Pembalasan atas cinta Citra Novichandra Dinata yang merupakan aktris dan model.seorang putri dari pengusaha kaya tapi memilih meninggalkan keluarganya demi menikah dengan kekasih yang ditentang keluarga,
Di hari sebelum pernikahaannya ia di selingkuhi oleh kekasihnya yang merupakan CEO di agensinya dengan rival sesama model di agensinya
Namun datanglah seorang pemuda tampan yang akan membantu dan mendukung ia membalas dendam.
Siapakan pemuda tampan itu?
Bagaimana cara citra membalas dendam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon viona 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 31
Seperti biasanya pagi ini aku olahraga dan sarapan bersama Aldrich, sebelum ia pergi bekerja.
"Hem, suamiku. nanti aku akan pergi bersama Gabriella ke alamat ini." ucapku sambil menyerahkan kartu yang di berikan sutradara Jane kemarin.
"Apa ini?" tanya Aldrich.
"Kata nona Jane, syuting video klip itu di adakan di sekitar gedung agensi itu." ucapku.
"Kamu yakin ini alamatnya istriku?," ucap Aldrich.
"Memangnya ada apa suamiku?" tanyaku pada Aldrich.
"Tidak, hanya saja aku ingin memastikannya saja." ucapnya yang telah selesai sarapan.
"Jadi, kapan kamu akan ke sana?" tanya Aldrich.
"Hem..., mungkin sekitar jam 2 siang suamiku, karena syutingnya saat sore hari." ucapku.
" Baiklah kalau begitu aku akan pergi bekerja dulu, hati-hati saat di jalan istriku. " ucap Aldrich yang berjalan ke arah tempat dudukku yang masih belum selesai sarapan lalu mengecup kening.
Saat aku ingin berdiri untuk mengantarnya ke ke depan pintu melihatnya pergi, namun dilarang oleh Aldrich.
" Tidak usah berdiri, kamu lanjutkan saja serapannya." ucap Aldrich padaku.
" Iya suamiku, kamu juga hati-hati dijalan." ucapku kepadanya .
.
.
.
.
.
Gabriella datang menjemput ku.
ia hanya menunggu di luar saja yang masih berada di dalam mobil. katanya ia malas untuk duduk terlebih dahulu.
"Kita berangkat sekarang?" tanyaku padanya.
"Iya , ayok kita pergi." balasnya.
"Pak Elan, saya pergi dulu ya." ucapku pada pak Elan yang mengantarkan aku ke luar pintu.
"Iya Nyonya , semoga selamat sampai tujuan dan hari anda indah." ucap pak Elan.
"Iya, terima kasih pak" ucapku kemudian melangkah masuk ke dalam mobil Gabriella.
Di dalam mobil.
"Apa ada barita terbaru Gaby?" tanyaku.
"Tentu saja ada Ra, kemarin sore si berengsek Jacob menghubungi ku. ia bertanya tentang keberadaan mu." ucap Gabriella.
"Dia pasti kebingungan mencari ku, aku telah memblokir no telepon nya Gaby, jadi kamu bilang apa padanya?" tanyaku yang penasaran.
"Ya seperti kamu bilang Ra, aku jawab kamu ke negara Indonesia saat dia bertanya keberadaan mu, ia ingin mengetahui kenapa no telepon mu ngak bisa di hubungi ku jawab aja dengan alasan hp kamu rusak." jelasnya.
"Dan dia terus meminta kamu untuk menemuinya." ucap Gabriella kembali.
"Sebenarnya aku mau berhenti dan keluar dari agensi itu Gaby." ucapku.
"Ya kamu tinggal keluar saja Ra, ingat perjanjian kontrak dulu yang menyatakan kamu bisa berhenti kapanpun kamu mau Ra. dan si berengsek Jacob tidak bisa mencegahmu melakukannya." jelasnya.
"Ia aku tau Gaby, tapi rencanaku balas dendam tidak akan berhasil." ucapku.
"Ra, gimana kalau kamu melupakan balas dendam dan mending kamu mikirin kebahagiaan mu saja Ra?" tanyanya.
"Aku juga ingin seperti itu, namun Gaby aku ngak rela melihat dia masih bahagia dengan Nia setelah menghancurkan hatiku. dan lagi aku ini bukanlah orang yang sebaik hati itu Gaby.
jadi aku tidak bisa melakukannya sebelum melihat Jacob dan Nia hancur." ucapku.
"Aku mengerti Ra, sudahlah jangan membahas itu lagi. sebaiknya kita fokus ke urusan kita tadi, untuk syuting video klip." ucap Gabriella.
Kamipun diam dan kembali fokus.
beberapa menit kemudian kami sampai de gedung agensinya.
yang bertulis Moon entertainment.dan kulihat telah ada beberapa pekerja yang mensetting tempat dengan beberapa kamera di samping gedung itu.
Aku keluar dari dalam mobil dan berdiri di depan gedung itu.
akupun menelepon sutradara Jane, untuk menanyakan keberadaannya.
Via telepon.
Aku: halo nona Jane, ini aku Citra. aku sekarang telah berada di luar gedung Moon entertainment.
Jane: iya halo nona, sekarang saya lagi di lokasi syuting. nona Citra bisa langsung ke lokasi syuting saja. yang berada di sebelah gedung.
karena temanya di tepi jalan nona.
Aku: ah ya baiklah, aku akan kesana.aku tutup dulu teleponnya.
Jane: iya nona Citra.
Telepon terputus, aku dan Gabriella melangkah ke lokasinya setelah Gabriella memakirkan mobilnya tadi.
Ku lihat orang-orang masih sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing.
saat berada di lokasinya sutradara Jane menghampiriku.
"Selamat pagi nona Citra dan juga nona Gabriella." ucap sutradara Jane.
"Selamat pagi." ucapku besama Gabriella.
"Anda datang cepat juga ya nona. sekarang nona Citra silahkan mengganti baju terlebih dahulu dan berias." ucap Jane.
"Ah ya , baiklah." ucapku.
"Mitty," ucap Jane pada seseorang.
" Tolong antarkan nona Citra ke ruang rias." ucap Jane lagi.
"Silahkan nona Citra, anda bisa mengikutinya." ucapnya lagi.
"Ah ya, terima kasih." ucapku dan berjalanl mengikutinya bersama dengan Gabriella.
Aku di berikan pakaian gaun malam dengan belahan v di dada dan melebar panjang kebawah berwarna krem.
aku juga di berikan sepasang sepatu high heels berwana putih.
dengan tatanan rambut yang bergelombang tampa ikatan atau apapun.
dan juga makeup yang natural.
"Waw Ra, sangat cantik dan anggun." puji Gabriella.
"Nona Citra sebentar lagi waktunya syuting." ucap salah seorang staf yang bekarja.
"Iya saya akan keluar." ucapku.
"Gaby, tolong pegang tas ku ya." ucapku lagi pada Gabriella.
"Iya, tenang aja Ra, ayo kita keluar." ucapnya padaku.
Saat keluar dari ruangan rias, orang-orang di sana pada melihat ke arahku.
aku berjalan ke arah sutradara Jane untuk mencari tau titik-titik tempat yang harus aku harus apa.
"Anda sangat cantik nona Citra." puji Jane.
"Terima kasih sutradara Jane." ucapku.
"Jadi nona Jane, saya harus melakukan apa. tadi saya juga sempat membaca adengannya, tapi saya kurang paham." ucapku.
"Saya senang jika model saya bertanya pada saya, dari pada pura-pura paham tapi tidak bisa melakukan dengan baik." ucapnya. "Jadi nona Citra, anda hanya perlu berlari dengan perasaan kecewa dan putus asa, karena lagunya juga menceritakan seorang kekasih yang berselingkuh. dan sang wanita itu melihatnya dengan kedua matanya sendiri." jelas Jane.
'Ini sama seperti kisahku' batinku.
"Baik saya mengerti sutradara Jane." ucapku.
"Baiklah ayo kita mulai syutingnya." ucap Jane lagi.
Aku telah berdiri di tempat syutingnya, tempatnya di trotoar jalan dengan langit senja, membuat suasananya sedikit sedih.
"Ready, action." ucap Jane.
Lagu dari I'rock pun di putar, akupun mulai dengan berjalan cepat sebelum kemudiam berlari.
akupun mulai mengingat kembali perasaan yang kurasakan di hari itu, saat aku melihat Jacob dan Nia berselingkuh di apartemen itu.
air mataku jatuh karena hati ku masih sakit mengingat itu.
aku berlari sedikit kencang dengan air mata yang mengalir di pipiku. aku berhenti sesaat untuk membuka satu-persatu sepatu high heels yang ku gunakan itu sambil masih berlari dan melemparnya ke belakang seakan-akan ada seseorang yang ingin ku lempar dan berjalan mudur sebelum kembali berlari ke arah depan.
Sebelum berlari aku berteriak saat melempar sepatu itu, untuk membuat emosiku tersampaikan pada penonton.
dan berlari kembali dengan kaki telanjang.
"Cut" ucap sutradara Jane yang membuatku berhenti berlari dan melihat ke arahnya.
Bersambung.......
Jangan lupa like, comen dan vote ya teman-teman☺️
karena like teman-teman semangat untuk author😁
salam sayang dari author 😍
🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏