NovelToon NovelToon
Jalan Kaisar Semesta

Jalan Kaisar Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anonim

Shen Yuan berdiri paling DEPAN di antara puluhan ribu kultivator dengan senjatanya dia siap membelah langit jika jalanya hanya ada satu😗

Jangan lupa Follow Instagram Author

@arvn_63

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Gua Angin Spiritual dan Harta di Balik Cincin

​Ada pepatah kuno di dunia kultivasi: Katak di dasar sumur akan mengira langit hanya sebesar koin, hingga ia melompat keluar dan disambar oleh elang.

​Bagi para elit yang selamat dari Hutan Cermin Hitam, gerbang perunggu raksasa setinggi sepuluh tombak yang memisahkan Pelataran Luar dan Pelataran Dalam adalah bibir sumur tersebut.

​Saat fajar menyingsing, gerbang perunggu yang dihiasi ukiran naga melilit pedang itu terbuka dengan suara gemuruh yang menggetarkan dada. Udara yang berhembus dari balik gerbang seketika menerpa wajah tiga puluhan murid yang berhasil lulus.

​Shen Yuan berdiri di barisan tengah. Saat angin itu menyentuh kulitnya, pori-porinya terbuka secara refleks. Benih Hitam di dalam Dantian-nya bergetar pelan, merespons kepadatan energi spiritual yang mengalir di udara.

​"Kepadatan Qi di sini... lima kali lipat lebih tebal daripada di Paviliun Awan Putih," analisis Shen Yuan dalam hati, matanya menyapu pemandangan di depannya.

​Pelataran Dalam tidak berwujud deretan bangunan kayu seperti di luar. Tempat ini adalah serangkaian puncak gunung yang melayang secara magis berkat formasi raksasa, dihubungkan oleh jembatan-jembatan batu putih yang menembus lautan awan. Air terjun spiritual mengalir dari langit, burung-burung bangau putih terbang melingkar, dan tidak ada setitik pun debu kotoran duniawi yang berani menempel di bebatuan gioknya.

​Ini adalah tanah suci. Namun bagi Shen Yuan, semakin suci sebuah tempat, semakin tebal lapisan kemunafikan yang menyelimutinya.

​Seorang wanita paruh baya dengan jubah abu-abu bergaris perak berdiri menyambut mereka. Wajahnya dingin, tanpa senyum, dengan fluktuasi Qi yang sangat dalam hingga terasa seperti jurang tak berdasar. Ranah Pembentukan Inti tahap menengah. Di Pelataran Dalam, seorang pengurus biasa pun memiliki kekuatan yang bisa menyapu bersih seluruh Pelataran Luar.

​"Namaku Diakon Liu," suaranya tidak keras, namun bergema langsung di dalam tengkorak setiap murid baru. "Kalian mungkin merasa bangga karena selamat dari Hutan Cermin Hitam. Kalian mungkin adalah raja, jenius, atau keajaiban di Pelataran Luar."

​Wanita itu melangkah pelan, tatapannya yang setajam belati menyapu wajah-wajah penuh harap di depannya, hingga berhenti sejenak pada Ye Chuan, lalu beralih pada Shen Yuan.

​"Namun di balik gerbang ini, kalian adalah lapisan lumpur yang paling bawah," lanjut Diakon Liu tanpa ampun. "Murid Dalam dibagi menjadi tiga kasta: Murid Perunggu, Perak, dan Emas. Kalian semua masuk sebagai Murid Perunggu. Jatah bulanan kalian adalah sepuluh Batu Roh Tingkat Menengah. Tugas kalian hanyalah berkultivasi dan tidak membuat masalah bagi murid yang lebih tinggi. Jika kalian merasa tersinggung, naikkan kultivasi kalian, atau... diam dan telan penderitaan itu."

​Tidak ada yang berani membantah. Keangkuhan yang mereka bawa dari luar hancur berkeping-keping oleh kenyataan absolut ini.

​Diakon Liu kemudian mengibaskan lengan bajunya. Puluhan medali giok hijau melayang di udara dan mendarat dengan presisi ke telapak tangan masing-masing murid.

​"Itu adalah kunci Gua Kultivasi kalian di Puncak Angin Bawah. Jangan masuk ke gua milik orang lain tanpa izin jika kalian tidak ingin dipotong menjadi dua oleh formasi pertahanan." Diakon Liu berbalik. "Ikuti aku."

​Tidak ada asrama komunal di Pelataran Dalam. Setiap murid diberikan sebuah gua yang dipahat langsung ke dalam tebing gunung spiritual. Bagi para kultivator, privasi adalah hal yang paling krusial untuk mencegah rahasia mereka dicuri saat sedang bermeditasi.

​Bagi Shen Yuan, aturan ini adalah anugerah dari surga.

​Setengah jam kemudian, Shen Yuan memasukkan sedikit Qi-nya ke dalam medali giok hijau, membuka pintu batu berat dari Gua Nomor Tujuh Puluh Dua.

​Gua itu cukup luas. Dindingnya terbuat dari batu kapur yang memancarkan cahaya biru redup secara alami. Terdapat sebuah ranjang batu giok dingin di tengah ruangan, dan sebuah mata air spiritual kecil yang menetes dari langit-langit. Formasi pengumpul Qi tingkat rendah terukir di lantai, menjaga agar energi di ruangan ini tetap stabil.

​Begitu pintu batu itu tertutup dan terkunci rapat, Shen Yuan berdiri dalam diam selama beberapa menit. Ia menutup matanya, memperluas indra pendengarannya hingga ke batas maksimal.

​Setelah memastikan tidak ada fluktuasi roh dari Tetua yang sedang mengintai guanya, punggung Shen Yuan yang sedari tadi sedikit membungkuk untuk menjaga sikap rendah hati, kini tegak lurus sepenuhnya. Topi bambunya ia lepaskan dan ia lemparkan ke atas meja batu.

​"Sangkar yang indah," gumamnya, berjalan mendekati ranjang giok. "Namun cukup tertutup untuk menghitung hasil panen."

​Ia duduk bersila. Dari balik kerah jubahnya, ia menarik seutas tali yang mengikat sebuah Cincin Spasial berwarna perak. Cincin milik Lin Feng.

​Cincin ini dilindungi oleh segel darah pemilik sebelumnya. Jika murid biasa mencoba membukanya secara paksa, cincin ini akan hancur dan menelan seluruh isinya ke dalam pusaran ruang hampa.

​"Keluarga Lin pasti bangga dengan segel ini," Shen Yuan tersenyum sinis. "Tapi mereka lupa, segel darah hanyalah bentuk lain dari energi."

​Ia meletakkan cincin itu di telapak tangannya. Benih Hitam di Dantian-nya diaktifkan. Untaian energi emas gelap yang sangat halus merayap keluar dari pori-pori kulitnya, melilit cincin perak tersebut. Qi purba dari Kitab Penelan Surga tidak menghancurkan segel itu dengan paksa; ia 'memakan' jejak darah Lin Feng secara perlahan, mengikisnya layaknya rayap memakan kayu lapuk.

​Hanya dalam waktu tiga belas tarikan napas, terdengar bunyi klik spiritual yang sangat pelan. Segelnya terbuka. Kesadaran Shen Yuan melesat masuk ke dalam ruang penyimpanan cincin tersebut.

​Ruang di dalam cincin itu sebesar gubuk lamanya di pelataran pelayan. Mata Shen Yuan berbinar melihat tumpukan kekayaan yang ditinggalkan oleh sang jenius emas.

​Logika Lin Feng sebagai "tuan muda yang manja" tercermin sempurna di sini. Tidak banyak material tempur yang kotor. Sebagian besar isinya adalah pakaian sutra mahal, kipas berukir, dan beberapa botol arak spiritual. Namun, di sudut ruangan, terdapat dua buah peti kayu besi.

​Shen Yuan mengeluarkan isi kedua peti itu ke atas ranjang gioknya.

​Peti pertama berisi lima puluh keping Batu Roh Tingkat Menengah, dan... dua keping batu yang ukurannya lebih kecil namun memancarkan cahaya yang menyilaukan mata, mengandung energi yang begitu padat hingga membuat udara di sekitarnya terasa lengket.

​"Batu Roh Tingkat Tinggi," Shen Yuan menarik napas pelan. Nilai tukar satu batu tingkat tinggi setara dengan seratus batu tingkat menengah, tapi di pasar nyata, sepuluh ribu batu menengah pun belum tentu bisa ditukar dengan satu batu tingkat tinggi karena kelangkaannya.

​Peti kedua jauh lebih menarik. Terdapat sebuah jubah pelindung emas ringan, sebotol Pil Penyambung Sumsum (sisa dari obat Lin Feng), dan sebuah plakat kayu eboni hitam yang diukir dengan lambang awan merah menyala.

​Shen Yuan mengambil plakat kayu tersebut. Matanya sedikit menyipit.

​"Plakat VIP Paviliun Bulan Sabit... Kota Awan Merah," bacanya perlahan. Ini bukan sekadar pasar gelap kecil di kaki gunung seperti yang ia kunjungi sebelumnya. Kota Awan Merah adalah kota perdagangan kultivator terbesar di wilayah selatan, berjarak ratusan mil dari sekte.

​Plakat ini adalah kunci untuk masuk ke lelang tingkat tinggi yang memperdagangkan pusaka dan formasi langka.

​Shen Yuan menyimpan plakat dan batu-batu itu ke dalam Cincin Spasialnya, lalu memakai cincin itu di jari telunjuk kirinya. Ia membalutnya dengan secarik kain agar tidak mencolok. Harta Lin Feng sangat berguna, namun itu bukanlah hadiah utama dari perburuannya.

​Ia merentangkan tangan kanannya. Dari dalam Cincin Spasial, sebuah batu hitam kemerahan seukuran kepalan tangan muncul. Inti Iblis Singa Cermin Kegelapan. Begitu inti ini keluar, suhu di dalam gua anjlok drastis. Hawa dingin dan energi Yin purba meledak, menabrak dinding-dinding gua. Bahkan formasi pengumpul Qi di lantai mulai bergetar karena tidak sanggup menahan tekanan monster Setengah Langkah Pembentukan Inti tersebut.

​Shen Yuan segera menyuntikkan Qi emas pucatnya untuk menyelimuti inti tersebut, meredam bocornya energi. Keringat dingin menetes dari dahinya.

​"Seperti dugaanku," Shen Yuan menghela napas panjang, menatap inti yang berdenyut layaknya jantung itu dengan ekspresi campur aduk. "Energinya terlalu masif. Jika aku menelannya di sini sekarang, pusaran spiritual yang tercipta akan menghancurkan langit-langit guaku. Para Tetua Pembentukan Inti akan langsung merasakannya dan mendobrak masuk sebelum aku selesai memurnikannya."

​Logikanya yang dingin menahan godaan keserakahan. Menelan inti ini tanpa persiapan adalah jalan menuju tiang gantungan sekte.

​"Aku butuh Formasi Penyembunyi Surga (Heaven Concealing Array) tingkat tinggi untuk mengisolasi fluktuasi Qi-ku dari dunia luar," Shen Yuan mengepalkan tangannya, memutar otak. "Dan formasi seperti itu tidak mungkin dipinjam dari Paviliun Sekte tanpa mengundang kecurigaan. Satu-satunya cara adalah membelinya di luar."

​Tatapan Shen Yuan beralih pada pergelangan tangannya sendiri, membayangkan Tulang Emas Pucat di balik kulitnya.

​"Selain itu, aku tidak bisa terus bertarung dengan tangan kosong. Kekuatan tulangku memang menyaingi pusaka, tapi menghadapi ahli pedang selevel Ye Chuan atau para senior di Pelataran Dalam, aku akan sangat dirugikan dalam soal jangkauan serang. Aku butuh senjata. Bukan pedang tipis nan indah, melainkan sesuatu yang berat, kasar, dan sanggup menahan beban dari Tinju Runtuh Gunung tanpa hancur menjadi serpihan."

​Shen Yuan tersenyum tipis. Plakat eboni awan merah di cincinnya adalah jawaban dari kedua masalahnya.

​Di Pelataran Dalam, murid memiliki kebebasan yang jauh lebih besar. Mereka tidak dilarang keluar dari sekte selama mereka tidak sedang dalam jadwal piket. Bagi para Tetua, murid dibiarkan mencari peruntungan mereka sendiri di luar sana, karena pengalaman berdarah adalah guru yang paling baik.

​"Malam ini aku akan menstabilkan wilayah baruku," bisik Shen Yuan, menyimpan kembali Inti Iblis bos itu ke dalam dimensi cincin yang aman. Ia berjalan menuju pintu gua dan memandang keluar ke arah bintang-bintang yang tertutup awan berkabut.

​"Dan besok, hantu dari Pelataran Pelayan ini akan melakukan perjalanan ke Kota Awan Merah. Mari kita lihat, apakah kekayaan sang jenius Lin Feng cukup untuk membeli sebuah rahasia yang bisa mengguncang langit."

1
Wiharso Saja
ceritanya bagus dan runut.... yg penting lg jgn sampai hiatus
Optimus prime
ga usah pakai kata mandor ...daiken...lebih enak nya pakai kata suhu...wakil sekte...senior...kn jdi enak baca nya thor
@arv_65: terlanjur udah nulis babnya banyak🙏
total 1 replies
Joshua Zirje
Author jangan sampai hilang lagi😁
@arv_65
Salam Untuk pembaca, mohon maaf karena beberapa hal author iseng, mengunakan istilah modrn di bab 1-100 dan nantinya kedepanya istilah itu author kurangi karena di bab keatasnya adalah mendalami sebuah Dao, jadi mohon maaf jika pembaca agak tidak enak membacanya dan mohon maaf juga jika nantinya bab untuk MC di sekte ada 80+ bab namun author sudah melakukan uplod lebih dari dua bab setiap harinya agar pembaca tidak bosan mohon maaf dari author🙏
Hazard
seru bangettt
A 170 RI
tolong jangan hiatus lg ya thor net💪💪
@arv_65: iya maaf sebelumnya karena bencana jadi hiatus, ini untung akunya masih bisa di pulihkan🙏🏽
total 1 replies
Kaisar Abadi
bang mampir bang
@arv_65: okeeh
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
@arv_65: Terima kasih🤭
total 1 replies
Blue
Hasil Ai
Blue: oke bang, semangat💪
total 3 replies
@arv_65
😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!