NovelToon NovelToon
Salah Kamar

Salah Kamar

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Cinta Terlarang / Pengantin Pengganti / Cerai / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

Pernikahan Kenan dan Calista selalu dibayang-bayangi oleh kesalahan masa lalu Kenan pada Olivia, adik kandung Calista. Kenan yang beberapa bulan sebelum menikah dengan Calista salah memasuki kamar Olivia dan menyangka wanita yang tidur adalah Calista yang akhirnya membuat Olivia hamil. Lima tahun kemudian Kenan akhirnya bercerai dengan Calista, lalu menikah dengan Olivia. Calista yang dendam pada Olivia lalu menikah dengan Leo, tunangan Olivia yang dia rebut. Namun perjalanan rumah tangga Calista tidaklah mudah dan selalu dibayangi oleh dosa masa lalu yang telah mereka lakukan. Bahkan Calista juga dimadu dengan sekretaris Leo yang bernama Giselle meskipun akhirnya Leo dan Giselle bercerai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawa Kemenangan

"Bangunlah, sekarang bukan waktunya untuk menangis!"

Giselle lalu menatap seorang laki-laki yang berdiri tepat di samping tubuhnya. Dia lalu bangun dan mencoba untuk berdiri sambil sedikit tertatih. "Hati-hati," kata laki-laki itu sambil memegang tubuh Giselle dan membantunya untuk berdiri.

"Ayo ikut denganku!"

Mendengar perkataan laki-laki itu Giselle hanya diam mematung, keningnya berkerut, sejenak dia menatap laki-laki yang ada di hadapannya dengan tatapan penuh tanda tanya.

"Kau tak perlu curiga padaku, tenang saja aku tak berniat jahat padamu, aku hanya ingin kita melakukan konspirasi untuk menghancurkan hubungan Leo dan Calista."

Meskipun masih dipenuhi berbagai tanda tanya dan perasaan curiga, Giselle lalu mengikuti langkahnya masuk ke dalam sebuah cafe yang tak jauh dari kantor milik Leo. Dia kemudian menyuruh Giselle duduk dan memesan minuman untuk mereka berdua.

"Minumlah dan tenangkan dirimu dengan cokelat hangat itu."

"Terima kasih," jawab Giselle sambil meminum cokelat yang ada di depannya.

"Siapa dirimu sebenarnya? Bukankah kau anak buah Leo? Kenapa kau ingin berkonpirasi denganku?"

"Hahahaha, aku memang anak buah Leo, tapi aku juga pernah menjadi bagian dalam masa lalu Calista, istri dari Leo."

"Benarkah? Kau tidak berbohong padaku kan Tuan... Maaf, siapa nama anda?"

"Ramon, panggil saja aku Ramon."

"Ya Ramon, maksudmu kau pernah memiliki hubungan dekat dengan Calista?"

"Ya, bahkan sangat amat dekat."

"Maaf saya tidak mengerti maksud anda karena setahu saya saat Calista masih aktif menjadi seorang foto model, dia adalah istri dari Tuan Kenan, pemilik Blue Sky group."

"Hahahaha, terkadang apa yang orang lihat itu berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi."

"Maksud anda? Tolong jangan berbelit-belit dan katakan yang sebenarnya maksud anda ingin bekerjasama denganku."

"Giselle, aku adalah kekasih Calista, jauh sebelum dia dan Kenan menikah. Bahkan setelah mereka menikah pun aku tetap menjadi kekasih dari Calista."

Giselle lalu memelototkan matanya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya. "Jadi selama ini yang diberitakan oleh media sangatlah jauh berbeda dengan keadaan yang sebenarnya? Calista tidak lah sebaik apa yang diberitakan oleh media?"

"Ya, bahkan dia adalah wanita yang sangat busuk. Hahahaha. Bagaimana apakah kau ingin bekerjasama denganku?"

Giselle lalu tersenyum menyeringai "Tentu Ramon, aku bahkan sangat tertarik untuk bekerjasama denganmu."

"Hahahaha.... Bagus Giselle."

***

Leo mengemudikan mobilnya dengan begitu cepat. "Brengsek, kenapa wanita sialan itu bisa hamil!" teriak Leo di dalam mobil.

'Calista tidak boleh tahu tentang semua ini, jika Calista tahu, dia bisa meminta cerai padaku, tidak.. semua ini tidak boleh terjadi, jika aku bercerai dengannya reputasi perusahaanku bisa hancur dan investor pun bisa menarik modal mereka dari perusahaanku,' batin Leo selama dalam perjalanan.

Sesampainya di rumah dia lalu masuk ke dalam rumah dengan begitu terburu-buru dan dipenuhi berbagai perasaan takut jika Giselle telah memberitahu Calista tentang kehamilannya. Langkahnya terhenti saat masuk ke dalam kamar dan melihat Calista tengah tertidur begitu pulas di atas tempat tidur. Dia lalu mendekat pada Calista dan mengecup pipinya.

"Sayang, kau sudah pulang?" kata Calista sambil tersenyum.

'Bagus, tampaknya Calista belum tahu apa yang sebenarnya terjadi,' kata Leo dalam hati.

"Ya Calista, maaf aku mengganggu tidurmu."

"Aku belum tidur sayang hanya sedikit pusing dan kesal."

"Kesal?"

"Ya, tadi Papa mengirimkan sebuah foto padaku."

"Lalu?"

"Mata Olivia sudah sembuh, kini dia sudah kembali ke rumah. Aku melihat fotonya bersama Kenan dan Vansh yang begitu bahagia."

"Memangnya kenapa sayang? Kenapa kau harus kesal? Kita juga bisa bahagia seperti mereka, apalagi jika kau sudah hamil dan kita memiliki seorang anak," kata Leo sambil tersenyum lalu meninggalkan Calista berjalan ke arah kamar mandi.

"Aku mandi dulu sayang, jangan tidur dulu, aku ingin cepat memiliki seorang anak darimu."

'Brengsek kenapa selalu itu yang dia bicarakan padaku!' gumam Calista sambil menahan emosi di dalam dadanya. Tiba-tiba ponsel Calista pun berbunyi, sebuah pesan masuk ke ponselnya. Calista lalu membuka foto tersebut.

"Kuranggg ajar siapa yang berani bermain-main denganku!" gerutu Calista sambil menjambak rambutnya. Dia lalu membuka kembali pesan yang masuk.

[Temui aku besok pukul satu siang di Yellow Cafe, jika tidak akan kuberitahu semua rahasiamu pada suamimu.]

'Breng*ek siapa sebenarnya yang sudah berani mempermainkanku!' kata Calista dalam hati, dadanya kian bergemuruh dipenuhi oleh rasa emosi dan ketakutan. Air mata pun mulai mengalir membasahi wajahnya. "Kenapa sekarang hidupku begitu berantakan seperti ini?" tangis Calista.

Leo yang keluar dari kamar mandi, begitu keheranan melihat tingkah aneh dari Calista. "Sayang, apa yang terjadi? Kau baik-baik saja kan?"

"Tidak apa-apa sayang, hanya sedikit pusing," jawab Calista, seraya mengontrol emosi yang begitu bergemuruh di dadanya.

"Sebentar, tunggu disini, akan kuambilkan obat untukmu."

Calista lalu mengangguk, tatapan matanya kian tajam pada Leo. 'Tunggu saja, akan kubuat perhitungan dengan kalian semua yang berani mempermainkanku, termasuk kau Leo karena sudah berani bermain-main di belakangku dengan wanita lain,' batin Calista.

Deru nafasnya semakin tak beraturan, dadanya kian sesak melihat sebuah kenyataan pahit jika suaminya pernah berselingkuh, bahkan selingkuhan suaminya pun sampai tahu kelemahan yang Calista miliki.

***

"Hahahaha... Hahahaha..." tawa yang kian menggema di salah satu sudut cafe sedikit menyita perhatian beberapa pengunjung pada dua orang yang kini tampak begitu bahagia.

"Bagus Giselle, pasti sekarang Calista begitu kebingungan setelah membaca pesan darimu."

"Ya, dan akan lebih menyenangkan saat aku bertemu dengannya besok, aku sudah tidak sabar melihat raut wajahnya yang begitu menyedihkan saat melihat posisinya sebagai istri Leo akan terancam dengan kehadiranku dan anak dalam kandunganku."

"Tentu, bahkan malam ini dia tidak akan pernah bisa tidur saat melihat kenyataan jika suaminya pernah berselingkuh dan memiliki hubungan dengan wanita lain sampai membuat wanita selingkuhannya hamil."

"Hahahaha, ini memang sudah menjadi bagian dari rencanaku Ramon, selama berhubungan dengan Leo aku memang sengaja tidak menggunakan pengaman agar aku bisa hamil dari benih yang Leo tanam."

"Ternyata kau licik juga Giselle."

"Aku hanya tidak mau membuang kesempatan, dia telah menikmati semua bagian tubuhku, aku hanya ingin mendapat bayaran yang pantas dengan apa yang telah kuberikan untuknya. Hahahaha."

"Aku tak mengira bahkan kau lebih pintar dari yang kubayangkan."

"Ya, kau tenang saja Ramon setelah aku berhasil masuk dalam rumah tangga mereka. Mereka akan kubuat bertekuk lutut padaku," ujar Giselle sambil tersenyum menyeringai.

"Hahahaha.. Hahaha..."

Suara tawa keduanya pun kini semakin memenuhi seluruh ruangan di dalam cafe, seakan menandakan sebuah kemenangan.

1
pipi gemoy
👍🌹🙏
pipi gemoy
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pipi gemoy
ketika penjahat seperti Leo tobat
ta vote Thor ✌️
pipi gemoy
ketika para penjahat bertaubat,
bagus Thor perubahan karakter nya dari sangat jahat tidak selamanya menjadi penjahat 👍🌹
Hartaty
astaga ulet bulu di pelihara
Hartaty
secepat itu, jaim dikit olive biar Kenan tau diri
Aulia Yumi Rosda SE
bravo calista
Aulia Yumi Rosda SE
🤣🤣🤣🤣
Aulia Yumi Rosda SE
🙂
Aulia Yumi Rosda SE
salut sama papanya revan
Aulia Yumi Rosda SE
hati-hati rima... bisa bahaya kalau ketahuan
Aulia Yumi Rosda SE
hajar aja dia calista.........
aku suka itu.....
Aulia Yumi Rosda SE
Giselle...selamatkan bayinya calista........
Aulia Yumi Rosda SE
jujur sekarang lebih baik daripada mengetahui kebenaran dikemudian hari.
Aulia Yumi Rosda SE
kenapa ada pelapor lagi sich...........
Aulia Yumi Rosda SE
tenggelamkan dewi...
Aulia Yumi Rosda SE
makin seru nih...
Aulia Yumi Rosda SE
Ramon salah orang 🤣🤣🤣
Aulia Yumi Rosda SE
kenapa sih Olivia dibuat buta??
jadi kesal
Aulia Yumi Rosda SE
ikuti saja dulu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!