(AWAS. KHUSUS ***++ ADA BANYAK ADEGAN MEMANCING GAIRAH. JANGAN YA DEK YA) Dia dikhianati pacarnya. Dia berusaha menenangkan diri di kamar sebuah hotel. Tapi dia malah diperkosa oleh Gerson, seorang CEO sombong karena suatu kesalah-pahaman.
Bella hamil dan diusir orang tuanya dari rumah. Dia harus melahirkan dalam kondisi sulit.
Tujuh tahun kemudian, Bella kembali dipertemukan dengan Gerson dan harus bekerja di kantornya Gerson.
Di saat yang sama, Bella melihat wawancara Gerson di Youtube. Dia meminta anak-anaknya untuk menjauh kalau melihat Gerson.
Tapi anak kembarnya yang jenius itu, memilih untuk bertindak sebaliknya. Bukannya menjauh, mereka malah terus menyerang Gerson.
Sejak itu, hidup Gerson tidak lagi tenang karena terus diganggu oleh si kembar jenius.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gregorious, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
36 Tidak ada Wanita yang Setia
"Aku akan memuaskanmu, sayang dan membuatmu ketagihan. Dan setelah ini, kita akan saling menikmati setiap kali kita mendapatkan kesempatan. Ahhh, " bisik Diane yang merasa dia telah berhasil menguasai Gerson.
Tapi justru kata-kata Diane ini yang membuat Gerson berhasil keluar dari ketidakberdayaannya.
Justru kata-kata Diane ini yang membuat Gerson mulai menemukan kesadarannya, mulai menemukan kekuatan bagi dia untuk melakukan penolakan.
Kata-kata Diane yang ingin melakukan hal seperti ini setiap ada kesempatan, membuat Gerson merasa kalau dia harus menolak sejak sekarang, sejak sebelum ini terjadi sebelum semuanya terlambat.
Karena Gerson tidak mau mengihianati sahabatnya sendiri.
Karena itu, Gerson langsung mendorong Diane yang baru saja berjongkok di depannya, untuk berusaha membuka ritsleting celananya Gerson, dalam usaha untuk memanjakan milik Gerson di bawah sana.
"Aku pergi dari sini! Aku tidak mau ada affair dengan istri dari sahabatku sendiri."
Diane yang merasa dia masih bisa menguasai Gerson buru-buru berdiri dan mendekati Gerson. "Jangan menolak lagi, Gerson. Aku tahu kalau di dalam hatimu, kamu juga menginginkan ini. Iya kan? Kamu juga menginginkan aku. Jadi, jangan menolak apa yang bergejolak dalam hatimu."
"Aku harus menolak ini!" Gerson buru-buru keluar dari kamar tamu rumahnya Tony dan Diane ini.
Saat sudah berada di ruang tamu, Gerson buru-buru memperbaiki bajunya, kemudian dia menelpon sopirnya yang memegang kunci mobil untuk keluar menemuinya di luar.
Diane masih mengikuti Gerson. Diane masih belum menyerah. Apalagi ada Gejolak Hasrat di dalam dadanya yang bergemuruh yang ingin supaya dituntaskan.
"Ayo dong. Ayo masuk kamar lagi, Gerson. Kita bisa membicarakan hal ini. Please, Gerson. Kita bisa bicarakan hal ini."
Tapi bukannya masuk kamar lagi, Gerson malah langsung membuka pintu keluar rumah dan keluar dari rumahnya Diane ini. "Jangan mengganggu aku lagi, Diane!"
"Tapi mengapa, Gerson? Please, biarkan apa yang bergejolak di dalam dada kita dituntaskan. Please ... "
"Aku sangat kecewa padamu, Diane. Tony sangat membanggakan dirimu sebagai istri yang setia tapi ternyata kamu sama saja dengan wanita-wanita lainnya. Huh! Ternyata tidak ada wanita yang setia. Aku sangat kecewa kepadamu, Diane!"
Selama ini Gerson yang berangkat dari kekecewaannya pada sosok wanita dari lingkup keluarganya saat melihat penghianatan yang dilakukan ibunya kepada ayahnya, kemudian penghianatan demi penghianatan yang terjadi pada dirinya yang dilakukan oleh gadis-gadis yang pernah dia cintai di masa SMA dan masa kuliahnya, membuat Gerson tidak percaya kepada sosok wanita.
Tapi, selama ini, Tony masih berusaha untuk membuat Gerson mau mempercayai wanita lagi. Tony selalu mencontohkan atau mengangkat Citra Diane, istrinya, sebagai wanita setia.
Tony selalu menyanjung-nyanjung Diane di depan Gerson dan selalu bercerita tentang kesetiaan Diane kepada Tony hingga akhirnya Gerson percaya kalau ternyata masih ada wanita yang setia di dunia ini.
Hanya saja peristiwa pada malam ini, saat Diane berusaha menggodanya, membuat Gerson kembali apatis.
Gerson kembali merasa semua wanita itu tidak ada yang setia, tidak ada yang bisa diandalkan, tidak ada yang bisa dia percaya.
Saat ini, sopirnya Gerson datang mendekati Gerson. Gerson segera menyuruh sopirnya untuk menyiapkan mobil karena dia akan segera pergi dari rumahnya Tony ini.
Diane masih berusaha menahan Gerson tapi Gerson tidak mau lagi mendengar kata-kata dari Diane itu.
**
Sementara itu, di tempat lain, Julian membangunkan Julius yang sedang tidur.
"Apa yang terjadi? Kenapa kamu membangunkan aku, Julian?" tanya Julius sambil mengucek-ucek matanya.
"Aku mimpi kalau Ayah kita kembali berhubungan dengan wanita sembarangan, Julian."
"Itu tidak mungkin. Karena yang aku tahu, ayah kita sekarang ini tinggal di rumah temannya. Dia tidak mungkin macam-macam di rumah temannya itu. Tidak mungkin dia membawa cewek di rumah sahabatnya itu, karena itu aku tidak lagi memantau keadaan Ayah kita di rumah itu."
"Tapi aku mendapatkan firasat buruk, Julius. Aku ingin kamu kembali memantau Ayah kita. Please... "
Dengan agak enggan, Julius mendekati laptopnya. Julius memang sengaja tidak memantau tingkah laku Gerson saat berada di dalam rumahnya Tony, karena dia percaya di rumahnya Tony, ayahnya tidak akan macam-macam.
Sekarang ini, Julius kembali memantau pergerakan ayahnya lewat CCTV di depan rumahnya Tony dan saat ini dia melihat ayahnya sedang berdiri di depan rumah dengan sang Nyonya rumah yaitu Diane berada di depan ayahnya.
Saat ini, terlihat Gerson memasuki mobil, karena itu Julius langsung berkata, "nampaknya kamu benar, adikku. Ayah kita akan keluar di malam selarut ini. Tampaknya dia akan mencari wanita. Aku akan mengikuti ayah kita itu."
"Tuh kan? Benar kan? Nampaknya ayah kita itu tidak mau terkurung di rumah temannya. Nampaknya dia akan mencari cewek. Aku yakin itu. Dan kamu harus menggagalkannya, Julius."
Julius mengangguk. "Aku akan segera mengaktifkan drone yang aku taruh di dalam mobil Ayah kita. Kebetulan kontrol Drone itu sudah aku perbaiki tadi."
"Bagus."
"Aku akan mengikuti Ayah kita kemanapun dia pergi. Kalau dia menuju ke rumah cewek atau menuju ke hotel dan memanggil cewek ke kamar hotelnya, maka aku akan menggagalkannya." Julius menggeram marah.
**
Di tempat lain, Gerson masih marah-marah karena peristiwa yang terjadi barusan padanya.
Gerson marah bukan hanya kepada Diane, bukan hanya perbuatan Diane yang menggodanya itu, tapi dia juga marah karena sosok seorang wanita kembali hancur di matanya.
"Ternyata semua wanita sama saja! Semuanya tukang selingkuh! Semuanya tidak setia! Tidak ada satupun yang setia!" gumam Gerson dalam kemarahannya.
Sang supir yang hanya mendengarkan gumaman bosnya itu dan kata-katanya tidak terlalu jelas. Jadi dia merasa tidak perlu untuk mencari tahu apa yang dikatakan oleh Gerson di belakang sana.
"Kasihan juga si Tony itu, dia yang sangat menyanjung-nyanjung Diane itu, ternyata mendapatkan istri model seperti itu. Kasihan kamu, Tony dan nampaknya suatu saat aku harus mengatakan tentang hal ini kepadamu, kawan," gumam Gerson lagi.
Tapi setelah itu, Gerson memegang kepalanya. Dia kembali teringat akan tubuh hot nan menggairahkan yang dia lihat sebelumnya. Buah dada penuh yang berada di balik baju yang tipis dan basah yang nampaknya sengaja disiapkan oleh Diane untuk menggodanya itu, membuat Gerson mulai panas dingin.
Saat ini, dada Gerson bergemuruh terbawa hasrat. Dia ingin melampiaskan hasrat yang ada di dalamnya. Tentu saja dia tidak ingin kembali ke rumahnya Tony, dia tidak ingin menuruti hawa nafsunya Diane karena dia sangat menghormati Tony.
Tetapi Gerson merasa dia harus melampiaskan apa yang bergejolak di dalam dadanya saat ini.
"Mudah-mudahan Mbah Juki sudah berhasil menjagaku sehingga aku tidak lagi diganggu oleh hal-hal ganjil itu," batin Gerson.
Setelah itu, Gerson mengeluarkan handphonenya dan membuka daftar nama dalam aplikasi Wa-nya.
Gerson menemukan nama Levina di daftar namanya. Dia tersenyum saat mengingat Levina.
Levina adalah Direktur dari salah satu perusahaan sub kontrak yang pernah kerja sama dengan Gerson saat pada tiga hingga satu tahun yang lalu, membuat sebuah gedung perkantoran yang kemudian menjadi salah satu gedung perkantoran tertinggi di kota Jakarta.
Saat itu, kerjasama antara Gerson dan Levina, berlanjut hingga ke atas ranjang. Namun kemudian, Gerson yang menemukan gadis lainnya, tidak lagi menemui Levina.
Tapi Levina sempat berkata di pesan WA terakhirnya kalau dia akan selalu tersedia buat Gerson, setiap saat Gerson inginkan.
Karena itu, pada saat ini, Gerson yang sudah terlanjur terbawa nafsu itu, memutuskan untuk langsung menghubungi Levina lewat telepon.
"Halo, sayang. Tumben kamu nelpon aku," kata suara manja Levina di ujung telepon.
"Kamu di mana? Aku ingin ketemu kamu?"
"Aku di apartemenku. Aku masih di apartemenku yang lama dan masih tinggal sendirian, masih belum punya suami, kalau kamu mau, kamu bisa segera ke sini."
"Oke aku langsung ke apartemen kamu."
"Oke, aku menunggumu, Beb."
Gerson segera meminta sopirnya untuk mengantarnya ke sebuah apartemen.
"Cepat sedikit, Pak," kata Gerson tidak sabaran.
"Siap, Pak. " Sang supir langsung mengemudikan mobilnya dengan lebih cepat menuju ke arah apartemen yang dikatakan oleh Gerson itu.
dia tukang celap celup dan itu menjijikan
kuharap ada tokoh yang lebih baik dari dia buat jadi jodohnya Bella
dari judul cerita ini tuh menceritakan anak kembar yang jenius, jadi saya harap jodoh nya Bella bukan gersang
kalo aku jadi Bella sih kuludahin aslii
karna ga bakal ada laki laki yang bisa benar benar lepas dari kebiasaan nya apalagi ini soal kenikmatan duniawi