Nigista, seorang gadis cantik yang terlahir dengan kelebihan yang tak biasa, harus berjuang untuk bertahan hidup di tengah caci maki orang-orang sekitarnya. Dia hanya ingin hidup normal, seperti manusia lainnya, tapi takdir sepertinya tak berpihak padanya.
Nigista Kanaya Putri, nama yang indah, tapi ironisnya, di rumahnya dia lebih sering dipanggil "Si pembawa Sial" oleh ibunya sendiri. Setiap musibah yang menimpa keluarga selalu saja dia yang disalahkan.
Tapi, Nigista memiliki kemampuan unik - dia bisa mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang yang butuh pertolongan, sebuah kelebihan yang membuatnya sering merasa terjebak. Di sekolah, dia menjadi target bully-an teman-temannya karena sering menjerit-jerit ketika bisikan itu datang, membuatnya dicap sebagai "gadis aneh"
Yok ikuti kisah Nigista
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak Nya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nigista Dan Dunianya
Ctas..
Suara cambukan pertama mendarat di punggung Gista yang masih memakai seragam sekolah, ia memejamkan matanya menikmati rasa sakit yang menjalar di tubuhnya.
Ctas..
Ctas..
"A-ampun ma, sakit.."
Ctas..
Suara cambukan itu kembali terdengar dari dalam gudang, jeritan kesakitan Gista sebagai iramanya.
Ctas!
Ctas!
Tak terhitung berapa banyak cambukan yang mendarat di tubuh Gista hingga darah segar mulai keluar dari punggung gadis itu, seragam sekolahnya yang sebelumnya berwarna putih kini menjadi merah karena darah.
Bruk.
Gista terjatuh ke lantai kala tak kuasa menahan sakit yang menjalar di tubuhnya.
"ANAK SIALAN!" suara Arabella menggema di gudang, ia menghempaskan cambuk yang berada di tangannya. "Kenapa kamu selalu membuat hidupku tidak tenang? Kenapa?"
"Dari mana kamu tadi HAH? Sudah berapa kali saya katakan pulang sekolah jangan keluyuran!"
"Maaf ma.."
"Saya gak butuh maaf-mu, kenapa kamu tidak seperti putri saya, kenapa? Selain pintar dia gak pernah pulang larut malam seperti kamu ini Gista."
Gista menundukkan kepalanya situasi yang seperti ini yang sangat ia benci dimana ia selalu dibanding-bandingkan dengan Adara.
"Uang saya sudah terlalu banyak habis untuk men-sekolahkan kamu tapi apa balasan kamu hah? Dengan pulang larut malam seperti ini? Kau tau, ini merusak nama baik saya!"
"Contoh putri saya, Dara. Dia pintar dan rajin harusnya pekerjaan rumah semua kamu yang urus tapi karena kamu gak pulang-pulang putri saya yang harus mengerjakannya."
Gista mendongak, menatap mamanya. "Cukup ma, Gista juga punya hati. Apa kah pantas seorang ibu berucap seperti itu?"
Air mata sudah mengalir derah dari mata Gista. "Gista selalu banding-bandingkan aku sama Adara, mama selalu sebut Adara sebagai putri mama! Gista juga putri mama."
"Apa bedanya Gista sama Adara, ma? Gista sama Adara lahir dari rahim mama, kenapa cuma Adara yang mama sayang? Kenapa Gista yang harus mama benci?"
Malam ini, Gista mengungkapkan apa yang ia rasa selama ini, ia juga penasaran kesalahan apa yang ia perbuat dimasa lalu sehingga mamanya sangat membencinya dan bahkan tak pernah menganggapnya layaknya seorang anak.
Arabella terkejut mendengar ucapan Gista, ia membuang wajahnya kesembarang arah.
"Kenapa mama diam? Jawab Gista ma!"
"Karena kamu bukan anak saya, Gista. Kau anak seorang jalang!"
Deg.
"Karena mamamu hidup saya jadi hancur seperti ini, saya harus banting tulang menghidupi anak saya sendiri dan sialnya saya juga harus mengurus kamu PUTRI JALANG!"
Mendengar ucapan Arabella membuat jantung Gista seolah berhenti berdetak.
"Mama ..."
"SAYA BUKAN MAMA KAMU SIALAN!"
Plak
"KENAPA KAMU BELUM MATI JUGA HAH?!"
Gista menatap Arabella dengan tatapan yang sulit diartikan, "Sebenci itukah mama sama Gista?!"
"Iya, lebih dari kata benci saya ingin kamu mati, mati!"
"Kenapa ma?"
"KARENA WAJAH KAMU MENGINGATKAN SAYA PADA WANITA SIALAN ITU! AGHHH!" pekik Arabella dengan menjambak rambutnya sendiri saat kembali teringat peristiwa 13 tahun yang lalu
Flashback on:
"Mama dara mau beli boneka itu.." rengek bocah kecil yang bernama Adara itu
"Yang mana?"
"Itu ma!" tunjuk Adara kecil, mata Arabella mengikutin telunjuk bocah itu namun bukannya boneka yang ia lihat melainkan suaminya yang tenga bersama wanita lain?
"Mas kian?" gungam Arabella dengan memicingkan matanya
"Mama ayo... beli boneka itu mama! Dara mau boneka itu." rengek Adara kecil dengan menariki baju yang Bella kenakan
Arabella mengalihkan pandanganya kepada sang anak. "Nanti aja ya belinya, dara mau ketemu papa gak?"
Bocah kecil itu menganggukan kepalanya. "Mau ma, dara mau ketemu papa!"
Dengan perasaan deg-degan wanita itu menggendong anaknya dan pergi menemui laki-laki yang sangat ia yakini itu adalah suaminya
'Semoga saya salah lihat'
Disisi lain keluarga kecil berbahagia itu tenga menemani sang anak bermain di playground mall.
"Makasih mas buat hari ini, Ala kelihatannya bahagia banget." Tutur wanita yang berparas cantik itu dengan memandangi sang anak yang tenga bermain
Laki-laki disampingnya itu tersenyum. "Sama-sama istriku."
"Mas kian!"
Deg!
Laki-laki itu terkejut kala mendengar suara yang tak asing didengarnya itu. "B—bella"
"Jadi selama ini kamu selingkuh'in aku mas?" tanya wanita yang bernama Arabella
Laki-laki yang bernama Kian Agraha itu terdiam membisu. "JAWAB AKU MAS!" pekik Arabella membuat semua menatap ke arah mereka. "Dengan kamu diam gini sudah kebukti bahwa yang aku katakan barusan bener."
"Bell--"
Plak
Satu buah tamparan mendarat pada wajah mulus wanita yang bernama 'Ilona kinara zelda'
"Ilona!" pekik kian kala melihat sang istri ditampar
Arabella menatap tajam kepada suami istri itu. "Dengar semua! DIA SUAMI SAYA!" Arabella menjeda ucapannya. "DAN DISAMPINGNYA INI SELINGKUHANNYA." Sambung arabella membuat suasanan heboh
"Astaga tega benget mbaknya jadi orang ketiga dalam hubungan mereka." ucap salah ibu-ibu
"Padahal mbaknya cantik masih aja diselingkuhin, dasar laki-laki gak pernah bersyukur."
"HUHU PELAKOR!"
"JALANG!"
"Gak mampu cari laki-laki lain, suami orang aja diembat dasar pelakor."
Banyak sorak-sorakan dari orang-orang yang berada di mall hingga mereka melempari tubuh ilona dengan barang-barang yang mereka bawa.
Puk.
Puk.
Puk.
"Kalian kenapa sakiti mama aku." ucap bocah kecil yang bernama lengkap Nigista Kanaya putri
"Oh jadi mereka sudah punya anak!" Ujar salah satu ibu-ibu
"Bisa banget ya nutupin perselingkuhannya sampai anaknya sebesar ini."
Arabella tak bisa menahan air matanya lagi wanita itu berlari dari kerumunan itu dengan membawa anaknya.
"DASAR JALANG!"
"Aghhh!" pekik ilona kala rambutnya dijambak oleh para ibu-ibu
"Angan cakitin mamanya ala.." Bocah kecil itu menangis kala melihat mamanya di sakiti oleh orang-orang
Kian tak tinggal diam, laki-laki itu berusaha sekuat tenaga melindungi istri serta putrinya. "Hentikan!"
Kian menarik napas dalam-dalam. "KALIAN SEMUA GAK TAU MASALAHNYA JADI JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN PRIBADI SAYA." setelah mengatakan hal itu laki-laki itu membawa anak serta istrinya pergi dari sana.
Saat ini keduanya sedang diperjalanan menuju rumah mereka dengan menggunakan motor, kian merupakan seorang CEO terkaya pada saat itu tapi ia memiliki alasan tersendiri prihal ia memiliki dua istri.
Ilona tak tahu menahu soal suaminya memiliki istri selain dirinya, ilona juga tak tahu kalau suaminya itu merupakan orang kaya karena setahunya kian hanya lah orang biasa itu sebabnya ia mau menikah dengan kian pada saat itu, menurutnya orang kaya itu banyak tingkahnya tukang selingkuh dan ia sangat membenci itu pula. Namun apa ini? Ia ternyata adalah selingkuhan suaminya.
"Lona ak--"
"Mas tau kan aku benci banget sama orang selingkuh, dan ternyata mas jadikan aku sebagai selingkuhan. Kamu.. Kamu jahat mas." Ilona menangis terisak, tubuhnya bergetar karena tangis.
"Maaf, lona tapi aku punya alasannya." ucap Kian. "Aku bener-bener min--"
Citt..
Kian mengerem mendadak saat tiba-tiba ada seseorang mengalami kecelakaan, kian memicingkan matanya dengan menatap mobil didepan itu.
Deg.
Dengan cepat kian turun dari motornya dan memastikan hal yang ada didalam pikirannya itu tidak benar.
"TOLONG!"
"Hiks... Mama!" tangis bocah kecil kala melihat mamanya yang berada diambang kematian.
"BELLA!" pekik Kian
Kian dengan cepat mengulurkan tangannya untuk membantu Arabella namun wanita itu enggan menyambut tangannya. "Bella ayo pegang tangan aku... Apa yang kamu pikirkan."
"PAPA TOLONG MAMA PAPA!" pekik Gista kecil yang berada di pinggir jalan
Kian menoleh, menatap pada sumber suara matanya memanas kala melihat ada beberapa preman yang tenga menggoda Ilona, sepertinya preman tersebut sedang mabuk berat.
Hap!
Arabella menyambut uluran tangan suaminya, kian tak bisa berbuat apa-apa lagi ia harus menolong Bella namun ia juga khawatir pada ilona.
Jleb
"AGHHH!" pekik Ilona saat benda tajam mengenai perutnya.
"MAMA!"
Ilona dilarikan kerumah sakit namun sepertinya wanita itu lebih memilih untuk menyerah dan pergi untuk selama-lamanya.
"M--mbak, ma--mas Kian saya titip Gista." ucap Ilona dengan terbata-bata
Kian menggelengkan kepalanya, menggenggam erat tangan Ilona. "Enggak, kamu harus sembuh." ucap Kian sedangkan Arabella ia menatap kesembarang arah
Air mata menetes dari pelopak mata Ilona kala memandang wajah putri kecil yang akan ia tinggal untuk selama-lamanya. "J-jangan nakal ya sayang.."
Tangan ilona bergerak menyentuh wajah putri kecilnya, ia tersenyum saat melihat anggukan kepala putrinya.
"Ala ndak akan akal mama, mama cepet cembuh ya!" ucap gadis kecil yang polos itu, ia tak mengetahui jika mamanya akan meninggalkannya untuk selama-lamanya
Ilona tersenyum kemudian perlahan-lahan matanya tertutup rapat, wanita itu benar-benar pergi meninggalkan putri kecilnya.
"ILONA!"
Flashback off
Maaf gue ga bisa ngasih bintang ga ada koin 😭😭