NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Terpaksa Menikahi SERUNI (Kembang Desa)

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa pedesaan / Trauma masa lalu / Bertani / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:148.1k
Nilai: 5
Nama Author: Safira

Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.

Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.

Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.

Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.

Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.

Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - Pingsan

Bastian harus benar-benar meluaskan sabarnya dalam menghadapi sang istri yang masih muda, tapi hidup di desa yang seakan jauh tertinggal dari hidup modern. Usia mereka berdua berjarak sepuluh tahun.

"AC itu pendingin ruangan atau kamar. Jadi kayak alat nanti pakai listrik terus keluar udara dingin,"

"Apa kayak kipas angin?"

"Beda,"

Bastian semakin kesulitan untuk menjelaskan pada Seruni tentang gambar AC dan bentuknya, karena ia baru teringat jika ponselnya tertinggal di Surabaya.

"Ehm, kamu punya ponsel?"

"HP maksud Abang?"

"Ya, betul. Ponsel dengan hp sama saja," jawab Bastian.

"Ading gak punya hp baru. Ada hp lama merek Nokia di lemari ading tapi udah lama mati dan gak dipakai," jawab Seruni apa adanya.

"Apa uang bapakmu gak cukup buat beli ponsel baru?"

"Ading punya uang pribadi buat beli hp baru. Tak perlu pakai uang Apak. Tapi di desa kami susah sinyal internet, Bang. Letak menara nya saja jauh banget. Jadi daripada mubadzir ya sudah ading gak pernah pakai ponsel,"

"Menaranya dari sini berapa jauh?"

"Naik motor bisa tiga jam lebih, Bang. Biasanya orang-orang cari sinyal sampai manjat pohon. Itu pun dapatnya sinyal cuma muncul 'G' saja tanpa bungkus kotak,"

"Hah G tanpa bungkus kotak, maksudnya gimana?" tanya Bastian yang mendadak kepalanya diserang migrain mendengar ucapan Seruni.

"Sinyal di hp kan ada di pojok kanan atas, Bang."

"Hem,"

"Nah, itu muncul lambang 'G' kalau kita dapat sinyal. Tapi cuma bisa buat telepon sama kirim SMS aja, Bang. Enggak bisa buka internet kayak nonton Youtabok. Soalnya 'G' nya gak pakai baju atau dibungkus kotak begitu, Bang." Jelas Seruni.

"Jadi, kalau lambang 'G' nya pakai baju atau bungkusan kotak maka bisa internetan?"

"Betul, Bang. Tapi sering lambat itu hp layarnya muter-muter kayak mainan gasing,"

Bastian akhirnya cukup mengerti secuil kisah hidup di desa Seruni yang sangat bertolak belakang dengan hidupnya sehari-hari selama ini. Masyarakat di desa ini hampir tak menggunakan ponsel karena kendala susah sinyal.

Perlu dimaklumi karena mereka berada di daerah 3T ( tertinggal, terdepan, terluar ).

"Apa semua kartu bisa dipakai di desa ini untuk ponsel?" tanya Bastian.

"Gak bisa, Bang. Cuma kartu si merah saja yang hidup kalau abang beruntung dapat sinyalnya. Kartu yang lain sudah hangus tak bisa menyala sinyalnya. Mungkin pabriknya udah tutup jadi sinyalnya ikut tenggelam," ujar Seruni.

☘️☘️

Setengah jam kemudian.

Tangan Bastian sedang sibuk mengipasi wajah Seruni yang terbaring di atas ranjang. Beberapa saat yang lalu Seruni mendadak pingsan.

Bastian yang panik, segera keluar kamar meminta air minum dan minyak kayu putih. Bu Dewi, Rasti serta Pak Tono mendadak ikut terkejut mendengar Seruni pingsan.

"Kenapa Seruni sampai pingsan? Kamu apakan?" cecar Pak Tono.

"Maaf, Pak. Tidak saya apa-apakan. Saya cuma mau ganti baju saja, mendadak Seruni pingsan."

"Astaga, anakmu memalukan banget Pak!" gerutu Bu Dewi.

"Merepotkan saja! Dasar kampungan!" desis Rasti.

Bu Dewi dan Rasti pun akhirnya memilih pergi dari kamar pengantin. Mereka tentu malas mengurusi Seruni.

Tak berselang lama, mata Seruni pun menggeliat tanda bahwa wanita ini akan siuman.

"Run, sadar..." ucap Pak Tono seraya menepuk lembut pipi Seruni.

"Ya ampun, dia pingsan apa jangan-jangan karena lihat senjataku?" batin Bastian.

Bastian akhirnya memilih untuk setia mengipasi wajah Seruni setelah mengolesi minyak kayu putih pada hidung dan leher sang istri. Berharap Seruni segera siuman.

Kedua mata Seruni pun perlahan mulai terbuka. Pandangannya bersir0bok dengan Bastian dalam satu garis lurus yang sama.

Seketika Seruni teringat kala Bastian tanpa basa-basi berganti baju di depannya yang berujung dirinya pingsan.

Awalnya, Seruni terkejut sekaligus terpesona dengan tubuh Bastian yang kotak-kotak di area da_da nya. Terlihat semakin tampan dan gagah.

Detik selanjutnya, ia melihat sesuatu yang cukup horor. Ukuran besar dan men0njol di area pangkal paha Bastian.

Walaupun ia tak melihat jelas bentuknya karena masih terbungkus celana dalam Bastian, tetapi hal tersebut langsung membuat tubuh Seruni merinding disco dan panas dingin. Seruni dapat membayangkan sesuatu dibalik celana dalam Bastian adalah hal yang berukuran sangat besar.

Sepintas, ia teringat ucapan sahabatnya bernama Ningsih saat menjelang ijab qobul. Ningsih menemani dirinya di ruangan khusus saat menunggu Bastian selesai mengucapkan ijab pernikahan.

"Suamimu ternyata bule, Run. Keren banget jodohmu, Run."

"Kata Apak, dia masih ada da_rah pribumi nya kok."

"Iya, campuran bule-pribumi, Run."

"Aku terima apa adanya saja, Ning. Mungkin dia yang terbaik buatku," ungkap Seruni terdengar pasrah.

"Allah memang Maha Baik sama kamu, Run. Selepas diselingkuhin Ardi dan Rasti, kamu dapat calon suami Bang Haidar dari kota. Walaupun sayang Bang Haidar harus meninggal sebelum menikah denganmu. Kini datang Abang bule tampan menjadi pangeran berkuda putih buat jodohmu. Abang Bastian. Uhuy..." goda Ningsih di ujung kalimatnya.

"Alhamdulillah, Ning."

"Oh ya, nanti malam kamu harus siap belah duren."

"Belah gimana maksudnya? Aku belum siapin durian, Ning. Kenapa Apak tak bilang kalau malam nanti harus pakai belah durian segala? Apalagi sekarang ini kan lagi gak musim buah durian," ungkap Seruni dengan mimik wajah polosnya.

"Astaga, Run. Makanya buku yang kau baca jangan soal bertani cabe mulu! Sesekali kau perlu baca buku hubungan suami-istri di ranjang!" seru Ningsih terdengar gemas.

Pak Tono adalah juragan cabai di desa mereka. Alhasil Seruni sejak kecil sudah berkecimpung di ladang cabai membantu sang ayah dan belajar pertanian secara otodidak.

"Memangnya malam pengantin itu harus ngapain saja, Ning?"

"Pakai baju se_xy depan suami. Terus buka baju. Setelah itu dia masukin kamu deh" jawab Ningsih di mana status wanita ini masih single alias belum menikah.

"Masuk gimana, Ning? Masuk angin?"

Sontak Ningsih otomatis menepuk jidatnya sendiri. Sahabatnya yang satu ini memang kudet dan gaptek dalam banyak hal.

Selama ini Ningsih memang sangat tau hidup Seruni hanya sekolah dan bertani di ladang. Seruni jarang bergaul atau bermain dengan teman yang lain terutama lawan jenis. Alhasil pikirannya masih lugu alias polos untuk perkara urusan dewasa seperti hubungan suami-istri.

"Pokoknya nanti kamu lihat saja senjata mas bule. Aku yakin ukurannya besar. Bahkan sangat besar. Maklum produk impor. Pasti beda ukuran sama produk lokal. Kamu tau maksud aku tentang senjata tidak?"

"Enggak," jawab Seruni seraya menggelengkan kepalanya.

"Ya ampun 20 tahun dia masih berkutat sama cabe dan tanaman terong di ladang doang. Sekarang bersiap ketemu terong beneran di kasur, Run. Big terong. Hehe..." batin Ningsih seraya terkekeh sendiri.

Bersambung...

🍁🍁🍁

1
Moana
alurnya bagus banget teh fira 👍
Tuti Tyastuti
𝘴𝘢𝘣𝘢𝘳 𝘳𝘶𝘯 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘳𝘦𝘬𝘢💪
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
sabar seruni
Arwondo Arni
seruni percayalah dengan Bastian dan do'akan agar Bastian terbukti tidak bersalah
Shee_👚
Bastian g mau kamu kepikiran dan stres run, sabar ya pikir positif aja
Shee_👚
telak banget omongan ningsih, bu kades sih mulutnya g bisa ngasih contoh buat warga
Ayu Ayuningtiyas
lebih baik seruni tau sekarang kabarnya Bastian yg dipenjara daripada seruni tdk tau sama sekali kabarnya Bastian.
Shee_👚
bagus ning, kasih tau kalau anaknya pergaulan nya g bener
Shee_👚
bantu dengan imbalan suruh cerai dari istrinya, situ waras😡
Wardi's
kok bastian d penjara., pak danu gk bantuin??
falea sezi
asisten bastian ya penghianat nya
Ruwi Yah
niat baik selalu kamu tunda bas akhirnya runi tau dari Maura yg pastinya udah dikasih banyak bumbu penyedap
Ayesaalmira
coba runi kluar dari blik pengasingan samperin bang bul,br jls smuanya...
Teh Euis Tea
sabar ya runi, doain aj suamimu bisa membuktikan klu dia tdk bersalah, jgn dengetin si maura apa lg ibu dan adik tirimu yg menginginkan km sengsara
kaylla salsabella
masak bastian udah dipenjara 🤔🤔🤔
Dew666
💜💜💜
Sugiharti Rusli
dan sekarang pada akhirnya si Seruni malah tahu perkara kamu dari si Maura, yang pasti bias omongannya karena ada kepentingan buat dirinya
Sugiharti Rusli
padahal meski dari kampung, tapi Seruni termasuk perempuan cerdas kan dia, seharusnya Bastian paling tidak kasih pengertian sebelum berangkat
Sugiharti Rusli
nah kan, akibat si Bastian ga mau jujur sama si Seruni sekarang dia jadi memperta nyakan ketulusan cinta kamu kepadanya Bas,,,
Wardi's
trus maksudnya maura apa datang ke seruni? cuma mau ngasih tau bastian d penjara?? tp kenapa berbelit2 sampai bilang pernah nganu2..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!