin menikah muda.
HP jadul nya berkedip, ada pesan masuk dari abdi
" belum tidur yang??" tanya abdi
"belum mas, ini baru rebahan " jawab queen.
"mas kangen dek" jawab abdi, lalu merubah chat menjadi panggilan vc
"cantiknya calon makmum ku" canda abdi
"heem pasti merayu nih ya" kata queen
"tidak sayang, malam ini beda, jadi ingin kesana dan mencium sepuasnya" abdi bicara serius
"udah deh mas jangan mesum" jawab queen.
"Mesum huja sama pacar mas sendiri, di halalkan juga belum mau" kata abdi
" iya, plis jangan sekarang, jangan membahas juga, sudah ku bilang..."
" belum siap, ingin kerja, biar tidak sia-sia sekolah sampai SMA " Abdi memotong pembicaraan queen.
queen langsung terdiam, dia sedang tidak ingin berdebat, hatinya begitu teguh dan keinginannya begitu kuat, kerja kerja dan kerja.
"mas aku capek, aku mau tidur, asalamualaikum" queen langsung menutup telp nya. Bahkan sebelum abdi menjawab telp dari nya.
Di seberang desa, abdi hanya menghela nafas, dia memang masih umur 22 tahun, tapi dia merasa sudah cukup dewasa untuk menentukan sebuah pernikahan, di kota asalnya laki-laki umur 22 menikah itu biasa, wanitanya umur 15 tahun kadang 16 tahun sudah menikah. Hidupnya juga nyaman-nyaman saja, jika boleh jujur... Di usia 22 tahun ini, abdi sudah tidak bisa mengontrol hasratnya. Dia selalu berhasrat saat bersama queen, dia tau dia berdosa, itu sebabnya dia meminta queen cepat-cepat menikah dengan nya. Tapi.... Queen selalu menolak, memilih melakukan tanpa ada ikatan sah.
Lelah memikirkan hubungannya dengan queen akhirnya abdi terlelap.